Kegiatan Ekonomi : Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

6 min read

kegiatan ekonomi

Pada pembangunan nasional tentu saja perekonomian selalu menjadi diartikan sebagai penyangga. Oleh karena itu kegiatan ekonomi pada Pembangunan Ekonomi Nasional selalu menjadi sorotan utama. Tidak hanya berpengaruh langsung terhadap perekonomian nasional namun unsur yang terkandung di dalamnya sangat penting dalam kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Pertanyaannya “ apa yang dimaksud dengan Kegiatan Ekonomi ?” dan “siapa saja pelaku kegiatan ekonomi “. Masyarkaat kita sering tidak sadar bahwa mereka sendiri melakukan kegiatan yang menunjang perekonomian. Hal ini karena kurang pemahaman secara definitif tentang apa yang dimaksud kegiatan ekonomi.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini Jurnal Manajemen akan membahas secara tuntas mengenai jenis jenis kegiatan ekonomi dan informasi dasar yang terkait. Pemaparan ini akan dibahas secara sistematis untuk mempermudah dalam memahami materi yang ada.

 

Baca Juga : Sistem Ekonomi Islam (Syariah) : Prinsip, Hukum, Tujuan, Dll

 

Pengertian Kegiatan Ekonomi

Terdapat berbagai definisi mengenai kegiatan atau aktivitas ekonomi. Beberapa diantaranya :

  • Pengertian kegiatan ekonomi adalah seluruh aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Usaha yang dilakukan untuk menggapai kemakmuran dan kesejahteraan hidup.
  • Aktivitas perekonomian yang meliputi aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi dimana aktivitas tersebut saling berkaitan.
  • Kegiatan usaha untuk menghasilkan dan memperoleh barang atau jasa dalam pemenuhan kebutuhan.

Dari berbagai pengertian kegiatan ekonomi di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan hidup merupakan kegiatan ekonomi. Adapun secara teknis dapat digolongkan berdasarkan pelaku dan jenis kegiatannya.

Tujuan Kegiatan Ekonomi

Jika dilihat dari pengertiannya, tujuan utama kegiatan ekonomi adalah untuk pemenuhan seluruh kegiatan manusia baik kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut terciptalah berbagai kegiatan untuk menggapainya. Beberapa kegiatan seperti proses produksi, distribusi hingga konsumsi. Produk yang menjadi obyek dalam kegiatan ini dapat berupa barang maupun jasa.

Prinsip Kegiatan Ekonomi

Perlu diketahui bahwa prinsip dalam setiap aktivitas ekonomi tidak dapat lepas dari berbagai rangkaian aktivitas perekonomian di masyarakat.

Pengertian Prinsip Ekonomi adalah panduan yang dipakai dalam pelaksanaan bermacam aktivitas ekonomi dimana terdapat asas pengorbanan dalam memperoleh hasil yang optimal.

Pada setiap Pelaku Ekonomi memiliki prinsip yang berbeda. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya perbedaan cara untuk memperoleh keuntungan dari aktivitas ekonomi yang dijalankan.

Penerapan prinsip kegiatan ekonomi pada pelaku ekonomi memiliki ciri khas yang bisa dinilai. Beberapa ciri yang ada adalah :

  • Rasional : Pada setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan selalu berdasarkan pemikiran yang realistis khususnya dalam setiap pengambilan keputusan.
  • Ekonomis : Segala aktivitas ekonomi yang dilaksanakan melalui perhitungan yang cermat atas asa financial dan ekonomi. Hal ini tertuang pada setiap aktivitas perencanaan dan evaluasi yang matang.
  • Hemat : Turunan dari bertindak ekonomi adalah dengan memperhatikan segala modal yang dimiliki dan berusaha untuk tidak melakukan pemborosan.
  • Memiliki skala prioritas : Mampu memetakan kegiatan ekonomi mana yang penting dengan skala tertentu sehingga mengetahui mana yang harus dilaksanakan terlebih dahulu.

Ciri-ciri di atas dapat kita temukan dalam hampir sleuruh kegiatan ekonomi baik di tingkat rumah tangga, perusahaan, lembaga keuangan, masyarakat luar negeri, hingga pemerintahan. Meski eksekusinya berbeda namun prinsipnya tetaplah sama.

Jenis Kegiatan Ekonomi

“Sebutkan kegiatan Ekonomi ?”

Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang paling sering muncul di masyarkat.

Terdapat macam maca kegiatan ekonomi yang ada di masyarakat. Setidaknya kegiatan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dikategorikan menjadi 3.

Secara umum 3 kegiatan ekonomi adalah :

  1. Produksi
  2. Distribusi
  3. Konsumsi

Setiap pelaku ekonomi melakukan kegiatan di atas dengan cara yang berbeda. Peran pelaku ekonomi dalam kegiatan ekonomi sangatlah besar. Oleh karenanya perlu diketahui peran pelaku ekonomi ini dalam keberlangsungan perekonomian masyarakat.

1. Produksi

kegiatan ekonomi produksi
gambar kegiatan ekonomi produksi | source : agrifood.id

Kegiatan ekonomi produksi merupakan kegiatan atau aktivitas yang menghasilkan produk baik barang maupun jasa. Melalui barang dan jasa yang dihasilkan pada proses produksi ini diharapkan mampu mencukupi pemenuhan kebutuhan masyarakat konsumen.

Pelaku ekonomi dalam kegiatan produksi biasa disebut dengan produsen. Tujuan akhir dari kegiatan produksi tentu saja memperoleh keuntungan dari hasil penjualan barang dan jasa. Sebagai contoh aktivitas produksi adalah membuat makanan olahan untuk memenuhi permintaan pasar atau menawarkan jasa antar melihat maraknya jual-beli secara online.

a. Faktor Produksi

Tidak mungkin kegiatan ekonomi dilaksanakan tanpa adanya faktor produksi. Faktor produksi ini yang nantinya dimanfaatkan untuk menghasilkan barang dan jasa. Secara umum faktor produksi dibagi menjadi 4. Pertama  Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Modal,  dan Manajemen.

  • Sumber Daya Alam merupakan berbagai hal yang tersedia di alam dan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan. Sebagai contoh sumber daya alam dalam kegiatan ekonomi adalah lahan, hasil bumi, hasil tambang, matahari, udara, hasil laut, dan lain sebagainya.
  • Sumber Daya Manusia pada kegiatan ekonomi berupa tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk. Dengan kata lain tenaga kerja digunakan dalam proses produksi untuk menciptakan produk baru atau meningkatkan nilai tambah suatu produk. Adapun secara umum tenaga kerja dibagi menjadi 3 yaitu tenaga kerja terdidik, terlatih dan tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.
  • Modal, banyak orang yang mengira modal hanya sebatas dengan uang saja. Padahal modal merupakan segala sesuatu yang menunjang proses usaha/produksi. Modal dikategorikan menjadi 2 berdasarkan kegunaannya yaitu modal tetap dan modal lancar. Modal tetap merupakan modal yang bisa dipergunakan berkali-kali dalam setiap proses produksi. Contohnya gedung, bangunan, mesin, dll. Adapun modal lancar sebaliknya, yaitu modal yang hanya dapat digunakan satu kali saja dalam proses produksi. Contohnya adalah bahan baku. Berdasarkan bentuknya modal juga dibagi menjadi 2 yaitu modal nyata dan modal abstrak. Modal nyata seperti yang telah dibahas yaitu modal yang dapat dilihat dengan mata seperti bangunan, gedung, bahan baku, dll. Sedangkan modal abstrak adalah modal yang tidak dapat dilihat akan tetapi memiliki nilai bagi perusahaan. Contohnya adalah brand, ciitra perusahaan.
  • Manajemen merupakan aktivitas untuk mengatur kegiatan ekonomi demi mencapai tujuan. Aktivitas yang dilaksanakan biasanya terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan evaluasi.

Berbagai faktor produksi di atas sangat diperlukan dan juga memiliki kebutuhan yang berbeda pada setiap aktivitas yang berbeda.

b. Proses Produksi

Secara sederhana proses produksi merupakan proses pengolahan dari bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Adapun khusus untuk bahan mentah bisa juga menjadi barang setengah jadi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut :

proses produksi
proses produksi

c. Jenis Bahan

Macam-macam bahan yang digunakan dalam proses produksi terdiri dari 3 yaitu Bahan Mentah, Barang Setengah Jadi, dan Barang Jadi.

d. Bidang Usaha

Kegiatan produksi dibagi menjadi berbagai bidang usaha. Pada setiap bidang usaha memiliki faktor produksi, pelaku ekonomi dan juga jeni bahan yang diperlukan. Ciri khas setiap bidang usaha juga memerlukan spesialisasi tersendiri dari pelakunya. Beberapa bidang usaha yang ada pada kegiatan ekonomi di Indonesia yaitu :

  • Ekstraktif : Pertambangan, Penangkapan hasil laut
  • Agraris : Hasil Pertanian, Perkebunan, Kehutanan
  • Industri : Makanan & Minuman olahan, Manufaktur, Otomotif
  • Perdagangan : Jual beli, ekspor impor.

Skala setiap bidang usaha berbeda-beda sesuai dengan pelaku ekonomi di dalamnya.

2. Distribusi

kegiatan ekonomi distribusi
gambar kegiatan ekonomi distribusi | source : id.wikipedia.org

Setelah melakukan proses produksi agar menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi adalah dengan melaksanakan proses distribusi. Kegiatan ekonomi distribusi merupakan aktivitas untuk menyalurkan produk baik barang maupun jasa dari produsen kepada konsumen.

Kegiatan distribusi diperlukan karena lokasi produsen dan konsumen biasanya tidak berada pada satu tempat bahkan ada yang sangat berjauhan. Terlebih lagi letak konsumen bisa saja tersebar luas di seluruh wilayah dan penjuru negeri.

Oleh karena itu tujuan dari kegiatan distribusi ini adalah untuk memastikan tersampainya produk hasil dari proses produksi diterima oleh konsumen yang memerlukan.

 a. Aktivitas Distribusi

Kegiatan Distribusi tidak hanya sesederhana memindahkan tempat suatu produk dari produsen ke konsumen saja. Akan tetapi aktivitas yang ada di dalamnya lebih kompleks dari yang masyarakat umum bayangkan. Beberapa aktivitas yang dilakukan pada kegiatan ekonomi distribusi diantaranya adalah :

  • Kegiatan pembelian produk
  • Penyimpanan (memerlukan gudang)
  • Pensortiran barang mana yang layak dijual dan mana yang tidak
  • Grading : membagi barang sesuai dengan standar masing-masing. Dikatakan pula dengan standarisasi
  • Pengemasan produk agar tahan lama dan memiliki nilai tambah
  • Promosi melalui berbagai macam metode dan media
  • Proses penjualan
  • Pengangkutan barang (memerlukan alat transportasi dan tingkat keamanan serta regulasi yang sesuai)
  • Penyaluran barang kepada konsumen

Aktivitas distribusi di atas nantinya akan menyesuaikan berbagai macam kondisi. Beberapa hal yang harus diperhatikan seperti macam produk, siapa konsumennya, peraturan yang berlaku dan jarak tempuh yang akan dilalui.

b. Saluran Distribusi

Pada pelaksanakan kegiatan distribusi terdapat berbagai macam saluran distribusi. Saluran distribusi merupakan arus/rute dan status kepemilikan yang dilalui oleh produk dari produsen atau penyedia bahan mentah hingga ke konsumen akhir.

Aktivitas tersebut dibantu oleh lembaga penyalur atau lembaga pemasaran dalam prosesnya. Lembaga penyalur diantaranya seperti pedagang besar, pengecer, dealer, broker, eksportir, importir, dan komisioner.

Adanya saluran distribusi sangat berperan penting karena membantu produsen dalam menyampaikan produk dimana produsen memberikan kegunaan bentuk terhadap produk tersebut. Adapun lembaga penyalur atau lembaga pemasaran atau distributor yang memberikan kegunaan waktu, tempat, dan perpindahan kepemilkan dari produk tersebut.

3. Konsumsi

kegiatan ekonomi konsumsi
gambar kegiatan ekonomi konsumsi | source : rawpixel.com

Kegiatan ekonomi konsumsi merupakan aktivitas penggunaan produk baik barang atau jasa yang telah diciptakan oleh produsen. Pengertian lain dari kegiatan konsumsi adalah aktivitas mengurangi nilai guna dari produk untuk pemenuhan kebutuhan.

Dilihat dari definisinya berarti konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dari individu ataupun lembaga. Pelaku dari kegiatan ini disebut dengan konsumen.

Berbagai kegiatan konsumsi yang sering kita temui seperti pembelian kebutuhan rumah tangga di toko atau warung, membeli produk fashion di mall, membeli gadget, penggunaan listrik, dll.

Adapun konsumen atau pelaku dari kegiatan konsumsi terdiri dari :

  • Rumah Tangga
  • Perusahaan
  • Pemerintah

Berdasarkan pelaku di atas tentu saja memiliki aktivitas konsumsi yang berbeda. Rumah tangga dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Perusahaan dan pemerintah untuk keberjalanan operasionalnya seperti membeli alat tulis kantor, penggunaan listrik dan air, dll.

 Contoh Kegiatan Ekonomi

Seperti yang diulas sebelumnya, bahwa terdapat berbagai macam contoh kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. Setiap pelaku ekonomi melakukan hal yang berbeda tergantung dengan jenis kegiatannya pula.

Lebih jelasnya berbagai contoh kegiatan perekonomian khususnya di Indonesia dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 1. Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga

No Kegiatan Jenis Kegiatan
1. Petani menanam padi untuk diambil hasil panen berupa padi yang akan diolah menjadi beras Produksi
2. Pedagang membeli hasil pertanian ke petani dan menjualnya kembali di pasar hingga ke tingkat konsumen akhir Distribusi
3. Rumah tangga membeli bahan masakan di pasar yang akan di konsumsi oleh keluarganya Konsumsi

Tabel 2. Kegiatan Ekonomi Perusahaan

No Kegiatan Jenis Kegiatan
1. PT. Nestle mengolah susu sapi murni menjadi susu kemasan yang nantinya siap dijual ke konsumen Produksi
2. PT. Coca Cola mendistribusikan produk minuman berkarbonasinya ke seluruh pelosok negeri agar dapat dikonsumsi masyarakat Distribusi
3. Perusahaan membeli alat tulis kantor untuk menunjang aktivitas operasionalnya Konsumsi

Tabel 3. Kegiatan Ekonomi Pemerintah

No Kegiatan Jenis Kegiatan
1. Pemerintah mengelola hasil pertambangan berupa minyak bumi menjadi bahan bakar siap pakai untuk khalayak ramai Produksi
2. Bahan bakar minyak dikelola PT. PERTAMINA dan didistribusikan di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia Distribusi
3. Pemerintah menggunakan software buatan perusahaan untuk mempermudah aktivitas kepemerintahan Konsumsi

Tentunya masih banyak lagi contoh terkait aktivitas ekonomi yang dilaksanakan khususnya di Indonesia. Selain itu yang perlu menjadi perhatian adalah setiap kegiatan perekonomian akan saling terhubung antara pelaku ekonomi satu dengan yang lain, antara jenis kegiatan satu dan lainnya.

Sebagai contoh rumah tangga memerlukan bahan makanan dari perusahaan. Perusahaan menggunakan tenaga kerja yang berasal dair masyarakat. Pemerintah membeli software atau bahan baku operasional dari perusahaan dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Demikian sekiranya pembahasan mengenai kegiatan ekonomi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dan jangan lupa untuk membaca update informasi di Jurnal Manajemen.