10 Pertanyaan Interview yang Sering Ditanyakan dan Cara Menjawabnya

10 min read

Pertanyaan Interview

Pertanyaan Interview yang Sering di Pertanyakan

Ketika Anda Hendak melamar pekerjaan, maka Anda harus siap ketika Anda dipanggil untuk melakukan interview kerja. Interview kerja dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan memilih pegawai atau karyawan yang sesuai dengan harapan. Bagi para pekerja yang masih pemula tentu akan mengalami perasaan yang grogi dan gugup ketika harus dihadapkan berbagai jenis pertanyaan interview.

Ada banyak Pertanyaan Interview yang diharuskan Anda untuk menjawab secara benar dan sesuai dengan kenyataan yang Anda miliki. Oleh sebab itu, Anda harus mempersiapkan diri untuk mencari tahu mengenai cara menghadapi interview kerja bagi pemula. Selain itu, Anda juga harus mengetahui apa saja kira-kira pertanyaan yang sering kali dipertanyakan ketika interview kerja. Hal ini bisa Anda jadikan sebagai kisi-kisi untuk menjawab pertanyaan selama interview kerja.

Oleh karena pentingnya persiapan dan pengetahuan mengenai cara menghadapi interview yang baik. Jurnal Manajemen akan membagi trik menghadapi interview atau cara menghadapi interview dengan baik.

Bagaimana caranya ? Mari simak penjelasan berikut ini :

 

Baca Juga : 10+ Contoh Surat Lamaran Kerja Terlengkap

 

Tips Wawancara Kerja

Bagi para pemula yang sedang mencari pekerjaan, menjalani proses interview merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu. Namun jangan senang dulu, karena proses interview inilah yang akan menentukan kan diterima atau tidaknya diri Anda dalam perusahaan yang Anda lamar. Meskipun Anda merasa cemas dan grogi karena baru pertama kali interview kerja, tetap harus memperhatikan banyak hal agar performa Anda tetap terlihat baik.

Oleh karenanya anda harus mengetahui cara menghadapi interview saat melamar kerja sebelum memulainya. Jangan sampai perasaan cemas dan grogi yang Anda rasakan justru akan menggagalkan mimpi Anda dan menjadikan Anda berstatus sebagai pengangguran lagi. Untuk melancarkan proses interview Anda, maka anda harus membekali diri melalui beberapa hal sebelum Anda berangkat melakukan wawancara kerja.

Jika Anda belum mengetahui apa saja hal yang perlu diperhatikan ketika interview kerja maka Anda bisa menyimak pada 10 penjelasan berikut ini:

1. Anda harus tahu mengenai perusahaan yang Anda lamar

Tips interview kerja yang pertama yaitu, sebelum datang wawancara kerja, maka Anda harus bisa memastikan bahwa Anda sudah mengetahui banyak informasi mengenai perusahaan yang Anda lamar tersebut. Anda harus mengetahui harus mengenai perusahaan secara umum dan mendetail. misalnya seperti situs resmi atau berita.

Selain itu Anda juga harus mengetahui visi dan misi dari perusahaan tersebut. Dengan hal ini maka perusahaan akan memahami, bahwa Anda merupakan kandidat yang benar-benar ingin bekerja di perusahaan tersebut. Anda bisa mencari informasi melalui mesin pencari Google.di sana akan menemukan banyak informasi mengenai perusahaan yang sedang Anda lamar. Tips menghadapi interview pertama ini harus benar-benar anda lakukan agar kesan siap dapat anda peroleh.

2. Jangan lupakan penampilan

Ingat! meskipun Anda pemula dan baru pertama kali melakukan interview, Anda tidak boleh mengesampingkan penampilan. Karena menjaga penampilan menjadi hal penting yang akan memberikan kesan pertama HRD atau pimpinan kepada Anda. Sebab itu sebelum Anda berangkat wawancara kerja, maka pastikan pakaian yang Anda kenakan sudah tepat.

Misalnya seperti mengenakan pakaian yang bersih, rapi, wangi, mengenakan sepatu yang bersih dan formal, serta menata rambut dengan rapi. Selain memperhatikan penampilan, Anda juga harus murah senyum supaya memperlihatkan kesan percaya diri. Dengan begitu maka perasaan grogi Anda akan tersamarkan. Terlebih lokasi interview biasanya di lokasi yang bergengsi seperti kantor di perusahaan yang anda lamar atau di hotel berbintang.

Oleh karenanya anda harus memahami cara menghadapi interview di hotel maupun di lokasi yang berkelas yang salah satunya adalah menjaga penampilan anda.

3. Jaga sikap Anda

Tata cara menghadapi interview berikutnya adalah masalah sikap. Ketika Anda sudah masuk ke lobby perusahaan, maka Anda harus menjaga sikap dengan sebaik mungkin. Hal ini untuk mengantisipasi jika ternyata tim pimpinan atau HRD berada dalam satu tempat yang sama. Sebaiknya Anda tidak sering memainkan HP supaya memperlihatkan kesan yang profesional. Apabila disekitar Anda terdapat kandidat yang akan melakukan wawancara kerja, maka Anda bisa berkenalan dan mengobrol.

Untuk menghilangkan perasaan grogi ketika wawancara kerja, Anda bisa membaca buku, majalah maupun koran yang yang disediakan di lobby. Hal ini akan memberikan kesan yang lebih menarik dibandingkan dengan Anda memainkan HP. Namun Anda jangan terus menerus berfokus pada buku atau majalah yang Anda baca, karena Anda juga harus memperhatikan pada suasana yang ada di sekitar.

4. Jangan sungkan untuk berjabat tangan dengan HRD

cara menghadapi interview kerja selanjutnya yaitu pada saat nama Anda sudah dipanggil untuk melakukan wawancara kerja, maka jangan asal duduk sebelum dipersilahkan duduk. Sangat disarankan bagi Anda untuk berjabat tangan kepada HRD atau pimpinan. Hal ini untuk memperlihatkan kesan profesional Anda dan hal ini untuk menutupi bahwa diri Anda baru pertama kalinya melakukan interview kerja.

Hal penting yang harus Anda perhatikan yaitu, berkas yang Anda bawa sudah lengkap, termasuk membawa pulpen maupun buku untuk mengantisipasi. Jangan lupa untuk mematikan HP, atau menggetarkan HP supaya tidak bunyi ketika wawancara sedang berlangsung.

Baca selengkapnya pada pembahasan cara menghadapi HRD atau tips menghadapi interview user.

5. Saat bertatapan jangan memandang yang lain

Pada saat Anda sudah berhadapan dengan HRD atau ppimpinan, jangan memandang hal yang lain ketika bertatapan. Anda harus memberikan tatapan dengan penuh rasa percaya diri, namun bukan tatapan yang menyombongkan diri. Dengan kontak mata secara intens maka hal ini menjadikan lawan bicara Anda merasa yakin dengan ucapan Anda dan tidak berlebihan.

Apabila Anda tidak merasa percaya diri jika menatap mata lawan bicara secara langsung, maka Anda bisa mengalihkan mata Anda dengan melihat bagian rambut atau bagian hidung lawan bicara. Hal ini akan membantu Anda untuk menghilangkan rasa grogi maupun takut ketika berhadapan dengan pimpinan atau HRD.

6. Jangan berbicara sebelum diminta

Penting untuk diperhatikan, bahwa Anda tidak diperkenankan untuk berbicara sebelum diminta. Misalnya jika HRD belum meminta Anda untuk memperkenalkan diri, maka jangan sekali-kali memperkenalkan diri. Selain itu, ketika HRD sedang berbicara, sebaiknya jangan memotong pembicaraan. Karena hal ini memberikan kesan yang tidak sopan dan tidak profesional

Ingatlah, jangan asal berbicara saja artinya, Anda tidak diperkenankan untuk berbicara mengenai hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan atau perusahaan yang Anda lamar. Hindari menceritakan perihal masalah pribadi. Terkadang HRD juga menjebak kandidat dengan mempertanyakan hal-hal pribadi, seperti menanyakan apakah Anda sudah memiliki pacar atau pertanyaan yang lainnya. Sebaiknya Anda menjawabnya dengan profesional dan jangan terlalu jujur juga.

7. Berbicaralah dengan santai dan tenang

HRD tidak menyukai kandidat yang berbicara terlalu cepat dan tidak jelas. Sebaiknya Anda berbicara dengan nada yang santai, pelan dan tenang supaya HRD juga berantusias mendengarkan apa yang sedang Anda ceritakan. Jika Anda berbicara terlalu cepat, maka HRD akan menilai bahwa Anda tipe orang yang suka terburu-buru.

Anggaplah Anda sedang berbicara dengan teman, sehingga rasa takut, cemas dan grogi tidak akan membuat Anda gugup. Ingatlah, bahwa bicara Anda menunjukkan kepribadian diri yang Anda miliki. Sehingga pastikan bahwa setiap pembicaraan yang Anda ucapkan memiliki kualitas dan bobot. Berbicara dengan santai dan pelan justru menumbuhkan rasa percaya diri yang ada pada diri Anda. sedangkan HRD atau pimpinan menyukai kandidat yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Trik menghadapi interview kerja yang satu ini memang perlu dilatih dan berdasarkan pengalaman yang pernah dilalui. Namun semua itu sebenarnya masih bisa dipersiapkan.

8. Jangan sambil makan permen

Dengan alasan apapun Anda tidak diperkenankan untuk makan permen selama proses wawancara kerja berlangsung. Hal ini perlu diperhatikan dengan baik khususnya bagi para pemula yang belum pernah melakukan wawancara kerja sebelumnya. Karena makan permen ketika wawancara kerja dianggap sangat tidak sopan. Jika Anda melanggarnya maka sudah dipastikan bahwa Anda kandidat yang tidak terpilih.

Anda diperbolehkan makan permen apabila Anda masih berada di lobi atau di luar ruangan. Namun ketika Anda sudah dipanggil untuk memasuki ruang wawancara, jangan lupa untuk membuang permen terlebih dahulu. Meskipun hal ini dianggap sepele, namun hal kecil semacam ini seringkali diabaikan oleh para pemula. Padahal hal sekecil ini sangat berpengaruh pada hasil keputusan HRD.

9. Jangan kenakan aksesoris yang berlebihan

Meskipun mengenakan aksesoris dapat menunjang penampilan, namun jika aksesoris berlebihan tentu hal ini justru mencuri perhatian bagi orang-orang yang ada di sekitar Anda, termasuk HRD. Batasi penggunaan aksesoris khususnya bagi para wanita yang suka mengenakan perhiasan secara berlebihan. Meskipun Anda memiliki perhiasan dalam jumlah yang banyak sebaiknya tidak Anda perlihatkan ketika melakukan wawancara kerja.

Anda dapat melepaskan beberapa perhiasan ketika hendak melakukan wawancara kerja. Karena penggunaan aksesoris yang secara berlebihan menjadikan HRD kurang nyaman ketika berhadapan dengan Anda. Anda bisa mengenakan aksesoris yang simpel dan sederhana misalnya dengan menggunakan 1 cincin, kalung yang tidak terlalu berlebihan, jepit rambut yang tidak berlebihan. Meskipun berpenampilan simple namun tetap memberikan kesan rapi.

10. Jangan memberi jawaban sambil bercanda

Meskipun Anda tipe orang yang memiliki humoris tinggi, sangat disarankan untuk tidak memperlihatkan sifat humoris AAnda ketika sedang wawancara kerja. Meskipun berbicara sambil bercanda dapat menghilangkan rasa grogi dan canggung Anda, Namun Anda harus memperhatikan posisi dan porsinya. Jika Anda berhadapan dengan pimpinan atau HRD yang memiliki humoris yang tinggi, tentu hal ini tidak menjadi masalah.

Namun jika Anda berhadapan dengan HRD yang tidak bisa diajak bercanda, tentu hal ini bisa menjadi masalah yang besar bagi Anda. sebab itu kenali HRD terlebih dahulu sebelum mengajaknya bercanda. Cara ini harus Anda terapkan selama melakukan wawancara kerja di perusahaan mana pun, supaya wawancara Anda membuahkan hasil yang manis.

 

Baca Juga : 9 Contoh Surat Keterangan Kerja Dengan Berbagai Format

 

Pertanyaan Saat Interview

1. Ceritakan mengenai diri Anda

Pertanyaan interview   yang pertama yaitu, ketika pertanyaan hal ini mulai dihadapkan kepada Anda, maka Anda harus menjawabnya secara tepat. Karena jika memberikan jawaban yang tidak tepat maka hal ini menjadikan kualitas diri Anda diragukan pada pihak perusahaan. Pertanyaan ini akan seringkali muncul ketika Anda melakukan interview kerja. Sebab itu Anda harus memastikan bahwa Anda sudah mempersiapkan jawaban yang tepat.

Kesalahan yang paling umum ketika menjawab pertanyaan yang pertama ini yaitu, calon pekerja menceritakan mengenai dirinya yang telah tertulis dalam CV. Misalnya mengenai pendidikan, pengalaman kerja jalan masih banyak lagi. Anda harus mempersiapkan jawaban yang tepat untuk menghindari kesalahan dan rasa grogi saat berhadapan dengan HRD atau pimpinan.

2. Mengapa perusahaan harus menerima anda?

Pertanyaan yang kedua memang terlihat simpel dan singkat. Namun sayangnya banyak para calon tenaga kerja yang harus gagal mendapatkan pekerjaan akibat jawaban yang tidak tepat. Ketika Anda dihadapkan dengan pertanyaan ini, Anda harus menjawabnya secara tegas baik dan benar hal ini untuk meyakinkan HRD atau pimpinan perusahaan supaya menerima Anda.

Anda bisa menceritakan mengenai kelebihan yang Anda miliki namun jangan terlalu berlebihan. Jelaskan secara spesifik dan mendetail namun tidak terlalu umum atau general. Ketika Anda menyampaikan jawaban, sebaiknya katakan secara santai dan perlahan. Hindari mengucapkan kata terlalu buru-buru, karena hal ini justru HRD akan menilai Anda sebagai orang yang tidak tepat untuk perusahaan.

3. Berapa gaji yang Anda inginkan?

Sebelum Anda menjawab pertanyaan yang ketiga, diharapkan untuk mengetahui besar kisaran gaji yang telah ditetapkan perusahaan pada posisi yang saat ini Anda lamar. Anda sudah memiliki pengalaman yang cukup banyak, khususnya perihal posisi yang Anda harapkan saat ini, maka Anda dapat melakukan negoisasi pada pihak perusahaan.

Namun untuk Anda yang masih minim pengetahuan atau masih fresh graduate, Sebaiknya anda tidak menentukan besar gaji yang anda harapkan terlebih lagi jika gaji tersebut di atas penawaran perusahaan. Jika anda salah dalam menjawab pertanyaan ini maka sudah dipastikan Anda akan gagal.

4. Apa kelebihan dan kekurangan Anda?

Anda dapat menyebutkan dan mengutarakan apa saja yang menjadi kelebihan maupun kelemahan Anda. Namun pastikan bahwa kelemahan yang Anda miliki tidak merugikan perusahaan. Misalnya kekurangan Anda tidak bisa bangun pagi sehingga membuat Anda seringkali telat berangkat kerja, atau yang lainnya.

Anda bisa mencari kelemahan lain yang sekiranya tidak membuat HRD menolak Anda. Misalnya ceritakan bahwa Anda tipe orang yang mudah mengantuk, namun Anda memiliki cara lain supaya rasa kantuk tidak mengganggu ketika jam kerja yaitu dengan mengkonsumsi kopi.

Untuk kelebihan ceritakan kelebihan Anda dalam bekerja yang dapat menguntungkan bagi perusahaan. Misalnya Anda dapat mengoperasikan komputer dengan baik. Memiliki pengetahuan yang luas seputar posisi yang sedang Anda lamar karena sebelumnya Anda bekerja sebagai seperti posisi yang Anda lamar saat ini.

5. Mengapa ingin bekerja di perusahaan kami?

Pada saat Anda mendapatkan pertanyaan ini maka Anda harus berhati-hati ketika menjawabnya. Jangan sampai Anda membuat jawaban yang dapat menjelekkan perusahaan lain atau bahkan menggali kekurangan dari perusahaan yang Anda lamar. Sebab itu Anda harus menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan yang kelima ini.

Jawaban yang paling tepat untuk Anda jawab yaitu bahwa lowongan pekerjaan sesuai dengan posisi yang sedang Anda lamar. Anda bisa menjelaskan mengenai tujuan Anda untuk bekerja di perusahaan tersebut. Namun Jangan membawa soal pribadi yang mendasari jawaban Anda. misalnya bahwa ada saudara yang bekerja di perusahaan ini maupun yang lainnya.

6. Apakah Anda mempunyai rencana untuk melanjutkan pendidikan?

Sebelum menjawab pertanyaan ini Anda harus memperhatikan perusahaan mana yang Anda lamar. Karena mengingat tidak semua perusahaan memberikan izin untuk melanjutkan pendidikan bagi tenaga kerjanya. Sebab itu sebaiknya Anda tidak terlalu jujur mengenai pendidikan yang ingin Anda lanjutkan.

Sebab jika perusahaan yang Anda lamar tidak menyetujui jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka hal ini beresiko Anda akan ditolak untuk menjadi calon pegawai. Namun jika perusahaan tersebut memberikan dukungan pada pendidikan Anda, tentu tidak akan menjadi masalah bagi Anda yang ingin melanjutkan pendidikan. Anda dapat mencari tahu mengenai perusahaan tersebut melalui beberapa teman beberapa pegawainya.

7. Selain pendidikan formal apa anda mempunyai keterampilan yang lain?

Jawab pertanyaan ini dengan apa adanya.Jika Anda pernah kursus atau menempuh pendidikan non formal, Anda bisa menceritakan kepada HRD atau pimpinan. Ceritakan mengenai keterampilan yang Anda miliki, misalnya Anda pernah menempuh pendidikan non formal atau kursus komputer, kursus bahasa Inggris atau kursus yang lainnya.

Hal ini bertujuan supaya perusahaan bisa mengenal dan mengetahui keterampilan yang Anda miliki. Selain itu perusahaan juga memastikan bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk dipilih untuk mengembangkan perusahaan. Dengan begitu ceritakan apapun keterampilan yang Anda miliki supaya perusahaan bisa mempertimbangkan keterampilan Anda yang bisa mendukung pekerjaan Anda nantinya.

8. Apakah Anda bisa bekerja seorang diri maupun dalam tim?

Sebagai calon tenaga kerja, maka Anda harus bisa memberikan jawaban yang logis dan membuat pimpinan atau HRD yakin kepada Anda. Jika Anda dihadapkan pertanyaan semacam ini maka Anda harus menjawab dengan tegas untuk menyatakan bahwa Anda dapat bekerja dengan sendiri namun Anda juga tetap bisa bekerja dalam tim.

9. Seberapa jauh Anda mengetahui perusahaan kami?

Anda bisa menjawab bahwa perusahaan yang Anda lamar sudah Anda kenali dari awal dari beberapa teman yang bekerja pada perusahaan. Selain itu Anda juga bisa mengatakan mengenai produk yang dimilikinya, misalnya Anda sering melihat iklan produk yang di memiliki perusahaan. atau dengan alasan yang lainnya.

10. Apakah Anda siap untuk ditempatkan di luar kota?

jika perusahaan yang Anda lamar memiliki banyak cabang, tentu pertanyaan terakhir ini siap dihadapkan kepada Anda. Anda bisa menjawab sesuai dengan keinginan Anda disertai dengan alasan yang logis. Misalnya Anda tidak tersedia ditempatkan di luar kota maka Anda bisa memberikan alasan yang logis seperti karena Anda sudah berkeluarga atau alasan yang lain.

Namun jika Anda bersedia, Anda juga bisa memberikan alasan secara logis misalnya dengan Anda suka berada di tempat baru, maka Anda bisa mendapatkan pengalaman yang baik juga. Selain itu Anda juga akan bertemu dengan banyak orang dengan karakter yang tidak sama. Dengan jawaban yang logis maka HRD atau pimpinan akan menjadikan Anda sebagai bahan pertimbangan nya.

Cara Menghadapi Interview Pekerjaan

Sebelum Anda berangkat melakukan wawancara kerja, maka harus memiliki persiapan yang matang. Karena melalui wawancara kerja inilah yang akan menentukan diri Anda diterima atau tidaknya. Sebab itu jangan asal senang saja ketika Anda mendapatkan panggilan wawancara kerja. Karena Anda memiliki kewajiban yang harus dilakukan supaya diterima menjadi karyawan di perusahaan yang Anda impikan.

Untuk dijadikan bahan pertimbangan, Anda dapat mempersiapkan diri dengan memperhatikan tips menghadapi interview kerja seperti berikut ini:

1. Jaga kondisi kesehatan

Pastikan bahwa Anda datang wawancara kerja dalam kondisi yang sehat. Sebaiknya Anda tidur lebih awal jika keesokan harinya Anda harus melakukan interview kerja. Namun sebelum Anda tidur lebih awal, Pastikan semua berkas yang akan Anda bawa sudah dipersiapkan dengan baik. termasuk mempersiapkan pakaian yang rapi, bersih dan wangi.

Dengan mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, maka Anda tidak akan terburu-buru ketika hendak berangkat wawancara kerja. Perasaan yang terburu-buru maka dapat mengatakan segalanya. Sedangkan perusahaan tidak menyukai kandidat yang tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

2. Jangan sampai terlambat

Ada baiknya jika Anda datang lebih awal dari jam wawancara yang telah ditentukan. Misalnya Anda datang satu jam sebelum wawancara dilakukan. Karena lebih baik menunggu 1 jam daripada terlambat 1 menit. Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa perusahaan tidak menyukai kandidat yang datang terlambat.

Terlebih lagi untuk Anda yang baru melakukan wawancara kerja, maka jangan sampai memberikan kesan malas atau tidak tepat waktu hanya karena Anda datang terlambat. Untuk kesan pertama sangat disarankan bagi Anda untuk memperlihatkan hal yang terbaik. Termasuk datang lebih awal dari jam wawancara yang telah ditentukan.

3. Mintalah doa restu dan dukungan orang tua

Doa orang tua akan sangat berpengaruh pada hasil wawancara kerja Anda. Supaya wawancara kerja dapat berhasil, maka jangan lupa untuk meminta doa restu dari orang tua. Sebelum berangkat wawancara, Anda harus pamit dan mencium tangan kedua orang tua serta meminta dukungan supaya wawancara kerja bisa berjalan sesuai yang Anda harapkan.

Seperti yang Anda ketahui, tanpa diminta orang tua sudah mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Namun sebagai anak yang ingin meniti karir, maka Anda harus minta bekal kepada orang tua berupa doa restu. Meskipun hal ini dianggap sepele oleh sebagian orang, namun pada kenyataannya doa orang tua dapat merubah segalanya, termasuk mempersiapkan kesuksesan Anda dalam melakukan wawancara.

4. Anda harus tahu posisi kerja yang dibutuhkan

Sebelum Anda melakukan wawancara kerja, maka AAnda harus mengetahui posisi kerja yang sedang dibutuhkan perusahaan. Karena akan sia-sia jika Anda melamar kerja pada bagian posisi yang sedang tidak dibutuhkan perusahaan. Hal ini harus diperhatikan ketika di awal Anda memasukkan lamaran pekerjaan ke perusahaan tersebut.

Jika Anda sudah mengetahui posisi yang dibutuhkan perusahaan, maka langkah selanjutnya yaitu Anda harus mengetahui tugas yang harus dilaksanakan pada posisi kerja tersebut. Misalnya untuk posisi Manager, maka harus bisa mengatur jalannya perusahaan dan karyawannya. Sehingga Anda harus benar-benar mengetahui tugas dan tanggung jawab dari posisi kerja yang Anda lamar

5. Jadilah kandidat yang komunikatif

Tips menghadapi interview selanjutnya yaitu HRD atau pimpinan. Cara menghadapi interview HRD dapat dikatakan susah-suah gampang. HRD akan lebih menyukai kandidat yang komunikatif. Artinya, kandidat tersebut tidak menjawab pertanyaan secara singkat atau seadanya. Oleh sebab itu Anda harus memperlihatkan sikap komunikatif yang Anda miliki. Hal ini akan menjadikan komunikasi dua arah terjalin. Bahkan Anda pun juga akan rileks dan tidak grogi ketika berkomunikasi dengan pimpinan atau HRD.

Peerlu diketahui bahwa HRD atau pimpinan disini juga sama dengan user. Sehingga cara menghadapi interview user kurang lebih sama dengan HRD atau pimpinan perusahaan. Keep Communicatif as natural as u can.

Baca Juga :

12 Prospek Kerja Manajemen Terlengkap dan Terbaru

25+ Prospek Kerja Agribisnis dan Perkiraan Gaji yang Perlu Diketahui