Harga Keseimbangan Pasar : Pengertian, Konsep, Rumus, Contoh Soal

6 min read

keseimbangan pasar

Bagi pemerintah, pengamat ekonomi maupun bagi para akademisi yang berkecimpung di bidang ekonomi dan pemasaran sudah sewajarnya mempelajari mengenai Materi Keseimbangan Pasar. Materi ini sangat penting untuk membaca situasi perekonomian saat ini dan juga untuk acuan kebijakan dalam mengendalikan harga keseimbangan pasar.

Permintaan Penawaran dan Keseimbangan Pasar tentu saja tidak bisa dipisahkan jika akan membahas topik ini. Oleh karena itu dasar-dasar dari ketiga topik tersebut harus dikuasai terlebih dahulu.

Namun pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan fokus menenai harga keseimbangan pasar yang meliputi definisi, terbentuknya keseimbangan pasar, titik keseimbangan, dan pengendalian harga.

Pengertian Keseimbangan Pasar

Kondisi keseimbangan pasar disebut juga dengan kondisi ekuilibrium. Keseimbangan pasar merupakan kondisi terbentuknya keseimbangan harga akibat kesepakatan antara produsen/penjual dan pembeli/konsumen. Produsen/penjual sepakat untuk menjual sejumlah barang dengan harga tertentu yang disaat bersamaan pembeli/konsumen juga bersedia untuk membeli barang tersebut.

Dapat disimpulkan dari kondisi keseimbangan pasar adalah keadaan ketika jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah barang yang diminta pada harga tertentu. Lebih spesifik lagi kondisi keseimbangan pasar ini dapat terwujud apabila jumlah produk yang ditawarkan penjual sama dengan yang diminta konsumen atau harga yang diminta konsumen sama dengan harga yang ditawarkan penjual. Setelah ditemukan nilai yang sama maka terjadilah kesepakatan yang dilanjutkan transaksi antara penjual dan pembeli.

Konsep Keseimbangan Pasar dalam Islam

Selain pandangan konvensional mengenai kondisi ekuilibrium ini terdapat pula pendapatan dari sudut pandang Islam. Beberapa diantaranya yaitu :

Ibnu Taimiyah

Menjelaskan mengenai konsep harga yang adil atau setara. Ibnu Taimiyah menerangkan bahwa yang dimaksud setara memiliki variasi tersendiri. Variasi harga ini sangat ditentukan oleh permintaan dan penawaran yang disebabkan beberapa faktor seperti keperluan dan keinginan masyarakat.

Ibnu Taimiyah menulis bahwa “Harga yang setara adalah harga standard yang berlaku saat masyarakat menjual barang dagangannya dan secara umum diterima sebagai suatu yang setara bagi barang tersebut atau barang serupa pada waktu dan tempat khusus”

Ibnu Khaldun

Menjabarkan teori mengenai adanya hubungan antara permintaan dan penawaran. Suatu permintaan akan menghasilkan penawarannya sendiri yang nantinya akan menimbulkan permintaan yang lebih banyak lagi. Sedangkan terciptanya harga merupakan dampak dari hukum permintaan dan penawaran kecuali harga pada produk seperti emas dan perak karena merupakan standar mata uang (moneter).

Al-Ghazali

Berbicara mengenai harga yang berlaku tercipta dari aktivitas/praktik yang ada di pasar. Konsep ini kemudian berkembang dan dikenal di kalangan Islam sebagai  harga yang adil atau pada pandangan konvensional maka konsep ini disebut dengan harga keseimbangan.

Yahya bin Umar

Pendapatan Yahya mengenai keseimbangan pasar menitik beratkan bahwa harga sangat dipengaruhi oleh kekuatan pasar. Kekuatan pasar ini merupakan kekuatan permintaan dan penawaran. Oleh karenanya mekanisme pembentukan harga di pasaran seharusnya atau harus diatur pada kaidah maupun peraturan pemerintah.

Pemerintah disini memiliki kuasa untuk masuk pada mekanisme pasar terlebih apabila terdapat kecurangan dan ketidakadikan dalam pembentukan harga di pasar. Contoh kecurangan di pasar seperti penimbunan barang yang mengakibatkan melambungnya harga barang tersebut dimana dapat berdampak negatif bagi perekonomian.

Terbentuknya Keseimbangan Pasar

Dari berbagai pengertian kesimbangan harga dapat disimpulkan bahwa harga keseimbangan sangat ditentukan oleh faktor Permintaan dan penawaran. Terbentuknya harga keseimbangan terjadi apabila nilai permintaan dan penawaran ada pada suatu titik yang sama.

Perlu diketahui bahwa penjual maupun pembeli akan berusaha untuk mencapai keseimbangan harga atau keseimbangan permintaan dan penawaran dengan berbagai tindakan tertentu.

Apabila ditulis dalam rumus matematis maka rumus keseimbangan pasar adalah sebagai berikut :

rumus keseimbangan pasar
rumus keseimbangan pasar

Keterangan :

Qd          = Jumlah Permintaan

Qs           = Jumlah Penawaran

Pd           = Harga Permintaan

Ps           = Harga Penawaran

Pe           = Harga Keseimbangan

Apabila dilihat dalam bentuk kurva maka kurva keseimbangan pasar dapat dilihat sebagai berikut :

kurva keseimbangan pasar
kurva keseimbangan pasar

Jika kita cermati maka pada kondisi keseimbangan pasar atau disebut dengan (market equilibrium), jumlah permintaan (Qd) akan sama jumlahnya dengan penawaran (Qs). Titik kesimbangan ini disebut dengan Qe.

Begitupun berlaku pada keseimbangan pasar akan harga (Price). Harga yang diminta (Pd) akan sama dengan harga yang ditawarkan (Ps). Kondisi ini akan tercipta keseimbangan harga (Pe).

Pada grafik keseimbangan harga maupun kuantitas ini terjadi pada titik potong antara kurva permintaan dan penawaran (Titik E-Ekuilibrium).

Contoh Keseimbangan Pasar

Setelah mengetahui konsep mengenai harga keseimbangan di atas mari kita ilustrasikan menggunakan contoh kasus. Contoh kasus kali ini adalah pada penjualan soto. Berikut tabel skedul permintaan dan penawaran soto yang mencapai keseimbangan pada permintaan dan penawaran mangkok dengan harga Rp

Harga per mangkok (Rp)

Jumlah Diminta (Mangkok) Jumlah Ditawarkan (Mangkok)

Sifat Interaksi

10.000

100 180 Kelebihan Penawaran

12.000

120

160

Kelebihan Penawaran

14.000

140

140

Keseimbangan Pasar

16.000

160

120

Kelebihan Permintaan

18.000 180 100

Kelebihan Permintaan

Berdasarkan tabel skedul di atas maka dapat disajikan kurva sebagai berikut :

kurva keseimbangan pasar soto
kurva keseimbangan pasar soto

Pada komoditas yang sangat penting bagi kemaslahatan hidup masyarakat biasanya pemerintah ikut intervensi dalam pengendalian harga. Contoh barang tersebut masuk pada essential goods dimana naik turunnya harga tidak berpengaruh besar terhadap permintaan dan penawaran seperti beras dan BBM.

Kondisi Ketidakseimbangan Pasar

Apabila keseimbangan telah terbentuk maka sudah tidak perlu menaikkan ataupun menurunkan harga di pasaran dengan asumsi cetiris paribus (kondisi seluruhnya harus seimbang). Penjual dan pembeli akan puas dengan harga dan jumlah yang ada.

Adapun apabila jumlah penawaran lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan maka kondisi ini disebut dengan surplus. Sebaliknya jika jumlah permintaan yang lebih besar dibandingkan penawaran disebut dengan shortage/kekurangan.

Kondisi surplus biasanya disebabkan karena harga penawaran lebih tinggi dibandingkan dengan harga keseimbangan sehingga permintaan menurun. Sedangkan kekurangan biasa diakibatkan karena harga penawaran di bawah harga keseimbangan sehingga permintaan meningkat.

Namun kedua kondisi tersebut biasanya bersifat sementara dan akan bergerak kembali menuju titik keseimbangan. Keadaan ini bisa dibilang sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran.

Pengendalian Harga

Pada keberjalanan perekonomian dan praktik pasar di suatu negara perlu dilakukannya intervensi untuk mengendalikan harga khususnya pada barang-barang pokok yang diperlukan masyarakat. Pengendalian harga bertujuan untuk melindungi kedua belah pihak baik penjual maupun pembeli atau produsen dan konsumen.

Setidaknya terdapat 2 cara untuk mengendalikan harga yang biasa dilakukan pemerintah. Pengendalian harga tersebut yaitu :

  • Harga Dasar/Terendah (Price Floor)
  • Harga Tertinggi/Maksimum (Price Ceiling)

Penetapan kedua harga di atas memiliki maksud tersendiri disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Untuk lebih jelasnya simak ulasan berikut :

Harga Dasar (Price Floor)

Penetapan harga dasar adalah batas maksimal harga terendah barang yang boleh dijual oleh produsen.  Kebijakan ini diambil oleh pemerintah apabila terdapat barang yang memiliki harga jual terlalu rendah. Rendahnya harga jual tersebut sudah pasti akan merugikan produsen atau penjual.

Dalam rangka membantu atau mengurangi nilai kerugian produsen maka pemerintah menetapkan harga dasar suatu barang. Walaupun harga dasar atau harga terendah akan tetapi pdaa praktiknya harga tersebut masih di atas harga terendah yang terbentuk di pasaran.

Apabila disajikan dalam bentuk kurva maka sebagai berikut :

Kurva Price Floor
Kurva Price Floor

Apabila telah tercapai harga keseimbangan dengan harga jual yang rendah maka pemerintah akan menetapkan harga dasar (Price Floor). Penetapan kebijakan ini akan membuat konsumen mengurangi permintaanya pada titik “Qd”. Adapun pada Price Floor penjual akan mencoba memanfaatkan kondisi dengan menawarkan atau menambah jumlah yang dijual pada titik “Qs”.

Pada kondisi penambahan penawaran pasti akan menimbulkan kelebihan pada penawaran atau surplus. Jika ada surplus maka pemerintah berperan dengan membeli kelebihan tersebut dan disimpan untuk dijual di masa yang akan datang. Atau pada kondisi tersebut maka produsen akan dapat melakukan ekspor di luar pemenuhan kebutuhan konsumen domestik.

Contoh dari kasus ini adalah pada komoditas beras ketika panen raya. Saat panen tentu saja harga akan anjlok oleh karenanya pemerintah melakukan intervensi. Kelebihan penawaran dapat disimpan melalui mekanisme dari BULOG dan juga untuk kebutuhan ekspor.

Harga Tertinggi (Price Ceiling)

Penetapan harga tertinggi atau Price Ceiling ini merupakan penetapan harga jual maksimum yang dapat ditawarkan produsen akan suatu barang. Pemerintah mencanangkan kebijakan harga tertinggi ini pada harga jual suatu barang agar tetap dapat dijangkau konsumen.

Penetapan harga tertinggi ini menjadi standard bagi produsen/penjual jika akan menawarkan barangnya. Produsen/penjual boleh menjual di bawah harga tertinggi namun tidak boleh ditawarkan di atas itu.

Tujuan pemerintah dalam penetapan harga tertinggi adalah untuk melindungi konsumen khususnya konsumen dengan daya beli yang kurang/minim. Meski demikian kebijakan ini tidak berpengaruh jika struktur pasar adalah pasar oligopoly atau pasar monopoli.

Jika disajikan dalam bentuk kurva maka akan sebagai berikut :

kurva Price Ceiling
kurva Price Ceiling

Pada saat harga keseimbangan berlaku maka konsumen kesulitan untuk membelinya. Oleh karena itu pemerintah mencoba menetapkan Price Ceiling. Kebijakan ini menyebabkan konsumen atau pembeli menambah jumlah permintaannya “Qd”. Adapun produsen akan menurunkan penawarannya pada titik “Qs”. Selisih tersebut disebut “Shortage” yang diartikan sebagai kelangkaan barang.

Langkah yang biasa ditempuh jika terjadi kelangkaan barang seperti ini ialah dengan melakukan import atau mendorong produksi dari barang tersebut. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan barang.

Contoh penetapan kebijakan ini adalah pada kasus harga sembilan bahan pokok yang melambung tinggi. Penetapan Price Ceiling bertujuan agar masyarakat tetap dapat membeli sembako agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan.

Contoh Soal Keseimbangan Pasar

Selain mengetahui contoh soal fungsi permintaan penawaran dan keseimbangan pasar menggunakan tabel/skedul dan kurva seperti yang dijelaskan sebelumnya. Pendekatan lain ialah dengan menggunakan metode matematis.

Pendekatan matematis dipakai untuk mencari harga dan jumlah keseimbangan apabila data yang disajikan berbentuk fungsi permintaan dan penawaran. Rumus keseimbangan yang digunakan adalah :

rumus keseimbangan
rumus keseimbangan

Dimana :

Qd          : Jumlah yang diminta

Qs           : Jumlah yag ditawarkan

Pd           : Harga yang diminta

Ps           : Harga yang ditawarkan

Contoh Soal Pertama

Diketahui :

Fungsi Permintaan          : Qd = 40 – P

Fungsi Penawaran           : Qs = 4P – 50

Berapakah harga jumlah dan keseimbangannya ?

Jawab :

jawaban pertama

Dari persamaan di atas diperoleh harga keseimbangan (P) sebesar 18. Untuk memperoleh jumlah keseimbangan atau “Q”  maka perolehan harga keseimbangan harus dimasukkan ke salah satu fungsi di atas. Dapat dimasukkan ke fungsi permintaan maupun fungsi penawaran.

P = 18

Q = 40 – P

Q = 40 – 18

Q = 22

Hasil dari memasukkan nilai P ke persamaan maka ditemukan nilai Q sebesar 22.

Contoh Soal Kedua

Diketahui

Fungsi Permintaan          : Pd = -2Q + 150

Fungsi Penawaran           : Ps = Q + 60

Berapa jumlah harga dan jumlah keseimbangannya ?

Jawab :

Berdasarkan penyelesaian di atas diperoleh Q keseimbangan sebesar 30. Untuk memperoleh harga (P) keseimbangan maka harus memasukkan nilai Q yang diperoleh ke fungsi penawaran.

Q = 30

P = Q + 60

P = 30 + 60

P = 90

Dari hasil perhitungan persamaan di atas maka diperoleh harga keseimbangan (P) sebesar 90.

Contoh Soal Ketiga

Diketahui :

Fungsi Permintaan          : Qd = 40 – P

Fungsi Penawaran           : 4Ps = Q + 40

Berapa harga dan jumlah keseimbangannya ?

Jawab :

Karena kedua fungsi yang disajikan berbeda maka kita harus menyamakannya. Ingat syarat keseimbangan salah satunya adalah dengan rumus Qd = Qs. Melalui rumus ini maka fungsi penawaran 4Ps = Q + 40 harus dikonversi ke bentuk Q = f(P).

4P = Q + 40

-Q = -4P + 40 (dikalikan dengan “-1”)

Q = 4P – 40

Sekarang persamaan 4P = Q + 40 telah berubah menjadi Q = 4P – 40

Kemudian langkah penyelesaian selanjutnya :

Dari penyelesaian di atas diperoleh harga keseimbangan (P) sebesar 16. Untuk mencari nilai jumlah keseimbangan (Q) maka masukkan nilai P ke dalam persamaan fungsi permintaan ataupun fungsi penawaran.

P = 16

Q = 40 – P

Q = 40 – 16

Q = 24

Dari perhitungan tersebut maka diperoleh jumlah keseimbangan (Q) sebesar 24.

Demikian penjelasan mengenai keseimbangan pasar yang dapat Jurnal Manajemen sajikan. Terus udpate ilmu pengetahuan dan informasi di portal ini. Jangan lupa pula untuk share agar kebermanfaatannya tersebar luas.