Pengertian Lembaga Keuangan : Fungsi, Manfaat, Tujuan, dan Jenisnya

5 min read

Lembaga keuangan

Dewasa ini peran lembaga keuangan tidak bisa dipisahkan dalam roda perekonomian suatu bangsa. Tidak hanya pada kegiatan ekonomi yang bersifat makro namun juga pada tingkat Ekonomi Mikro peran lembaga keuangan sebagai Pelaku Ekonomi sangat krusial.

Hampir di setiap lini perekonomian pasti melibatkan lembaga berbasis keuangan. Sebagai contoh dalam pembangunan infrastruktur, pembangunan layanan publik, peningkatan jumlah wirausaha, bahkan hingga kegiatan yang bersifat konsumtif tidak terlepas dari bantuan lembaga keuangan.

Namun apa arti lembaga keuangan ? dan Apa saja yang termasuk di dalamnya ?

Pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas secara tuntas mengenai hal yang berkaitan dengan lembaga keuangan khususnya yang berada di Indonesia. Lebih jelasnya mari simak pembahasan di bawah ini :

Pengertian Lembaga Keuangan

Banyak teori dan buku yang telah mengemukakan mengenai definisi Lembaga Keuangan. Kami mengkategorikan menjadi 2 yaitu pengertian secara umum dan menurut para ahli.

Secara Umum

Pengertian lembaga keuangan adalah badan usaha yang menjalankan usahanya dengan menawarkan jasa di bidang keuangan. Jasa yang ditawarkan adalah dengan cara menghimpun aset berupa dana (dari masyarakat atau instansi – disebut nasabah) dan mendistribusikannya pada aktivitas ekonomi. Pada aktivitas ekonomi seperti usaha atau pembangunan nantinya akan memperoleh keuntungan dengan presentasi tertentu dan dikembalikan dalam bentuk bunga pada nasabah. Tentu saja hal ini berbeda dengan lembaga keuangan syariah atau Perbankan Syariah yang tidak memberikan bunga namun berupa bagi hasil.

Menurut Para Ahli

Para ahli juga banyak mengemukakan mengenai kelembagaan keuangan ini diantaranya :

Mandala Manurung dan Prathama Rahardja

Definisi lembaga keuangan adalah lembaga yang aktivitas usahanya adalah mengumpulkan dan menyalurkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan atas dana (unit surplus) kepada pihak yang memerlukan dana (unit defisit).

Kasmir

Pengertian Lembaga keuangan menurut kashmir adalah institusi atau perusahaan yang keuangan menjadi bidang usahanya dengan cara menghimpun dana atau menyalurkan dana tersebut atau juga melakukan kedua-duanya.

Ahmad Rodoni

Definisi yang dikemukakan oleh Rodoni yaitu badan usaha yang memiliki aset kekayaan berupa aset keuangan (financial assets) dan juga aset non-keuangan (non-financial assets).

Dahlan Siamat

Lebih lengkap Dahlan menyampaikan bahwa lembaga keuangan merupakan badan usaha yang aset kekayaan yang dimiliki lebih dominan aset keuangan daripada non keuangaan atau aset riil. Lembaga ini membantu memberikan kredit berupa pembiayaan kepada nasabahnya serta menginvestasikan dana yang dihimpun pada Surat-Surat Berharga.

Menurut Peraturan Pemerintah

Surat Keputusan (SK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 792 Tahun 1990

Berdasarkan SK Menkeu RI No. 792 Tahun 1990 dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengertian Lembaga Keuangan adalah semua bada usaha yang menjalankan usaha di sektor keuangan dengan menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya ke masyarakat pula khususnya pada model pembiayaan berbasis investasi untuk pembangunan.

Undang-Undang No.14 Tahun 1967

Adapun UU No. 14 Th 1967 Pasal 1 yang diamandemen dengan UU. No.7 th 1992 terkait perbankan menyatakan bahwa lembaga keuangan merupakan badan usaha yang aktivitasnya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada masyarakat.

Fungsi Lembaga Keuangan

Secara umum kita dapat mengetahui bahwa tugas lembaga keuangan adalah menghimpun dana masyarakat dan  menyalurkannya lagi kepada masyarakat.

Sehingga bisa dikatakan bahwa lembaga keuangan menjadi fasilitator dalam membantu arus peredaran uang di masyarakat. Menghimpun dari orang atau lembaga yang memiliki kelebihan dana (ultimate lenders) dan menyalurkannya kepada orang atau lembaga yang memerlukan dana (ultimate borrower).

Keuntungan bagi nasabah yang dananya telah dihimpun adalah berpindahnya resiko penyimpanan ke lembaga keuangan. Sedangkan bagi peminjam dana yaitu memberi kemudahan dalam memperoleh dana dengan jumlah tertentu.

Tujuan Lembaga Keuangan

Selain fungsi secara umum lembaga keuangan memiliki tujuan yang lebih detail baik lembaga keuangan bank dan non bank. Diantaranya tujuan lembaga keuangan adalah :

  • Lembaga Keuangan mengimpun dana masyarakat dengan mengeluarkan bukti berupa dokumen atau surat berharga sehingga menjamin dana yang dihimpun akan aman.
  • Dana yang dihimpun disalurkan kepada pihak yang memerlukan untuk dimanfaatkan pada kegiatan ekonomi dan pembangunan
  • Pinjaman yang dilakukan lembaga keuangan memerlukan jaminan (biasanya berupa surat berharga) sehingga tercipta rasa aman bagi kedua pihak dalam kesepakatannya.
  • Lembaga keuangan seperti koperasi memberikan pelayanan simpan pinjam agar digunakan sebagaimana mestinya dan terbebas dari jeratan rentenir.

Manfaat Lembaga Keuangan

Terdapat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari lembaga yang bergerak di bidang keuangan ini. Beberapa diantaranya :

1. Pemindahan Aset

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa lembaga keuangan memiliki peran penting yaitu untuk pemindahan aset atau Assets Transmutation. Aset yang telah dihimpun oleh lembaga keuangan dari masyarakat disalurkan ke pihak yang memerlukan untuk dikelola dalam jangka waktu tertentu.

2. Likuiditas

Berbeda dengan penyimpanan dana dalam bentuk lain seperti emas, property, dan tanah. Menyimpan dana di lembaga keuangan memiliki likuiditas atau pencairan yang tinggi jika diperlukan sewaktu0waktu. Begitu pula bagi yang ingin mengakses dana, tentu saja likuiditas ini menjadi bahan pertimbangan.

3. Realokasi Pendapatan

Saat ini lembaga keuangan mempermudah bagi pemerintah ataupun perusahaan untuk menyalurkan gaji atau upah karyawannya melalui lembaga keuangan. Aktivitas ini disebut juga dengan Realokasi Pendapatan (Income Reallocation)Tidak hanya itu hampir semua keperluan yang berkaitan dengan keuangan sudah memanfaatkan lembaga keuangan khususnya lembaga keuangan bank.

4. Mempermudah Transaksi

Tidak hanya berkaitan dengan gaji atau upah karyawan saja. Hampir seluruh transaksi baik itu perdagangan ataupun yang bersifat administratif sudah menggunakan jasa lembaga keuangan untuk kemudahannya. Sebagai contoh jasa yang ditawarkan lembaga keuangan bank seperti ATM, Internet Banking, dan Mobile Banking. Jasa tersebut sangat memudahkan nasabah dalam bertransaksi.

Layanan Lembaga Keuangan

Banyak masyarakat yang saat ini menggunakan jasa lembaga keuangan karena memberikan pelayanan yang prima khususnya pada bank dan lembaga keuangan yang sejenis. Beberapa diantara pelayanannya yaitu :

  • Jasa Transfer Uang melalui ATM, M-Banking, I-Banking, atau Pelayanan Teller
  • Layanan Penagihan atau inkaso
  • Kliring (Clearing)
  • Pertukaran Mata Uang Asing (Valas)
  • Pelayanan Deposito
  • Travelers Cheque
  • Kartu Bank (ATM, Kartu Kredit)
  • Bank Draft
  • Layanan Kredit
  • Dana Haji
  • Tabungan Pendidikan
  • Tabungan Emas
  • Tabungan Hari Tua
  • Dan Layanan lainnya.

Perlu diketahui bahwa jasa pelayanan setiap lembaga keuangan akan berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Antara lembaga keuangan bank dan non bank, lembaga keuangan syariah dan konvensional. Sehingga sebelum menggunakan jasa layanannya terlebih dahulu kita mengetahui portofolio lembaga tersebut yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Keamanan Lembaga Keuangan

Perlu diketahui oleh kita bersama bahwa hampir seluruh lembaga keuangan di Indonesia beroperasi di bawah payung hukum dan naungan peraturan pemerintah. Sehingga adanya hal tersebut segala aktivitas yang dijalankannya dipastikan taat hukum dan memiliki tingkat keamanan yang terjamin. Karena hal inilah pula banyak masyarakat yang percaya untuk menyimpan dananya di lembaga keuangan.

Tidak hanya itu, lembaga keuangan juga terus diawasi oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK bertugas untuk mengawasi segala aktivitas dari lembaga keuangan kecuali koperasi. Hal ini dikarenakan koperasi berada di bawah naungan Keementerian Koperasi sehingga memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan Kementerian Keuangan.

OJK ini berada hampir di setiap daerah di seluruh Indonesia. Sehingga tugasnya terfokus pada area dimana kantor OJK beroperasi. Sebagai contoh BANK JABAR dan BANK yang berada di provinsi Jawa Barat akan diawasi oleh OJK yang ada di Jawa Barat pula. Bahkan di setiap Kabupaten terdapat  kantor OJK. Oleh karenanya kinerjanya akan lebih fokus dan tepat sasaran.

Hal inilah yang meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan.

Jenis Lembaga Keuangan

Kita memang tidak bisa mengeneralisir semua lembaga keuangan. Pada dasarnya kita akan menemukan banyak sekali jenis dan macam lembaga keuangan.

Namun dalam pengkategoriannya, lembaga keuangan di bagi menjadi 2 yaitu :

  1. Lembaga Keuangan Bank
  2. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Terdapat perbedaan yang mendasar pada dua jenis lembaga tersebut. Lebih detailnya simak ulasan berikut :

1. Lembaga Keuangan Bank

lembaga keuangan bank
lembaga keuangan bank | image source : finance-monthly.com

Pengertian lembaga keuangan bank adalah instansi yang menghimpun dan menyalurkan dana (bisa disebut dengan intermediasi keuangan) yang memiliki kewenangan untuk mengumpulkan simpanan dana, meminjamkan dana, dan dapat menerbitkan promes atau sering disebut dengan banknote.

Peran lembaga keuangan bank bagi laju perekonomian nasional sangat penting. Hal ini karena perbankan bertugas menjaga perekonomian nasional atau masyarakat agar tetap stabil. Perbankan juga bisa menjadi tangan panjang pemerintah dalam pengaplikasian kebijakannya seperti Kebijakan Moneter. Dalam konteks ini pusat pengendalian perbankan ada pada Bank Indonesia (BI)

Contoh lembaga keuangan bank yang ada di Indonesia seperti :

  1. Bank Sentral
  2. Bank Umum
  3. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank sentral di atas yaitu bank pusat yang mengawasi dan mengendalikan bank-bank di bawahnya. Dalam hal ini selaku bank sentral adalah Bank Indonesia. Adapun bank umum bertugas untuk memberi pelayanan jasa keuangan dan memperlancar arus transaksi. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat bertugas sebagai penerima simpanan dan pinjaman yang berjangka dan dengan syarat tertentu.

2. Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

lembaga keuangan bukan bank
lembaga keuangan bukan bank

Pengertian lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan yang melayani jasa keuangan seperti menghimpun secara tidak langsung (non depository) sebelum nantinya akan disalurkan. Biasanya perhimpunan dana dengan mengeluarkan surat-surat berharga. Cara kerja lembaga keuangan bukan bank juga beragam sesuai dengan platformnya.

Contoh lembaga keuangan bukan bank yaitu :

  1. Asuransi
  2. Leasing
  3. Reksadana
  4. Pasar Uang & Pasar Modal
  5. Pegadaian
  6. Koperasi Simpan Pinjam

Selain di atas berarti masuk pada lembaga keuangan perbankan. Sehingga yang tidak termasuk lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga yang secara langsung memiliki kewenangan untukmenghimpun dan menyalurkan dananya kepada masyarakat.

Meski demikian lembaga keuangan non bank atau bukan bank ini juga di awasi oleh OJK, hanya saja operasionalnya yang berbeda dengan lembaga keuangan perbankan.

Lembaga Keuangan Digital

Di era serba digital saat ini pelayanan dari lembaga keuangan juga sudah merambah ke arah digitalisasi. Tidak hanya perbelanjaan yang dimudahkan dengan adanya e-commerce, saat ini pelayanan keuangan juga sudah memasuki era digital dengan sebutan Fintech atau Financial Technology.

Perpaduan antara pelayanan keuangan dan modernisasi teknologi ini menyediakan jasa peminjaman dana, asuransi, transaksi hingga jual beli saham perusahaan. Semua itu dapat dilakukan secara online dimanapun dan kapanpun. 

Lembaga keuangan yang hanya berbasis layanan konvensional jika tidak melirik ke layanan online ini diperkirakan akan tersingkirkan di masa mendatang. Hingga saat ini saja diperkirakan layanan fintech dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Bahkan layanan lembaga keuangan internasional khususnya di negara maju sudah masuk digitalisasi.

Namun meski memberikan kemudahan dan menjadi platform keuangan masa depan, kita harus tetap hati-hati terhadap fintech-fintech yang bermunculan di luar sana. Banyak yang mengalami penipuan khususnya pada permasalahan peminjaman dana hingga jutaan rupiah.

Oleh karena itu pastikan fintech yang akan digunakan jasanya berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).