Pengertian Impor adalah : Kebijakan, Tujuan, Contoh, Dll

4 min read

impor adalah

Impor adalah salah satu aktivitas perdagangan yang lazim sekali dilakukan oleh suatu negara. Hal itu umumnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri karena memang kekurangan stok ataupun tidak ada sama sekali. Tentu saja impor didasari dengan analisa dan penelitian yang mendalam supaya tidak mengganggu perekonomian dalam negeri serta sesuai dengan aturan yang ada.

Pada pembahasan artikel Jurnal Manajemen kali ini akan fokus pada materi mengenai Impor yang meliputi definisi, tujuan, kebijakan, contoh dan hal yang terkait. Selengkapnya dapat dilihat pada artikel berikut :

 

Baca Juga : [Lengkap] Pengertian Ekspor adalah : Kebijakan, Jenis, Contoh, Dll

 

Pengertian Impor

Sebelum menjelaskan mengenai impor secara umum, terlebih dahulu perhatikan beberapa pengertian impor menurut para ahli sebagai berikut.

  1. Astuti Purnamawati (2013) berpendapat bahwa Impor Adalah aktivitas membeli barang-barang dari luar negeri berdasarkan dengan aturan pemerintah, dimana pembayarannya menggunakan valuta asing.
  2. Marolop Tandjung (2011), mengatakan bahwa impor merupakan suatu aktivitas perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam negeri atau daerah pabean Indonesia berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang ada.
  3. Susilo Utomo (2008), berpendapat bahwa impor yaitu suatu aktivitas memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah pabean dalam negeri yang dijalankan oleh perwakilan dari kedua belah pihak negara yang bersangkutan, baik dari perusahaan maupun perseorangan.

Jadi, mengenai apa itu impor bisa diartikan sebagai suatu kegiatan perdagangan internasional yang dilakukan dengan cara memasukkan barang  ataupun jasa ke dalam negeri sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Misalnya Indonesia mengimpor produk atau barang elektronik dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Hal yang Terkait dengan Impor

Berdasarkan pengertiannya, impor bisa dikatakan sebagai kebalikan dari ekspor. Dalam hal impor ada beberapa unsur yang terkait supaya tetap bisa berjalan dengan baik dan maksimal, diantaranya adalah:

1. Importir

Importir adalah perseorangan ataupun lembaga yang mengimpor barang dari luar negeri dengan tujuan memperoleh keuntungan. Sedangkan, arti importir menurut Undang-Undang Perdagangan Pasal 1 nomor 19 yaitu lembaga, badan usaha, maupun perseorangan baik berbentuk badan hukum ataupun tidak yang melakukan impor barang.

2. Eksportir

Sedangkan eksportir merupakan perseorangan maupun badan usaha yang melakukan ekspor barang ke luar negeri. Tanpa adanya eksportir, importir tidak bisa melakukan aktivitas perdagangan tertentu sebab keduanya memiliki keterkaitan.

Jadi, ekspor dan impor adalah dua hal yang lazim dilakukan oleh setiap negara, terlebih adanya perjanjian antara kedua negara yang bersangkutan.

3. Komoditas impor

Komoditas impor sering disebut juga sebagai barang impor adalah setiap barang yang dibeli dari luar negeri berdasarkan syarat dan aturan yang berlaku. Jadi, tidak semua barang boleh didatangkan dari luar.

4. Bea masuk

Yaitu pungutan pemerintah atas setiap barang yang masuk dalam daerah pabean. Biaya tersebut jumlahnya sangat beragam tergantung jenis dan jumlah barang dan sebagainya. Jadi, setiap barang yang masuk dalam negeri akan dikenakan tarif atau biaya.

Sedangkan daerah pabean sendiri bagi Indonesia adalah seluruh wilayah Indonesia baik darat, laut, maupun udara dan tempat-tempat khusus sesuai dengan Landasan Kontinental dan Zona Ekonomi Eksklusif.

Kebijakan Terkait dengan Impor

Setiap negara yang melakukan impor tentu bukan tanpa aturan dan kebijakan. Sebab mereka mempunyai tujuan dan misi tersendiri untuk memutuskan dan melakukan impor. Kebijakan ini dibuat untuk mengatur supaya ada batasan dalam menjalankankan aktivitas pembelian barang dari luar negeri. Berikut adalah beberapa kebijakan tersebut.

1. Tarif

Tarif impor yaitu harga yang dan bea masuk untuk barang-barang yang diimpor. Tujuan adanya kebijakan tarif adalah untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Selain itu juga untuk melindungi atau tetap menghidupkan produk dalam negeri supaya laku dan bersaing di pasaran. Jadi, barang impor lebih mahal jika dibanding dengan barang buatan dalam negeri sendiri.

Negara yang menerapkan sistem perdagangan bebas akan memberikan tarif impor sangat rendah. Sedangkan negara dengan sistem perdagangan proteksi memasang tarif lebih tinggi supaya tetap menjaga stabilitas keuangan dan barang dalam negeri.

2. Kuota

Kuota impor adalah batasan jumlah suatu barang yang bisa dibeli dari luar negeri. Jumlahnya selalu sudah diperhitungkan dan ditetapkan sebelum melakukannya dengan tujuan tidak merugikan industri ataupun produk dalam negeri.

Namun, kuota ini tidak berlaku bagi negara yang menjalankan perdagangan bebas. Apabila kuota tersebut digunakan, maka justru mengganggu laju perdagangan antar negara lain dan bisa merugikan. Jadi, untuk membatasi jumlah barang yang diimpor dapat dilakukan dengan cara membuat kebijakan kuota hingga larangan impor jika memang sangat diperlukan.

3. Subsidi

Subsidi merupakan kebijakan berupa pemberian bantuan secara fisik maupun non-fisik oleh pemerintah kepada pelaku industri dalam negeri. Tujuannya untuk menekan dan menstabilkan harga produk dalam negeri dan tetap berlaku di pasaran di tengah-tengah adanya produk impor.

Hal itu mengingat seringkali harga barang impor jauh lebih rendah jika dibanding barang lokal. Sehingga, banyak konsumen yang lebih memilih produk impor karena harganya dan meninggalkan produk dalam negeri.

4. Larangan impor

Selain menetapkan kuota impor, pemerintah terkait juga menetapkan larangan impor. Larangan impor adalah kebijakan yang dilakukan oleh suatu negara untuk tidak mengimpor barang tertentu karena suatu hal seperti faktor ekonomi, politik, sosial, maupun budaya.

Contohnya yaitu Indonesia melarang dan membatasi impor bahan baku seperti produk plastik, ban, garmen, dan keramik. Sebab, semua bahan tersebut pada dasarnya sudah bisa dipenuhi oleh negara dari produk lokal sendiri.

Tujuan Impor

Setiap negara yang melakukan impor barang sudah melakukan penelitian, evaluasi, hingga pemikiran yang matang. Sehingga tidak mungkin mereka melakukan impor tanpa alasan, sebab ada tujuan dan maksud tersendiri dalam setiap aktivitas impor barang. Berikut adalah beberapa tujuannya.

1. Meningkatkan devisa negara

Impor dapat berperan penting dalam hal meningkatkan devisa negara, sebab adanya aliran valuta asing dalam negeri secara teratur. Terlebih jika hasil penjualan produk impor tersebut cukup maksimal, sehingga memberi keuntungan bagi perusahaan yang mengimpor.

Tak hanya itu, setiap barang impor yang masuk juga terkena bea masuk dan pajak sehingga bisa menambah pendapatan pajak pemerintah dan pendapatan ekonomi secara umum. Tentu saja, hal itu harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

2. Memperoleh bahan baku

Tidak semua negara mampu memenuhi seluruh kebutuhan bahan baku industri dan sebagainya. Karena itu, sebagian bahan baku tertentu sebuah negara harus diimpor dari luar negeri. Dengan begitu, mereka bisa memenuhi permintaan bahan baku dengan baik  dan kemudian mampu menghasilkan produk tertentu baik untuk kebutuhan lokal maupun ekspor.

3. Memenuhi kebutuhan teknologi modern

Begitu pula setiap negara memiliki kemampuan teknologi yang berbeda-beda. Ada yang teknologinya sangat canggih, cukup canggih, dan bahkan ada yang kurang. Hal itu disebabkan negara yang bersangkutan belum mampu menghasilkan atau memproduksi teknologi modern secara mandiri hingga kendala bahan baku.

Ditambah lagi setiap waktu modernitas terus tumbuh dan berkembang lebih maju dan setiap negara tertuntut untuk mengikuti arus tersebut. Sebab jika tidak, maka akan tertinggal dengan negara lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, suatu negara seperti Indonesia harus mengimpor dari luar negeri supaya tetap mengikuti arus modernisasi yang terus berkembang.

 

Baca Juga : Teori Perdagangan Internasional Lengkap : Manfaat, Tujuan, Kebijakan Dll

 

Contoh Komoditas Impor Indonesia

Ekspor dan impor adalah suatu kebijakan ataupun aktivitas yang lazim dilakukan oleh setiap negara, termasuk Indonesia. Mengingat Indonesia belum mandiri secara seutuhnya dalam memenuhi kebutuhan tertentu. Karena itulah Indonesia seringkali impor beberapa hal diantaranya adalah:

1. Barang elektronik

Kebutuhan dan permintaan barang elektronik di Indonesia sangatlah besar. Sementara itu, Indonesia sendiri belum bisa memenuhinya sendiri, sehingga harus mengimpor dari luar. Produk elektronik tersebut diantaranya adalah ponsel, komputer atau laptop, hingga produk elektronik rumah tangga semacam AC dan sebagainya.

Kebanyakan Indonesia mengimpor produk tersebut dari negara Asia Timur seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

2. Produk otomotif

Indonesia memang sudah memiliki industri otomotif sendiri seperti pabrik mobil, motor, dan alat transportasi lainnya. Namun, sebagian komponennya masih harus mengandalkan impor dari luar negeri. Umumnya Indonesia mendatangkan komponen tersebut dari Thailand dan Jepang, mengingat Jepang sendiri merupakan penghasil dan supplier produk otomotif terbanyak.

Selain itu, Indonesia juga masih mengimpor beberapa alat transportasi khusus seperti helikopter, pesawat, kapal laut, mobil, kereta cepat, dan sebagainya demi mengejar ketertinggalan kemajuan teknologi serta untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

3. Bahan pangan

Tak hanya itu, Indonesia juga mengimpor barang kebutuhan pokok berupa bahan pangan seperti beras, gula, garam, kedelai, cabai, susu, daging, bawang putih, hingga mentega. Memang petani di Indonesia juga mampu menghasilkan bahan tersebut, namun jumlahnya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar.

Secara umum, Indonesia mengimpor bahan-bahan tersebut dari Malaysia, Vietnam, India, Myanmar, Amerika Serikat, Argentina, dan Paraguay.

4. Bahan bakar minyak

Begitu pula dengan bahan bakar minyak Indonesia umumnya mengimpor dari Thailand, Arab Saudi, Malaysia, dan Afrika. Indonesia sendiri memiliki sumber bahan bakar minyak, namun ketersediannya semakin terbatas. Oleh karena itu, sebagian lagi harus mendatangkan dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan industri dan sebagainya.