Metode Penelitian Kuantitatif : Pengertian, Tujuan, dan Komponen

5 min read

metode penelitian kuantitatif

Metode untuk melakukan penelitian merupakan hal yang penting agar dapat dicapai hasil akurat dan sesuai dengan tujuan penelitian yang sudah ditentukan sebelumnya. Selain metode penelitian kualitatif yang bersifat alamiah dan memiliki ciri khas serta metode tersendiri, terdapat pula metode penelitian kuantitatif yang bersifat ilmiah. Metode penelitian kuantitafif adalah salah satu model penelitian yang paling banyak diterapkan atau dipakai oleh kalangan mahasiswa maupun akademisi guna meneliti permasalahan sosial atau suatu masalah lain yang menarik untuk dikaji.

Metode penelitian kuantitatif melibatkan pengukuran angka-angka dengan menggunakan metode statistik, sehingga seseorang yang terbiasa bergelut dengan angka angka dan rumus-rumus matematik, akan memilih metode penelitian ini.

Artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas tentang metode penelitian kuantitatif, termasuk pengertian metode penelitian kuantitatif, contoh metode penelitian kuantitatif, perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif

Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif

Metode Penelitian Kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data berupa angka-angka dan penekanan pada pengukuran hasil yang objektif menggunakan analisis statistik. Fokus metode kuantitatif adalah mengumpulkan data dan melakukan generalisasi untuk menjelaskan fenomena khusus yang dialami oleh populasi.

Dalam buku metode penelitian kuantitatif Sugiyono (2012) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif merupakan Metode Penelitian yang berlandaskan pada aliran filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel data dilakukan secara random dan menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Metode penelitian kuantitatif  merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya.

Penelitian kuantitatif mengumpulkan data dalam bentuk numerik yang dapat dimasukkan ke dalam kategori, atau dalam urutan peringkat, atau diukur dalam satuan pengukuran. Jenis data ini dapat digunakan untuk membuat grafik dan tabel data mentah.

Tujuan Penelitian Kuantitatif

Penelitian ini digunakan untuk menguji suatu teori dan pada akhirnya mendukung atau menolaknya.

Peneliti melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan suatu  fenomena. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah baru.

Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan suatu fenomena serta untuk menentukan hubungan antar variabel dalam sebuah populasi. Proses pengukuran memberikan hubungan yang mendasar antara pengamatan empiris dan matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan journalism.  

Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif

Untuk karakteristik atau ciri-ciri metode penelitian kuantitatif yang membedakan dengan penelitian lainnya adalah sebagai berikut :

  1. Desain : spesifik, jelas, rinci , ditentukan secara mantap sejak awal dan menjadi pegangan langkah demi langkah.
  2. Tujuan : menunjukkan hubungan antar variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif
  3. Teknik Pengumpulan data : Kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur.
  4. Instrumen Penelitian : test, angket, wawancara terstruktur dan instrumen yang telah terstandar.
  5. Data : kuantitatif ( angk-angka ), hasil pengukuran variabel yang dioperassikan dengan menggunakan instrumen.
  6. Sampel : besar, representative, sedapat mungkin random dan sudah ditentukan sejak awal.
  7. Analisis : dilakukan setelah selesai pengumpulan data, bersifat deduktif dan menggunakan statistik untuk menguji hipotesis.
  8. Hubungan dengan responden : dibuat berjarak bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif, kedudukan peneliti lebih tinggi dari pada responden.
  9. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian
  10. Orientasi utama adalah mengklasifikasi, menghitung, dan membangun model statistik untuk menjelaskan apa yang sedang ditelitinya.

Kelebihan Dan Kekurangan Metode Penelitian Kuantitatif

Kelebihan metode penelitian kuantitatif :

  • Mendukung penelitian yang cakupannya makro karena bisa melibatkan subjek penelitian dalam jumlah besar yang mendukung proses generalisasi.
  • Didesain untuk menghasilkan penjelasan yang sifatnya umum atau general dari suatu fenomena dengan menggunakan beberapa variabel.
  • Desain penelitian bisa diterapkan dan dianalisis relevansinya di tempat lain, karena mampu mengaplikasikan angka rata-rata dari suatu perhitungan.
  • Bisa dilakukan studi perbandingan secara objektif.
  • Potensi bias yang bersifat personal dapat dihindari dengan cara peneliti menjaga jarak dengan partisipan yang diteliti dan dengan cara menggunakan software komputer dalam menganalisis data.

Kekurangan metode penelitian kuantitatif :

  • Seringkali mengabaikan detail konteks sosial yang diteliti.
  • Pendekatannya bersifat statis dan kaku sehingga tidak fleksibel ketika pelaksanaan di lapangan.
  • Memiliki potensi bias yang bersifat struktural karena perumusan masalah biasanya merefleksikan kepentingan peneliti tanpa mempertimbangkan permasalahan yang sebenarnya dihadapi oleh partisipan.
  • Hasil penelitian kadang-kadang kurang mendetail dalam menjelaskan perilaku dan motivasi tindakan individu.
  • Peneliti bisa saja mengumpulkan data yang lingkupnya sempit dan dangkal
  • Kualitas hasil penelitian memiliki terbatas pada deskripsi numerik dan kurang detail.
  • Hasil penelitian cenderung menggambarkan hasil laboraturium ketimbang hasil nyata yang terjadi di lapangan.

 

Baca Juga : Metode Penelitian Kualitatif : Pengertian, Karakteristik, Contoh, Komponen, Dll

 

Komponen Metode Penelitian Kualitatif

Pada dasarnya tidak ada kerangka penelitian kuantitatif yang dianggap paling benar. Kerangka penelitian selalu fleksibel, tetapi harus sistematis dan tetap menjaga substansi penelitian. Ada beberapa komponen dasar yang perlu dilibatkan dalam kerangka metode penelitian kuantitatif, yaitu :

  1. Pendahuluan

Pendahuluan dalam penelitian kuantitatif umumnya berisi latar belakang penelitian yang memuat informasi :

Perumusan masalah :

  • Dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya atau kalimat berita
  • Jelas dan padat
  • Dapat menjadi dasar dalam merumusan hipotesis dan judul penelitian

Kalimat tanya dapat lebih memberikan adanya tantangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. Sedangkan kalimat berita lebih bersifat memberikan gambaran tentang karakteristik masalah yang bersangkutan.

Kajian Pustaka :

Manfaat kajian pustaka :

  • Untuk memperdalam pengetahuan tentang masalah yang diteliti
  • Menyusun kerangka teoritis yang menjadi landasan pemikiran
  • Untuk mempertajam konsep yang digunakan sehingga memudahkan perumusan hipotesis
  • Untuk menghindari terjadinya pengulangan penelitian.

Pada kajian pustaka ini perlu juga dijelaskan bagaimana penelitian yang dilakukan berkontribusi terhadap kekurangan penelitian yang sudah ada sebelumnya.

Pembentukan Kerangka Teori

Kerangka teori mendeskripsikan teori yang digunakan dalam penelitian atau hipotesis penelitiannya. Deskripsi terminologi teoritis yang sulit dipahami untuk membantu pembaca memahami latar belakang penelitiannya juga bisa ditambahkan. Umumnya penelitian kuantitatif menjelaskan apa hipotesisnya daripada apa teorinya.

  1. Metodologi

Pada bagian metodologi, peneliti harus menjelaskan tujuan dari penelitiannya dan bagaimana tujuan tersebut bisa dicapai. Hal ini akan membantu pembaca melakukan penilaian terhadap kualitas penelitiannya. Semakin detail informasi yang diberikan semakin baik. Bagian metodologi meliputi :

Populasi dan sampling

Peneliti menjelaskan darimana memperoleh data yang digunakan.

Pengumpulan data

Perlu dijelaskan proses pengumpulan data yang dilakukan dan identifikasi variabel yang diukur. Data yang diperoleh apakah merupakan data yang sudah tersedia atau peneliti mencari sendiri, misalnya dengan survei. Oleh karena itu batasan atau limitasi dalam metode pengumpulan data juga perlu dideskripsikan di sini.

Analisis data

Proses analisis data harus dideskripsikan secara jelas, seperti  dekripsi tentang teknik penghitungan statistik dan software yang digunakan.

  1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian harus ditulis secara objektif, yang dapat disajikan secara visual dengan grafik, tabel, atau diagram untuk membantu pembaca memahami data secara lebih mudah. Data visual tersebut merupakan pendukung dari deskripsi tekstual yang ditampilkan. Pada bagian ini, peneliti juga melakukan analisis statistik yang mencakup bagaimana data dianalisis dan apa temuannya. Dalam mendeskripsikan, jangan sampai peneliti melakukan interpretasi temuan, karena akan disampaikan pada bagian selanjutnya.

  1. Diskusi

Diskusi harus analitis, logis dan komprehensif yang merupakan pertemuan antara data temuan dan data dari literatur yang digunakan. Bagian diskusi meliputi :

Interpretasi data

Pada saat melakukan interpretasi data, peneliti menghadirkan kembali rumusan masalah dan hipotesisnya. Interpretasi temuan tersebut menjawab rumusan masalah, dan apakah menerima atau menolak hipotesis yang dibangun sebelumnya.

Deskripsi dan hubungan antar variabel

Pada bagian ini mendeskripsikan tren berdasarkan hasil temuannya serta penjelasan tentang korelasi statistik yang tidak signifikan.

Implikasi

Bagian ini mendeskripsikan apa implikasi dari hasil penelitian dalam kalimat yang singkat untuk meyakinkan pembaca bahwa temuannya sangat penting dan mampu menjawab rumusan masalah.

Limitasi

Bagian ini mendeskripsikan bias pada bagian ini karena tidak ada penelitian kuantitatif yang sempurna tanpa bias.

  1. Kesimpulan

Kesimpulan yang singkat terkait tema penelitiannya, diikuti dengan komentar dan penilaian akhir. Kesimpulan mencakup

jawaban dari rumusan masalahnya, rekomendasi jika penelitiannya berkontribusi bagi formulasi kebijakan dan agenda penelitian yang ditawarkan harus berdasarkan limitasi studi yang ditulis sebelumnya.

Macam-Macam Metode Penelitian Kuantitatif

Jenis-jenis metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dapat dibagi menjadi beberapa macam sebagai berikut :

  • Penelitian deskriptif
  • Penelitian Survei
  • Penelitian Eksperimen
  • Penelitian Ex post facto
  • Penelitian Korelasional
  • Penelitian Komparatif

Perbedaan Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif

Dalam metode penelitian kuantitatif, analisisnya secara umum menggunakan analisis statistik. Oleh karena itu pengukuran terhadap gejala yang diamati menjadi penting, dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan terstruktur (angket) yang disusun berdasarkan pengukuran terhadap variabel yang diteliti untuk menghasilkan data kuantitatif.

Menurut sifatnya, penelitian kuantitatif bersifat ilmiah sedangkan penelitian kualitatif bersifat alamiah. Berbeda dengan penelitian kualitatif yang menekankan pada studi kasus, penelitian kuantitatif bermuara pada survey.

Untuk lebih memudahkan, tabel berikut ini menjelaskan perbedaan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Metode Kualitatif

Metode Kuantitatif

Berlandaskan pada fenomenologisme, perhatian tertuju pada pemahaman tingkah laku manusia dari sudut pandangan pelaku itu sendiri.

 

Berlandaskan pada positivisme logika, mencari fakta-fakta dan sebab-sebab dari gejala sosial dengan mengesampingkan keadaan individu-individu.

 

Pengamatan berlangsung secara alamiah (naturalistic) dan tidak dikendalikan (uncontrolled)

 

Pengamatan dilandasi pengukuran yang dikendalikan

 

Bersifat subyektif

 

Bersifat obyektif

 

Dekat dengan data,  bertolak dari perspektif dari “dalam” individu atau masyarakat yang diteliti Jauh dari data, bertolak dari sudut pandangan dari “luar”

 

Penelitian bersifat mendasar (grounded), ditujukan pada penemuan, menekankan pada perluasan , bersifat deskriptif, dan induktif.

 

Penelitian bersifat tidak mendasar (ungrounded), ditujukan pada pengujian, menekankan penegasan, reduksionis, inferensial, deduktif-hipotetik.

 

Berorientasi pada proses

 

Berorientasi pada hasil

 

 

Valid, data bersifat mendalam, kaya, dan nyata.

 

Reliabel, data ‘keras’ dan dapat diulang
 

Tidak dapat digeneralisasikan, studi di atas kasus tunggal

 

Dapat digeneralisasikan, studi atas banyak kasus

 

 

Mengasumsikan adanya realitas yang bersifat dinamik

 

Mengasumsikan adanya realitas yang stabil

 

Bersifat holistic  

Bersifat partikularistik

 

Untuk dapat memahami metodologi penelitian kuantitatif dan dapat mengaplikasikannya dalam meneliti suatu masalah, diperlukan pembelajaran yang cukup lama dan latihan yang banyak. Penguasaan metodologi kuantitatif yang baik juga perlu banyak referensi bidang ilmu lain yang mendasari metode penelitian, seperti statistik, ilmu filsafat dan logika.

Referensi dapat diperoleh melalui jurnal metode penelitian kuantitatif, buku metode penelitian kuantitatif, makalah metode penelitian kuantitatif dan sumber-sumber lainnya. Salah satunya adalah buku Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D karangan Prof. Dr. Sugiyono

Demikian penjelasan lengkap mengenai Metode Penelitian Kualitatif, Pengertian, Ciri-Ciri Dan Jenisnya.

Semoga bermanfaat.