Penjelasan Manajemen Operasional Terlengkap (Beserta Contoh)

5 min read

manajemen operasional

Mempunyai sebuah perusahaan yang sukses dan berkembang dengan pesat memang membutuhkan perjuangan.  Pengelolaan atau manajemen yang handal dan terpercaya akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kesuksesan perusahaan tersebut. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh tersebut adalah manajemen operasional. Tanpa adanya manajemen operasional, mustahil perusahaan bisa menjalankan bisnisnya.

Bagi sebuah organisasi atau perusahaan, manajemen operasional merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting. Dengan adanya inovasi dan teknologi baru yang diterapkan dalam operasional bisnis maka bidang ini berkembang sangat pesat. Banyak perusahaan yang sudah menjadikan aspek-aspek dalam manajemen operasional sebagai salah satu strategi untuk bersaing dan meninggalkan kompetitornya.

Manajemen operasional juga dibutuhkan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan perubahan atau inovasi produk termasuk desain produk untuk menjadi lebih baik lagi. Seiring perkembangan industri yang semakin maju perusahaan juga dituntut untuk memberikan kualitas yang terbaik dalam produk  yang dihasilkan tetapi tidak melupakan dampak lingkungan yang terjadi akibat dari segala kegiatan perusahaan.

Dalam artikel ini kita akan membahas secara ringkas tentang apa itu manajemen operasional, pengertian manajemen operasional menurut para ahli, ruang lingkup, fungsi dan tujuan manajemen operasional serta materi manajemen operasional lain yang berkaitan.

Materi dalam artikel jurnal manajemen ini diolah dari berbagai sumber termasuk makalah manajemen operasional dan jurnal manajemen operasional.

Apa Itu Manajemen Operasional ?

Secara umum, pengertian  manajemen operasional adalah suatu usaha pengelolaan secara maksimal  penggunaan semua faktor produksi, mulai dari sumber daya manusia (SDM), mesin, peralatan, bahan mentah (raw material) dan faktor produksi lainnya termasuk teknologi dalam rangka proses transformasi menjadi beragam produk barang atau jasa seefisien mungkin untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan.

Jadi, manajemen operasional menangani serangkaian proses pengubahan input menjadi output yang bernilai untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Dalam pelaksanaannya manajemen operasional selalu berhubungan dengan proses perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan serta pengendalian dalam konteks produksi, manufaktur atau penyediaan jasa.

Manajemen operasional menangani berbagai masalah strategis dalam menentukan rencana produksi  dan metode manajemen proyek serta  menerapkan struktur jaringan teknologi informasi. Beberapa hal penting lainnya yang ditangani manajemen operasional adalah manajemen skala inventaris, mengatur level pekerjaan dalam proses dan akuisisi bahan baku, mengontrol kualitas, penanganan material dan kebijakan pemeliharaan.

Manajemen operasional juga mengelola  penggunaan bahan baku dan memastikan tidak ada kelebihan pasokan yang sia-sia. Mereka menggunakan banyak formula untuk menentukan kapan dan seberapa besar pesanan  diproses dan berapa banyak persediaan untuk disimpan sehinga sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sasaran yang hendak dicapai manajemen operasional ialah mewujudkan efisiensi biaya (cost minimization) dalam proses produksi, baik barang maupun jasa,  kualitas/mutu yang tinggi (high quality), dapat diserahkan ke pasar dalam waktu yang singkat (speed of delivery), dan peralatan produksi dapat dengan segera digunakan untuk mengerjakan produk lainnya (flexibility).

Sebagai sebuah sistem, manajemen operasional mempunyai karakteristik :

  • Mempunyai tujuan, yaitu menghasilkan barang dan jasa
  • Mempunyai kegiatan, yaitu proses transformasi (perubahan)
  • Ada mekanisme yang mengendalikan pengoperasian

Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

Ada beberapa pengertian manajemen menurut para ahli manajemen, antara lain :

  1. William J. Stevenson (2009:4), manajemen operasional adalah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam pembuatan produk atau penyediaan jasa.
  2. James Evans dan David Collier (2007:5), manajemen operasional adalah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke pelanggan
  3. Richard L. Daft (2006:216), manajemen operasional adalah bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.
  4. Jay Heizer dan Barry Render (2005;4), manajemen operasional adalah serangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.
  5. Eddy Herjanto (2003;2), manajemen operasional adalah suatu proses yang berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.
  6. Pangestu Subagyo (2000;1), manajemen operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.

Ruang Lingkup Manajemen Operasional

Sebagai informasi bahwa ruang lingkup manajemen operasional mencakup empat aspek yang saling berkaitan, diantaranya seperti di bawah ini.

  1. Perencanaan Sistem Produksi. Meliputi perencanaan produk, perencanaan lokasi dan layout pabrik, perencanaan lingkungan kerja, perencanaan standar produksi. Aspek ini bertujuan agar hasil produksi sesuai dengan harapan konsumen, mulai dari kualitas, harga, dan keuntungan.
  2. Sistem Pengendalian Produksi. Meliputi pengendalian proses produksi, bahan baku, tenaga kerja, biaya, kualitas dan pemeliharaan. Ini adalah aspek yang berkaitan dengan pengendalian rencana yang telah dibuat agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan hasilnya optimal.
  3. Sistem Informasi Produksi. Aspek ini dibagi meliputi tiga bagian, yaitu informasi internal, informasi pelanggan, dan informasi pasar. Ini adalah aspek dimana informasi yang ada harus diterima dengan baik dan diolah secara tepat agar kegiatan produksi bisa berlangsung dengan efektif dan efisien.
  4. Aspek Lingkungan. Aspek lingkungan berperan dalam memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang berhubungan erat dengan lingkungan. Dengan begitu, langkah yang diambil dapat memberikan manfaat secara efisien serta meningkatkan produksi.

Fungsi Manajemen Operasional

Dengan pelaksanakan manajemen operasional secara tepat, maka akan berpengaruh terhadap Produktivitas perusahaan. Manajemen operasional ini memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

  1. Processing atau Fungsi Proses, yang bersifat teknis, diantaranya berupa metode yang digunakan dalam pengolahan bahan baku.
  2. Organizing atau Fungsi Pengorganisasian teknik dan metode kerja, yang bertujuan agar proses produksi bisa berjalan dengan efektif dan efisien
  3. Planning atau Fungsi Perencanaan bahan baku, termasuk penetapan kualitas dan kuantitas bahan baku
  4. Controlling Fungsi Pengendalian atau pengawasan terhadap penggunaan bahan baku untuk proses produksi

Tujuan Manajemen Operasional

Berikut tujuan utama dari manajemen operasional dalam sebuah perusahaan adalah :

  • Efficiency, untuk meningkatkan efisiensi yang berkaitan dengan hal-hal yang dikerjakan atau diproduksi dalam perusahaan
  • Productivity, sistem manajemen operasional yang diterapkan berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas dalam sebuah perusahaan.
  • Economy, manajemen operasional yang dijalankan dengan baik dan benar sangat bermanfaat dalam menghemat dan menekan biaya produksi barang atau jasa dalam perusahaan. Manajemen operasional bisa membantu perusahaan dalam mengelola pengeluaran dan pemasukan sehingga bisnis berjalan dengan lancar.
  • Quality, manajemen operasional membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas perusahaan agar produk yang dihasilkan tetap sesuai dengan sasaran atau target market. Kualitas produk yang tepat akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kepercayaan konsumen.
  • Reduced processing time, manajemen operasional yang diterapkan dengan baik akan bermanfaat untuk mengurangi waktu proses produksi di dalam sebuah perusahaan, sehingga bisa dimaksimalkan ke dalam aktfitas yang lain.

10 Keputusan Manajemen Operasional 

Berdasarkan buku manajemen operasional karangan Jay Heizer dan Barry Render, 2005, Operations Management,  terdapat sepuluh keputusan strategis yang berkaitan dengan manajemen operasional. Secara singkat  10 keputusan manajemen operasional  tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Perancangan Barang dan Jasa

Proses perancangan barang dan jasa (produk)  berpengaruh terhadap kualitas akhir produk dan jumlah SDM yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut.

  1. Penetapan Kualitas

Kualitas produk harus ditetapkan  pada saat proses pengerjaan produk (barang atau jasa). Peraturan dan prosedur dibakukan untuk melakukan identifikasi serta mencapai standar kualitas tersebut.

Sehingga penentuan kualitas harus dilaksanakan pada saat perancangan produk dan perancangan proses.

  1. Perancangan Proses dan Kapasitas

Pada perancangan proses dan kapasitas berhubungan dengan kualitas, SDM, persediaan, penjadwalan dan pemeliharaan. Perlu diketahui bahwa perancangan proses dan kapasitas dilakukan setelah selesai melakukan perancangan barang dan jasa.  Kualitas proses yang baik akan menghasilkan kualitas produk (barang atau jasa) yang diminati konsumen. Perancangan proses yang dilakukan membuat manajemen mengambil komitmen dalam hal teknologi, kualitas, penggunaan SDM dan pemeliharaan yang spesifik.

  1. Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi erat kaitannya dengan manajemen rantai pasok (supply chain). Faktor rantai pasok yang berpengaruh antara lain transportasi dan jaringan distribusi.

  1. Perancangan Tata Letak

Perancangan tata letak akan berpengaruh pada aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, jumlah SDM, keputusan teknologi dan kebutuhan persediaan.

  1. Strategi SDM dan Rancangan Pekerjaan

Faktor SDM mencakup keselamatan, kesehatan, job description, lingkungan kerja dan upah.

Tujuan strategi SDM dan rancangan pekerjaan adalah untuk  mengelola tenaga kerja dan mendesain pekerjaan sehingga orang-orang dapat diberdayakan secara efektif dan efisien

  1. Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management)

Pada manajemen rantai pasok sangat ditentukan oleh pemilihan lokasi dan kualitas produk. Manajemen rantai pasok berkaitan dengan keputusan apa yang harus dibeli dan apa yang harus dibuat. Sehingga kualitas apa yang harus dibeli akan menentukan kualitas apa yang dibuat.

  1. Persediaan

Pengambilan keputusan persediaan dipengaruhi oleh perancangan proses dan kapasitas, SDM, dan perancangan tata letak. Berkaitan dengan jumlah persediaan dari setiap barang yang harus dimiliki dan kapan harus belanja ulang.

  1. Penjadwalan

Penjadwalan merupakan tindakan menentukan periode waktu untuk setiap tugas dalam proses produksi.

Harus ditetapkan dan dikembangkan jadwal produksi yang dapat dikerjakan dengan efisien. Keputusan dalam menentukan jadwal atau scheduling sangat ditentukan oleh perancangan proses dan kapasitas, tata letak dan SDM. Kemahiran dalam manajemen waktu sangat diperlukan dalam hal ini.

  1. Pemeliharaan

Strategi pemeliharaan berkaitan dengan menjaga kualitas atau mutu. Keputusan harus dibuat pada tingkat stabilitas dan kehandalan yang diinginkan.

Contoh Penerapan Manajemen Operasional

Berbagai contoh manajemen operasional diterapkan di  berbagai sektor  barang dan jasa, antara lain manufaktur, pertanian, perkebunan, perikanan, berbagai pabrik pembuatan produk barang, pertambangan, industri berat maupun ringan, konstruksi, otomotif, perumahan, jasa profesional, pendidikan, hukum, kesehatan, perdagangan, layanan masyarakat, transportasi, perbankan, asuransi, hiburan, administrasi, real estate, jasa perbaikan.

Manajemen operasional memberikan cara pandang yang sistematik dalam melihat proses-proses dalam organisasi perusahaan dan agar kita memahami apa yang dikerjakan manajer operasional sehingga dengan cermat dapat meningkatkan peluang keuntungan dan pelayanan kepada masyarakat serta mampu mengorganisasikan diri pada perusahaan yang produktif.

Ketika perusahaan menghadapi persaingan global maka manajemen operasioanal harus dengan cermat menempatkan perusahaannya dalam misi dan strategi yang tepat serta mampu mengevaluasi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan, juga peluang dan ancaman yang terdapat di lingkungan perusahaan, yang pada akhirnya efektifitas dan efisiensi perusahaan dapat terus berjalan.

Demikian penjelasan singkat tentang manajemen operasional yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini bermanfaat.

One Reply to “Penjelasan Manajemen Operasional Terlengkap (Beserta Contoh)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *