[Lengkap] Pengertian Ekspor adalah : Kebijakan, Jenis, Contoh, Dll

5 min read

Eskpor adalah

Ekspor adalah salah satu aktivitas ekonomi dan bisnis yang tentu dilakukan oleh setiap negara. Negara dengan penghasilan produk tertentu yang berlebih bisa mengekspor barang tersebut kepada negara lain dengan ketentuan dan aturan khusus. Dengan begitu, negara lain juga bisa terbantu dalam memperoleh kebutuhan yang belum dimilikinya.

Selain ekspor juga ada impor yang berarti sebaliknya, dimana suatu negara membeli produk atau hasil alam tertentu dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhannya. Adanya ekspor impor tersebut bisa mempererat hubungan antara dua negara atau lebih dan saling membantu satu sama lainnya, meskipun tidak terlepas dari kepentingan bisnis serta keuntungan.

Pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan fokus membahas mengenai ekspor. Pembahasan akan disajikan secara mendetail mulai dari definisi, kebijakan, jenis, dan contoh-contohnya. Informasi selengkapnya dapat disimak pada pembahasan berikut ini :

 

Baca Juga : Pengertian Impor adalah : Kebijakan, Tujuan, Contoh, Dll

 

Pengertian Ekspor

Anda mungkin masih penasaran apa itu ekspor dan seluk beluk yang berkaitan dengannya. Jadi, ada beberapa pengertian ekspor yang dikemukakan oleh ahli, diantaranya adalah:

  1. Bambang Triyoso dan Susilo Utomo (2004), berpendapat bahwa ekspor merupakan sistem perdagangan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam negeri ke luar negeri berdasarkan ketentuan yang berlaku. Aktivitas ekspor juga mencakup seluruh barang maupun jasa yang dijual negara tertentu ke negara lain.
  2. Menurut J. Einardi, ekspor adalah seluruh produk baik barang ataupun jasa yang dijual ke penduduk suatu negara lain. Selain itu juga ditambah dengan adanya jasa-jasa yang dilakukan kepada penduduk negara tujuan berupa angkutan permodalan dan hal lain yang berkaitan dengan aktivitas ekspor.
  3. Marolop Tanjung (2011), berpendapat bahwa ekspor merupakan pengeluaran barang dari suatu daerah pabeanan Indonesia untuk dikirim ke luar negeri berdasarkan ketentuan yang berlaku, khususnya mengenai peraturan kepabeanan.
  4. Amir M.S (2004) mengatakan bahwa ekspor yaitu upaya menjual komoditas dari Indonesia ke negara lain. Tujuannya adalah mengharap pembayaran dalam bentuk valuta asing dan melakukan komoditi menggunakan bahasa asing.
  5. Menurut Roselyn Hutabarat (1996), arti ekspor yaitu aktivitas perdagangan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan barang dalam negeri ke luar wilayah pabean Indonesia berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, secara umum Ekspor Adalah aktivitas perdagangan baik barang maupun jasa dari dalam negeri ke luar negeri berdasarkan aturan dan ketentuan yang berlaku. Misalnya ekspor Indonesia berupa kelapa sawit yang berguna sebagai bahan bakar, minyak nabati, hingga minyak industri ke negara lain seperti Tiongkok, Amerika Serikat, India, Pakistan, Belanda, Spanyol, Italia, dan Mesir.

Hal-Hal yang Berkaitan dengan Ekspor

Ada beberapa hal serta istilah yang selalu berkaitan dengan aktivitas ekspor ini, diantaranya adalah:

1. Eksportir

Merupakan perseorangan maupun badan usaha yang menjual barang ataupun jasa ke luar negeri. Jika jumlah barang yang ekspor sangat banyak, maka alurnya harus berada di bawah pengawasan bea cukai. Tentu saja barang tersebut yang diekspor harus memenuhi aturan dan syarat.

2. Importir

Adalah perseorangan ataupun badan usaha yang mengimpor barang atau jasa dari negara tertentu.

3. Beacukai

Beacukai ini sebenarnya merupakan lembaga pemerintah yang mengurus bidang ekspor impor. Namun, secara khusus mempunyai arti sendiri, dimana berasal dari dua kata yaitu bea yang berarti pemungutan dari pemerintah terhadap komoditas ekspor maupun impor. Sementara cukai yaitu pemungutan atas barang yang karakteristiknya ditetapkan dalam undang-undang cukai.

4. Komoditas ekspor

Komoditas ekspor adalah barang-barang ataupun jasa dalam suatu negara yang dijual ke luar negeri. Komoditas tersebut bisa berupa bahan mentah, setengah jadi, maupun barang jadi. Selain itu juga berupa hasil alam seperti pertanian, pertambangan, hingga perkebunan.

Kebijakan Terkait dengan Ekspor

Dalam perdagangan internasional, khususnya bidang ekspor ada aturan dan kebijakan tersendiri yang dilakukan oleh suatu negara untuk meningkatkan nilai barang hingga memaksimalkan ekspor ke luar negeri, diantaranya adalah:

1. Kuota ekspor

Kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang dijual ke luar negeri. Hal itu sifatnya ada yang dilakukan secara suka rela dan ada yang sesuai dengan perjanjian hingga aturan dari pemerintah.

Tujuannya agar negara pengekspor bisa memperoleh harga jual yang lebih tinggi dan keuntungan maksimal. Dengan begitu pula, muncul kuota produksi untuk menyesuaikan aturan pembatasan tersebut. Jadi, kuota ekspor adalah salah satu kebijakan penting dalam menjaga kualitas maupun kuantitas komoditas hingga menambah keuntungan.

2. Larangan ekspor

Larangan ekspor adalah kebijakan pemerintah dalam hal perdagangan internasional, dimana tidak memperbolehkan menjual barang ke luar wilayah pabean negara tertentu atau ke luar negeri. Kebijakan tersebut biasanya dilatarbelakangi oleh banyak hal seperti faktor ekonomi, politik, sosial, maupun budaya.

Adapun contoh larangan ekspor adalah Indonesia melarang ekspor rotan demi memenuhi kebutuhan dalam negeri sendiri, mengingat banyak sekali industri mebel yang membutuhkan bahan baku berupa rotan. Sebab, mebel sendiri termasuk komoditas ekspor yang sangat laku di pasaran luar negeri dengan harga jauh lebih tinggi.

3. Kebijakan dumping

Selain larangan ekspor, biasanya pemerintah juga melakukan kebijakan lain seperti halnya dumping. Dumping sendiri adalah mengekspor atau menjual suatu barang ke luar negeri dengan harga yang lebih rendah jika dibanding di dalam negeri, bahkan di bawah harga produksi.

4. Pemberian premi

Untuk meningkatkan ekspor pemerintah bisa melakukan pemberian premi kepada perseorangan maupun badan usaha yang melakukan ekspor. Premi bisa berupa fasilitas fisik, bantuan biaya produksi, dan sebagainya.

5. Diskriminasi harga

Merupakan salah satu kebijakan pemerintah, dimana menentukan harga ekspor yang berbeda kepada negara tujuan satu dengan yang lainnya. Misalnya Indonesia menjual tekstil ke negara A lebih murah daripada ke negara B atau C.

Hal itu bisa disebabkan oleh faktor perjanjian perdagangan dengan negara yang bersangkutan hingga untuk menarik produsen yang lebih banyak dan keuntungan maksimal.

6. Perdagangan bebas

Adalah kebijakan pemerintah yang membebaskan aktivitas ekspor maupun impor. Keuntungannya berupa harga barang impor yang lebih murah, biaya ekspor yang lebih rendah, hingga kualitas barang terjamin.

Jenis-Jenis Ekspor

Ekspor bisa dilakukan dengan beberapa metode atau cara, tergantung keputusan perusahaan terkait maupun aturan yang ada. Jadi, secara umum kegiatan ekspor ada dua jenis yaitu:

1. Ekspor langsung

Yaitu menjual komoditas ekspor melalui bantuan perantara yang ada di negara tujuan. Jadi, dalam melaksanakan perdagangan dilakukan oleh perwakilan pihak perusahaan atau perantara.

Kelebihannya yaitu lebih terkontrol dalam Pendistribusian. Sayangnya juga memiliki kekurangan yaitu membutuhkan biaya akomodasi yang lebih tinggi hingga hambatan perdagangan dan perlindungan dari negara tujuan.

2. Ekspor tidak langsung

Adalah menjual barang ataupu jasa ke luar negeri melalu perantara yang ada di negara tujuan. Kemudian perantara tersebut menjual kembali kepada perusahaan atau perseorangan. Umumnya jenis ekspor ini dilakukan lewat perusahaan menejemen ekspor dan perusahaan yang mengekspor.

Kelebihannya adalah bahan produksi lebih terpusat dan sumberdaya manusia di dalamnya bisa bekerja maksimal tanpa harus melakukan aktivitas ekspor langsung. Namun juga memiliki kelemahan yaitu minim kontrol.

 

Baca Juga : Teori Perdagangan Internasional Lengkap : Manfaat, Tujuan, Kebijakan Dll

 

Tujuan Ekspor

Setiap negara pasti mengekspor komoditas tertentu ke negara lain. Biasanya komoditas yang diekspor tersebut memang diproduksi atau dimiliki secara berlebih dan tidak ada di negara lain, khususnya negara tujuan ekspor. Tentu hal itu bukan tanpa alasan atau sekedar membantu negara lain yang membutuhkan saja, namun masih ada tujuan lain, diantaranya adalah:

1. Memperoleh harga jual yang lebih tinggi

Harga jual komoditas akan lebih tinggi jika diekspor daripada dijual di dalam negeri sendiri.  Terlebih di negara tujuan tidak banyak tersedia, tidak memproduksi, ataupun tidak memiliki barang tersebut.

2. Supaya memperoleh keuntungan dalam bentuk devisa

Tak hanya keuntungan dalam hal nilai mata uang atau harga jual saja, dengan mengekspor juga bertujuan agar mendapat keuntungan berupa devisa dan hal itu tentu tidak akan terjadi jika hanya menjual barang atau jasa di dalam negeri. Adapun devisa ini juga sangat berharga serta dapat menaikkan stabilitas ekonomi negara yang mengekspor.

3. Menjaga stabilitas kurs valuta asing

Semakin banyak negara yang mengekspor barang ataupun jasa, maka stabilitas kurs valuta asing akan tetap stabil dan bahkan bisa meningkat. Hal itu disebabkan adanya aliran mata uang asing yang selalu berjalan dengan baik di suatu negara.

4. Mengendalikan harga produk ekspor di dalam negeri

Jika komoditas tersedia secara berlebihan dalam suatu negara, maka harganya tidak bisa stabil dan bahkan bisa anjlok. Hal itu bisa diatasi dengan cara mengekspornya ke luar negeri sesuai dengan aturan yang ada.

5. Membuka pasar baru di negara lain

Dengan melakukan ekspor, suatu negara bisa membuka pasar baru di negara lain dan menjadi langganan. Terlebih jika jumlah komoditas ekspor selalu stabil dalam setiap periode hingga meningkat dalam jangka waktu tertentu, maka akan semakin mudah dan berpeluang dalam membuka banyak pasar baru di luar negeri.

Contoh Komoditas Ekspor Indonesia

Sebagaimana penjelasan di atas bahwa komoditas ekspor adalah mencakup banyak hal baik barang, jasa, dan sebagainya. Indonesia sendiri mengekspor berbagai macam hasil alam ataupun bahan setengah jadi. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Hasil pertanian

Indonesia memiliki tanah yang subur ditambah lagi iklim yang memadai, sehingga berpengaruh terhadap hasil pertanian maupun perkebunan. Hal itulah yang menjadikan komoditas pertanian maupun perkebunan Indonesia berbeda dengan negara lain macam Eropa dan Amerika.

Adapun hasil pertanian dan perkebunan yang diekspor Indonesia meliputi rempah-rempah, kelapa sawit, kopra, cengkih, kopi, teh, kakao, dan karet. Tujuan ekspor untuk hasil tersebut yaitu ke Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Jerman, Italia, hingga Brasil.

2. Hasil perhutanan

Begitu pula Indonesia memiliki lahan hutan yang sangat luas, sehingga bisa mengekspor hasil hutan. Diantaranya meliputi mangrove, cendana, angsana, meranti, ulin, eboni, hingga kruing.

3. Hasil industri dan kerajinan

Indonesia juga seringkali mengekspor hasil industri khususnya di bidang makanan seperti halnya mie instan hingga produk kopi jadi. Selain itu juga ada hasil kerajinan seperti mebel, tekstil, dan masih banyak lagi.

4. Jasa

Jasa merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yaitu mengirim tenaga kerja ke luar negeri dengan syarat, ketentuan, ataupun aturan yang berlaku. Sebagian besar Indonesia mengirimnya ke Hongkong, Malaysia, hingga Arab Saudi. Tenaga kerja Indonesia di luar yang sudah bekerja akan mengirimkan uang ke Indonesia, sehingga bisa menambah devisa negara.

5. Migas

Indonesia termasuk negara dengan penghasilan migas yang cukup banyak. Tujuan negara untuk komoditas ini adalah Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Tiongkok, dan Jepang. Sayangnya ekspor minyak bumi Indonesia semakin menurun, mengingat barang tersebut merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui, sehingga ketersediannya juga menjadi terbatas.