Diferensiasi Sosial : Pengertian, Bentuk, Ciri, Contoh, Dll

7 min read

Diferensiasi Sosial

Bagi Anda yang tengah mempelajari ilmu sosiologi dan antropologi, tentu tidak asing dengan istilah diferensiasi sosial. Istilah tersebut dimuat dalam materi pembelajaran Struktur Sosial, yang mana mempelajari seluk beluk tatanan kehidupan sosial seorang individu maupun bagian dari suatu Kelompok Sosial Masyarakat.

Bagi Anda yang masih merasa asing dengan istilah social difference tersebut, maka ada baiknya untuk menyimak ulasan Jurnal Manajemen seputar sub materi dalam kajian bidang ilmu sosiologi dan antropologi tesebut seperti berikut :

 

Baca Juga : Teori Perubahan Sosial : Pengertian, Bentuk, Ciri, Contoh, Dampak, Dll

 

Pengertian Diferensiasi Sosial

Di dalam kehidupan sosial masyarakat, tentu Anda pernah merasakan perbedaan. Sebagai contoh ketika ada sebagian orang memiliki warna mata hitam dan sebagain lainnya berwarna cokelat. Kemudian, ada sebagian orang yang gemar mengikuti kegiatan amal dan sebagian lagi gemar mengikuti arisan.

Pada ilmu kajian bidang sosiologi dan antropologi, perbedaan-perbedaan tersebut disebut dengan diferensiasi sosial. Lantas, apa yang dimaksud dengan diferensiasi sosial?

Bagi Anda yang belum mengetahui apa yang dimaksud diferensiasi sosial, maka sebenarnya hal tersebut merujuk pada penggolongan masyarakat secara horizontal atau sejajar. Mengacu pada penggolongan yang dilakukan secara horizontal bagi masyarakat tersebut, maka penggolongan tersebut sesungguhnya tidak bertujuan untuk membentuk kelompok-kelompok yang jauh lebih unggul.

Jika dilihat dari sudut pandang negara Indonesia, yang mana memiliki begitu banyak perbedaan baik dari segi suku, bahasa, budaya hingga agama, maka hal ini lebih akrab disebut sebagai kemajemukan sosial. Akan tetapi, apabila ditinjau dari segi profesi serta jenis kelamin, maka hal tersebut disebut sebagai heterogenitas sosial.

Diferensiasi Sosial adalah suatu wujud nyata dari struktur sosial yang ada dalam suatu kelompok masyarakat. Jadi, social difference akan dikelompokkan berdasarkan ciri tertentu. Dengan demikian, apabila ada yang menanyakan kepada Anda atau meminta Anda untuk jelaskan pengertian diferensiasi sosial maka diharapkan Anda sudah bisa menjawabnya dengan baik.

Ciri Ciri Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial memiliki beberapa ciri yang menjadi penandanya. Adapun ciri-ciri dari social difference tersebut yang dapat Anda ketahui ialah sebagai berikut.

1. Ciri-ciri fisik dari social difference

Apabila dilihat dari segi fisik, social difference merupakan suatu cara penggolongan masyarakat yang terjadi akibat adanya perbedaan umum terkait fisik atau kondisi tubuh seseorang. Adapun yang termasuk ke dalam contoh perbedaan fisik tersebut di antaranya ada pada bentuk mata, warna mata, warna rambut bentuk rambut dan warna kulit.

2. Ciri-ciri sosial dari social difference

Jika ditinjau dari sisi sosial, maka social difference merupakan suatu cara penggolongan masyarakat yang didasarkan pada ciri-ciri sosial. Hal tersebut biasanya terjadi akibat perbedaan status sosial pada masyarakat yang bersangkutan tersebut. Adapun yang termasuk ke dalam contoh perbedaan dari ciri-ciri sosial di antaranya jabatan, profesi, gengsi, kekuasaan, wewenang, peranan dan sebagainya.

3. Ciri-ciri kebudayaan dari social difference

Apabila dilihat dari segi kebudayaan, maka social difference adalah suatu cara penggolongan masyarakat yang didasarkan adanya perbedaan sudut pandang seorang individu atau bagian masyarakat yang satu dengan seorang individu atau bagian masyarakat lainnya.

Pada dasarnya yang ditekankan pada ciri-ciri kebudayaan dari social difference bisa Anda lihat pada perbedaan keyakinan atau agama, norma, nilai hingga adat istiadat yang berlaku pada lingkungan masyarakat yang bersangkutan tersebut.

Bentuk Bentuk Diferensiasi Sosial

Tahukah Anda bahwa sebenarnya diferensiasi sosial terdiri atas berbagai macam jenis atau bentuk. Adapun yang termasuk ke dalam bentuk-bentuk atau jenis-jenis social difference tersebut di antaranya sebagai berikut.

1. Diferensiasi berdasarkan ras

Ras merupakan salah satu penyusun social difference. Lantas, sudahkah Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan ras? Pada hakikatnya, ras adalah suatu kelompok manusia yang mempunyai bawaan berupa ciri-ciri fisik yang sejenis atau bersifat sama. Sebagai contoh adalah ras mongoloid yang mempunyai kulit kuning dan coklat, ras kaukasoid yang berkulit putih dan ras negroid berkulit hitam.

Ras mongoloid biasanya merujuk pada fenotipe umum dari sebagian besar penghuni kawasan Asia Utara, Asia Tenggara, Asia Timur, Madagaskar, India Timur, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oseania. Ras mongoloid biasanya mempunyai rambut berwarna hitam lurus serta mempunyai kelopak mata yang sipit.

Ras kaukasoid biasanya merujuk pada fenotipe umum dari sebagian besar penghuni Eropa, Afrika Utara, Pakistan, Timur Tengah hingga India Utara. Anggota ras kaukasoid seringkali disebut sebagai ras kulit putih karena memang anggota ras kaukasoid berkulit putih. Ciri lain dari ras kaukasoid di antaranya mempunyai rambut hitam atau pirang, berhidung mancung, berbibir tipis dan berbadan tinggi.

Ras negroid merujuk pada fenotipe umum dari sebagian besar penghuni benua Afrika. Adapun ciri lain yang lebih spesifik dari ras negroid di antaranya memiliki rambut cenderung keriting dan kasar, mempunyai rongga hidung luas dan bulat, memiliki wajah yang menonjol pada bagian dagu serta mempunyai gigi yang besar dan kuat.

2. Diferensiasi berdasarkan suku bangsa

Suku bangsa adalah bentuk berikutnya dari social difference. Yang dimaksud dengan ciri-ciri suku bangsa lebih mendasar dan umum berkaitan dengan asal usul, tempat asal hingga urusan kebudayaan. Jadi, suku bangsa itu sendiri bisa dimaknai sebagai suatu hasil sistem kekerabatan yang lebih luas.

Seperti halnya Indonesia yang begitu tersohor dengan istilah negeri yang beragam, tidak dapat dipungkiri pula bahwa Indonesia mempunyai begitu banyak suku bangsa yang tersebar hingga ke pelosok nusantara.

Di pulau Sumatera terdapat beberapa suku bangsa seperti Aceh Gayo, Batak, Medan, Mandaling, Padang, Minangkabau, Jambi, Bengkulu, Palembang, Mentawai, Melayu Enggano dan Nias. Kemudian di pulau Jawa terdapat beberapa suku bangsa seperti sunda, Jawa, Tengger, Madura, Tambur, Banten dan Betawi.

Pulau Kalimantan memiliki berbagai suku bangsa di antaranya Dayak, Banjar dan Balungin. Berikutnya, pulau Sulawesi mempunyai berbagai suku bangsa seperti bugis, Makassar, Luwu, mandar, To Seko, Banjar, sangir, Toraja, Toli-Toli, Minahasa, Bolaang Mongodow dan Gorontalo.

Anda bisa menemukan suku bangsa Ende Lio, Bali, Bima, Sasak, Lombok, Manggarai, Ngada, Dompu dan Timur Rote di kepualauan Nusa Tenggara. Di samping itu, Anda juga bisa menjumpai suku bangsa Ternate, Tidore, Dani, Waigeo, Biak,Yapen dan Asmat di kepulauan Maluku dan Papua.

3. Diferensiasi berdasarkan klan

Penyusun lain dari diferensiasi kehidupan sosial ialah klan. Klan dapat didefinisikan sebagai kelompok kekerabatan yang besar. Klan bisa berupa kesatuan genealogis, religio magis dan tradisi. Adapun klan yang sering dikenal ialah klan yang didasarkan pada garis keturunan ibu atau multilateral dan garis keturunan ayah atau patrilineal.

Di Indonesia, garis keturunan ibu atau multilateral banyak dijumpai pada masyarakat suku bangsa Minangkabau. Kemudian, garis keturunan ayah atau patrilineal begitu banyak dijumpai pada masyarakat suku bangsa Batak.

4. Diferensiasi berdasarkan agama

Penyusun berikutnya dari diferensiasi kehidupan sosial adalah agama. Jadi, penggolongan diferensiasi tersebut didasarkan pada agama, keyakinan atau kepercayaan yang dianut. Di negara Indonesia terdapat beberapa agama yang banyak dianut oleh masyarakat luas seperti Islam, Hindu, Budha, Kriten. Katholik dan Konghucu.

Selain enam kepercayaan mayoritas tersebut, masih terdapat beberapa kepercayaan lainnya yang juga dianut oleh masyarakat Indonesia seperti kepercayaan Kaharingan, Kejawen dan Parmalim.

5. Diferensiasi berdasarkan jenis kelamin

Jenis kelamin juga merupakan salah satu bagian penyusun diferensiasi kehidupan sosial. Jadi, jenis kelamin adalah kategori yang ada dalam masyarakat yang didasarkan pada adanya perbedaan seks atau jenis kelamin. Perbedaan tersebut bisa diketahui berdasarkan organ reproduksi, suara, bentuk tubuh hingga sifat.

Diferensiasi kehidupan sosial berdasarkan jenis kelamin tersebut umum dilihat dari kedudukan yang lebih tinggi dalam suatu perusahaan bagi laki-laki dibanding perempuan. Bukan hanya pada perusahaan saja, akan tetapi diferensiasi tersebut juga sering ditemukan pada bidang politik.

6. Diferensiasi berdasarkan profesi

Selanjutnya, diferensiasi kehidupan sosial tersebut juga bisa disusun berdasarkan profesi. Yang dimaksud dengan diferensiasi berdasarkan profesi ialah suatu pengelompokkan atau penggolongan masyarakat yang mengacu pada jenis pekerjaan maupun profesi yang diampu. Perbedaan profesi tersebut diketahui juga akan mengubah perilakunya.

Sebagai contoh adalah seseorang yang memiliki profesi tentara tentu akan mempunyai perilaku yang berbeda dari seseorang yang memiliki profesi guru.

7. Diferensiasi berdasarkan asal daerah

Terakhir, diferensiasi berdasarkan asal darah adalah suatu penggolongan maupun pengelompokkan masyarakat yang didasarkan pada asal daerah. Asal daerah senantiasa akan memberikan pengaruh pada cara berpakaian, gaya hidup hingga persoalan tatanan rumah.

Pengaruh Diferensiasi Sosial

Pada dasarnya, diferensiasi sosial bukan merupakan suatu permasalahan sosial. Meski demikian tidak lantas tidak ada pengaruh bagi kehidupan bermasyarakat. Diferensiasi tersebut memberikan pengaruh kepada masyarakat sebagai bentuk reaksi atas adanya perbedaan sosial. Lantas, apa sajakah pengaruh diferensiasi kehidupan sosial tersebut?

1. Etnosentrisme

Pengaruh etnosentrisme muncul sebagai pandangan yang cenderung menganggap bahwa kelompoknya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok lain. Contohnya adalah jabatan abdi dalem Keraton Surakarta yang hanya bisa dipercayakan kepada seseorang yang memiliki asal daerah Surakarta sebagai wujud pengabdian total oleh Keraton Surakarta tersebut.

2. Rasisme

Rasisme muncul sebagai pengaruh diferensiasi tersebut yang mempunyai pandangan diskriminasi berdasarkan perbedaan fisik maupun warna kulit. Adapun contoh atau wujud dari rasisme adalah kasus politik apartheid yang ada di Afrika Selatan. Selain itu, contoh lain dari kasus rasisme ialah melakukan bullying terhadap perempuan.

3. Politik aliran

Politik aliran merupakan salah satu wujud dari pengaruh diferensiasi yang ada pada suatu kelompok masyarakat. Jadi, politik aliran terjadi apabila suatu kelompok tertentu dikelilingi oleh organisasi lainnya yang mempunyai kemiripan atau kesamaan pandangan dan ideology tertentu. Contoh dari politik aliran ialah adanya Konflik Sosial antara penganut agama Katholik dengan penganut agama Prostestan di Irlandia.

4. Primordialisme

Primordialisme adalah salah satu bentuk dari adanya pengaruh diferensiasi yang terjadi pada suatu kelompok masyarakat. Primoridalisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada seseorang. Contoh primordialisme adalah diskriminasi terhadap orang Papua.

Selain contoh tersebut, contoh lain dari primordialisme ialah budaya sungkeman pada tradisi suku Jawa, adanya gerakan separatis Papua hingga anggapan orang Padang bahwa nasi Padang lebih enak dibanding nasi lainnya.

Contoh Diferensiasi Sosial

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri hingga ke bentuknya, maka untuk melengkapi informasi yang dapat Anda peroleh terkait diferensiasi status sosial ada baiknya Anda menyimak contoh-contohnya sebagai berikut.

1. Adanya penggolongan sekelompok masyarakat berdasarkan ras.

Berkesempatan menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ternama dunia, Stan Lee yang berasal dari China digolongkan sebagai bagian dari ras mongoloid. Di kelasnya, Thomas yang berasal dari Amerika Serikat digolongkan sebagai bagian dari ras kaukasoid.

2. Adanya penggolongan sekelompok masyarakat berdasarkan status sosial.

Berkesempatan menjadi murid SMA ternama di ibukota, Laila yang berasal dari keluarga dengan perekonomian biasa bisa menjadi teman satu kelas Dara yang berasal dari keluarga dengan perekonomian menengah ke atas.

3. Adanya penggolongan sekelompok masyarakat berdasarkan profesi

Tinggal di desa yang sama, Ali yang berprofesi sebagai guru turut serta dalam acara kerja bakti rutinan bersama Aldrian yang berprofesi sebagai dokter gigi.

 

Baca Juga : Lembaga Sosial : Pengertian, Fungsi, Contoh, Ciri, Dll

 

Stratifikasi dan Diferensiasi Sosial

Di dalam kehidupan sehari-hari, Anda tentu akrab dengan perbedaan. Bahkan perbedaan-perbedaan yang bisa Anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari tersebut pun begitu beragam. Tahukah Anda bahwa perbedaan itu sendiri berangkat dari struktur sosial aau pola-pola yang mengatur kehidupan sehari-hari dalam lingkungan masyarakat setempat.

Diferensiasi dan Stratifikasi Sosial hadir sebagai bagian dari struktur sosial tersebut. Jadi, sturktur sosial sebenanrnya memiliki kandungan dimensi perbedaan sosial, yang mana bersifat vertikal disebut sebagai stratifikasi sosial dan yang bersifat horizontal disebut sebagai diferensiasi struktur sosial.

Diferensiasi yang merupakan salah satu unsur penyusun struktur sosial merupakan pembeda masyarakat secara horizontal, yang mana tidak terdapat kelas sosial yang timbul sebagai akibat dari diferensiasi tersebut.

Pada diferensiasi, masyarakat dikategorikan berdasarkan perbedaan-perbedaan yang setara seperti halnya perbedaan ras, suku bangsa, klan hingga agama.

Stratifikasi sosial yang juga merupakan salah satu unsur penyusun struktur sosial merupakan pembeda masyarakat secara vertikal yang memicu kemunculan tingkatan atau hierarki dan kelas-kelas sosial lainnya. Adapun dasar-dasar yang digunakan untuk menggolongkan masyarakat dalam stratifikasi sosial tersebut di antaranya kekayaan, kekuasaan, keturunan serta pendidikan.

Di negara Indonesia ini, stratifikasi sosial memiliki 3 wujud yang berbeda. Adapun wujud dari stratifikasi sosial di antaranya perbedaan kepemilikan ekonomi, stratifikasi sosial dalam wujud kasta serta stratifikasi politik dalam wujud kekuasaan. Baik diferensiasi maupun stratifikasi sosial, keduanya sama-sama memiliki pengaruh tersendiri bagi masyarakat atau lingkungan sekitar.

Adapun pengaruh diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial dalam kehidupan sehari-hari di antaranya sebagai berikut.

1. Stratifikasi

  • Aspek kesehatan

Masyarakat dengan perekonomian menengah ke atas senantiasa akan mampu untuk memiliki akses terhadap berbagai macam fasilitas kesehatan yang lebih baik seperti halnya mendapatkan fasilitas rumah sakit yang berkualitas.

Berbeda dari masyarakat kelas menengah ke atas, masyarakat yang termasuk ke dalam golongan masyarakat menengah ke bawah memiliki ketidakmungkinan untuk memperoleh akses yang baik seperti halnya masyarakat dengan perekonomian menengah ke atas. Hal ini bisa menjadikan penyakit yang sepele sekalipun bisa menjadi penyakit yang mematikan.

  • Aspek pendidikan

Pada aspek pendidikan, faktor sosial dan politik senantiasa akan sangat berpengaruh. Tidak jauh dari aspek kesehatan pada aspek pendidikan, masyarakat dengan perekonomian menengah ke atas senantiasa bisa mengakses pendidikan yang mempunyai kualitas baik.

Bertolak belakang dari hal tersebut, masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah akan minim memperoleh akses pendidikan yang berkualitas baik.

2. Diferensiasi

  • Diskriminasi

Diskriminasi hakikatnya adalah suatu perbedaan yang disengajakan. Seperti yang belum lama ini terjadi di bidang politik Indonesia. Diskriminasi itu sendiri merupakan hal yang tabu untuk dilakukan. Walau hingga saat ini pun masih marak terjadi.

  • Interaksi sosial

Interaksi antar masyarakat sangat dibutuhkan, meskipun di dalam kelompok masyarakat tersebut terdapat perbedaan suku, agama, ras dan klan. Interaksi sosial tidak semata-mata hanya dalam hal positif saja, melainkan jika terjadi konflik sosial maka itupun merupakan bagian dari interaksi sosial.