Metode Penelitian : Definisi, Jenis, & Contohnya (Lengkap)

10 min read

metode penelitian

Saat seseorang sedang melakukan penelitian tentu membutuhkan beberapa metode dan banyak langkah yang bisa menghabiskan waktu yang lama. Hal ini wajar karena penelitian merupakan cara untuk mendapatkan kajian ilmiah yang tepat yang harus bisa dipertanggungjawabkan dan bisa menyelesaikan permasalahan yang diteliti.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap Jurnal Manajemen mengenai pengertian metodologi penelitian, metode penelitian, macam macam metode penelitian, contoh metode penelitian, termasuk metode penelitian kualitatif dan kuantitatif, contoh metode penelitian kualitatif, contoh metode penelitian kuantitatif dan buku metode penelitian.

Istilah Metodologi Penelitian

Metodologi dan Metode Penelitian merupakan istilah yang sering digunakan dalam penelitian. Meskipun mempunyai arti yang mirip, sebenarnya metodologi penelitian berbeda dengan metode penelitian. Hal ini seringkali membingungkan terutama bagi para peneliti pemula dalam membedakan pengertian metode penelitian dan metodologi penelitian. Sehingga kedua istilah tersebut sering digunakan secara bergantian.

Secara etimologi metodologi berasal dari kata “metod” yang berarti metode atau cara kerja dan ”logos” yang berarti ilmu atau sifat ilmiah. Sehingga secara sederhana metodologi bisa diartikan sebagai ilmu tentang metode. Metodologi adalah prinsip dasarnya, sedangkan metode adalah teknik penerapannya. Dalam hal ini metode analisis data bisa juga disebut dengan teknik analisis data.

Metodologi penelitian adalah prinsip dasar tentang metode riset yang diterapkan untuk memecahkan masalah penelitian yang ada. Metodologi bisa didefinisikan sebagai cara pandang yang menentukan dalam metode teknis penelitian.  Peneliti yang menguasai metodologi penelitian seringkali bisa menguasai bagian paling fundamental dari proses penelitian.

Apa Itu Metode Penelitian ?

Secara umum pengertian metode penelitian adalah seperangkat cara dan upaya sistematis yang digunakan oleh peneliti dalam rangka menyelesaikan masalah dalam penelitiannya. Jawaban dari masalah tersebut merupakan pengetahuan ilmiah yang berkaitan dengan rumusan masalahnya. Metode penelitian secara langsung berhubungan dengan bagaimana mengetahui sesuatu. Jadi metode penelitian adalah metode ilmiah untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah.

Metode ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada syarat, ketentuan serta ciri-ciri yang bersifat ilmiah yakni empiris, rasional dan sistematis. Empiris dengan pengamatan oleh indera manusia, rasional dengan cara yang masuk akal dan sesuai nalar manusia, sedangkan sistematis dengan langkah-langkah khusus yang bersifat logis.

Metode penelitian merupakan  gambaran tentang desain penelitian yang digunakan, meliputi langkah-langkah dan prosedur sistematis yang harus dilakukan, waktu penelitian, sumber data, cara memperoleh data dan cara mengolah / menganalisis data. Setiap prosedur dan langkah-langkah sistematis tersebut  dilaksanakan secara berurutan, terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah sistematis dalam metode penelitian adalah sebagai berikut :

  • Identifikasi dan perumusan masalah
  • Melakukan studi pendahuluan
  • Merumuskan hipotesis
  • Menentukan variabel penelitian
  • Menentukan prosedur kerja
  • Mengumpulkan data
  • Melakukan pengolahan dan analisis data
  • Merumuskan hasil penelitian dan pembahasan (pengujian hipotesis)
  • Membuat kesimpulan dan saran

Metode penelitian merupakan langkah penting dalam penelitian. Dengan menguasai metode penelitian, maka masalah-masalah terkait penelitian bisa dipecahkan dan kita juga bisa mengembangkan ilmu yang sedang kita geluti serta  memperbanyak penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Jenis Jenis Metode Penelitian

Untuk jenis metode penelitian yang digunakan para peneliti ada banyak jumlahnya. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih metode penelitian yang tepat antara lain sumber dan tipe data, rumusan masalah, objek penelitian, waktu penelitian, akses terhadap data serta tujuan penelitian. Macam macam metode penelitian yang sering digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Metode Penelitian Deskriptif

Pengertian metode penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang menekankan upaya untuk mendeskripsikan peristiwa, kejadian, gejala  yang sedang terjadi. Metode deskriptif berupaya untuk mendeskripsikan dan  mengidentifikasi mengapa, apa dan bagaimana suatu fenomena atau peristiwa  bisa terjadi.

Metode deskriptif merupakan metode penelitian untuk mencari dan menemukan suatu teori, yang dalam prakteknya lebih menekankan pada observasi lapangan dengan kondisi alamiah, tanpa memberikan perlakukan khusus terhadap observasi tersebut.

Teknik  yang sering digunakan untuk mengumpulkan data dalam metode deskriptif adalah dengan wawancara dan observasi.

  1. Metode Penelitian Survey

Definisi metode survey adalah metode penelitian yang  menggunakan Kuesioner atau angket sebagai instrumen untuk mengumpulkan data dalam penelitiannya. Sumber data utamanya diperoleh dari responden yang merupakan sampel penelitian. Kuesioner tersebut ditujukan kepada responden yang dianggap mewakili populasi tertentu, sehingga dapat diperoleh informasi tentang responden tersebut  yang dianggap merupakan representasi populasi.

Metode survey ini sering digunakan untuk mengetahui gambaran/penjelasan tentang sesuatu, atau melakukan analisis terhadap tren, perilaku atau pendapat dari populasi tertentu.  Sebagai contoh adalah penelitian untuk mengetahui pengaruh narkoba terhadap kriminalitas di kota tertentu. Sampel diambil dari beberapa orang yang mengkonsumsi narkoba yang tinggal di suatu wilayah dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Dengan menggunakan variabel konsumsi narkoba tersebut, maka dapat dianalisis apakah ada pengaruh yang signifikan antara tingkat konsumsi narkoba dan tingkat kriminalitas di suatu wilayah yang diteliti. Jika hasilnya signifikan, maka bisa disimpulkan bahwa konsumsi narkoba mempengaruhi tingkat kriminalitas di kota tersebut.

Metode peneltian survey dibedakan menjadi dua tipe, yaitu cross sectional survey, digunakan untuk mengetahui sesuatu yang bersifat temporer dengan pengumpulan data cukup satu kali dan longitudinal survey, digunakan untuk memahami sesuatu yang  berkepanjangan, tetapi populasi lebih kecil dengan pengumpulan data secara periodik.

  1. Metode Penelitian Eksperimental

Arti metode penelitian eksperimen adalah metode sistematis guna menyelidiki hubungan sebab akibat suatu fenomena dengan cara melakukan kontrol atau kendali terhadap satu atau beberapa variabel.

Dalam metode ini penelitian dilakukan terhadap variabel yang data-datanya belum ada sebelumnya sehingga perlu dilakukan proses manipulasi dengan pemberian treatment atau perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian yang kemudian diamati atau diukur dampaknya (data yang akan datang).

Metode ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang meliputi  kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam metode penelitian eksperimental, objek atau subjek yang diteliti  dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok treatmen yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan, dimana keduanya memiliki karakteristik tertentu yang relatif sama.

Jika treatmen yang dilakukan memberikan hasil yang tidak berbeda di antara kedua kelompok tersebut, maka treatmen tersebut tidak punya pengaruh signifikan.

Karakteristik dalam metode penelitian eksperimental adalah pengaturan secara tertib dan ketat pada variabel-variabel penelitian dan kondisi eksperimental, baik dengan menetapkan kontrol, memanipulasi langsung, maupun random. Karakateristik lainnya adalah adanya kelompok kontrol sebagai data dasar untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimental.

  1. Metode Penelitian Korelasional

Pengertian metode penelitian korelasional adalah metode penelitian yang dilaksanakan dengan cara menghubungkan satu variabel dengan variabel lainnya untuk memahami suatu fenomena atau kejadian, dengan cara menentukan tingkat atau derajat hubungan antar variabel-variabel tersebut.

Metode ini sangat cocok digunakan pada saat melakukan penelitian mengenai variabel-variabel yang kompleks dan rumit yang tidak akan bisa diselesaikan dengan menggunakan metode eksperimental.

Tingkat hubungan tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi yang berfungsi untuk membandingkan variabilitas hasil pengukuran terhadap variabel-variabel tersebut. Pengetahuan tentang tingkat hubungan tersebut diharapkan dapat menambah  pemahaman tentang faktor-faktor dalam karakteristik yang kompleks dari suatu fenomena.

Metode penelitian korelasional bertujuan :

  • untuk menguji sejauh mana hubungan antara variasi-variasi pada suatu faktor dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi.
  • untuk menentukan hubungan antar variabel, atau menggunakan hubungan tersebut untuk membuat prediksi.

Metode penelitian korelasional berguna untuk mengatasi masalah yang berkaitan dalam bidang  pendidikan, ekonomi, dan sosial. Metode ini memungkinkan untuk meneliti beberapa variabel secara intensif dan tidak diperlukan sampel yang besar untuk melakukan analisis prediksi.

Kelemahan metode penelitian korelasional, antara lain :

  • Hasilnya hanya mengidentifikasi apa yang sejalan dan tidak menunjukkan hubungan yang bersifat kausal
  • Jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental, metode penelitian korelasional kurang tertib dan ketat, karena kurangnya kontrol terhadap variabel-variabel bebas
  • Pola saling hubungan itu seringkali tidak menentu dan kabur
  • Sering merangsang penggunanya untuk memasukan berbagai data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna atau bermakna.
  1. Metode Penelitian Historis

Definisi metode historis atau metode penelitian sejarah merupakan metode penelitian yang dilakukan  untuk merekonstruksi informasi dari kejadian pada masa lalu secara obyektif dan sistematis. Metode ini menggunakan cara mengumpulkan data, menilai, membuktikan serta analisis dari bukti di lapangan. Sehingga bisa diperoleh sebuah kesimpulan yang kuat dalam hubungannya dengan hipotesis.

Metode penelitian historis merupakan usaha untuk mendapatkan fakta mengenai hal-hal yang telah terjadi yang dilakukan secara objektif dan sistematis dalam mencari, mengevaluasi dan menafsirkan bukti-bukti untuk mempelajari masalah baru tersebut.

Rekonstruksi kondisi  masa lalu dilakukan selengkap dan seakurat mungkin, dan biasanya menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis agar mampu menggambarkan, menjelaskan dan memahami kegiatan atau peristiwa yang terjadi di waktu yang lalu.

Beberapa unsur pokok dalam metode penelitian sejarah antara lain :

  • Adanya proses pengkajian peristiwa atau kejadian masa lalu (orientasi pada masa lalu)
  • Dilakukan secara sistematis dan objektif
  • Merupakan rangkaian gambaran masa lalu yang integratif antara manusia, peristiwa, ruang dan waktu
  • Dilakukan secara interaktif dengan gagasan, gerakan, dan intuisi pada jamannya (tidak dapat dilakukan secara parsial)

Secara umum metode penelitian historis ini dibagi menjadi 4 macam, yaitu metode penelitian sejarah komparatif, penelitian yuridis atau legal, penelitian biografis dan penelitian bibliografis.

  1. Metode Penelitian Longitudinal

Arti metode longitudinal adalah metode penelitian yang membandingkan perubahan subjek penelitian secara periodik dengan rentang waktu tertentu. Penekanan metode longitudinal adalah pada  perpanjangan dari survey yang dilakukan secara periodik. Metode ini biasa digunakan untuk penelitian jangka panjang, karena memakan waktu yang lama.

Survey setidaknya dilakukan sebanyak dua kali dengan rentang waktu yang sudah ditentukan dari awal. Teknik pengumpulan data ini biasanya menggunakan kuesioner atau interview terstruktur. Untuk memperoleh data tentang perkembangan sampel yang sama, peneliti menentukan rentang waktu antara kapan pertama kali data diambil dari sampel, kapan sampel diambil datanya lagi, sampai ketiga kali dan seterusnya tergantung berapa lama rentang waktunya.

Karakteristik dari penelitian longitudinal antara lain :

  • Pengumpulan data untuk setiap variabel pada dua atau lebih periode waktu tertentu.
  • Subjek atau kasus yang dianalisis sama, atau setidaknya dapat diperbandingkan antara satu periode dengan periode berikutnya.
  • Melibatkan analisis perbandingan data yang sama dalam satu periode dengan metode yang berbeda.

Metode penelitian longitudinal ada tiga macam, yaitu :

  • Studi panel (Panel-study), merupakan penelitian yang dilaksanakan dalam waktu yang berbeda, namun tetap menggunakan sampel yang sama.
  • Waktu berjalan (time series), merupakan penelitian yang dilaksanakan dalam waktu yang berbeda, tetapi sampel yang digunakan belum tentu sama dalam sebuah populasi yang sama.
  • Cohort-study, merupakan jenis penelitian yang dilakukan pada sekelompok orang yang memiliki kebudayaan, latar belakang, atau pengalaman yang sama.
  1. Metode Penelitian Wawancara

Pengertian metode wawancara merupakan metode penelitian menggunakan teknik  wawancara dalam proses pengumpulan data. Terdapat tiga tipe metode wawancara, yaitu :

  • Wawancara terstruktur, merupakan wawancara dengan pertanyaan terstruktur atau tertutup dan biasa digunakan dalam metode survey.
  • Melakukan Wawancara tidak terstruktur, merupakan wawancara dengan pertanyaan terbuka, di mana narasumber diberi kebebasan dalam menjawab pertanyaan. Wawancara tipe ini biasa digunakan dalam penelitian kuantitatif.
  • Wawancara semi-struktur, merupakan wawancara menggunakan model pertanyaan kombinasi dari kedua tipe wawancara di atas. Pertanyaan dilakukan secara terstruktur, tetapi di bagian akhir narasumber diberi kebebasan untuk bercerita lebih terbuka.

Menggunakan  wawancara sebagai metode penelitian ruang lingkupnya lebih sempit dibanding  metode lainnya, karena wawancara hanya merupakan prosedur teknis yang tidak mencakup prinsip yang lebih luas.

  1. Metode Penelitian Observasi

Untuk metode observasi  merupakan metode penelitian menggunakan teknik  pengamatan secara langsung  terhadap objek penelitian dalam proses pengumpulan data. Metode observasi dimaksudkan untuk memperoleh data deskriptif yang merupakan hasil pengamatan terhadap suatu kejadian atau fenomena.

Langkah metode observasi adalah mengamati, menyaksikan, memperhatikan dan mendengarkan peristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh objek penelitian, selanjutnya merekam atau mendokumentasikan  hasil pengamatannya dalam  catatan atau alat bantu lainnya.

  1. Metode Penelitian Studi kasus

Pada metode studi kasus merupakan metode yang diterapkan untuk memperoleh data suatu kasus yang spesifik dan lebih intensif. Data dalam metode studi kasus bisa diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan dokumen dan lain sebagainya. Lingkup studi kasus yang terbatas memberi kesempatan peneliti untuk mengeksplorasi kasus tersebut secara mendalam.

Kasus yang diteliti biasanya melibatkan individu atau kelompok dalam konteks yang spesifik, artinya pada waktu tertentu di tempat tertentu. Sehingga proses pengumpulan data studi kasus juga dilakukan dalam periode waktu yang spesifik.

Kelebihan metode studi kasus adalah peneliti dapat mempelajari objek yang diteliti secara lebih mendalam dan menyeluruh. Tetapi kelemahanya adalah bahwa informasi yang diperoleh bersifat subyektif, hanya untuk individu yang bersangkutan dan belum tentu dapat digunakan untuk kasus yang sama pada individu yang lain. Dengan kata lain, generalisasi informasi sangat terbatas penggunaannya.

  1. Metode Penelitian Etnografi

Definisi metode etnografi adalah metode penelitian kualitatif yang diterapkan untuk meneliti kehidupan suatu kelompok/masyarakat secara ilmiah yang bertujuan untuk mempelajari, mendeskripsikan, menganalisia, dan menafsirkan pola budaya suatu kelompok tersebut, seperti perilaku, kepercayaan, bahasa, dan pandangan yang berkembang dari waktu ke waktu.

Kadang-kadang seorang peneliti tidak hanya mengamati namun juga berupaya untuk terjun secara langsung dan menyatu dalam kehidupan kultural suatu kelompok masyarakat yang diteliti.

Metode penelitian etnografis melibatkan penyatuan kultural antara peneliti dengan subjek yang diteliti, yang membutuhkan waktu sangat lama, karena memerlukan penyerapan kultur masyarakat yang diteliti ke dalam diri peneliti.

  1. Metode Penelitian Naratif

Arti metode naratif adalah metode penelitian yang menggunakan metode narasi yang menceritakan kehidupan individu atau kelompok yang diteliti. Cerita yang telah disampaikan oleh narasumber ditulis kembali oleh peneliti dalam bentuk kronologi yang bersifat  naratif. Kadang-kadang cerita narasi juga merupakan kombinasi antara cerita yang disampaikan oleh narasumber  dengan cerita dari perspektif peneliti, sehingga merupakan hasil kolaborasi antara penulis dan narasumber.

  1. Metode Penelitian Fenomenologi

Pengertian metode fenomenologi adalah salah satu metode penelitian kualitatif yang diterapkan dalam rangka mengungkapkan kesamaan makna yang menjadi esensi dari suatu konsep atau fenomena yang secara sadar dialami oleh sekelompok individu dalam hidupnya.

Biasanya data dalam penelitian fenomenologi diperoleh melalui proses wawancara yang mendalam. Deskripsi atas fenomena berdasarkan pengalaman beberapa narasumber dikumpulkan dan dianalisis.

Metode penelitian ini banyak digunakan dalam studi filsafat dan psikologi, serta studi-studi sosiologi.

  1. Metode Penelitian Grounded

Definisi metode grounded adalah metode penelitian yang menggunakan fakta dan analisis perbandingan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan analisis data berjalan pada waktu yang bersamaan.

Dengan kata lain, metode ini menggunakan teori yang muncul kemudian, disaat atau setelah data lapangan dikumpulkan. Teori yang digunakan berasal dari data di lapangan (on the ground), sehingga  disebut dengan grounded. Metode grounded mendorong potensi lahirnya teori-teori baru karena data di lapangan bersifat dinamis dan terus berkembang, sedangkan teori yang sudah mapan cenderung tetap.

Grounded artinya peneliti membuat sebuah deskripsi, teori mengenai proses, tindakan, atau interaksi yang murni berasal dari partisipan. Perspektif atau teori yang berada di kepala peneliti dilepas dulu sebelum turun ke lapangan. Proses riset ini menggunakan beberapa tahap pengumpulan data dan strategi dalam mengkategorisasi informasi atau data yang diperoleh.

  1. Metode Penelitian Paralel-konvergen

Arti metode paralel-konvergen adalah metode campuran yang digunakan dalam penelitian dengan cara menggabungkan (convergence) antara data kualitatif dan kuantitatif secara simultan untuk menghasilkan analisis yang komprehensif. Dengan metode ini, peneliti mengumpulkan dua jenis data pada waktu yang hampir bersamaan, mengintegrasikan kedua data tersebut, menganalisis dan hasil penelitiannya bisa berupa konfirmasi atau kontradiksi antara kedua data yang dikumpulkan.

  1. Metode Penelitian Eksplanasi

Adapun metode Eksplanasi adalah metode campuran dalam penelitian dimana data kuantitatif dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu, kemudian dilengkapi dengan data kualitatif. Metode eksplanasi  bertujuan untuk menjelaskan mengapa suatu kejadian atau gejala terjadi yang menggambarkan mengenai hubungan sebab akibat. Disebut metode eksplanasi karena data kualitatif memberikan penjelasan lanjutan dari data kuantitatif yang dikumpulkan sejak awal.

  1. Metode Penelitian Eksplorasi

Pada penelitian metode eksplorasi merupakan kebalikan dari metode eksplanasi, dimana  dilakukan pengumpulan dan  analisis data kualitatif terlebih dahulu, kemudian dilengkapi hasil temuannya dengan analisis data kuantitatif. Metode eksplorasi dilakukan dengan tujuan untuk menemukan suatu pengetahuan baru yang sebelumnya belum ada. Fase pengumpulan data kualitatif merupakan instrumen untuk mengambil sampel yang representatif dari studi yang dilakukan, atau merupakan instrumen untuk menyusun variabel yang spesifik dan relevan.

  1. Metode Penelitian Transformatif

Pengertian metode transformatif adalah metode campuran yang digunakan dimana peneliti menggunakan kacamata teoritis dalam menganalisis data kualitatif dan kuantitatif yang dikumpulkan. Metode ini dinamakan transformatif karena melibatkan misi peneliti untuk mencipkan transformasi masyarakat yang diteliti.

  1. Metode Penelitian Sosial

Saat ini sudah banyak dilakukan penelitian sosial, mengingat banyaknya fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Metode penelitian sosial merupakan metode yang sistematis untuk mengkaji fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Fenomena sosial dapat dijelaskan secara ilmiah jika proses pengkajiannya dilakukan melalui metode penelitian sosial.

Metode ilmiah yang digunakan dalam penelitian sosial dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif maupun gabungan antara keduanya.

  1. Metode Penelitian Hukum

Di dunia hukum ada metode penelitian hukum.Metode penelitian hukum merupakan suatu metode penelitian  untuk mempelajari dan menganalisa satu atau beberapa gejala hukum tertentu serta melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap fakta hukum tersebut, untuk kemudian diupayakan suatu pemecahan atas permasalahan-permasalahan yang timbul dalam gejala yang bersangkutan.

Berdasarkan fokus kajiannya, metode penelitian hukum dibagi  menjadi tiga, yaitu :

  • Metode Penelitian Hukum Normatif

Biasa disebut dengan metode penelitian hukum kepustakaan adalah metode dalam penelitian hukum yang mengkaji peraturan-peraturan tertulis yang data-datanya bersifat sekunder didapat dari bahan pustaka yang ada.

  • Metode Penelitian Hukum Empiris

Adalah metode penelitian hukum yang berupaya untuk mengkaji hukum berdasarkan fakta-fakta tidak tertulis yang terjadi dalam suatu masyarakat.

  • Metode Penelitian Hukum Normatif-Empiris

Adalah metode penelitian hukum penggabungan antara pendekatan hukum normatif dan hukum empiris. Metode ini mengkaji implementasi ketentuan hukum normatif (undang-undang) pada setiap peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat.

  1. Metode Penelitian Kualitatif

Pada penelitian kualitatif digunakan Metode Penelitian Kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah sebuah metode penelitian yang bersifat deskriptif yang memfokuskan pada pemahaman yang mendalam tentang suatu masalah. Pada metode penelitian kualitatif lebih menekankan pada kualitas tentang gambaran yang jelas dan sesuai dengan fakta di lapangan serta cenderung lebih banyak menggunakan analisis. Metode kualitatif berusaha mengungkap makna dan pengalaman subjek penelitian terhadap suatu fenomena yang tidak bisa dengan mudah diukur menggunakan angka atau numerik.

Sebagai contoh metode penelitian kualitatif misalnya analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli kecap merk A, cara belajar siswa kelas XII SMA dalam menghadapi ujian nasional  dan lain sebagainya.

  1. Metode Penelitian Kuantitatif

Berbeda dengan metode kualitatif maka Metode Penelitian Kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang menggunakan data numerik dan menekankan proses penelitian pada pengukuran hasil yang objektif menggunakan analisis statistik. Fokus metode kuantitatif adalah mengumpulkan data dan melakukan generalisasi untuk menjelaskan fenomena khusus yang dialami oleh populasi. Sebagai contoh, kita akan meneliti hubungan antara tempat tinggal dengan pendapatan

Contoh metode penelitian kuantitatif misalnya Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Penjualan Semen Pada PT. Holcim, Dampak BPJS Terhadap Tingkat Kesehatan di Indonesia

Demikian pembahasan tentang materi Metode Penelitian, Pengertian, Jenis-Jenis dan Contoh Metode Penelitian.

Semoga bermanfaat.