Ciri Ciri Ikan Bandeng : Anatomi, Makanan, Habitat, SIklus Hidup Dll

3 min read

ciri-ciri ikan bandeng

Ikan bandeng merupakan jenis ikan yang bisa dibilang favorit masyarakat Indonesia. Anda bisa dengan mudah menemukan ikan jenis ini di hampir seluruh wilayah Indonesia. Jenis olahan ikan bandeng juga cukup beragam seperti ikan bandeng presto, otak-otak bandeng, hingga nasi bandeng. Ciri-ciri ikan bandeng juga cukup mencolok sehingga tidak susah membedakannya dengan ikan jenis lain.

Berikut penjelasan Jurnal Manajemen mengenai ciri atau karakteristik Ikan Bandeng :

Artikel Terkait Artikel Terkait
Manfaat Ikan Bandeng Umpan Ikan Bandeng
Budidaya Ikan Bandeng Harga Ikan Bandeng

Ciri Ciri Ikan Bandeng

Ikan bandeng dikenal dengan nama milkfish. Ikan ini dinamai milkfish bukan tanpa alasan. Daging ikan bandeng memiliki warna putih, tekstur yang halus, dan rasa yang unik seperti susu, sehingga ikan jenis ini diberi nama milkfish.

Selain diberi nama milkfish, beberapa negara menyebutnya dengan Bangos, Bolu, Ibiya, dan Awa. Ikan ini merupakan jenis ikan purba karena sudah hidup dari berjuta-juta tahun yang lalu. Ikan bandeng merupakan ikan nasional dari negara tetangga kita, yaitu Filipina. Penetapan ikan bandeng sebagai ikan nasional dari negara ini karena budidaya ikan bandeng dianggap pertama kali dilakukan di Filipina sehingga pemerintah Filipina menetapkan ikan ini sebagai ikan nasional.

1. Kepala ikan bandeng

Kepala Bandeng
Kepala Bandeng

Ikan bandeng atau Chanos chanos merupakan ikan dengan bentuk kepala yang pipih dan memanjang. Ikan jenis ini memiliki bentuk mulut yang lonjong dan tidak bergerigi. Bentuk mulut ini menyesuaikan sifat ikan bandeng yang herbivora dan hanya memangsa ganggang biru dan lumut.

Jika melihat bagian mata, mata ikan bandeng berbentuk bulat dengan titik hitam di bagian tengah mata. Pada bagian mata, juga akan terlihat mata ikan bandeng yang tertutup lapisan lemak bernama adipose eyelid. Adipose eyelid adalah lapisan transparan yang menutupi mata dan umumnya dimiliki oleh ikan yang hidup di perairan dalam.

2. Badan ikan bandeng

Gambar Badang Ikan Bandeng
Gambar Badang Ikan Bandeng

Badan ikan bandeng berbentuk seperti torpedo yang lonjong ramping dan sedikit pipih. Ikan bandeng memiliki kulit dengan sisik yang halus dan badan ikan bandeng didominasi warna perak terang dengan warna perak kehitaman pada bagian atas badan ikan. Usus ikan bandeng memiliki ukuran yang cukup panjang. Sebagai ikan pemakan tumbuh-tumbuhan, usus ikan bandeng berukuran 9 kali lipat panjang tubuhnya.

Bandeng memiliki 6 sirip dimana 1 terletak di atas dan 3 terletak di bawah badan ikan. Letak sirip bawah ikan bandeng menyebar dari depan, tengah, dan belakang. Sirip ikan bandeng berwarna lebih terang dari warna badannya. Ekor ikan bandeng berbentuk panjang, tegak, dan terbelah. Warna ekor ini mirip dengan warna siripnya. Ekor yang dimiliki ikan bandeng sangat kuat sehingga ikan ini dapat berenang dengan cepat dan lincah di alam liar.

Total panjang ikan bandeng bisa mencapai 1,8 meter dengan berat hingga 14 kg. Ikan ini menyebar di berbagai negara yang terletak di daerah sub-tropis dan tropis seperti negara-negara di Asia Tenggara, Jepang Selatan, Australia Utara, dan Afrika.

3. Makanan ikan bandeng

Gambar Makanan Ikan Bandeng
Gambar Makanan Ikan Bandeng

Ikan bandeng adalah jenis ikan herbivora atau ikan yang hanya memangsa tumbuh-tumbuhan. Ada beberapa jenis pakan ikan bandeng seperti lumut, klekap, ganggang, dan plankton. Sedangkan pada budidaya bandeng dengan tambak, pakan yang digunakan adalah pelet yang sudah disesuaikan kandungan nutrisinya dengan kebutuhan nutrisi ikan bandeng. Selain menggunakan pelet, beberapa peternak ikan bandeng menggunakan mikroorganisme air yang didapat dengan cara memasukkan pupuk organik ke dalam tambak.

Habitat Ikan Bandeng

Ciri-Ciri Ikan Bandeng lainnya adalah dari segi lingkungan hidup. Ikan bandeng dapat hidup di air laut dan air payau. Bandeng terkenal dengan kemampuannya beradaptasi yang lebih baik dibandingkan ikan jenis lainnya. Ikan ini bisa hidup di tempat dengan kadar garam yang cukup tinggi dengan suhu mencapai 40ºC.

Ikan bandeng banyak hidup di perairan yang terletak tidak jauh dari bibir pantai dengan deretan batu koral. Pada saat bertelur, ikan bandeng juga memilih perairan yang relatif dangkal dan tidak terlalu jauh dari pantai.

Di lingkungan alaminya, ikan bandeng dapat hidup di air tawar, air laut, dan air payau. Pada usia dewasa, ikan bandeng lebih memilih tinggal di daerah air laut dan menghabiskan masa larva di air payau. Ikan bandeng baru akan berpindah ke air laut pada usia satu bulan. Belum banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui pola hidup ikan bandeng tetapi beberapa penelitian menjelaskan bahwa ikan bandeng hidup berkelompok.

Siklus Hidup Ikan Bandeng

Berbicara tentang usia ikan bandeng, ikan ini bisa mencapai usia 15 tahun dengan usia produktif mulai dari usia 3 tahun. Ikan bandeng bisa bertelur lebih dari sekali dalam setahun dan di alam bebas, proses bertelur akan dipengaruhi siklus bulan dan suhu permukaan air laut.

Pembuahan telur ikan bandeng akan berjalan pada malam hari. Dalam satu proses pembuahan telur, ikan bandeng betina akan melepaskan 6 juta telur dan hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk bisa menetas setelah dibuahi sperma yang dilepaskan ikan bandeng jantan.

Ikan bandeng banyak dibudidayakan di berbagai negara seperti Indonesia, Filipina, dan Taiwan. Mayoritas dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi karena rasanya yang unik dan gurih. Meskipun ikan bandeng dapat hidup di air dengan berbagai suhu, tetapi suhu optimal untuk tumbuh adalah sekitar 25-30ºC dan relatif sama sepanjang tahun.

Pemilihan ikan bandeng sebagai ikan budidaya tentu disebabkan beberapa hal sebagai pertimbangan seperti daya tahan ikan bandeng yang tinggi, harga yang relatif stabil sepanjang tahun di Indonesia, dan pertumbuhan ikan bandeng yang cepat. Ikan bandeng dapat mulai dipanen pada saat berusia 6 bulan pada saat dipelihara di tambak dengan bobot mencapai 0,5 kg.

Manfaat Ikan Bandeng

Di Indonesia, ikan bandeng dikonsumsi sebagai makanan pendamping dengan berbagai macam olahan khas yang menjadi ciri dari masing-masing daerah. Contohnya di Semarang, ikan bandeng diolah menjadi bandeng presto sehingga tulang ikan bandeng menjadi lunak dan dapat dimakan. Di Serang, Banten, ikan bandeng disajikan dalam bentuk sate. Daging ikan bandeng akan ditusuk kemudian dibakar.

Ikan bandeng di Jawa Timur diolah menjadi ikan asap dan otak-otak. Ikan bandeng asap adalah olahan khas Kota Pahlawan yaitu Surabaya sedangkan otak-otak bandeng adalah olahan khas dari Gresik. Sajian ikan bandeng lainnya adalah Bandeng Lelaki khas Cirebon. Ikan bandeng akan disajikan dalam bentuk menyerupai nugget karena digoreng dengan menggunakan tepung roti.