Berbagai Jenis Gaya Kepemimpinan dan Penerapannya di Organisasi Maupun Perusahaan

3 min read

gaya kepemimpinan

Setiap Manajemen dalam organisasi baik yang skala kecil maupun besar seperti perusahaan dan instansi pasti memiliki seorang pemimpin yang bertugas menjadi nahkoda dari seluruh kegiatan yang dilakukan organisasi atau perusahaan. Posisi pimpinan ini memainkan peran yang sangat penting karena mampu menentukan ke mana arah perusahaan akan berjalan. Pemimpin haruslah seorang yang memiliki kemampuan dan kepribadian yang tepat agar mampu melaksanakan fungsinya dengan baik. Salah satu yang menjadi bagian dari seorang pemimpin dan memberikan pengaruh sangat besar kepada semua anggotanya adalah Gaya Kepemimpinan.

Definisi Gaya Kepemimpinan

Gaya kepemimpinan dalam organisasi menjadi bagian yang penting dalam mencapai kesuksesan. Oleh karena itu ada beberapa ahli yang membuat pernyataan mengenai pengertian gaya kepemimpinan ini. Berikut ini beberapa pengertian gaya kepemimpinan menurut para ahli :

  • Kartini Kartono (2008)

Menurut Kartini Kartono, gaya kepemimpinan adalah segala hal di dalam diri seorang meliputi kebiasaan, sifat, kepribadian maupun watak yang nantinya menjadi pembeda antara satu orang pemimpin dengan pemimpin lain dalam berhubungan dengan orang lain.

  • Wijaya Supardo (2006)

Wijaya Supardo menganggap gaya kepemimpinan merupakan cara seseorang dalam mempengaruhi pihak lain untuk mencapai suatu tujuan atau misi serta mengarahkan organisasi menggunakan cara-cara yang masuk akal.

  • Yayat Herujito

Menurut Yayat Herujito gaya kepemimpinan ini bukan bawaan merupakan dapat dilatih dan dipelajari. Lebih lanjut Yayat mengemukakan bahwa penerapan gaya kepemimpinan ini hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

 

Baca Juga : Berbagai Pendekatan Kepemimpinan dalam Organisasi

 

Dampak dan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

Berdasarkan pengertian dari gaya kepemimpinan tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor ini memiliki fungsi yang penting di dalam sebuah perusahaan. Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan tidak dapat dianggap remeh karena hal ini dapat menentukan kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang. Semakin tepat penggunaan tipe gaya kepemimpinan dengan lingkungan dan karyawan akan semakin baik kinerja yang dicapai. Indikator gaya kepemimpinan yang sukses dapat dilihat dari bagaimana kesuksesan yang diperoleh perusahaan sejalan dengan kesejahteraan yang diterima oleh karyawanya baik dari segi materi maupun moril.

Berbagai Jenis Gaya Kepemimpinan

Berdasarkan teori gaya kepemimpinan, ada beberapa jenis gaya memimpin yang bisa ditemui saat ini. Macam-macam gaya kepemimpinan ini memiliki nilai plus dan minusnya masing-masing dan penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada. Gaya kepemimpinan yang sama belum tentu dapat menghasilkan output yang serupa pula apabila diterapkan pada tipe karyawan yang berbeda. Adapun teori gaya-gaya kepemimpinan yang perlu Anda ketahui diantaranya :

  • Gaya Kepemimpinan Otokratis

Pada gaya kepemimpinan otoriter atau otokratis ini keberadaan pimpinan sangat dominan dalam setiap tindakan penting di perusahaan seperti peraturan, pengambilan keputusan, perumusan kebijakan dan lainnya. Kepemimpinan otokratis memusatkan kekuasaan pada diri pemimpin dan tidak memberikan ruang bagi pegawai untuk menyuarakan pikirannya. Umumnya gaya komunikasi yang digunakan oleh pemimpin dengan gaya kepemimpinan otokratis lebih ke arah komunikasi satu arah yang mengharuskan anggotanya menerima apapun yang dikatakan pimpinan.

  • Gaya Kepemimpinan Demokratis

Model gaya kepemimpinan ini keberadaan anggota sangat dihargai dan ikut terlibat langsung dalam pengambilan keputusan-keputusan penting. Pemimpin yang menggunakan gaya kepemimpinan ini sangatg menghargai kemampuan dan karakter setiap anggotanya untuk dapat berkontribusi langsung pada perusahaan. Pemimpin demokratis sangat terbuka dan mau memberikan penjelasan, pengarahan maupun bimbingan pada anggotanya mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Gaya demokratis ini memiliki koordinasi kuat pada tiap-tiap bagiannya karena setiap bagian memiliki tugas masing-masing yang akan dipertanggungjawabkan pada bagian di atasnya. Para pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini tidak menganggap dirinya paling benar dan mau mengakui kompetensi anggota di bidang keahliannya masing-masing. Beragamnya kemampuan anggota ini mampu dimaksimalkan oleh pimpinan untuk dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing agar pekerjaan dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.

  • Gaya Kepemimpinan Transformasional

Pada gaya kepemimpinan ini memiliki kelebihan karena mampu mengarahkan anggotanya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Pimpinan dengan gaya ini tidak segan untuk terlibat langsung dan membantu anggotanya agar dapat menyelesaikan tanggung jawab dengan baik. Pemimpin Bergaya Transformasional biasanya memiliki semangat dan pemikiran positif yang mampu menular kepada para anggotanya. Model kepemimpinan ini sangat memperhatikan kesejahteraan serta kemajuan individu pada tiap-tiap anggota. Tujuan utama dari kepemimpinan ini tidak bukan semata-mata tujuan organisasi namun tetap memperhatikan selurh sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.

  • Gaya Kepemimpinan Situasional

Jenis kepemimpinan ini cenderung lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi. Para pemimpin dengan gaya kepemimpinan ini menerapkan cara dan aturannya dengan menyesuaikan kesiapan dari tiap-tiap anggota. Gaya kepemimpinan ini dapat diubah dengan cepat apabila kondisi pekerja yang dihadapi juga berubah. Penerapannya dapat dilakukan dengan 4 metode yaitu:

  1. Memberitahu dan menunjukkan
  2. Melatih dan mengarahkan
  3. Mengikutsertakan karyawan dan memberikan dukungan
  4. Mendelegasikan dan mengawasi
  • Gaya Kepemimpinan Karismatik

Pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan ini cenderung mempunyai wibawa yang tinggi di hadapan para anggotanya. Anggota mengikuti para pemimpin dengan gaya ini berkat rasa kekaguman akan karisma serta rasa percaya diri yang ditampilkan pimpinan. Pemimpin karismatik dapat meyakinkan anggotanya dan mengarahkannya dengan cara yang penuh wibawa.

 

Baca Juga : Pengertian Kepemimpinan Beserta Fungsi dan Jenisnya

 

  • Gaya Kepemimpinan Transaksional

Pada gaya kepemimpinan ini mengutamakan adanya transaksi antara pimpinan dan anggota. Biasanya pemimpin dengan gaya ini membuat berbaga kesepakatan dengan anggotanya agar tujuan organisasi atau perusahaan dapat tercapai dengan baik. Bentuk kesepakatan ini diantaranya adalah adanya reward and punishment. Kesepakatan ini membuat anggota dapat memperoleh penghargaan jika mampu mencapai prestasi tertentu dan harus siap menerima sanksi apabila melanggar kesepakatan yang telah dibuat. Gaya kepemimpinan ini dapat melatih anggota untuk bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan memicu motivasi untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik melalui adanya reward.

  • Gaya Kepemimpinan Delegatif

Tipe kepemimpinan ini memberikan kebebasan pada tiap-tiap anggota untuk membuat keputusan dan caranya masing-masing untuk mencapai tujuan. Gaya kepemimpinan ini hanya dapat diterapkan pada kondisi tertentu yaitu ketika semua anggota sudah memiliki kemampuan yang mumpuni di bidangnya masing-masing. Penerapan gaya kepemimpinan delegatif pada anggota yang belum cukup matang baik secara kemampuan maupun mental justru dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan dan membuat tujuan utama tidak tercapai.

Masih ada banyak penjelasan yang dapat digali mengenai gaya dan cara memimpin. Ulasan-ulasan tersebut dapat Anda peroleh dari banyak sumber seperti internet maupun makalah gaya kepemimpinan. Perlu dicatat bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik maupun terburuk. Semua harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan dan anggota yang akan dihadapi. Semua gaya kepemimpinan ini memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Pergunakan gaya memimpin yang paling banyak memberikan manfaat dengan dampak negatif yang paling minim apabila diterapkan di lingkungan kerja Anda.