Pengantar Ekonomi Makro : Pengertian, Teori, Contoh, Dll

7 min read

ekonomi makro

Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang paling sering diitemui dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa menemukan penerapan studi tersebut dalam kegiatan sehari-hari seperti saat berbelanja kebutuhan rumah tangga maupun hingga berinvestasi. Kajian ilmu ekonomi sejatinya memiliki cakupan yang cukup luas, salah satunya adalah Ilmu Ekonomi Makro.

Ekonomi makro dan mikro memang perlu dipelajari antara satu dan yang lain. Namunbertolak belakang dengan rekannya  yaitu ilmu ekonomi mikro, ilmu ekonomi makro mempelajari ruang lingkup yang jauh lebih luas. Ilmu ekonomi yang juga sering disebut sebagai makro ekonomi ini, pada intinya mempelajari seluk beluk ilmu ekonomi secara menyeluruh serta tidak hanya pada beberapa bagian tertentu saja.

Oleh karena pentingnya pembahasan mengenai ekonomi makro maka Jurnal Manajemen akan membahas mengenai hal yang berkaitan dengan teori ekonomi makro. Selengkapnya dapat disimak pada pembahasan berikut ini :

 

Baca Juga : Pengantar Ekonomi Mikro : Pengertian, Ruang Lingkup, Contoh, Dll

 

Pengertian Ekonomi Makro

Guna memahami lebih detail tentang ilmu ekonomi makro, ada baiknya Anda menyimak definisi dari ilmu makro ekonomi tersebut sebagai pengantar ekonomi makro. Ilmu makro ekonomi sejatinya merupakan sebuah studi ilmu ekonomi yang mencakup secara keseluruhan atau seluruh aspek-aspek perekonomian.

Pada ilmu makro ekonomi menjelaskan perubahan-perubahan ekonomi yang mana begitu banyak memberikan pengaruh bagi masyarakat luas, perusahaan maupun pangsa pasar.

Ilmu makro ekonomi merupakan Studi Ilmu Ekonomi yang memiliki tujuan sebagai analisis upaya terbaik dalam memberikan pengaruh terhadap target-target kebijaksanaan berupa adanya Pertumbuhan Ekonomi, Stabilitas Harga, tenaga kerja hingga ketercapaian keseimbangan neraca yang saling berkesinambungan.

Para ahli ekonomi turut serta dalam memberikan opini mereka terkait apa itu ekonomi makro.  Adapun pengertian-pngertian tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Pengertian makro ekonomi menurut Boediono

Salah satu ahli ekonomi Indonesia yang menerbitkan buku ekonomi tersebut memaparkan bahawa makro ekonomi merupakan suatu kajian ilmu yang mempelajari tentang intisari atau pokok ekonomi, baik itu ekonomi dalam jangka pendek maupun ekonomi dalam jangka panjang meliputi stabilitas serta pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara.

2. Pengertian makro ekonomi menurut Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld

Ahli ekonomi berikutnya yakni Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubinfeld turut serta dalam mendefiniskan pengertian makro ekonomi yakni sebuah bidang ilmu yang menangani variabel agregat ekonomi. Adapun variabel agregat ekonomi yang dimaksud di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Inflasi
  • Angka pengangguran.
  • Suku bunga,
  • Tingkat serta rerataan pertumbuhan produksi dalam skala nasional.

3. Pengertian makro ekonomi menurut Samuelson dan Nordhaus

Ahli ekonomi berikutnya yang ikut berpartisipasi dalam memberikan opini mereka terkait makro ekonomi ialah Samuelson dan Nordhaus. Menurut kedua ahli ekonomi tersebut, makro ekonomi merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang mana mempelajari serta melakukan pengamatan kinerja perekonomian secara keseluruhan dan komprehensif.

4. Pengertian makro ekonomi menurut Sadono Sukirno

Ahli ekonomi dari Indonesia berikutnya yakni Sadono Sukirno ikut serta dalam memberikan definisi makro ekonomi. Menurut Sadono Sukirno ekonomi makro adalah sebuah cabang maupun ranting ekonomi yang mana mempelajari tentang segala aktivitas utama perekonomian secara komprehensif terhadap berbagai macam persoalan pertumbuhan ekonomi.

 

Baca Juga : Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro : Teori dan Contohnya [Lengkap]

 

Teori Ekonomi Makro

Selaras dengan ilmu ekonomi mikro, makro ekonomi sejatinya juga mempunyai beberapa teorinya sendiri. Adapun teori dari makro ekonomi di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Teori makro ekonomi terkait kebijakan pemerintah

Teori makro ekonomi pertama adalah kebijakan pemerintah. Kebijakan pemerintah disini berkaitan erat dengan ruang lngkup pengangguran. Tahukah Anda bahwa tingkat pengangguran di suatu negara tidak akan pernah terlepas dari ilmu ekonomi itu sendiri. Sudah seharusnya pemerintah melakukan berbagai macam kebijakan upaya atau cara guna mengatasi problematika tersebut.

Pemerintah bisa mengatasi problematika seputar pengangguran tersebut dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan moneter maupun Kebijakan-Kebijakan Fiskal. Kebijakan moneter sendiri merupakan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah guna mempengaruhi atau melakukan stimulus terhadap jumlah uang yang keluar atau beredar luas di tangan masyarakat (money suplay).

Kebijakan fiskal dalam makro ekonomi sejatinya merupakan langkah atau cara pemerintah dalam melakukan perubahan terhadap struktur serta jumlah pajak maupun pengeluaran yang mana memiliki tujuan guna memberikan pengaruh terhadap segala aktivitas terkait perekonomian.

2. Teori makro ekonomi terkait penentuan tingkat kegiatan perekonomian negara

Teori kedua dari makro ekonomi adalah tentang penentuan tingkatan aktivitas perekonomian pada suatu negara. Pada analisis terkait penentuan tingkat aktivitas perekonomian suatu negara tersebut menjelaskan tentang sejauh mana suatu perekonomian bisa menghasilkan produk maupun jasa.

Di samping itu, analisis makro ekonomi ini juga akan memberikan rincian atau detail dari pengeluaran agregat atau secara meneyeluruh menyangkut pengeluaran rumah tangga, pengeluaran dari suatu perusahaan, pengeluaran dari pemerintah dan urusan ekspor impor.

3. Teori makro ekonomi terkait agregat

Teori ketiga dari makro ekonomi ialah urusan agregat. Jika pengeluaran secara menyeluruh tidak bisa mencapai tingkatan yang terbilang ideal, maka akan terjadi permasalahan pada perekonomian. Guna merealisasikan peluang kesempatan kerja yang lebih baik lagi serta mengontrol laju inflasi, maka sebaiknya pengeluaran agregat harus berada pada tingkatan yang dibutuhkan.

Ruang Lingkup Ekonomi Makro

Sebagaimana mikro ekonomi, ilmu ekonomi makro juga memiliki ruang lingkup sendiri. Ruang lingkup makro ekonomi  pada hakikatnya mempelajari hal-hal seputar ekonomi secara keseluruhan.  Adapun ruang lingkup atau materi ekonomi makro terbagi menjadi tiga macam yaitu pendapatan dan pengeluaran, pengangguran serta inflasi dan deflasi.

1. Ruang lingkup makro ekonomi berupa pendapatan dan pengeluaran

Ruang lingkup pertama dari makro ekonomi ialah pendapatan dan pengeluaran. Adapun pendapatan maupun pengeluaran yang dimaksudkan dalam ruang lingkup makro ekonomi tersebut ialah pendapatan dan pengeluaran nasional.

Pengeluaran nasional sebenarnya adalah keseluruhan dari total nilai seluruh produksi negara pada masa serta waktu yang telah ditentukan. Adapun pendapatan nasional tersebut biasa diukur menggunakan produk domestik bruto. Dengan demikian, segala pengaluaran nasional yang dijual tersebut aka menghasilkan pendapatan negara.

2. Ruang lingkup makro ekonomi berupa pengangguran

Ruang lingkup kedua dari makro ekonomi ialah pengangguran. Pengangguran ialah salah satu dari ruang lingkup makro ekonomi yang mana memiliki pengertian berupa orang yang tidan bekerja serta tidak memiliki penghasilan walaupun berada dalam usia produktif.

Di dalam ilmu ekonomi, data jumlah pengangguran dapat diukur berdasarkan angka pengangguran yakni presentase pekerja-pekerja tanpa pekerjaan yang ada di dalam angkatan kerja atau berada dalam usia yang seharusnya produktif.

3. Ruang lingkup makro ekonomi berupa inflasi dan deflasi

Ruang lingkup ketiga dari makro ekonomi ialah inflasi dan deflasi. Bagi yang pernah atau sedang mempelajari ilmu ekonomi, tentu tidak asing dengan kedua istilah ini. Inflasi merupakan suatu kenaikan harga barang sedangkan deflasi adalah penurunan harga barang. Para ahli ekonomi biasanya mengukur perubahan-perubahan harga tersebut menggunakan indeks harga.

Tujuan Ekonomi Makro

Ilmu makro ekonomi sejatinya dapat memberikan bantuan khususnya dalam hal memahami maupun melakukan penyelesaian segala permasalahan terkait perekonomian itu sendiri serta dapat digunakan sebagai alat atau instrumen penentu arah kebijakan yang hendak diambil. Secara rinci tujuan kebijakan ekonomi makro di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Membantu meningkatkan kapasitas produksi.
  2. Meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat luas.
  3. Mengendalikan laju inflasi yang terjadi pada suatu negara.
  4. Melakukan peningkatan terhadap adanya pendapatan nasional.
  5. Menjaga kestabilan perekonomian.
  6. Menyeimbangkan neraca pembayaran luar negeri.
  7. Membantu pemerataan Distribusi pendapatan.
  8. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada suatu negara.

Masalah Ekonomi Makro

Kajian ilmu makro ekonomi merupakan kajian ilmu ekonomi yang menjelaskan adanya perubahan ekonomi dalam skala besar yang mana dapat memberikan pengaruh terhadap masyarakat dari perusahaan beserta pasarnya.  Tahukah Anda bahwa kajian makro ekonomi seringkali berhubungan dengan permasalahan keuangan dalam suatu negara.

Adapun permasalahan yang berhubungan dengan ilmu makro ekonomi atau permasalahan ekonomi makro  di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Persoalan kemiskinan dan pengangguran

Permasalahan pertama yang memiliki kaitan dengan ilmu makro eknomi ialah persoalan kemiskinan dan pengangguran.

Salah satu sumber permasalahan tersebut berkaitan dalam suatu bisnis yang memiliki target marketing masyarakat menengah ke bawah. Dengan target marketing tersebut, tentu akan membuat masyarakat yang termasuk ke dalam golongan tersebut akan mengalami kesulitan dalam meningkatkan pendapatan mereka.

Jerat target marketing tersebut tentu sangat berpengaruh pada penghasilan masyarakat tersebut. Miniimnya tingkat pendapatan bersih masyarakat tersebut pun semakin diperparah dengan jumlah pengangguran yang tinggi.

2. Persoalan pertumbuhan ekonomi

Permasalahan kedua dari ilmu makro ekonomi berhubungan dengan adanya pertumbuhan ekonomi. Adapun pertumbuhan ekonomi yang dimaksud ialah perubahan ekonomi yang terjadi pada suatu negara dari periode pertama menuju periode berikutnya.

Suatu pertumbuhan ekonomi senantiasa memberikan pengaruh pada tingkatan produksi dari suatu perusahaan. Salah satu pengaruh yang terjadi pada tingkatan produksi dari suatu perusahaan ialah inflasi yang tidak bisa dikenadalikan.

Inflasi hadir membuat kenaikan harga bahan baku atau bahan dasar berimbas pada pembengkakan biaya produksi. Hal ini tentu bisa berpengaruh juga bagi kelangsungan suatu bisnis. Secara tidak langsung sebetulnya ilmu makro ekonomi tidak bisa lepas dari dinamika bisnis yang ada pada suatu negara baik itu bisnis yang baru dirintis maupun yang telah berlangsung lama.

3. Permasalahan perbankan dan kredit macet

Permasalahan terkait ilmu makro ekonomi berikutnya ialah urusan perbankan dan adanya kredit macet. Tahukah Anda bahwa faktor hutang luar negeri serta inflasi yang dialami bisa menyebabkan gangguan terhadap sistem perbankan yang ada di suatu negara seperti halnya di Indonesia ini.

Perbankan yang mengalami kesulitan likuiditas seringkali disebabkan karena banyaknya usaha yang macet akibat beban hutang tersebut. Dengan demikian, bisnis-bisnis atau perusahaan-perusahaan yang mendapatkan suntikan dana dari bank akan memperoleh imbasnya. Kesulitan tersebut pun akan berbuntut pada sulitnya mengembangkan bisnis ke ranah yang lebih luas lagi.

4. Permasalahan nilai tukar terhadap hutang luar negeri

Persoalan terakhir yang memiliki kaitan dengan ilmu makro ekonomi ialah permasalahan nilai tukar terhadap hutang luar negeri.

Permasalahan nilai tukar atau kurs mata uang tersebut sejatinya sudah menjadi persoalan yang cukup krusial dalam suatu negara khususnya Indonesia. Bahkan krisis mata uang terbesar di Indonesia pernah terjadi pada tahun 1997. Tentu Anda masih ingat dengan peristiwa tersebut, bukan?

Krisi nilai tukar rupiah tersebut juga berpengaruh bagi devisa negara. Selain itu, dampak buruk dari krisis tersebut ialah banyaknya sector swasta yang melakukan pinjaman luar negeri. Bagi perusahaan-perusahaan yang mengadakan kerjasama luar negeri tersebut tentu akan mendapatkan masalah besar apabila terjadi krisis nilai tukar rupiah tersebut.

Krisis nilai tukar tentu akan memberikan pengaruh bagi pengembalian dana pinjaman ke luar negeri dengan jumlah yang cukup besar. Hal tersebut tentu saja sangat memberatkan bagi para perusahaan-perusahaan tersebut.

Di samping itu, hutang luar negeri juga tidak akan mendapatkan perlindungan atau covering dari negara. Hal tersebut bisa menjadikan pembengkakan hutang apabila terjadi depresiasi nilai tukar mata uang tersebut. Permasalahan ini nampaknya merupakan sebuah permasalahan yang cukup besar bagi kajian ilmu makro ekonomi.

Contoh Ekonomi Makro

Untuk memperjelas pengetahuan Anda terkait ilmu ekonomi makro, maka ada baiknya Anda menyimak contoh ilmu makro ekonomi. Sebab baik itu ilmu makro ekonomi maupun ilmu mikro ekonomi, keduanya memiliki contoh tersendiri yang bisa Anda pahami untuk mengetahui perbedaan ekonomi mikro dan makro.

Anda bisa menemukan contoh dari ilmu makro ekonomi di makalah ekonomi makro dengan lebih detail dan jelas yang bisa Anda jumpai baik di perpustakaan maupun toko buku terdekat. Adapun beberapa contoh dari ilmu makro ekonomi di antaranya ialah sebagai berikut.

1. Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi merupakan suatu proses perubahan situasi pada suatu negara secara berkesinambungan satu sama lainnya untuk menuju kepada kondisi yang jauh lebih baik lagi selama kurun waktu tertentu.

2. Tingkat pengangguran

Tingkat pengangguran ialah suatu presentase yang mengingkan pekerjaan, akan tetapi presentase tersebut belum mendapatkan pekerjaan.

3. Kebijakan makro ekonomi

Kebijakan ekonomi makro merupakan suatu kebijakan ekonomi yang dibuat oleh pemerintah dengan mencakup keseluruhan aspek ekonomi pada tingkatan nasional.

4. Peluang kerja

Peluang kerja merupakan suatu kesempatan atau peluang yang diberikan bagi para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

5. Pendapatan nasional

Pendapatan Nasional ialah jumlah pendapatan yang diterima oleh keseluruhan rumah tangga keluarga atau RTK pada suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya tahunan).

6. Inflasi

Inflasi ialah suatu indikator atau ukuran guna menyaksikan tingkat perubahan dan umumnya dianggap terjadi apabila terjadi proses kenaikan harga secara terus-menerus dan saling mempengaruhi satu sama lainnya.

7. Deflasi

Deflasi ialah suatu suatu masa atau periode yang mana harga-harga barang di pasaran mengalami penurunan secara kontinyu.

 

Baca Juga : Penjelasan Inflasi dan Deflasi Terlengkap

 

8. Pendapatan per kapita

Pendapatan per kapita sejatinya adalah suatu ukuran atau besaran pendapatan rerata masyarakat pada suatu negara tertentu.

9. Ekpor

Ekspor merupakan suatu kegiatan  penjualan produk barang ke luar negeri dengan menggunakan sistem pembayaran hingga syarat penjualan lainnya yang telah disetujui oleh pihak eksportir atau importer.

10. Impor

Impor adalah suatu proses transaksi transportasi barang dari luar negeri menuju dalam negeri yang terjadi secara legal atau sah di mata hukum.

11. Investasi pemerintah

Investasi pemerintah merupakan suatu penempatan dana maupun barang yang mana dilakukan oleh pemerintah pusat dalam jangka waktu yang cukup panjang atau dalam kurun waktu tertentu.

12. Kerjasama antar negara di dunia

Kerjasama antar negara di dunia merupakan suatu jalinan kerjasama terkait ekonomi dalam cakupan negara-negara yang cukup luas di dunia.