Penjelasan Kebijakan Moneter Terlengkap

4 min read

Kebijakan Moneter

Pertanyaan tentang kebijakan moneter semakin banyak muncul akhir-akhir ini khususnya saat kondisi perekonomian sedang tidak stabil. Seringkali kebijakan moneter ini dikaitkan dalam permasalahan krisis moneter yang sedang atau akan terjadi khususnya yang disebabkan oleh inflasi.

Akan tetapi pertanyaannya  “apa yang dimaksud dengan kebijakan moneter itu sendiri ?” dan “bagaimana cara mengatasi inflasi dengan kebijakan moneter ?”

Pada artikel ini kita akan membahas secara menyeluruh mengenai apa itu kebijakan moneter dan peran kebijakan moneter dalam perekonomian Indonesia.

Pengertian Kebijakan Moneter

Definisi kebijakan moneter adalah kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah melalui otoritas Bank Sentral dalam hal ini Bank Indonesia untuk menjaga dan menggapai stabilitas perekonomian. Kebijakan tersebut biasanya dilaksanakan dalam bentuk pengendalian jumlah uang yang beredar/persediaan uang serta penetapan tingkat suku bunga.

Secara umum kebijakan moneter juga dapat disebut juga suatu proses dalam mengatur persediaan uang pada suatu negara untuk memperoleh tujuan tertentu. Tujuan umum dari kebijakan moneter biasanya untuk mengendalikan inflasi dan mensejahterakan masyarakat melalui peningkatan lapangan pekerjaan.

Berbagai pengertian kebijakan moneter memang telah banyak dikemukakan para ahli ekonomi dari berbagai sudut pandang. Namun di Indonesia kebijakan moneter sudah dijabarkan dalam UU No.3 Tahun 2004. Pada Undang-Undang tersebut kebijakan moneter didefinisikan sebagai kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank Indonesua guna mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah melalui pengendalian jumlah uang beredar (JUB) dan suku bunga (BI Rate/Repo Rate).

Konsep Kebijakan Moneter

Kebijakan terhadap sistem moneter yang diambil oleh pemerintah secara umum dilakukan untuk mengatur jumlah uang yang beredar dengan tujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Selain menjaga kestabilan ekonomi agar tetap tumbuh, kebijakan moneter juga membantu dalam pengendalian inflasi.

Konsep dari kebijakan moneter secara global dibagi menjadi dua yaitu

  1. Kebijakan Moneter Ekspansif
  2. Kebijakan Moneter Kontraktif

Pada kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive), pemerintah melakukan penambahan jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilaksanakan untuk meningkatkan daya beli masyarakat ketika resesi ekonomi terjadi. Oleh karena itu kebijakan ini sering disebut dengan kebijakan moneter longgar (Easy Money Policy)

Adapun kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive) yaitu pada saat pemerintah mengurangi jumlah uang beredar guna mengatasi inflasi. Kebijakan ini sering disebut dengan kebijakan uang ketat (Tight Money Policy).

Setiap negara memiliki kebijakan moneter yang berbeda tergantung pada sifat negara tersebut apakah tertutup atau terbuka serta faktor penting lainnya. Tata cara yang dilaksanakanpun berbeda yang disesuaikan dengan tujuan dan mekanisme transmisi di setiap negara.

Tujuan Kebijakan Moneter

Berdasarkan UU No.3 Tahun 2004 pasal 7 terkait Bank Indonesia menyatakan bahwa Bank Indonesia mempunyai tujuan dalam menacapai dan menjaga stabilitas nilai rupiah. Maksud dari tujuan tersebut adalah menjaga stabilitas harga terhadap inflasi. Tujuan ini merupakan fungsi kebijakan moneter secara umum atau bisa dikatakan sebagai kebijakan moneter Bank Indonesia.

Secara terperinci tujuan kebijakan moneter sendiri terdiri dari :

  1. Stabilitas Harga
  2. Pasar Uang yang Stabil
  3. Stabilitas Pasar Valuta Asing
  4. Pemerataan Pendapatan
  5. Pertumbuhan Ekonomi
  6. Keseimbangan Neraca Pembayaran
  7. Perluasan Kesempatan Kerja

Dalam rangka menggapai tujuan tersebut tentu saja dibutuhkan tugas utama yang harus dilaksanakan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral. Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa Bank Indonesia memiliki setidaknya 3 tugas pokok dalam mencapai tujuan kebijakan moneter, diantaranya :

  1. Menetapkan serta menjalankan kebijakan moneter
  2. Mengelola dan menjaga sistem perbankan
  3. Mengatur dan menjaga jalannya sistem pembayaran

Berdasarkan keterangan di atas maka diketahui bahwasanya kebijakan moneter memang sangat terkait dengan sistem keuangan di suatu negara karena memiliki fungsi sebagai pendukung dalam pengendalian moneter. Oleh karena itu dpat dikatakan bahwa peran kebijakan moneter di Indonesia saat ini dipegang utuh oleh Bank Sentral yaitu Bank Indonesia.

Instrumen Kebijakan Moneter

Pada pelaksanaan kebijakan tentu saja diperlukan berbagai instrumen sebagai tangan panjang efektifitas kebijakan itu sendiri. Apa saja instrumen kebijakan moneter atau jenis kebijakan moneter yang biasa diterapkan dalam pengelolaan jumlah uang yang beredar ? Berikut uraiannya :

  1. Operasi Pasar Terbuka

Kebijakan operasi pasar terbuka sebagai langkah pengendalian uang beredar. Langkah ini dilakukan oleh Bank Sentral untuk menambah maupun mengurangi jumlah uang yang beredar. Jika menginginkan penambahan uang beredar maka bank sentral membeli surat berharga pemerintah (government securities) atau membeli di pasar modal. Adapun jika ingin mengurangi jumlah uang beredar maka dengan cara menjual surat berharga pemerintah seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) ke pasar modal.

  1. Kebijakan Diskonto

Diskonto atau Discount Rate merupakan cara mengelola jumlah uang yang beredar dengan pengaturan tingkat bunga/diskonto oleh bank sentral kepada bank umum. Seperti yang kita ketahui bank umum terkadang meminjam sejumlah dana ke bank sentral. Jika Bank sentral meperhitungkan adanya inflasi maka dapat menaikan tingkat bunga untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menstimulus orang untuk menabung. Begitu juga sebaliknya bank sentral menurunkan tingkat bunga untuk menambah uang beredar.

  1. Rasio Cadangan Kas Wajib

Mengatur cadangan kas (Cash Ratio) biasa dilakukan bank sentral untuk mengatur jumlah peredaran uang. Terdapat jumlah tertentu yang diatur terkait dana cadangan yang harus disimpan. Ada presentase tertentu dari dana yang dimiliki bank umum dan tidak boleh dipinjamkan (keluar). Jika bank sentral menginginkan penambahan jumlah uang beredar maka akan menetapkan kebijakan untuk menurunkan rasio cadangan kas dan begitupula sebaliknya.

  1. Pemberlakuan Kredit Secara Selektif (Ketat)

Pengawasan pinjaman secara selektif dilaksanakan bank sentral untuk menentukan jenis kredit mana yang harus distimulus dan harus direduksi. Terdapat dua kebijakan kredit yaitu kredit ketat dan kredit longgar yang disesuaikan dari persyaratannya. Kredit ketat dilaksanakan pada saat terjadi inflasi untuk membatasi jumlah uang beredar. Sedangkan kredit longgar dijalankan saat kondisi ekonomi stabil ataupun deflasi untuk menambah jumlah yang beredar.

  1. Himbauan Moral

Memberikan himbauan berupa pengumuman, pemberitahuan, edaran maupun pidato terkait kebijakan ekonomi moneter juga dilakukan bank sentral untuk mencapai tujuan moneter. Konten dari himbauan bisa berupa ajakan ataupun larangan dalam hal pinjaman/kredit. Jika akan mengurangi jumlah uang beredar bank sentral dapat memberi himbauan kepada bank umum untuk lebih selektif dalam pemberian kredit. Isi dari himbauan tergantung pada situasi dan kondisi perekonomian yang dialami suatu negara.

Standar Stabilitas Moneter

Setelah mengetahui macam-macam kebijakan moneter tentu saja kita mengharapkan efektifitas dari dampak kebijakan moneter untuk mengatasi inflasi yang terjadi pada perekonomian suatu negara. Namun perlu diperhatikan bahwa pada setiap kebijakan khususnya kebijakan moneter, kita harus mampu menganalisis apakah pelaksanaannya sudah efektif atau belum.

Efektifitas suatu kebijakan moneter memerlukan tolak ukur yaitu stabilitas moneter. Beberapa diantara indikator yang dapat dijadikan acuan efektifitas kebijakan moneter adalah :

  1. Jumlah Uang Beredar (JUB)
  2. Terkendalinya Laju Inflasi
  3. Suku berada pada level yang wajar
  4. Nilai tukar rupiah normal
  5. Harapan masyarakat sebagai pelaku ekonomi pada keadaan moneter.

Contoh Kebijakan Moneter di Indonesia

Menurut website resmi Bank Indonesia pada tanggal 18 – 19 Juli 2018, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI7-day Reverse Repo Rate pada angka 5,25% dengan suku bunga Deposit Facility dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 4,50% dan 6,00%.

Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan minat pada Pasar Uang dalam negeri di tengah ketidakstabilan pasar uang dunia khususnya dalam menjaga nilai tukar rupiah agar tetap stabil. Bank Indonesia memberlakukan kebijakan yang longgar pada makroprudensial dengan harapan untuk mendorong fleksibilitas manajemen likuiditas dan intermediasi perbankan untuk peningkatan perekonomian nasional.

Selain itu Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah pusat dan otoritas dalam menjaga kestabilan ekonomi dan aplikasi dari reformasi struktural untuk mengurangi kerugian yang kontinyu. Salah satunya adalah peningkatan Devisa pariwisata dan lending bagi infrastruktur wisata.

Langkah selanjutnya, Bank Indonesia selaku Bank sentral yang menjalankan kebijakan moneter akan terus menganalisis pertumbuhan dan potensi perekonomian dalam negeri maupun internasional. Hal ini dilakukan guna menguatkan respons dari variasi kebijakan moneter dalam menjaga minat pasar uang dalam negeri.

 

Sekilas Mengenai Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Seringkali ada yang masih kebingungan mengenai perbedaan kebijakan fiskal dan moneter. Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang dijalankan pemerintah yang bertujuan untuk mempengaruhi dan mengarahkan perekonomian suatu negara menuju kondisi yang diharapkan. Sedangkan kebijakan moneter seperti yang telah dibahas yaitu memiliki tujuan untuk menstabilkan ekonomi.

 Instrumen kebijakan moneter dan fiskal sudah berbeda dimana kebijakan fiskal ada pada pajak dan pengeluaran pemerintah. Pengaturan terhadap instrumen tersebut mampu berdampak pada permintaan agregat dan tingkat aktivitas ekonomi, persebaran sumber daya dan persebaran pedapatan.

Penerapan kebijakan fiskal oleh pemerintah diharapkan dapat berpengaruh pada Pendapatan Nasional, kesempatan kerja, tingkat investasi nasional dan persebaran pendapatan nasional.

Demikian informasi mengenai kebijakan moneter. Pada intinya pemerintah harus menguatamakan manajemen dalam pengelolaan perekonomian nasional melalui kebijakan tersebut supaya perekonomian tetap stabil dan terhindar dari inflasi berlebih. Kebijakan yang dikeluarkan juga akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang terjadi.

Sumber : wikipedia.org, jurnal.id, portal-ilmu.com, bi.go.id

One Reply to “Penjelasan Kebijakan Moneter Terlengkap”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *