Berbagai Macam Pakan/Makanan Belut Alami dan Buatan [Terlengkap]

3 min read

makanan belut

Siapa tak kenal belut, jenis ikan berbentuk seperti ular dengan permukaan licin dan tekstur daging yang lembut? Ikan yang masuk suku Synbranchidae ini banyak dibudidayakan karena permintaan akan dagingnya cukup tinggi. Untuk mengembang biakkannya diperlukan makanan belut yang tepat agar belut siap panen memiliki kualitas terbaik, apa saja makanan ikan ini dan bagaimana cara membuatnya?

Berikut pembahasan Jurnal Manajemen mengenai pakan belut :

 

Baca Juga : Ikan Sidat : Budidaya, Manfaat, Jenis, Siklus Hidup, Dll [Terlengkap]

 

Mengenal Makanan Belut

Salah satu poin penting dalam budidaya belut adalah memberikan makanan yang tepat, baik itu untuk belut yang khusus diternakkan, atau belut yang hidup di sawah dan air tawar. Ada dua jenis makanan yang biasa dikonsumsi oleh ikan ini, yaitu makanan alami yang dipersiapkan sebelum mulai proses budidaya, dan makanan buatan yang terdiri dari beberapa bahan yang dijadikan pasta.

Dalam memberikan pakan belut bukan saja memilih jenis yang memiliki nilai nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan belut, tapi juga memperhatikan waktu pemberiannya. Para peternak belut biasanya akan memberikan makanan di atas pukul 17.00. karena di habitat aslinya belut mencari makanan pada malam hari dengan cara bersembunyi pada lubang hingga mangsa lewat.

Ini Dia Makanan Berbagai Jenis Belut

Dari banyaknya jenis belut yang tersebar di berbagai penjuru dunia, beberapa diantaranya bisa dijadikan utmakanan oleh manusia. Ada yang namanya belut sawah, belut rawa, belut muara, dan belut laut. Masing-masing jenis itu memiliki makanan yang menjadi sumber gizi dan penting bagi pertumbuhan belut itu sendiri. Apa Makanan Belut yang tepat sesuai jenisnya?

Belut Sawah

keong sawah
keong sawah | sumber : news.trubus.id

Jenis belut ini biasa ditemukan di area persawahan, nama lainnya adalah lindung atau moa. Ciri utamanya adalah kepala runcung mata kecil kulit agak cerah dan panjangnya berkisar 50 sentimeter, selain itu gerakan dari belut jenis ini juga sangat lincah. Makanan belut sawah biasanya adalah keong atau bekicot yang hidup di aera persawahan.

Bekicot memiliki kandungan vitamin dan mineral yang banyak dan bergizi tinggi, diantaranya fosfor, karbohidrat, kalsium, protein dan lemak. Jika Anda ingin membudidayakannya, juga dapat memberikan makanan berupa pasta yang terbuat dari campuran daging bekicot dan beberapa bahan lainnya, yang diberikan sesuai dengan umur dan kebutuhan dari belut tersebut.

Belut Ternak

cacing sutra
cacing sutra | sumber : ilmubudiddaya.com

Belut jenis ini memang khusus diternakkan oleh masyarakat, biasanya ditempatkan pada kolam khusus yang diberi lumpur dan beberapa bahan lain, agar proses perkembang biakan maksimal. Makanan belut ternak ini ada beberapa, diantaranya adalah cacing tanah yang mengandung protein tinggi dalam keadaan kering yaitu mencapai 53 hingga 71 persen.

Selain itu untuk benih belut jenis ini diberikan makanan cacing sutra yang warnanya merah dan berbentuk seperti rambut. Biasanya diberikan kepada belut dengan terlebih dahulu menimbang berat dari cacing, lalu disesuaikan dengan berat tubuh belut. Pemberian cacing sutra ini adalah dengan menaburkannya ke kolam belut pada sore hari.

Belut Air Tawar

kepiting air tawar
kepiting air tawar | sumber : ilmubudidaya.com

Ciri-cirinya adalah warna kulit gelap, berjenis kelamin ganda alias hermaprodit, beratnya maksimal 300 gram dan panjang tubuh maksimal 60 sentimeter. Makanan belut air tawar ini biasanya adalah kepiting air tawar yang disebut yuyu. Belut akan mencari kepiting dengan menyambarnya saat berada di permukaan air tawar.

Selain kepiting, ikan yang masuk kategori karnivora ini juga memangsa ikan-ikan kecil yang ada disekitarnya. Tak salah jika peternak belut air tawar membuat pakan khusus yang berisikan campuran ikan, kepiting dan beberapa zat gizi penting bagi tumbuh kembang belut. Karena belut pasti sangat menyukainya.

Begini Cara Membuat Pakan Belut

gambar makanan belut
gambar makanan belut | sumber : satujam.com

Ada dua jenis makanan belut atau biasa juga disebur pakan, ada yang biasa dan ada yang organic. Masing-masing memiliki cara membuat yang berbeda, namun tujuannya tetap sama yaitu mencukupi kebutuhan gizi belut hingga masa panen tiba.

Pakan Belut biasa

Pakan ini biasanya terbuat dari berbagai bahan yang dicampur menjadi satu, cara membuat pakan belut ini juga tergolong mudah. Adapun bahan yang dibutuhkan adalah daging ikan, keong atau bekicot yang sudah dihaluskan seberat 750 gram, kemudian tepung tapiola satu sendok makan, pellet ikan seberat 200 gram dan air secukupnya.

Cara membuatnya adalah dengan membasai terlebih dahulu pellet ikan dengan air hingga teksturnya menjadi lunak. Kemudian campurkan daging yang dihaluskan tadi dengan pelet dan tambahkan tepung tapioka kemudian aduk rata sampai semua bahan benar-benar menyatu sempurna. untuk hasil lebih halus Anda bisa menggiling adonan tersebut sebelum digunakan.

Cara memberikannya kepada belut adalah dengan membentuknya bulat pilih, lalu letakkan di dalam tempat pakan yang disebut para-para. Selanjutnya wadah diletakkan di dalam aliran air menuju kolam belut. Ingat! Pakan ini hanya bisa diberikan maksimal 12 jam setelah disimpan di dalam lemari pendingin, jika lewat dari waktu tersebut maka Anda harus membuat adonan yang baru.

Pakan Belut Organik

Untuk membuat makanan belut organik, disesuaikan dengan beberapa hal yaitu jenis makanan, umur belut, dan berat dari makanan itu sendiri. membuat pakan cacing tanah adalah dengan membersihkan cacing dari pasir, lalu potong kecing-kecil sesuai dengan ukuran mulut dari belut, kemudian sebarkan di permukaan kolam.

Sedangkan cara membuat pakan belut organik berupa bekicot atau keong, Anda harus memisahkan terlebih dahulu dagingnya dari cangkangnya. Lanjutkan dengan menghaluskan daging hewan tersebut dan taburkan di permukaan kolam agar bisa mudah dikonsumsi oleh belut. Sama halnya dengan makanan berupa kepiting air tawar yang dagingnya juga harus dihaluskan setelah dipisahkan dari cangkang.

Jenis pakan organik lainnya adalah plankton, ikan kecil, kecebong yang bisa langsung dimasukkan ked lam kolam belut. Makanan belut ini tak perlu dihaluskan karena ukurannya sudah sangat kecil, biasanya diberikan pada benih belut yang baru akan dibudidayakan dalam kondisi masih hidup. Tujuannya adalah agar benih belut terbiasa degan lingkungan pembibitan yang dibuat semirip mungkin dengan habitatnya.

Artikel Terkait
Budidaya Belut
Bibit Belut

Dimana Bisa Mendapatkan Makanan Belut?

Untuk mendapatkan makanan belut, Anda bisa mencarinya langsung pada habitat hewan tersebut jika ingin memberikan makanan organik. Sedangkan untuk pakan biasa yang berupa pasta dari campuran bahan alami dan kimia, bisa didapatkan dari toko yang menjual pakan ternak. Pakan belut yang murah ini memang mudah didapat, tapi tidak murahan, karena sangat berpengaruh pada pertumbuhan belut.

Untuk mendapatkan makanan yang berkualitas, Anda harus memastikan kualitas dari bahan pembuatannya. Kalau mau memberikan makanan alami maka pastikan lokasi pencarian bahan makanan bersih tanpa kontaminasi zat kimia, seperti air tawar dan rawa. Karena ketika belut diberikan makanan yang mengandung bahan berbahaya tentu akan berpengaruh pada kesehatannya.

Bukan hal yang sulit untuk membudidayakan belut, terutama dalam hal mempersiapkan pakan belut air bersih dan jenis pakan lainnya. Karena semua bahan sebenarnya sudah tersedia di alam. Oleh karenanya tinggal bagaimana Anda mengolahnya dengan tepat dan memberikannya pada belut dengan tepat juga. Tepat itu baik itu tepat jenis, tepat takaran, dan tepat umur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *