Budidaya Ikan Patin di Berbagai Kolam Metode Cepat & Menguntungkan

8 min read

7. Budidaya Ikan Patin

Patin merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat luas. Hal tersebut tidak lain karena patin mempunyai cita rasa daging yang gurih dan enak. Di samping itu, patin diketahui sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Mengingat banyaknya permintaan terhadap ikan tersebut, maka tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba untuk melakukan Budidaya Ikan Patin.

Terlebih lagi saat ini membudidayakan patin dapat dengan mudah diakukan. Anda bisa membudidayakan ikan tersebut menggunakan berbagai macam media kolam seperti kolam terpal, beton hingga kolam tanah. Bahkan cara budidaya tersebut begitu banyak dijumpai pada makalah budidaya ikan patin. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis potensial, maka bisa coba untuk melakukan budidaya ikan tersebut.

Berikut ulasan lengkap mengenai budidaya patin yang telah dirangkum Jurnal Manajemen :

Artikel Terkait
Umpan Ikan Patin
Manfaat Ikan Patin
Makanan Ikan Patin

Ciri-Ciri Ikan Patin

Ciri Ikan Patin
Ciri Ikan Patin | sumber : bulelengkab.go.id

Sebelum mengetahui bagaimana saja cara atau tahapan untuk melakukan budidaya patin, maka ada baiknya bagi Anda untuk mengetahui apa saja ciri-ciri yang dimiliki oleh ikan air tawar tersebut. Hal ini mengingat bahwa tidak sedikit orang yang keliru mengenali patin sebagai ikan lele. Kedua ikan tersebut tentu jelas berbeda. Adapun ciri-ciri atau karakteristik dari patin di antaranya sebagai berikut.

  1. Mempunyai bentuk tubuh memanjang berwarna putih menyerupai perak. Akan tetapi, warna punggungnya kebiru-biruan tanpa sisik.
  2. Termasuk ke dalam kategori ikan air tawar yang berukuran cukup besar. Panjang patin bisa mencapai 120 sentimeter.
  3. Memiliki kepala kecil dibandingkan dengan tubuhnya.
  4. Bentuk mulut kerucut dan melebar serta mempunyai kumis halus (karakteristik catfish).
  5. Bentuk mata bulat berwarna kehitaman.
  6. Insang patin berdampingan dengan sirip dada pada bagian samping.
  7. Mempunyai sirip punggung yang memanjang ke belakang dengan kisaran ukuran mencapai 2 sentimeter.
  8. Memiliki jari-jari keras yang bisa berubah menjadi gerigi berukuran besar pada bagian belakang.
  9. Mempunyai jari-jari lunak pada sirip punggung berjumlah maksimal 7 buah.
  10. Memiliki sirip ekor membentuk cagak simetris.
  11. Sirip lemak patin pada bagian ekor berukuran sangat kecil.
  12. Mempunyai ekor dubur dengan jari-jari berjumlah sampai 33 buah.
  13. Memiliki sirip perut dengan jari-jari berjumlah 6 buah yang dapat berubah menjadi senjata alami bagi patin.
  14. Mempunyai anak sirip berwarna perak kekuningan dengan ujung meruncing.
  15. Suka hidup bergerombol dan aktif dalam mencari makan.
  16. Termasuk ke dalam kategori ikan omnivora.
  17. Dapat hidup di perairan buruk atau yang memiliki kadar oksigen minim.
  18. Selalu muncul ke permukaan setiap fajar demi mendapatkan oksigen.
  19. Habitat patin harus memiliki tingkat keasaman sekitar 5 hingga 9.
  20. Merupakan ikan yang gemar beraktivitas pada malam hari.

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

cara budidaya ikan lele di kolam terpal
cara budidaya ikan patin di kolam terpal

Tahukah Anda bahwa ternak ikan patin menggunakan kolam terpal terbilang paling mudah dan hemat. Seperti halnya ternak lele, ternak ikan ini juga bisa dengan praktis Anda lakukan menggunakan kolam terpal. Bagi Anda yang memiliki lahan sempit namun tetap ingin melakukan budidaya ikan ini sebagai peluang bisnis, tentu media kolam terpal adalah salah satu pilihan terbaik yang harus dilakukan.

Jika dibandingkan dengan budidaya ikan serupa menggunakan media kolam lainnya, media kolam terpal terbilang paling unggul. Hal tersebut karena kolam terpal lebih hemat biaya, mudah pembuatannya dan praktis penggunaannya (terutama dalam penggantian air kolam). Berikut ini adalah langkah atau tahapan budidaya ikan patin di kolam terpal yang dapat Anda ikuti.

1. Pemilihan bibit

Anda perlu tahu bahwa pemilihan bibit akan sangat menentukan kualitas serta jangka waktu penen ikan budidaya Anda. Guna dapat memperoleh bibit terbaik, disarankan agar Anda untuk melakukan pemijahan sendiri. Namun, jika Anda tidak mempunyai cukup waktu boleh saja untuk membeli bibit patin di tempat pembudidaya patin lainnya.

Akan tetapi, jika Anda memutuskan untuk membeli bibit ikan di tempat lain maka sebaiknya Anda lebih cermat dalam menyeleksi tempat dan segala sesuatunya. Adapun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan lebih lanjut sebelum memutuskan untuk membeli bibit di tempat tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Pilih lokasi penjual bibit yang tidak terlalu jauh dengan lokasi tempat budidaya Anda. Teknik budidaya ikan patin ini perlu Anda lakukan guna menghindari risiko kematian bibit selama perjalanan berlangsung.
  • Pastikan saat Anda membeli bibit, media kolam terpal Anda sudah siap untuk diisi.
  • Perhatikan persoalan harga yang menyesuaikan dengan jenis serta ukuran benih. Jika Anda ingin lebih cepat panen, maka sebaiknya Anda memilih bibit yang besar.
  • Pastikan bibit patin tidak cacat dan bebas dari luka pada bagian tubuhnya.
  • Pastikan bibit patin dapat bergerak dengan lincah. Lincah menandakan bahwa bibit tersebut sehat.
  • Angkut bibit menggunakan kantung plastik dengan berhati-hati. Perhatikan kadar oksigen yang ada di dalam kantung plastilk tersebut.

2. Pembuatan kolam

Pada tahapan pembuatan kolam budidaya, Anda perlu menyiapkan segala perlengkapannya terlebih dahulu. Misalnya, terpal, kayu atau tiang bakal penyangga kolam, cangkul, pasir dan sebagainya. Adapun hal-hal yang mesti Anda lakukan saat melakukan pembuatan kolam budidaya di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Siapkan terpal berbahan plastik yang memiliki mutu dan kualitas prima. Anda bisa menggunakan besaran ketebalan skala A5 atau A6 yang awet hingga 5 tahunan.
  • Perhatikan panjang dan lebar terpal plastik. Adapun kriteria ideal ukuran plastik tersebut ialah 8 sampai 12 meter untuk panjang serta 6 sampai 8 untuk lebar.
  • Ratakan tanah terlebih dahulu yang hendak dipakai sebagai alas bagi kolam terpal. Anda bisa menggunakan peralatan pertanian guna meratakan lahan seperti cangkul.
  • Buat saluran air pada bagian tengah kolam yang nantinya bisa digunakan saat masa panen untuk mengurangi volume air (ini opsional).
  • Taburkan pasir dengan ketebalan mencapai 10 sentimeter halus pada luas area lahan kolam tersebut.
  • Gunakan tiang dan anyaman bambu sebagai penyangga bagian pojok kolam agar senantiasa kokoh.
  • Pasang terpal plastik pada penyangga tersebut dengan bentuk persegi panjang atau menyesuaikan dengan kebutuhan.

3. Penebaran bibit

Seperti halnya penebaran bibit ikan air tawar lainnya, Anda perlu memperhatikan waktu penebaran yang pas. Selain itu, Anda juga harus memastikan kondisi air kolam sudah benar-benar siap untuk dilakukan penyebaran bibit. Adapun hal-hal yang perlu Anda perhatikan saat melakukan penebaran bibit budidaya ikan patin tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Sebelum melakukan penebaran bibit Anda harus memastikan bahwa air kolam sudah ditumbuhi dengan plankton sebagai pakan patin alami.
  • Pertahankan tinggi volume air kolam dengan ukuran kurang lebih sekitar 50 sentimeter dari dasar kolam.
  • Pastikan kualitas air sudah ideal untuk menebarkan bibit patin.
  • Lakukan penebaran bibit dengan memasukkan bibit tersebut terlebih dahulu ke dalam kolam selama kurang lebih 15 hingga 20 menit guna menyesuaikan suhu dalam kantung benih.
  • Lakukan penebaran bibit patin pada frekuensi waktu yang tepat yakni pagi atau sore hari. Hal tersebut dimaksudkan suhu air kolam tidak terlalu panas.
  • Kepadatan penebaran bibit patin menyesuaikan dengan ukuran kolam yang disediakan. Usahakan jangan menebarkan bibit terlalu padat guna menghindari persaingan atau perebutan pakan.

4. Pemberian pakan

Pemberian pakan patin memerlukan perhatian lebih besar dibanding hal lainnya. Anda harus memberikan pakan patin dengan komposisi ¾ dari bobot patin itu sendiri setiap harinya. Saat bibit patin masih kecil. Anda justru perlu ekstra memberikannya makan agar cepat tumbuh besar. Berikan pakan sebanyak 4 hingga 5 kali per harinya.

Apabila patin menjelang masa panen, maka Anda bisa mengurangi porsi makan hingga 3 kali per hari. Anda bisa memberikan pakan patin pada permukaan kolam dengan cara ditaburkan merata. Tambahkan jumlah pakan saat patin memberikan respon agresif.

5. Pemeliharaan

Dalam memelihara patin budidaya, sebaiknya Anda serius dalam memperhatikan aspek pemeliharaan ikan tersebut. Seperti halnya yang secara umum dimuat dalam budidaya ikan patin pdf. Adapun hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam pemeliharaan atau ternak patin di antaranya seperti berikut.

  • Lakukan penggantian air kolam setidaknya dalam hitungan 2 hingga 3 minggu sekali. Penggantian air kolam bertujuan untuk membuang sisa-sisa kotoran makanan, amoniak hingga kotoran ikan di dalam kolam.
  • Lakukan penggantian air pada kolam tersebut dengan membuang 1/3 air kolam secara bertahap.
  • Setelah air dibuang, maka tambahkan air bersih ke dalamnya.
  • Perlu Anda perhatikan bahwa saat musim kemarau tiba, Anda perlu melakukan pengecakan secara intensif terkait kondisi volume air kolam. Hal ini karena volume air pada musim kemarau cenderung cepat menguap.
  • Langsung tambahkan air apabila volume air berkurang.

6. Masa panen

Layaknya budidaya ikan air tawar lainnya, setelah mencapai usia 5 hingga 6 bulan maka Anda sudah bisa memanen patin tersebut. Namun, dalam hal pemanenan patin maka Anda perlu memperhatikan beberapa tahapan berikut.

  • Keringkan air kolam hingga menyisakan 1/3 bagian.
  • Gunakan jaring berukuran cukup besar untuk memanen patin.
  • Lakukan pemanenan patin dengan hati-hati agar tidak melukai tubuh ikan tersebut.
  • Langsung masukkan hasil panen ke dalam air yang bersih.
  • Pastikan suhu air mencapai 20 derajat celcius guna menjaga kesegaran ikan.
  • Bila perlu tambahkan ekstra oksigen agar ikan senantiasa tetap hidup.
  • Usahakan kepadatan ikan di dalam air bersih tidak terlalu berjejal.
  • Angkut hasil panen pada frekuensi waktu yang pas yakni pagi atau sore hari.

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Beton

budidaya ikan gurame di kolam beton
budidaya ikan patin di kolam beton

Budidaya ikan patin paling umum adalah dengan menggunakan media kolam beton atau sering juga disebut sebagai kolam permanen. Budidaya ikan air tawar menggunakan media kolam beton memiliki perawatan yang lebih mudah sekaligus murah. Di samping itu, kolam beton relatif awet serta tidak mudah rusak.

Media kolam beton tidak gampang terkikis maupun berlubang dikarenakan adanya predator atau hewan lain yang bersarang di dasar maupun dinding kolam. Keamanan lainnya adalah mampu mencegah kompetitor alami bersarang di dalam kolam. Ukuran kolam juga bisa dibuat lebih efisien dan presisi. Dengan demikian, kolam beton cenderung lebih menguntungkan dibanding lainnya.

Jika Anda tertarik untuk membuat kolam beton sebagai tempat budidaya ikan air tawar khususnya patin, maka sebaiknya menyimak cara budidaya ikan patin berikut. Kiranya Anda bisa segera melakukan budidaya ikan tersebut.

1. Persiapan lahan

Dalam membuat kolam budidaya ikan menggunakan kolam beton, sebaiknya terlebih dahulu Anda menyiapkan lahan kolam. Ketika menyiapkan lahan kolam tersebut, sebaiknya Anda turut mempertimbangkan beberapa hal berikut.

  • Pilihlah lahan yang cenderung datar. Hindari pembuatan kolam pada lahan yang terjal.
  • Utamakan membuat lahan kolam yang luas agar budidaya dapat terlaksanakan secara maksimal.
  • Hindari tempat yang rawan risiko baik itu persoalan predator maupun kondisi tanah.
  • Hindari memilih lahan yang berdekatan dengan lahan pertanian.
  • Pilihlah lahan yang lebih rendah dari sumber air. Hal ini demi meminimalisir biaya isi kolam.
  • Pastikan seluruh akomodasi termasuk transportasi proses budidaya telah tersedia.

2. Persiapan kolam

Apabila Anda menggunakan kolam beton baru, maka tidak ada persyaratan khusus lainnya untuk melakukan proses ternak patin. Akan tetapi, lain halnya jika Anda menggunakan kolam lama. Anda bisa menyemprotkan terlebih dahulu dengan cairan formalin yang telah dilarutkan dalam air. Barulah Anda bisa mengisi kolam tersebut dengan air setinggi 50 sentimeter.

Jangan lupa taburkan larutan kalium permanganat ke dalam air kolam. Biarkan air kolam dengan keadaan tersebut hingga 5 hari ke depan. Barulah, kolam telah siap untui ditaburi bibir ikan.

3. Penebaran bibit.

Anda bisa mulai menebarkan bibit patin dengan kepadatan tebar sejumlah 20 sampai 30 ekor per meter persegi dari luas kolam beton. Untuk memulai penebaran bibit patin, Anda bisa melakukan beberapa tahapan berikut.

  • Berikan kantung plastik dan biarkan mengambang di permukaan kolam selama kurang lebih 10 menit.
  • Bukalah kantung plastik secara perlahan dan biarkan air kolam masuk ke dalam kantung plastik dengan ukuran 0,5 air dari 1 kantung plastik selama 5 menit.
  • Masukkan bibit ikan ke dalam kantung plastik dan biarkan beradaptasi terlebih dahulu hingga beberapa menit sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

4. Pemberian pakan

Pada usia awal, Anda bisa memberikan pakan patin dengan takaran 3 hingga 5% dari total berat badan ikan tersebut. Anda dapat memberikan pakan tersebut sebanyak 2 kali sehari. Lantas, jika mendekati masa panen Anda bisa memberikan pakan patin dengan takaran 1,5 hingga 2% dari berat badan ikan tersebut. Anda hanya diperkenankan untuk memberikan pakan 1 kali sehari saja yaitu waktu siang.

Jangan lupa untuk memberikan vitamin yang telah dicampurkan pada pakan ikan. Hal tersebut agar ikan senantiasa dapat tumbuh lebih besar dan tahan terhadap segala penyakit.

5. Pemanenan

Anda dapat mulai memanen ikan budidaya tersebut setelah mencapai ukuran cukup atau telah berusia 6 bulan. Pemanenan patin dapat dilakukan menggunakan dua cara yakni panen seleksi atau panen total layaknya pemanenan budidaya ikan patin kolam terpal.

Panen seleksi adalah proses pemanenan patin menggunakan jaring besar. Anda hanya memilih patin berukuran besar atau yang dirasa cukup untuk dipanen. Adapun panen total adalah proses pemanenan patin dengan mengambil semua ikan yang ada di kolam tanpa terkecuali.

Selanjutnya, Anda bisa langsung memasukkan ikan hasil panenan ke dalam air bersih. Bila perlu berikan oksigen tambahan agar patin senantiasa dapat hidup. Anda bisa menjual hasil budidaya ikan patin tersebut di pasar ikan atau sesuai dengan pesanan konsumen.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Budidaya Ikan Nila Budidaya Ikan Gurame
Budidaya Ikan Lele Budidaya Ikan Bawal
Budidaya Ikan Mujair Budidaya Ikan Bandeng

Budidaya Ikan Patin di Kolam Tanah

budidaya ikan gurame di kolam tanah
budidaya ikan patin di kolam tanah

Selain menggunakan media kolam terpal dan kolam beton, patin juga dapat Anda budidayakan menggunakan media kolam tanah. Media ini terbilang konvensional namun tetap memiliki banyak peminat pembudidaya. Bahkan cara budiaya menggunakan seperti ini begitu banyak dijumpai pada berbagai buku dengan tema budidaya ikan tawar.

Adapun cara ternak atau budidaya ikan patin menggunakan media kolam tanah ialah seperti berikut. Caranya yang mudah kiranya bisa semakin memacu Anda untuk menjadikannya sebagai salah ide usaha.

1. Persiapan kolam

  • Keringkan dasar kolam sampai permukaannya terlihat retak-retak.
  • Taburi pupuk kompos. Hal ini bertujuan guna menciptakan bibit fitoplankton pada budidaya ikan patin kolam tanah
  • Taburi dasar kolam dengan pupuk kapur serta pupuk urea. Hal ini agar kadar asam air kolam nantinya tetap stabil.

2. Pengisian air

  • Isi kolam dengan air setinggi 50 sampai 100 sentimeter. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah ikan dalam menghirup oksigen.
  • Biarkan kolam dalam keadaan tersebut selama kurang lebih dua minggu. Pastikan warna kolam tanah tersebut berwarna kehijauan.

3. Penaburan benih

  • Siapkan ember atau bak plastik.
  • Ambil air yang berasal dari kolam tersebut dan tuangkan ke dalam ember atau bak yang telah Anda siapkan.
  • Masukkan benih patin ke dalam wadah berisi air tersebut. Biarkan selama setengah jam.
  • Ambil benih patin menggunakan jaring besar dan masukkan ke dalam kolam tanah dengan padat tebar sebesar 5 ekor per meter persegi.

4. Pemberian pakan

  • Berikan pakan patin secara rutin dengan frekuensi pemberian yakni pagi, siang dan malam. Anda bisa memberikan pakan berupa pelet ikan maupun pakan buatan lainnya.
  • Tambahkan vitamin ke dalam pakan buatan agar patin cepat besar.

5. Pemanenan

  • Anda bisa memanen patin dengan cara menyisakan sedikit air kolam tanah.
  • Ambil patin menggunakan jaring besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *