Etika Bisnis : Pengertian, Prinsip, Manfaat, Tujuan, dan Contoh

6 min read

etika bisnis

Apa Yang Dimaksud Dengan Etika Bisnis?

Secara singkat etika bisnis adalah prinsip dan aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tindakan dan keputusan dalam sebuah bisnis.

Langkah pertama dalam memahami etika bisnis adalah belajar mengenal masalah etika.

Etika adalah seperangkat standar moral untuk menilai apakah sesuatu itu benar atau salah, apa yang adil, apa yang tidak adil, apa yang baik, dan apa yang buruk dalam hal perilaku manusia.

Masalah etika adalah situasi di mana seseorang harus memilih antara serangkaian tindakan yang mungkin etis atau tidak etis. Ini membantu kita mengembangkan aturan dan prinsip (norma) untuk menilai dan membimbing dalam pengambilan keputusan yang berarti.

Jadi etika bisnis adalah sistem kepercayaan moral dan etika yang memandu nilai-nilai, perilaku dan keputusan organisasi bisnis serta individu-individu dalam organisasi itu. Beberapa persyaratan etis untuk bisnis ditetapkan menjadi undang-undang. Peraturan lingkungan, upah minimum regional adalah beberapa contoh etika bisnis yang ditetapkan pemerintah.

Etika bisnis dalam perusahaan adalah suatu bentuk etika terapan atau etika profesional yang meneliti prinsip-prinsip serta masalah etika dan moral yang muncul dalam lingkungan perusahaan. Juga dapat didefinisikan sebagai prinsip dan nilai tertulis maupun tidak tertulis, yang ditentukan oleh budaya perusahaan, yang mengatur tindakan dan keputusan dalam perusahaan itu. Ini berlaku untuk semua aspek perilaku bisnis, baik individu dan perusahaan maupun masyarakat.

Etika bisnis adalah istilah subyektif. Namun, mudah untuk mengidentifikasi praktek bisnis yang tidak etis, seperti mempekerjakan pekerja anak, menerima suap, atau secara ilegal menggunakan materi berhak cipta.

Tanpa adanya etika dalam berbisnis, bisa mengakibatkan persaingan tidak sehat antar perusahaan, kekacauan dalam lingkungan perusahaan, konsumen dirugikan, pencemaran lingkungan dan bahkan memunculkan praktek monopoli perdagangan.

Pengertian Etika Bisnis Menurut Para Ahli

  1. Velasques

Etika Bisnis adalah studi khusus tentang moral yang benar dan salah. Studi ini fokus pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi dan perilaku bisnis.

  1. Hill dan Jones

Etika Bisnis adalah suatu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral yang kompleks.

  1. Steade Et Al

Etika bisnis adalah standar etika yang berhubungan dengan tujuan dan cara mengambil suatu keputusan dalam sebuah bisnis.

  1. Sim

Etika Bisnis adalah karakter dalam menyampaikan integritas moral dan nilai-nilai yg konsisten dalam pelayanan kepada masyarakat, yang berkaitan dengan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi.

  1. Bertens (2000)

Etika bisnis merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam sebuah kegiatan bisnis seringkali ditemukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Apa Saja Prinsip Etika Bisnis?

Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang akan membentuk nilai, norma dan perilaku para pekerja, termasuk manajemen. Prinsip tersebut memberikan acuan tentang cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Etika Bisnis merupakan standar dan pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang baik, jujur, transparan dan profesional. Selain itu, etika bisnis mempunyai tujuan agar bisnis dapat dijalankan dan diciptakan seadil mungkin dan disesuaikan dengan hukum yang telah disepakati.

Aplikasi etika bisnis dalam perusahaan akan membentuk hubungan yang adil dan sehat antar rekan kerja, pemegang saham, pelanggan, hingga masyarakat.

 Berikut ini adalah prinsip-prinsip etika bisnis menurut  Sonny Keraf ( 1998) yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan :

  1. Prinsip kejujuran

Kejujuran adalah  prinsip dasar yang merupakan kunci  kesuksesan sebuah bisnis.Tanpa dilandasi prinsip kejujuran dalam semua aktivitasnya maka sebuah bisnis tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang.  Relevansi prinsip kejujuran ini adalah dalam hal pemenuhan syarat‐syarat perjanjian dan kontrak, dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding serta dalam hubungan kerja intern suatu perusahaan.

  1. Prinsip otonomi

Dalam prinsip otonomi seseorang dituntut untuk mempunyai sikap dan kemampuan dalam mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri dengan tepat serta bisa mempertanggungjawabkan keputusan tersebut.

Pelaku usaha  yang otonom mempunyai kesadaran penuh atas apa yang menjadi kewajibannya dalam bisnisnya.  Dia sadar dan tahu akan tindakannya, bebas dalam melakukan tindakannya, dan bertanggung jawab atas tindakannya, baik terhadap diri sendiri maupun kepada pihak lain yang terkait.

Perusahaan yang mempunyai prinsip otonomi bebas mengambil keputusan berdasarkan visi dan misinya tanpa bergantung kepada pihak lain sekaligus tidak bertentangan dengan pihak lain.

  1. Prinsip keadilan

Dalam prinsip keadilan, semua pihak terkait yang memberikan kontribusi langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis, akan mendapatkan perlakuan yang sama dan adil. Adil berarti sesuai dengan aturan yang berlaku dan sesuai hak masing-masing serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan prinsip keadilan maka tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

  1. Prinsip saling menguntungkan

Pada prinsip saling menguntungkan menuntut agar kegiatan bisnis yang dijalankan bisa menguntungkan semua pihak. Hal terpenting bahwa prinsip ini bisa mengakomodasi hakikat dan tujuan bisnis,  di mana pelaku usaha ingin mendapat keuntungan. Di isisi lain konsumen juga ingin mendapat barang atau jasa berkualitas yang memuaskan.

  1. Prinsip integritas moral

Dalam prinsip ini pelaku usaha dituntut untuk menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya dan nama baik perusahaannya. Prinsip ini merupakan tuntutan dan dorongan internal pelaku usaha dan perusahaan untuk menjadi yang terbaik dan dapat dipercaya masyarakat.  Penerapan prinsip ini harus dilakukan semua pihak, mulai dari pemilik, karyawan hingga manajemen.

Bagaimana Manfaat Etika Bisnis Bagi Suatu Perusahaan?

Etika bisnis yang baik dapat membantu membangun bisnis yang lebih kuat dan memberikan manfaat tidak hanya secara eksternal, tetapi juga secara internal kepada staf dan perusahaan secara keseluruhan.

Berikut adalah manfaat etika bisnis bagi sebuah perusahaan :

  • Memberikan keunggulan kompetitif di mata pelanggan

Perusahaan yang menerapkan etika bisnis yang baik akan mendapatkan kepercayaan dan memiliki citra yang baik dari pelanggannya. Hal ini bisa meningkatkan reputasi perusahaan yang pada gilirannya, dapat meningkatkan penjualan. Pelanggan merasa lebih yakin membeli barang yang diproduksi secara etis dan bertanggung jawab.

  • Meningkatkan kebahagiaan karyawan

Ketika perusahaan memiliki etika bisnis yang baik, maka karyawan akan merasa lebih nyaman dan betah bekerja yang pada akhirnya akan meningkatkan loyalitas karyawan dan meningkatkan Produktivitas.

Tingkat kebahagiaan karyawan meningkat saat kesejahteraan dan kenyamanan diutamakan dan diperhatikan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Ini juga dapat memberikan perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dalam hal rekrutmen karyawan, di mana perusahaan lebih mudah  untuk mempekerjakan karyawan yang paling berkualitas. Karyawan juga merasa nyaman dan ingin bertahan dalam bisnis untuk jangka panjang ketika bekerja pada perusahaan yang memiliki etika bisnis yang kuat.

  • Menarik lebih banyak investor

Calon investor dan pemegang saham cenderung tertarik pada perusahaan yang menjunjung tinggi etika bisnis. Ini merupakan keuntungan karena investor akan lebih cenderung untuk terus mendanai perusahaan. Etika bisnis yang kuat berarti juga kualitas yang menarik bagi investor. Khususnya dalam menginvestasikan uang mereka ke perusahaan, menjaga harga sahamnya tetap tinggi. 

Berbisnis dengan perusahaan yang menjunjung tinggi etika bisnis akan membuat investor dan pihak ketiga lainnya merasa aman dan tenang. Khususnya untuk menginvestasikan uang mereka. Mereka tidak akan merasa takut ditipu atau dicurangi. Meningkatnya jumlah investor yang mencari perusahaan yang beroperasi secara etis, mendorong lebih banyak perusahaan untuk menangani masalah etika bisnis dengan lebih serius.

  • Bermanfaat untuk masyarakat

Selain bermanfaat bagi perusahaan dengan menarik pelanggan, investor, dan karyawan. Etika bisnis yang baik akan memiliki dampak yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan.

Untuk mempertahankan reputasi dan citra positif, perusahaan harus berkomitmen untuk beroperasi dengan menunjung tinggi etika bisnis. Khususnya etika yang ramah lingkungan, perlakuan yang baik terhadap karyawan, dan praktek pasar yang baik dalam hal perlakuan dan harga pelanggan. Perusahaan peduli tentang sumber bahan mereka secara berkelanjutan dan memproduksi produk mereka dengan cara yang ramah lingkungan.

Lebih ramah terhadap lingkungan pada akhirnya bermanfaat bagi masyarakat. Ini juga berarti konsumen dapat mulai menjadi lebih sadar akan etika bisnis. Kemudian memilih perusahaan yang menjunjung tinggi moral yang kuat untuk membantu praktek etika bisnis yang berkelanjutan.

Tujuan Etika Bisnis

Setelah memahami pengertian, prinsip dan manfaat etika bisnis, kita juga perlu tahu apa tujuan penerapan etika bisnis yang baik.

Tujuan etika bisnis adalah untuk mengevaluasi perilaku manusia dan mendorong standar moral yang akan menentukan cara bertindak secara lebih baik dalam situasi tertentu. Hal tersebut menuntun manusia sehingga tidak berperilaku yang dapat merugikan pihak lain yang berhubungan dengan bisnis tersebut.

Bisnis yang memiliki etika baik pada akhirnya tidak akan pernah merugikan pihak lain. Hal seperti tidak melanggar hukum atau aturan yang berlaku dan tetap membuat suasana yang kondusif pada bisnisnya merupakan poin peting.

Etika bisnis yang baik juga secara signifikan bertujuan untuk meningkatkan reputasi perusahaan, yang mempunyai pengaruh besar untuk menarik dan mempertahankan stakeholder. Stakeholder yang dimaksud seperti pelanggan,  investor, dan karyawan serta meningkatkan penjualan.

Etika Bisnis Dan Tanggung Jawab Sosial

Di atas sudah dijelaskan bahwa etika bisnis yang baik akan memiliki dampak yang lebih baik juga bagi masyarakat secara keseluruhan.

Perusahaan mempunyai tanggungjawab sosial kepada pelanggan, karyawan, pemegang saham, kreditor, lingkungan serta komunitasnya. Tanggung jawab sosial  merupakan suatu kepedulian perusahaan bahwa keputusan bisnis dapat memberikan dampak baik maupun buruk kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Penerapan etika bisnis dan tanggung jawab sosial yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memudahkan perusahaan menjalankan visi dan misinya, sehingga membentuk citra positif perusahaan di mata masyarakat yang lebih luas.

Etika Bisnis Dalam Islam

Jika berbicara tentang etika khususnya etika bisnis, jika dihubungkan dengan agama, maka yang terlintas adalah apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang. Sehingga pasti ada aturan-aturan  bisnis yang yang dalam pelaksanaannya didasarkan pada nilai dan aturan dalam agama.

Dalam etika bisnis Islam, pelaku usaha melakukan kegiatan bisnis yang saling menguntungkan sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam.

Islam telah memberikan aturan dan ketentuan bagaimana melakukan kegiatan perdagangan yang sesuai dengan syariah. Dalam etika bisnis syariah harus terdapat etika-etika yang mencerminkan ketentuan dan pelaksanaan sistem syariah sesuai dengan ajaran Islam. Etika-etika yang sesuai syariah ini penting untuk ditegakkan. Hal ini dikarenakan akan memberikan rasa aman dalam menjalankan kegiatan usaha. Selain itu dapat memberikan manfaat yang merata sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat memberikan dampak yang positif.

Terdapat beberapa contoh aktivitas bisnis yang sesuai dengan etika dalam Islam. Beberapa diantaranya antara lain tidak memproduksi barang haram, bebas dari unsur riba, tidak melakukan penipuan dll.

Etika Bisnis dan Profesi

Etika bisnis dan profesi merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam etika bisnis dan profesi tidak boleh ada yang dirugikan, tetapi harus menguntungkan semua pihak yang terkait. Dengan penerapan etika bisnis dan profesi secara tepat maka keberhasilan dan kelangsungan bisnis akan lebih terjamin dalam jangka panjang.

Sebuah profesi tertentu memiliki komitmen moral yang tinggi. Umumnya dituangkan dalam bentuk aturan khusus dan menjadi pegangan setiap orang yang mengemban atau menjalankan profesi yang bersangkutan. Ini merupakan aturan main dalam mengemban atau menjalankan profesi tersebut, yang biasanya disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi.

Demikian penjelasan Jurnal Manajemen mengenai  etika bisnis, pengertian, prinsip, manfaat  dan tujuannya tanpa memandang besar-kecilnya suatu perusahaan. Melalui etika bisnis diharapkan pada akhirnya akan meningkatkan reputasi dan daya saingnya. Semoga materi etika bisnis ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta bisa menjadi bahan untuk makalah etika bisnis.

Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *