Penjelasan Loyalitas Karyawan dan Pelanggan Terlengkap

9 min read

loyalitas

Kata kata loyalitas sering dikaitkan dengan kunci kesuksesan, baik kesuksesan di bidang bisnis, pemasaran,  dan juga keorganisasian. Di bidang bisnis dan pemasaran, loyalitas berperan penting dalam meningkatkan kepuasan konsumen yang akhirnya akan meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang. Sedangkan dalam bidang keorganisasian, loyalitas yang dimilki oleh setiap individu dalam organisasi berpengaruh pada kelanjutan suatu organisasi dalam merealisasikan program kerja sesuai visi dan misinya.

Pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas mengenai loyalitas khususnya pada karyawan dan pelanggan. Penjelasan pada artikel ini akan dibahas secara lengkap yang diperoleh dengan mensimpulkan pembahasan dari berbagai sumber. Selengkapnya simak penjelasan berikut ini :

Apa Itu Loyalitas ?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti loyalitas adalah kesetiaan atau kepatuhan. Secara umum arti loyalitas adalah kualitas kesetiaan atau kepatuhan seseorang  dalam memberi atau menunjukkan dukungan serta kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi.

Istilah Loyalitas umumnya  menandakan adanya pengabdian seseorang atau perasaan melekat pada objek tertentu, seperti orang lain atau sekelompok orang, cita-cita, atau tugas.

Orang-orang juga seringkali mengaitkan arti loyalitas dengan seberapa lama banyaknya waktu dan tenaga yang dicurahkan serta tingkat kualitas kesetiaan seseorang kepada orang lain atau institusi (misalnya organisasi) yang ditunjukkan oleh sikap dan tindakan orang tersebut. Seseorang bisa disebut loyal atau memiliki loyalitas yang tinggi jika mau mengikuti dan patuh terhadap apa yang diperintahkan.

Pengertian loyalitas kadang masih kurang dipahami oleh beberapa orang. Padahal kenyataannya, banyak orang yang menjadi loyal hanya karena imbalan yang diterimanya. Loyalitas identik dengan kesetiaan seseorang yang seharusnya dilakukan dalam berbagai kondisi tanpa syarat dan tanpa mengharapkan adanya balasan. Sehingga seringkali sangat sulit mendapatkan loyalitas dari seseorang, apalagi tanpa imbalan.

Loyalitas bukan hanya sekadar kesetiaan fisik, tetapi berhubungan kondisi  psikologis seseorang  yang dapat dilihat dari seberapa besar orang tersebut dalam  mengekspresikan dirinya baik dalam pemikiran, tindakan, perhatian, gagasan, serta dedikasinya yang tercurah kepada orang lain atau objek tertentu. Sehingga untuk mendapatkan loyalitas dari seseorang maka kita harus dapat mempengaruhi sisi psikologis orang tersebut.

Pengertian Loyalitas Menurut Para Ahli

Ada beberapa pendapat tentang pengertian loyalitas menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Fandy Tjiptono (2000)

Loyalitas adalah komitmen pelanggan kepada suatu merek, toko, pemasok berdasarkan sikap yang sangat positif dan tercermin dalam pembelian ulang yang konsisten dalam jangka panjang.

  1. Poerwadarminta (2002)

Bahwa loyalitas adalah kesetiaan, pengabdian dan kepercayaan yang diberikan atau ditujukan kepada seseorang atau lembaga, yang disertai rasa cinta dan tanggung jawab untuk berusaha memberikan pelayanan dan perilaku yang terbaik.

  1. Sutisna (2003)

Loyalitas adalah sikap menyukai terhadap suatu merek yang dipresentasikan dengan pembelian yang konsisten terhadap merek itu sepanjang waktu.

  1. Hermawan Kartajaya (2007)

Loyalitas adalah manifestasi kebutuhan fundamental manusia untuk memiliki, mendukung, mendapatkan rasa aman dan membangun serta menciptakan keterikatan emosional.

  1. Gramer dan Brown (dalam Utomo 2006)

Loyalitas adalah derajat sejauh mana seorang konsumen menunjukkan perilaku pembelian berulang, memiliki suatu kecenderungan sikap positif, dan hanya mempertimbangkan untuk menggunakan suatu produk atau jasa tertentu pada saat muncul kebutuhan untuk memakai produk atau jasa ini. Artinya  konsumen yang loyal tidak hanya seorang yang melakukan pembelian berulang, tetapi juga mempertahankan sikap positif terhadap penyedia barang atau jasa.

  1. Kotler dan Keller (2009)

Loyalitas adalah komitmen yang tinggi untuk membeli kembali suatu produk atau jasa yang disukai di masa mendatang, meskipun ada pengaruh situasi dan usaha pemasaran dalam merubah perilaku konsumen. Dengan kata lain konsumen akan setia untuk melakukan pembelian ulang secara terus-menerus.

  1. Jill Griffin (dalam Hurriyati 2010)

Loyalitas adalah perilaku konsumen yang melakukan pembelian secara teratur atau berulang dalam waktu  tertentu. Konsep loyalitas konsumen lebih berkaitan dengan perilaku dibandingkan sikap dari konsumen.

Dari beberapa pengertian mengenai  loyalitas di atas, maka loyalitas dapat diterapkan dalam berbagai bidang. Di bidang bisnis dan pemasaran, loyalitas dapat kita lihat dari karakteristik dan perilaku konsumen terhadap suatu merek atau perusahaan (loyalitas pelanggan/ loyalitas merek). Sedangkan di bidang keorganisasian atau dunia kerja, loyalitas dapat dilihat dari perilaku karyawan di tempat kerja (loyalitas karyawan/loyalitas kerja).

Loyalitas Karyawan

Perlu diketahui bahwa loyalitas karyawan dapat dipandang dari dua segi, yaitu dari segi perusahaan dan dari segi karyawan. Dari segi  perusahaan, loyalitas dapat diartikan sebagai suatu kesetiaan karyawan kepada perusahaannya. Dalam hal ini, perusahaan memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin untuk mendukung kelangsungan kinerja perusahaan sehingga karyawan tetap terus bersikap dan berperilaku positif pada perusahaannya.

Sedangkan dari segi  karyawan, loyalitas dapat diartikan sebagai loyalitas kerja yaitu kesetiaan pada pekerjaan atau profesinya. Dalam hal ini, perusahaan hanya merupakan tempat bekerja, dan kewajiban karyawan hanyalah bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan tersebut.

loyalitas karyawan
loyalitas karyawan | source : dailysocial.id

Permasalahan Pada Loyalitas Karyawan

Seiring perkembangan jaman, banyak orang memandang bahwa harga sebuah loyalitas terhadap pekerjaan tidak lagi semahal dulu. Banyak karyawan menjadi “kutu loncat” jika sudah merasa tidak nyaman serta tidak cocok dalam pekerjaannya. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan merasa khawatir, terutama perusahaan yang baru dan sedang berkembang.

Masalah loyalitas karyawan saat ini memang menjadi permasalahan serius bagi berbagai perusahaan. Perusahaan sangat bergantung pada karyawan yang terampil dan memiliki kinerja yang mumpuni. Dengan segala fasilitas dan kompensasi yang telah diberikan perusahaan, seringkali tidak juga membuat karyawan loyal pada sebuah perusahaan.

Solusi Menumbuhkan Loyalitas Karyawan

Untuk itu diperlukan sinergi antara perusahaan dan karyawan dalam jangka panjang, dalam rangka terciptanya loyalitas yang menguntungkan, baik bagi perusahaan maupun karyawan. Perusahaan yang loyal akan memandang  dan memperlakukan karyawan tidak hanya sebagai salah satu asetnya yang paling berharga namun juga sebagai mitra kerja dalam mencapai tujuan bersama. Sehingga akan tercapai efisiensi dan efektifitas perusahaan sesuai yang telah direncanakan.

Di sisi lain, loyalitas bagi seorang karyawan seharusnya bisa memberikan satu dampak positif bagi seorang karyawan yang bersangkutan, salah satunya adalah peningkatan karier, apalagi jika karyawan tersebut memang memiliki potensi ke arah itu. Dan biasanya, loyalitas seorang karyawan akan menurun jika karyawan tersebut merasa perusahaan sudah tidak menguntungkan lagi buat dirinya dan perusahaan tidak diuntungkan lagi atas keberadaannya. Keuntungan di sini dalam arti pembelajaran yang terus menerus, bukan jumlah nominalnya.

Aspek-Aspek Loyalitas Karyawan

Dalam rangka meningkatkan loyalitas karyawannya, perusahaan akan mengukur tingkat loyalitas karyawannya. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan beberapa aspek loyalitas kerja karyawan yang merupakan karakteristik loyalitas karyawan. Aspek-aspek loyalitas kerja tersebut antara lain :

  1. Ketaatan atau kepatuhan

Yaitu kesanggupan dan kesadaran seorang karyawan untuk selalu taat pada segala peraturan yang berlaku, dan menaati perintah yang diberikan atasan yang berwenang, serta sanggup tidak melanggar larangan yang ditentukan. Ciri-ciri ketaatan ini adalah :

  • Taat peraturan perundang-undangan yang ditentukan
  • Menaati perintah yang diberikan atasan
  • Menaati jam kerja
  • Memberikan pelayanan kepada masyarakat
  1. Tanggung jawab

Yaitu kesanggupan seorang karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan baik, tepat waktu serta berani mengambil resiko untuk keputusan yang dibuat atau tindakan yang dilakukan. Ciri-cirinya adalah :

  • Dapat menyelesaikan pekerjaan dan tugas dengan baik dan tepat waktu
  • Selalu memelihara dan menyimpan barang-barang perusahaan dengan sebaik-baiknya
  • Tidak berusaha melemparkan kesalahan kepada orang lain
  1. Pengabdian

Yaitu memberikan sumbangan pemikiran dan tenaga secara ikhlas kepada perusahaan

  1. Kejujuran

Ciri-ciri karyawan yang jujur antara lain :

  • Tidak menyalahgunakan wewenang
  • Melaporkan hasil pekerjaannya yang sebenar-benarnya kepada atasannya
  • Selalu melaksanakan pekerjaannya dengan penuh keikhlasan tanpa merasa dipaksa
  1. Rasa memiliki

Dengan sikap merasa memiliki, karyawan akan senantiasa bersikap dan bekerja secara hati-hati dan bertanggung jawab serta berusaha mengutamakan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi demi tercapainya tujuan perusahaan.

  1. Kemauan untuk bekerja sama

Yaitu kemauan karyawan  untuk bekerja sama dengan karyawan lain, atasan atau pihak lain dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan yang tidak mungkin dicapai oleh seorang karyawan secara invidual.

  1. Hubungan antar pribadi

Selain bisa bekerja sama dengan orang lain, karyawan yang loyal akan memiliki hubungan pribadi yang baik kepada karyawan lain,  atasan atau pihak lain, baik yang menyangkut hubungan kerja maupun kehidupan pribadi.

  1. Kesukaan terhadap pekerjaan

Sikap loyal karyawan juga ditunjukkan dengan kecintaan mereka pada pekerjaannya dalam rutinitas pekerjaan yang dilakukan setiap hari.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas karyawan

Terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi  loyalitas karyawan, yaitu :

  1. Faktor Rasional

Menyangkut hal-hal yang bersifat logis, seperti gaji, bonus, kompensasi, jenjang karir dan fasilitas-fasilitas yang diberikan perusahaan kepada karyawan.

  1. Faktor Emosional

Berkaitan dengan perasaan atau ekspresi diri karyawan, seperti pekerjaan yang menantang, lingkungan kerja yang kondusif, perasaan aman karena perusahaan merupakan tempat bekerja dalam jangka panjang, pemimpin yang berkharisma, pekerjaan yang membanggakan, penghargaan-penghargaan yang diberikan perusahaan dan budaya kerja.

  1. Faktor Kepribadian

Menyangkut sifat, karakter, temperamen yang dimiliki oleh karyawan.

Indikasi Turunnya Loyalitas Karyawan

Dengan mengetahui aspek-aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas kartawan, maka dapat diketahui indikasi turunnya loyalitas karyawan, antara lain :

  1. Rendahnya produktivitas kerja

Turunnya produktivitas kerja saat ini dapat terjadi karena adanya karyawan yang malas atau suka menunda-nunda pekerjaan.  Hal ini dapat diukur atau diperbandingkan dengan produktivitas kerja pada waktu sebelumnya.

  1. Tingkat absensi yang naik

Pada umumnya jika loyalitas kerja seorang karyawan turun, maka karyawan tersebut akan malas untuk datang bekerja setiap hari.

  1. Tingkat perpindahan karyawan yang tinggi

Keluar masuknya karyawan yang meningkat terutama adalah karena karyawan merasa tidak senang atau tidak cocok lagi bekerja pada perusahaan. Hal ini dapat menurunkan produktivitas kerja sehingga dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan tersebut.

  1. Kegelisahan dimana-mana

Loyalitas kerja seorang karyawan yang menurun dapat menimbulkan kegelisahan yang akan mempengaruhi karyawan lainnya. Seorang pemimpin harus peka terhadap  isu-isu dan kegelisahan yang muncul di kalangan para karyawan, dan harus segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi sehingga tidak mempengaruhi produktivitas perusahaan.

  1. Sering terjadi tuntutan

Tuntutan yang sering terjadi sebetulnya merupakan perwujudan dari ketidakpuasan karyawan, dimana pada tahap tertentu akan menimbulkan keberanian karyawan untuk mengajukan tuntutan kepada perusahaan.

  1. Pemogokan kerja

Tingkat indikasi turunnya loyalitas karyawan yang paling ekstrim adalah pemogokan kerja. Jika tuntutan karyawan tidak lagi didengar dan diperhatikan oleh perusahaan, maka pada umumnya karyawan akan melakukan pemogokan kerja sebagai wujud ketidakpuasan terhadap perusahaan.

Indikator tingkat loyalitas karyawan juga bisa diukur dengan cara perusahaan melakukan pengumpulan data-data yang berhubungan dengan loyalitas karyawan melalui kuesioner loyalitas karyawan. Data-data yang terkumpul dianalisis dan ditindaklanjuti  dalam upaya meningkatkan loyalitas karyawan. Hal ini sekaligus sebagai alat untuk tes loyalitas karyawan.

Upaya Peningkatan Loyalitas Karyawan

Dengan mengetahui indikasi-indikasi turunnya loyalitas karyawan, maka dapat  dilakukan langkah-langkah untuk memperbaiki atau meningkatkan loyalitas kerja karyawan, antara lain :

  1. Mengkaji ulang seluruh pekerjaan atau jabatan yang ada di dalam perusahaan dan menyusun uraian pekerjaan dengan benar
  2. Pimpinan perusahaan perlu memberikan perhatian yang lebih terhadap kepuasan karyawan
  3. Melibatkan karyawan dalam berbagai pelatihan, sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing
  4. Meningkatkan kualitas sistem penilaian kerja pegawai
  5. Meningkatkan keterpaduan dan keterbukaan sistem pengembangan karir
  6. Penyempurnaan sistem kompensasi, sehingga mencerminkan keadilan eksternal
  7. Meningkatkan efektifitas komunikasi dalam perusahaan sehingga ada umpan balik terhadap hasil pekerjaan
  8. Meningkatkan fleksibilitas waktu kerja sesuai dengan keadaan.

Loyalitas Kerja Dalam Islam

Pandangan mengenai loyalitas kerja dalam Islam juga sangat diperlukan ketika bekerja di dalam sebuah perusahaan.  Aspek-aspek loyalitas kerja yang diajarkan dalam Islam antara lain taat atau patuh pada aturan perusahaan, tanggung jawab, kejujuran, pengabdian, dan istiqomah dalam kebaikan.

Sebagai umat muslim dalam bekerja pada sebuah perusahaan harus senantiasa  taat atau patuh kepada aturan atau ketetapan perusahaan. Allah SWT memerintahkan untuk senantiasa patuh terhadap aturan yang berlaku.

Selain patuh terhadap peraturan yang berlaku, hal penting yang perlu diperhatikan terkait loyalitas adalah tanggungjawab. Karyawan yang loyal akan melaksanakan pekerjaan dan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung jawab. Dalam Islam diajarkan untuk senantiasa melaksanakan tanggungjawab yang telah diterima.

Karyawan yang loyal memiliki kejujuran dalam melaksanakan segala tugas-tugasnya, yang akan tercermin dalam perilaku dengan hati yang lurus (ikhlas), berbicara sesuai dengan kenyataan, berbuat sesuai bukti dan kebenaran. Karyawan yang jujur akan ikhlas melakukan pekerjaannya dan melapokan hasil pekerjaannya dengan sebenar-benarnya sesuai dengan yang dikerjakan.

Loyalitas kerja dalam Islam juga tercermin dalam pengabdian. Salah satu bentuk pengabdian karyawan terhadap perusahaan bisa dengan cara memberikan sumbangan pemikiran dan tenaga secara ikhlas kepada perusahaan sehingga perusahaan bisa maju dan berkembang.

Hal lain yang perlu diperhatikan seorang karyawan adalah istiqomah dalam melakukan hal-hal positif tersebut. Islam mengajarkan beristiqomah pada kebaikan supaya tetap di jalan yang benar, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Dalam hal loyalitas pada perusahaan dimana merupakan tempat mencari rejeki yang halal, maka harus memberikan hal yang terbaik secara konsisten untuk perusahaan, dengan bekerja secara optimal sehingga tujuan perusahaan bisa tercapai.

Loyalitas Pelanggan

Di atas sudah disinggung bahwa loyalitas pelanggan dapat kita lihat dari karakteristik dan perilaku konsumen terhadap suatu merek (loyalitas merek) atau perusahaan.

Pengertian loyalitas pelanggan adalah sebuah sikap yang mendorong perilaku seseorang untuk melakukan pembelian produk atau jasa dari suatu perusahaan yang menyertakan aspek perasaan di dalamnya, khususnya yang membeli secara teratur dan berulang-ulang dengan konsistensi yang tinggi, serta mempunyai komitmen dan sikap yang positif terhadap perusahaan yang menawarkan produk atau jasa tersebut.

Dalam dunia bisnis dengan persaingan yang semakin ketat, loyalitas pelanggan harus diupayakan perusahaan, khususnya bagian pemasaran untuk menjaga loyalitas pelanggan lama sekaligus menjaring pelanggan baru. Dengan loyalitas pelanggan maka akan terjadi pembelian berulang yang pada gilirannya dapat meningkatkan omzet penjualan sekaligus keuntungan perusahaan.

Upaya meningkatkan loyalitas pelanggan dapat dilakukan dengan inovasi-inovasi  dan mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan pelanggan sehingga membuat pelanggan mendapat kepuasan  terhadap produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.  Saat pelanggan merasa puas terhadap suatu produk atau jasa maka terbentuk loyalitas merk yang besar kemungkinan pelanggan tersebut  akan merekomendasikannya kepada orang lain. Kepuasan pelanggan yang tinggi, akan menghasilkan sebuah loyalitas atau kesetiaan pelanggan terhadap suatu produk/suatu perusahaan.

loyalitas pelanggan
loyalitas pelanggan | source : aldrichglobal.id

Indikator Loyalitas Pelanggan

Secara sederhana, indikator loyalitas pelanggan dapat dilihat dari karakteristik loyalitas pelanggan, antara lain :

  • Melakukan pembelian ulang secara rutin
  • Melakukan pembelian di luar lini produk/jasa, artinya keinginan untuk membeli produk/jasa lain yang ditawarkan oleh perusahaan yang sama karena sudah percaya dengan perusahaan tersebut.
  • Merekomendasikan produk atau merek kepada orang lain
  • Menunjukan dukungan positif terhadap perusahaan dengan tidak terpengaruh kepada produk sejenis dari pesaing

Faktor‐Faktor Yang Mempengaruhi Loyalitas Pelanggan

Dalam rangka membangun dan meningkatkan loyalitas pelanggan, perusahaan harus memperhatikan faktor‐faktor yang mempengaruhinya, antara lain :

  1. Tingkat Kepuasan Pelanggan (Satisfaction), merupakan keseluruhan penilaian pelanggan berdasarkan total pembelian dan konsumsi atas barang dan jasa pada suatu periode tertentu.
  2. Ikatan Emosi (Emotional Bonding), berupa pengaruh sebuah merek dengan daya tariknya terhadap pelanggan, sehingga pelanggan dapat diidentifikasikan dalam sebuah merek. Ikatan yang tercipta dari sebuah merek adalah ketika pelanggan merasakan ikatan yang kuat dengan pelanggan  lain yang menggunakan produk atau jasa yang sama.
  3. Kepercayaan (Trust), yaitu kemauan seseorang untuk percaya kepada sebuah merek atau perusahaan untuk melakukan atau menjalankan sebuah fungsi.
  4. Kemudahan (Choice Reduction and Habit), yaitu jika pelanggan mendapat kemudahan dalam transaksi yang akan membuat mereka merasa nyaman dengan sebuah merek atau perusahaan.
  5. Pengalaman dengan perusahaan (History With The Company), yaitu sebuah pengalaman seseorang dengan sebuah merek atau perusahaan yang dapat mempengaruhi perilaku orang tersebut, misalnya membeli ulang.

Jenis-Jenis Loyalitas Pelanggan

Ada beberapa jenis loyalitas pelanggan, yaitu :

  1. Tanpa Loyalitas (No Loyalty)

Pelanggan jenis ini tidak mengembangkan loyalitas kepada produk maupun jasa tertentu. Pelanggan seperti ini jarang berbelanja suatu produk atau jasa yang sama untuk yang ke dua kalinya.

  1. Loyalitas Yang Lemah (Inertia Loyality)

Pelanggan yang mempunyai  loyalitas yang rendah dengan pembelian ulang yang tinggi karena faktor kebiasaan, misalnya karena jarak yang dekat dalam rutinitas pembelian bensin. Dasar untuk melakukan pembelian produk atau jasa disebabkan oleh faktor kemudahan situsional, khususnya terhadap produk atau jasa yang sering dipakai. Pembeli dengan loyalitas yang lemah mudah beralih ke produk pesaing yang dapat memberikan penawaran dan pelayanan yang lebih menarik.  Hal ini dapat dihindari dengan meningkatkan manfaat dan pelayanan serta fasilitas yang diberikan kepada pelanggan.

  1. Loyalitas Tersembunyi (Laten Loyality)

Pelanggan jenis ini mempunyai loyalitas yang relatif tinggi tetapi dengan tingkat pembelian ulang yang rendah. Pengaruh faktor situasional menyebabkan seseorang akan melakukan pembelian atau tidak sama sekali. Sebagai contoh, seorang suami menyukai masakan jawa, sedangkan istrinya kurang menyukai masakan jawa. Maka suami tersebut hanya sesekali saja mengunjungi rumah makan yang menjual masakan jawa.

  1. Loyalitas Premium (Premium Loyalty)

Pelanggan dengan loyalitas premium mempunyai tingkat loyalitas tinggi disertai dengan aktivitas pembelian kembali. Mereka sangat bangga terhadap produk atau jasa yang digunakan, bahkan dengan senang hati bersedia merekomendasikan kepada teman dan keluarganya.

Dengan mengetahui indikator, faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan serta jenis-jenis loyalitas pelanggan, maka perusahaan dapat mengupayakan untuk meningkatkan sekaligus  mempertahankan loyalitas pelanggannya, sehingga tercapai tujuan perusahaan sesuai harapan. 

Upaya untuk meningkatkan sekaligus  mempertahankan loyalitas pelanggan ada banyak strateginya, yang merupakan  tugas perusahaan khususnya bagian pemasaran. Sehingga berkaitan dengan strategi perusahaan dalam pemasaran produk atau jasanya. Strategi yang bisa dilakukan antara lain membuat program loyalitas pelanggan dengan memberikan motivasi pelanggan agar tetap kembali menggunakan produk atau jasa perusahaan. Misalnya dengan program diskon, penawaran menarik, kemudahan transaksi, pemberian hadiah, perhatian yang baik dan lain sebaginya.

Demikian pembahasan tentang Loyalitas, Pengertian, Loyalitas Karyawan dan Loyalitas Pelanggan.  Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *