Contoh Kuesioner Penelitian dan Cara Membuatnya

8 min read

Kuesioner

Bahas Detail Soal Ambil Data Kuesioner Yuk!

Jika anda sedang melaksanakan penelitan, ada banyak cara untuk mengumpulkan informasi maupun data. Salah satu hal yang bisa anda lakukan saat ingin mengumpulkan data selain menggunakan wawancara adalah kuesioner. Anda pun bisa melengkapi data melalui cara ini jika anda ingin lebih greget. Tentunya, anda ingin data benar untuk hasil penelitian anda bukan.

Untuk step-step atau cara ambil data melalui kuesioner sendiri bisa anda  ketahui melalui bacaan artikel Jurnal Manajemen di bawah ini.

Pembahasan mulai dari pengertian, cara membuat hingga contohnya, anda akan menemukan semuanya di bawah ini. Ketahui detail kuesioner dengan baik akan membuat anda semakin maksimal saat mengambil data. Kemudahan membuat kuesioner pun bisa anda dapatkan melalui online.

Pengertian Kuesioner

Pasti sesekali dalam sebuah penelitian anda mengetahui tentang kuesioner. Apa itu kuesioner? Hal tersebut merupakan salah satu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis yakni memelajari sikap-sikap, kemudian ada keyakinan, perilaku, hingga karakteristik atau ciri dari beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa punya pengaruh oleh sistem yang diajukan.

Atau bisa saja oleh sistem yang sudah tertata atau ada. Dengan menggunakan kuesioner ini, analis pun akhirnya berupaya mengukur apa yang telah ditemukan dalam sebuah wawancara. Selain itu juga, kuesioner punya peran untuk menentukan seberapa luas atau terbatas sentimen yang diekspresikan dalam sebuah wawancara.

Setelah tau arti kuesioner sekarang cari tau kegunaannya sedikit. Penggunaan kuesioner tepat apabila responden yakni orang yang merespon atau jawab pertanyaan pun saling berjauhan. Kemudian, kuesioner telah libatkan orang dalam proyek sistem. Dan hal ini guna jika tahu berapa proporsi sebuah kelompok tertentu yang setuju atau tak setuju dari suatu fitur khusus dan dari sistem yang telah diajukan.

Setelah itu, kuesioner melakukan studi untuk tahu sesuatu dan ingin cari seluruh pendapat atau opini sebelum proyek sistem telah diberi petunjuk yang tertentu. Pakai kuesioner sendiri pun juga perlu ada keinginan yakin apabila masalah yang ada di dalam sistem pun lebih dapat diidentifikasi serta bisa dibicarakan dalam sebuah wawancara yang tindak lanjut.

Anda pun perlu mengetahui berbagai hal detail mengenai kuesioner sebelum melakukan pilihan terhadap metode yang satu ini. Yang pertama, anda perlu tahu mengenai tujuan dibuatnya sebuah kuesioner, kemudian cari tahu lagi tentang manfaatnya. Setelah sedikit mengetahui, lanjut ke bagian kelebihan dan kekurangan dari ambil data kuesioner yang satu ini.

Tujuan dan Manfaat Kuesioner

Anda perlu mengetahui tujuan dan manfaat dari Kuesioner. Yang pertama adalah mendapatkan data yang relevan, terutama dengan tujuan penelitian. Lalu, yang kedua adalah mendapatkan data dengan reliabilitas dan validitas yang bisa dibilang setinggi mungkin.

Selain ada tujuan dari ambil data kuesioner, anda pun perlu mengetahui manfaat-manfaat dari kuesioner tersebut. Untuk pertama, anda bisa menggunakannya untuk mengumpulkan informasi terutama sebagai bahan dasar dalam rangka menyusun catatan yang permanen.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan metode ini untuk menjamin validitas informasi yang telah diperoleh dengan metode yang lainnya. Kemudian, metode yang satu ini juga punya manfaat dalam pembuatan evaluasi progam bimbingan yang cukup memudahkan anda.

Lalu, ada yang terakhir dari manfaat kuesioner tersebut, salah satunya yakni guna mengambil sampling sikap maupun pendapat dari responden.

Kelebihan dan Kekurangan Ambil data kuesioner

Setelah anda membaca banyak mengenai kuesioner di atas. Anda pun perlu mengetahui tentang beberapa kelebihan ambil data kuesioner yang akan anda gunakan. Jika anda mngetahui kelebihan-kelebihan dari metode yang satu ini, siapa tau anda bisa memanfaatkannya dengan baik.

Yang pertama, anda pun tak membutuhkan kehadiran peneliti atau anda secara langsung. Kemudian, menggunakan kuesioner bisa lebih cepat dalam mendapatkan hasilnya. Dengan kuesioner, anda mampu membagikan secara bersama-sama pada seluruh responden.

Waktu yang bisa anda gunakan bisa menjadi fleksibel, hal ini tergantung waktu senggang dari responden. Kemudian, hal ini dapat dibuat anonim atau tanpa nama sehingga responden pun tak malu dalam jawab pertanyaan yang diajukan. Kemudian, anda bisa membuat pertanyaan yang dapat distandarkan juga jadi kelebihan menggunakan ambil data kuesioner.

Tak hanya punya kelebihan saja, ambil data kuesioner juga punya beberapa kekurangan yang ada di dalamnya. Yang pertama adalah responden sering tak teliti, kadang-kadang ada pertanyaan yang bisa terlewatkan. Selain itu, ada saja kemungkinan para responden sering tak jujur meskipun telah disusun untuk anonim.

Ambil data kuesioner pun seringkali tak kembali, terutama apabila dikirim lewat pos ataupun jasa pengiriman yang Iainnya. Lalu, untuk responden dengan tingkat pendidikan tertentu, mungkin sulit saat mengisi kuesioner.

Tips Buat Pertanyaan

1. Saring Pertanyaan

Perbedaaan sebuah pertanyaan di dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara pun bisa memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam sebuah wawancara, para analis pun punya peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah yang belum jelas, ubah arus pertanyaan, beri sebuah respon terhadap pandangan yang rumit.

2. Sesuai Konteks

Hal ini juga biasanya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteks. Beberapa pun telah punya peluang yang ada di atas juga bisa saja ada di dalam kuesioner. Jadi, bagi yang ingin menganalisis, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus benar-benar sangat jelas.

3. Masuk Akal dan Detail

Kemudian, arus pertanyaan yang diajukan harus masuk akal. Lalu, dari responden sendiri akan diantisipasi serta ada susunan pertanyaan yang telah direncanakan secara detail.

Jenis Pertanyaan-Pertanyaan Kuesioner

1. Pertanyaan Terbuka

Adanya jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner yakni yang pertama adalah pertanyaan yang terbuka. Pertanyaan yang satu ini memberikan pilihan respon terbuka yang ada pada responden kuesioner tersebut. Kemudian, yang ada pada pertanyaan terbuka adalah anda harus antisipasi jenis respon yang sudah muncul. Respon yang anda terima pun harus tetap dapat diterjemahkan dengan baik dan benar.

2. Pertanyaan Tertutup

Kemudian, yang kedua ada pertanyaan tertutup. Yang dimaksud dengan pertanyaan yang satu ini adalah pertanyaan akan dibatasi ataupun tutup pilihan-pilihan respon yang telah ada, tentunya untuk bagi responden. Nah, untuk petunjuk yang satu ini pun harus diikuti saat memilih bahasa untuk kuesioner.

Cara Atur Kuesioner

1. Bahasa Responden

Yang pertama, anda pun bisa memahami, kemudian menggunakan bahasa responden. Kemudian, anda bisa mengusahakan agar kata-katanya tetap sederhana dan dipahami. Kemudian, anda bisa membuat kalimat yang lebih spesifik serta lebih baik hindari kata sulit serta ketidak-jelasan dalam pilihannya.

2. Sederhana

Kemudian, yang selanjutnya adalah pertanyaan harus singkat. Kemudian, jangan membuat responden bingung dengan pakai bahasa yang rumit, pilih bahasa paling sederhana.Lalu, hindari bias dalam pilihan kata-kata yang digunakan. Jika memungkinkan, anda perlu hindari juga bias dalam pertanyaan-pertanyaan yang menyusahkan.

3. Responden yang Tepat

Anda pun bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada responden yang tepat, maksudnya orang-orang yang mampu atau berkaitan dengan penelitian anda. Jangan berasumsi mereka tahu banyak soal penelitian tersebut. Dan pilih orangnya yang sesuai dengan tema penelitian anda.

4. Akurat

Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan tersebut secara teknis cukup akurat sebelum bisa menggunakannya. Jangan lupa, anda perlu menggunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaan sudah tepat bagi responden.

Skala dan Bentuknya Dalam Kuesioner

Penskalaan merupakan salah satu proses untuk menetapkan nomor-nomor ataupun simbol terhadap suatu atribut. Anda juga bisa bilang bahwa skala adalah karakteristik yang punya tujuan untuk mengukur atribut maupun karakteristik yang ada dari penelitian tersebut.

Alasan penganalisis sistem mendesain skala adalah yang pertama untuk mengukur sikap ataupun karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner. Dan, yang kedua adalah agar respoden memilih subjek kuesioner secara tepat.

1. Skala Nominal

Skala nominal yakni digunakan untuk mengklasifikasikan sesuatu pernyataan. Skala nominal juga merupakan bentuk dari pengukuran yang bisa dibilang paling lemah. Pada umumnya, semua analis dapat menggunakannya untuk dapat jumlah total untuk setiap klasifikasi.

Contohnya saja yakni Apa jenis perangkat lunak yang paling sering anda pakai? 1 : Olah kata, kemudian yang ke 2 : Spreadsheet, 3 : Basis Data, 4 : Program e-mail, pilihan di atas bisa anda sesuaikan dengan jawaban yang mendekati.

2. Skala Ordinal

Skala ordinal adalah skala yang bisa dibilang sama dengan skala nominal. Hal ini juga memungkinkan dilakukannya sebuah klasifikasi. Perbedaannya yakni dalam ordinal juga pakai sebuah susunan posisi. Skala ordinal yang satu ini sangat berguna karena satu kelas lebih besar maupun kurang dari kelas yang lainnya.

3. Skala Interval

Skala interval adalah, salah satu skala yang punya karakteristik dimana interval di antara masing-masing nomor adalah yang sama. Kemudian, berkaitan dengan karakteristik yang satu ini, operasi matematis dapat ditampilkan dalam beberapa data kuesioner. Sehingga, hal ini bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap.

4. Skala Rasio

Skala rasio juga skala yang hampir sama dengan skala interval. Hal ini dalam arti interval-interval yang ada di antara nomor, diasumsikan sama. Skala rasio bisa dibilang punya nilai absolut nol. Skala rasio ini juga skala yang paling jarang digunakan.

Cara Membuat Kuesioner yang Tepat

1. Bagian Penting Penelitian

Anda kali ini akan merancang formulir-formulir untuk diinput data. Hal ini karena data sangat penting, demikian juga merancang format kuesioner juga perlu disusun dengan baik dalam rangka mengumpulkan informasi terkait sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik dari responden yang ada.

2. Memberi ruang kosong

Tips atau cara buat kuesioner yang pertama yakni menunjuk pada jarak kosong disekeliling teks halaman maupun layar. Untuk meningkatkan tingkat respon, anda bisa menggunakan kertas warna putih atau yang sedikit lebih gelap. Sedangkan, untuk rancangan survey website gunakan tampilan yang paling mudah diikuti.

Anda pun bisa saja membuat formulir kuesioner berlanjut ke beberapa layar lainya agar membuat mudah para koresponden. Memberi ruang yang cukup untuk respon dalam hal kuesioner. Kemudian, meminta responden menandai jawaban dengan lebih jelas. Lalu, anda bisa menggunakan tujuan-tujuan untuk membantu menentukan format. Dan anda perlu konsisten dengan gaya.

3. Urutan Pertanyaan

Kemudian, dalam sebuah kuesioner, anda perlu mengurutkan pertanyaan. Hal ini perlu dipikirkan apa saja tujuan digunakannya kuesioner dan anda pun bisa untuk menentukan fungsi masing-masing pertanyaan dalam membantu mencapai tujuan anda tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner anda harus berkaitan satu dengan yang lainnya. Dan yang paling penting, harus berhubungan dengan subjek yang mana maksudnya adalah responden

Cara Membuat Kuesioner Online Pakai Google Form

google forms

1. Buat Akun Google

Pasti banyak yang tau atau bahkan anda pasti punya akun Google, apalagi anda punya ponsel Android. Jika belum punya akun Google pun sangat mudah kok, anda tinggal buat akun Google seperti biasa.

2. Buka Website Google Form

Selanjutnya, anda bisa melanjutkan buat google kuesioner ini langsung menuju link docs.google.com di website browser anda. Pada situs tersebut, anda pun akan dapat langsung memilih template formulir. Pilih yang ingin anda gunakan sesuai dengan kebutuhan penelitian. Kemudian, jika ingin membuat formulir dari Google Drive, anda bisa menekan menu New yang terdapat di bagian sudut kiri atas.

Kemudian, anda bisa menekan klik More, kemudian anda bisa pilih Google Forms. Misalnya saja anda butuh data survey untuk spreadsheet di Google Sheet, maka anda nanti bisa membuatnya dengan klik Insert kemudian bisa memilih bagian Form.

3. Buat Sebuah Form

Google Form pun punya banyak variasi alias pilihan pertanyaan yang bisa anda sesuaikan dengan jenis data, tentunya jenis data yang anda butuhkan. Kemudian, jenis-jenis pertanyaan yang bisa anda berikan pada responden ini misalnya saja jawaban singkat, kemudian paragraf, ada juga pilihan ganda, hingga model kotak centang.

Tentu istilahnya akan berubah jadi bahasa Inggris saat disesuaikan dengan pengaturan yang ada di Google anda. Lalu, anda juga bisa membuat responden unggah file seperti foto atupun dokumen. Tentu fitur-fitur umum seperti tambahan gambar dan video bisa anda lakukan juga pada step ini.

Jika anda telah selesai dalam menyusun pertanyaan, anda tinggal menekan tombol Kirim yang ada di bagian sudut atas. Lalu, bagikanlah link Google Form-mu kepada para responden. Kemudian, anda jangan lupa mencentang perpendek URL agar anda juga bisa dapatkan link yang lebih singkat.

4. Lihat Tanggapan Responden

Setelah sudah membagikan Google Form, maka anda ingin melihat hasil survey yang telah anda lakukan bukan? Anda pun bisa melihat hasilnya di bagian Tanggapan. Bagian ini ada di sebelah bagian Pertanyaan. Kemudian, anda bisa melihat versi spreadsheet dengan pilih klik pada ikon warna merah yang berada di sebelah pojok kanan atas. Mudah kan cara membuat kuesioner di google form ?

Contoh Kuesioner

1. Kuesioner Terbuka

Anda pun bisa melihat salah satu contoh kuesioner penelitian di bawah ini agar ada sedikit gambaran mengenai hal tersebut. Hal ini karena dalam pengerjaan kuesioner diperlukan ketelitian dengan baik. Kali ini, akan membahas soal contoh kuesioner terbuka agar anda mengetahuinya dengan baik dan bisa anda contoh.

Telah dijelaskan sedikit di atas bahwa kuesioner terbuka adalah daftar pertanyaan yang memberi kesempatan kepada responden untuk menuliskan pendapat mengenal pertanyaan yang diberikan peneliti. Di bawah ini ada 5 contoh pertanyaan kuesioner yang terbuka dan bisa anda pahami dengan baik bagaimana kalimatnya.

  • Apa yang membuat saudara/i aktif berkontribusi dalam masa kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan 2015/2016?
  • Kontribusi apa saja yang telah teman-teman berikan selama satu periode di Himpunan Mahasiswa Jurusan?
  • Apa saja kritik mengenai program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan periode 2015/2016 yang telah berlangsung?
  • Apa saja yang perlu dipertahankan dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan periode 2015/2016 untuk periode selanjutnya?
  • Menurut saudara/i apa saja saran untuk kepengurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan di periode selanjutnya?

2. Kuesioner Kepuasan Pelanggan

Setelah anda melihat contoh dari model yang terbuka, kemudian anda pun bisa melihat salah satu contoh kuesioner kepuasan pelanggan. Biasanya, hal ini anda temui di tempat pelayanan publik dan yang lain sebagainya.

Keterangan Pengisian

Jawab pertanyaan dengan memberikan tanda silang (X) di kotak yang berisi kolom yang disediakan!

SS (Dengan skor 5) = Sangat Sering

SR (Dengan skor 4) = Sering

KK (Dengan skor 3) = Kadang kadang

JR (Dengan skor 2) = Jarang

TP (Dengan skor 1) = Tidak Pernah

  • Karyawan sangat ramah saat memberi pelayanan kepada anda.
  • Karyawan sangat cepat tanggap, terutama dalam memberi pelayanan kepada anda.
  • Rumah sakit berhasil buat anda nyaman dalam pelayanannya.
  • Karyawan sudah terlihat sopan, ramah dan rapi dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
  • Anda telah merasakan kepuasan terhadap pelayanan yang disediakan rumah sakit.

Kemudian, di bagian bawah, anda bisa menjumlahkan skor dan tulis di bagian Total Skor. Kemudian, anda bisa menambahkan Skor Rata Rata.

Selain Metode Kuesioner

1. Wawancara

Selain dari ambil data kuesioner, anda bisa mencari tahu sedikit soal metode pengumpulan data yang lainnya. Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang bisa dilakukan melalui tatap muka serta tanya jawab yang langsung antara peneliti ke narasumber.

Seiring perkembangan teknologi yang makin canggih, metode wawancara yang satu ini dapat pula dilakukan melalui media lain, misalnya saja melalui telepon, email, atau skype. Wawancara pun ada saja terbagi atas dua kategori, yakni wawancara terstruktur dan tak terstruktur.

2. Observasi

Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data yang cukup kompleks, hal ini karena melibatkan berbagai faktor di dalam pelaksanaannya. Metode pengumpulan data observasi yang satu ini tak hanya mengukur sikap dari responden, namun juga bisa dipakai untuk rekam fenomena yang terjadi.

Teknik pengumpulan data yang satu ini pun lebih cocok dipakai untuk penelitian yang memiliki tujuan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, dan gejala alam yang lainnya. Metode yang satu ini juga tepat dilakukan pada responden kuantitas tak terlalu besar.

3. Dokumen

Kemudian yang selanjutnya adalah studi dokumen yang merupakan metode pengumpulan data tak ditujukan langsung pada subjek penelitian. Studi dokumen yang satu ini adalah jenis pengumpulan yang meneliti semua macam dokumen berguna untuk bahan analisis.

Lalu, dokumen juga jadi salah satu yang dapat digunakan dalam pengumpulan data dibedakan menjadi dua, yaitu dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa yang disebut dokumen primer. Kemudian, ada dokumen sekunder yang ditulis berdasarkan oleh laporan atau cerita orang lain.