Cara Budidaya Ikan Nila Cepat Panen Menguntungkan

11 min read

budidaya ikan nila

Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki banyak sekali manfaat. Manfaat ikan nila tidak hanya dikarenakan nutrisi dan juga gizi yang terkandung dalam dagingnya namun juga dari segi bisnis untuk dibudidayakan. Dalam budidaya ikan nila ini juga merupakan hal yang tidak terlalu sulit. Meskipun demikian, dalam pembudidayaan ikan ini tetap harus menggunakan pengetahuan dan tidak boleh asal-asalan.

Ikan nila memiliki kemiripan sifat dengan kerabatnya yaitu ikan mujair. Ikan nila merupakan ikan yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan dengan baik serta dapat dikembangbiakan dengan cukup mudah. Dengan keunggulan dan kemudahan bisnis ikan nila tersebut, membuat ikan ini menjadi populer di masyarakat.

Oleh karena itu pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan menyupas tuntas mengenai budidaya ikan nila. Pembahasan meliputi hal yang harus diperhatikan dalam budidaya, pemeliharaan ikan nila, keuntungan dan kekurangan budidaya ikan nila, cara budidaya di kolam terpal dan beton, hingga analisa dari budidaya ikan nila merah.

Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya Nila

benih ikan nila
benih ikan nila| source : ig @firgahidayat9

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, cara beternak ikan nila tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan juga asal-asalan. Dalam budidayanya tetap harus memperhatikan beberapa faktor dan aspek penting dalam budidaya ikan ini. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai budidaya ikan ini.

  1. Memilih Benih

Cara budidaya ikan nila pertama adalah memilih benih yang tepat. Hal tersebut karena pemilihan benih adalah faktor penentu suatu budidaya ikan tersebut akan sukses ataukah malah merugi. Apabila pemilihan benih tidak begitu diperhatikan, tentu akan membuat peluang panen Anda untuk optimal menjadi lebih kecil dibandingkan dengan Anda memilih benih ikan dengan tepat.

Salah satu anjuran untuk memilih benih ikan nila adalah dengan memilih benih ikan dengan kelamin jantan. Hal tersebut karena ikan nila dengan kelamin jantan dapat tumbuh 40% lebih cepat dibandingkan dengan betina. Selain itu budidaya ikan ini dengan kelamin sama tergolong lebih produktif dibandingkan membudidayakan secara campuran.

Hal tersebut karena sesuai dengan sifat ikan nila yang mudah sekali kawin sehingga apabila ternak ikan nila dengan kelamin yang campuran ikan-ikan nila ini akan kehabisan energi untuk melakukan pemijahan. Karena kehabisan energi tersebut pada akhirnya akan membuat pertumbuhan ikan nila budidaya Anda akan mengalami perlambatan sehingga akan membuat panen tidak maksimal.

  1. Kolam Budidaya

Faktor berikutnya adalah kolam budidaya. Untuk kolam budidaya ini dapat menggunakan beberapa jenis kolam di antaranya adalah budidaya ikan nila di kolam rumah, kolam terpal, kolam tembok, jaring terapung, dan juga tambak air payau. Di antara semua media kolam yang disebutkan tadi, kolam ikan tanah merupakan kolam yang paling banyak digunakan karena biaya membuatnya cukup murah dan mudah.

Selain hal di atas kolam tanah ini juga memiliki keunggulan lain yaitu dapat menjadi media tumbuh untuk beberapa mikro organisme yang nantinya akan berguna sebagai pakan alami dari ikan nila. Mikro organisme tersebut tentu sangat bagus untuk benih ikan pada saat masih usia muda. Selain itu dengan adanya mikro organisme ini juga dapat mengurangi anggaran biaya untuk pakan.

  1. Penebaran Benih

Faktor yang terakhir adalah penebaran benih di kolam. Untuk penebaran benih ini, terlebih dahulu isilah kolam dengan air sampai ketinggian 60 sampai 75 cm. Namun sebelum penebaran dilakukan, terlebih dahulu lakukanlah proses adaptasi pada benih ikan dengan cara menaruhnya pada wadah yang berisi air dari kolam selama beberapa menit baru kemudian benih ditebar ke kolam secara perlahan.

Pemeliharaan Budidaya Ikan Nila

  1. Pengelolaan Air

Air merupakan tempat hidup bagi ikan termasuk juga ikan nila budidaya Anda. Untuk memperoleh kualitas nila yang optimal, pemantauan dan pengelolaan kualitas air harus rutin dilakukan. Untuk mengukur kualitas air terdapat beberapa parameter yaitu kandungan oksigen air tersebut dan juga pH air. Selain itu dapat juga dicek kadar NH3, H2S, dan juga CO2 apabila perlu.

Apabila kolam air Anda memiliki kandungan oksigen yang kurang, Anda dapat memperbesar aliran debit air untuk memperderas sirkulasi air kolam Anda. Selain itu apabila kolam air sudah mengeluarkan bau busuk segeralah ganti air tersebut dengan air baru. Caranya adalah keluarkan sepertiga air kotor dalam kolam dan isilah dengan air baru.

  1. Pemberian Pakan

Cara memelihara ikan nila berikutnya adalah pemberian pakan untuk ikan nila. Dalam proses budidaya ikan, pakan merupakan komponen yang menyedot biaya paling besar. Untuk pakan ikan nila dapat menggunakan pelet pabrikan yang memiliki kadar protein sekitar 20% sampai 30%. Ikan nila sendiri memerlukan asupan pakan sebesar 3% dari total bobot tubuhnya perhari.

Dalam pemberian pakan juga tidak boleh dilakukan sembarang waktu. Untuk memberi makan ini pilihlah pada saat kondisi kolam tidak panas yaitu pada pagi hari serta sore hari. Untuk mengkontrol kualitas ikan, lakukanlah pengambilan sampel ikan secara random dan lakukan penimbangan bobotnya. Dengan dasar bobot ikan tersebut Anda dapat menentukan dosis pakan yang harus Anda berikan pada ikan nila Anda.

 

Baca Juga : Umpan Ikan Nila Paling Jitu 

 

  1. Pengendalian Hama Dan Penyakit

Pemeliharaan yang terakhir adalah pengendalian ikan terhadap penyakit dan juga hama. Seperti diketahui ikan nila merupakan ikan yang memiliki daya tahan cukup baik. Pada keadaan normal ikan nila tidak sering terkena penyakit yang serius. Akan tetapi budidaya ikan yang telah berjalan secara masif risiko ikan nila untuk terkena penyakit harus diwaspadai dan antisipasi.

Hal tersebut karena apabila terdapat ikan nila yang terkena penyakit maka penyebaran pada ikan yang lain sangat cepat terutama untuk jenis infeksi yang menular. Untuk penularan penyakit biasanya melalui air kolam sehingga dapat menjangkau dan menjangkit lebih dari satu kawasan kolam budidaya. Apabila hal tersebut terjadi tentu mempengaruhi proses pembesaran ikan nila.

Keuntungan Pembudidayaan Nila

keuntungan budidaya ikan nila
keuntungan budidaya ikan nila | source : @jong.gorame
  1. Modal Kecil

Mungkin bagi orang awam, membudidayakan ikan nila membutuhkan biaya yang besar padahal pada kenyataan sebenarnya tidak seperti itu. Usaha ini sebenarnya hanya membutuhkan modal yang cukup kecil sehingga bisa dilakukan oleh segala kalangan meskipun skala budidayanya tergantung dengan besar modal yang tersedia.

  1. Pangsa Pasar Luas

Seperti diketahui bahwa bisnis nila ini juga merupakan bisnis yang memiliki omzet yang cukup besar. Hal tersebut tidak terlepas dari pangsa pasar ikan nila yang begitu luas. Kebutuhan masyarakat akan gizi dan nutrisi yang tinggi dalam ikan membuat permintaan terhadap ikan ini tidak pernah berkurang. Hal tersebutlah yang membuat bisnis ini begitu menjanjikan.

  1. Benih Mudah Didapat

Selain karena modal kecil dan keuntungannya, hal lain yang membuat bisnis ini dapat awet dan digemari banyak orang adalah karena benih dari ikan nila ini dapat dengan mudah didapatkan. Benih ikan nila sendiri juga memiliki beragam variasi dan kualitas. Semakin berkualitas benih ikan maka peluang kesuksesan akan lebih besar juga meskipun membutuhkan dana lebih untuk membeli benih yang berkualitas.

  1. Jenis Beragam

Ikan nila memiliki jenis yang cukup banyak sehingga membuat setiap jenis nila memiliki pasarnya tersendiri sehingga para pengusaha ikan ini dapat bertahan lama. Beberapa jenis ikan nila tersebut di antaranya adalah ikan nila merah, ikan nila gift, ikan nila best, dan juga jenis yang lain. Jenis dari ikan nila sendiri banyak sekali yang merupakan hasil dari rekayasa genetik dan juga persilangan antar jenis.

  1. Keuntungan Besar

Seperti yang disebutkan di awal, bisnis ikan ini memiliki prospek keuntungan yang besar. Harga yang dimiliki ikan ini juga cenderung stabil sehingga Anda dapat menjalankan bisnis ini dengan potensi kerugian yang rendah. Apalagi pada saat permintaan pasar melimpah pada musim tertentu membuat keuntungan Anda dapat menjadi berkali lipat dari biasanya.

  1. Pemasaran Mudah

Dengan pangsa pasar yang luas tentu akan membuat pemasaran dari komoditi ini dapat dilakukan dengan mudah. Anda juga tidak perlu pusing memikirkan trik marketing dalam menjual ikan ini karena permintaan masyarakat pada ikan ini masih lumayan tinggi. Apabila Anda tidak ingin repot menjual sendiri ke konsumen, Anda dapat menjualnya kepada pengecer, pengepul, ataupun bekerja sama dengan warung.

Kekurangan dari Pembudidayaan Nila Merah

Bisnis nila ini memang tergolong bisnis yang mempunyai prospek keuntungan yang besar serta pengelolaannya yang cukup mudah. Pasar yang luas serta permintaan konsumen tidak pernah sepi membuat bisnis ini begitu menggiurkan bagi siapa saja. Selain itu bisnis ini juga dapat dilakukan dengan modal yang minim dan hanya perlu lahan kecil untuk memulainya.

Harga Pelet

Akan tetapi dalam bisnis ini juga terdapat beberapa kekurangan. Salah satu yang paling mencolok adalah terkait dengan harga pakan pelet. Harga pelet untuk ikan nila ini termasuk tinggi dan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Hal tersebut bahkan juga dapat membuat beberapa pengusaha ikan nila ini mengalami kerugian hingga gulung tikar.

Pada saat harga pelet di pasaran berkisar 7 ribu sampai dengan 11 ribu rupiah per kg. Jika dibandingkan dengan harga jual ikan nila yang berkisar 14 ribu sampai dengan 17 ribu tentu kurang sebanding. Hal tersebut dapat membuat keuntungan yang didapatkan oleh pengusaha ikan nila menjadi rendah karena biaya pemeliharaannya cukup tinggi.

Pakan Alternatif

Masalah lain muncul ketika para pengusaha ikan nila ini mencari alternatif lain pakan selain pelet yang memiliki harga cukup tinggi. Pakan alternatif tersebut bisa berasal dari bahan tepung cacing. Yang paling mengkhawatirkan adalah para pengusaha ini pada akhirnya menggunakan pelet sintetis untuk menekan biaya pemeliharaan.

Pelet sintetis ini tentu akan memiliki dampak negatif pada ikan apabila pemberiannya tidak sesuai takaran yang benar. Hal itu akan membuat pakan mengendap di air dan menyatu membentuk amoniak yang tentu sangat berbahaya bagi kesehatan ikan. Dengan kualitas air seperti itu tentu membuat hasil pada waktu panen tidak begitu maksimal.

Pada dasarnya tingginya harga pelet ini diakibatkan oleh mahalnya bahan baku pembuatan pelet yang berkualitas. Bahan utama pelet sebagian besar masih mengimpor tepung dari Cina dengan harga yang lumayan tinggi yaitu sekitar 20 ribu sampai dengan 30 ribu rupiah per kilogramnya. Hal inilah yang memicu peneliti untuk mencari bahan pelet alternatif untuk pakan ikan nila ini.

Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Beton

contoh budidaya ikan nila kolam beton
contoh budidaya ikan nila kolam beton | source : infoikan.com

Media untuk melakukan budidaya terdapat banyak satu jenis. Salah satu jenisnya adalah menggunakan kolam tembok beton. Kolam ini merupakan kolam yang pembuatannya menggunakan tembok beton di sisi dan juga dasar kolam ikan budidaya. Berikut ini merupakan penjelasan terkait dengan cara pembudidayaan ikan nila menggunakan kolam tembok beton.

  1. Kolam Budidaya

Untuk memulainya terlebih dahulu persiapkan kolam beton yang akan digunakan sebagai tempat ikan nila. Apabila sudah terdapat kolam yang lama maka yang harus dilakukan hanya melakukan pembersihan pada kolam tersebut. Setelah kolam bersih, langkah selanjutnya adalah melakukan pengapuran pada kolam ikan.

Setelah pengapuran kolam telah selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pemupukan pada dasar kolam dengan pupuk kandang. Kemudian isi air pada kolam beton, lakukan penyemprotan cairan pestisida. Isilah air pada kolam setinggi satu setengah meter dan kemudian tutuplah saluran air. Biarkan dan diamkan air kolam tergenang selama seminggu.

  1. Penebaran Benih

Seperti pada langkah pembudidayaan dengan media lain, langkah selanjutnya setelah kolam selesai adalah dengan melakukan penebaran benih. Untuk penebaran benih ini dapat dilakukan seperti penebaran biasa. Namun sebelum ditebar, benih tetap harus dilakukan adaptasi dengan ditempatkan pada wadah yang berisi air kolam selama beberapa saat untuk kemudian baru ditebar perlahan ke dalam kolam.

  1. Pemeliharaan

Sama halnya dengan pembudidayaan lainnya, pembudidayaan dengan kolam beton ini tetap harus dilakukan beberapa pemeliharaan. Pemeliharaan ini harus dilakukan secara konsisten dan juga teratur. Untuk pakan sendiri dapat menggunakan pakan pelet pabrikan atau pakan alternatif lainnya. Pakan juga perlu diberikan bahan tambahan untuk membuat kualitas pakan menjadi lebih baik.

  1. Pemanenan

Hal yang paling menyenangkan dalam budidaya ini adalah pada saat panen tiba. Untuk ikan pemanenan ikan nila ini dapat dilakukan secara sekaligus atau juga bertahap. Pemanenan secara menyeluruh atau sekaligus dilakukan dengan mengeringkan kolam ikan dahulu baru kemudian ikan dipanen dengan jaring kecil. Sedangkan cara bertahap, Anda bisa mengurangi air kolam setengah baru kemudian dipanen.

Faktor Penting dalam Budidaya Kolam Beton

Dalam melakukan budidaya di kolam beton, terdapat beberapa hal atau faktor yang harus diperhatikan. Semua faktor tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan juga kelangsungan ikan nila budidaya. Dengan terpenuhinya 3 faktor penting ini niscaya pembudidayaan ikan nila ini dapat menghasilkan hasil yang optimal.

  1. Kualitas Air

Hal penting pada pembudidayaan ikan dengan kolam beton adalah dalam hal pengelolaan air. Pengelolaan air yang tepat dan teratur dapat membuat kesehatan dan juga kualitas ikan nila menjadi bagus. Pada setiap kolam harus terdapat sistem pembuangan airnya sehingga tidak menggunakan air kolam yang telah terpakai pada kolam yang lain.

Lakukanlah penyaringan pada air kolam secara berkala dan berulangkali apabila melakukan daur ulang air dari kolam lain dengan spons ataupun sejenisnya. Pengelolaan yang benar akan sirkulasi atau pengairan pada kolam beton ini tentu akan membuat kehidupan kolam ikan juga akan baik juga. Dengan begitu hasil panen ikan nila dapat mencapai hasil yang maksimal.

  1. Suhu

Faktor berikutnya yang perlu diperhatikan dalam menggunakan kolam beton sebagai kolam budidaya adalah pada suhunya. Ikan nila dapat tumbuh dengan maksimal dan baik pada suhu berkisar antara 28 sampai dengan 30 derajat celsius. Perlu diketahui apabila suhu air kolam berada di bawah 13 derajat celsius dapat membuat ikan nila kekebalan tubuhnya menurun.

  1. Pakan

Faktor yang terakhir adalah terkait dengan pemberian pakan ikan. Dalam pemberian pakan harus dilakukan secara teratur dan dilakukan pada waktu yang tepat. Seperti yang dijelaskan sebelumnya beberapa pakan ikan nila ini diantaranya adalah pelet, dedak, ampas dan semacamnya. Pemberian bahan tambahan pada pakan juga perlu diberikan apalagi pakan dengan protein dan lemak yang cukup tinggi.

Budidaya Ikan Nila Kolam Terpal

budidaya ikan nila kolam terpal
budidaya ikan nila kolam terpal | source : ig @jong.gorame

Cara Budidaya ikan nila di kolam terpal mungkin cukup cocok bagi Anda yang ingin budidaya ikan ini dengan modal yang pas-pasan. Namun jangan salah, model kolam terpal ini juga sama baiknya dengan metode kolam lain. Dilihat dari segi keuntungan, kolam terpal ini cukup menguntungkan dan mudah dalam penerapannya terutama bagi para pemula. Berikut ini cara budidaya dengan kolam terpal.

  1. Siapkan Kolam Terpal

Cara budidaya ikan nila di kolam terpal yang pertama tentu membuat kolam terbuat dari terpal. Untuk membuat kolam ini, Anda dapat membuat sendiri sehingga dapat menghemat waktu dan pengeluaran dari pada membeli kolam jadi. Dengan membuat sendiri kolam terpal akan meminimalisir kesalahan pembuatan. Untuk hasil yang maksimal sebaiknya buatlah kolam terpal berbentuk persegi panjang.

Sebagai gambaran ukuran, untuk ukuran kolam dengan 500 ekor dengan panjang 2×3 meter bisa memperoleh hasil 100 hingga 200 kg ikan nila. Sementara untuk kolam 1000 ekor sekitar 4×6 meter bisa dipanen dari 300 sampai dengan 400 kg ikan nila. Tentunya hasil dan ukuran ikan tersebut juga tergantung dari jenis benih ikan yang Anda pilih sebelumnya.

Untuk mengefisienkan penggunaan kolam, perlu dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Sesuaikanlah ukuran kolam dengan kemampuan dan kebutuhan Anda. Apabila akan membudidayakan secara besar maka pastikanlah ukuran kolam yang Anda buat lebih besar sedangkan apabila hanya budidaya skala kecil Anda hanya perlu membuat kolam dengan ukuran kecil saja.

  1. Menyiapkan Benih Ikan Nila

Sama seperti metode kolam lainnya, langkah selanjutnya adalah dengan menyiapkan benih nila Anda. Pastikanlah bibit ikan nila yang Anda pilih merupakan benih yang berkualitas. Benih yang berkualitas memiliki ciri pergerakan lincah, ukuran tubuh yang seragam, aktif, dan juga tidak memiliki cacat fisik. Pemilihan benih merupakan langkah penting dan berkaitan erat dengan hasil panen ikan kelak.

  1. Pengisian Air Kolam Terpal

Setelah kolam terpal selesai dibuat tentu haruslah diisi dengan air. Kedalaman air ideal untuk ikan nila adalah sekitar 100cm sampai dengan 120 cm. Air kolam juga harus memiliki pH sekitar 7 sampai 8 agar ikan dapat hidup dengan baik. Untuk suhu air kolam paling baik adalah sekitar 25 sampai dengan 30 derajat celsius agar ikan dapat tumbuh dengan baik.

  1. Penyebaran Benih

Proses selanjutnya adalah melakukan penyebaran benih ke kolam. Akan tetapi sebelum itu dilakukan, perlu Anda menumbuhkan mikro organisme di dalam kolam terlebih dahulu dengan cara menaburkan probiotik. Mikro organisme ini nantinya akan menjadi sumber makanan alami bagi benih ikan nila Anda sebelum beralih menggunakan pakan pelet atau pakan racikan selanjutnya.

  1. Pemberian Pakan

Pada pemberian pakan pada kolam terpal sebenarnya sama saja dengan budidaya menggunakan kolam lain. Pemberian pakan dapat dilakukan pada saat memasuki hari ke 3 setelah penaburan benih saat pagi hari ataupun sore hari. Pemberian pakan dapat ditambahkan dengan azolla atau vitamin ikan lain agar pertumbuhan ikan nila dapat maksimal.

  1. Perawatan Ikan Nila

Dalam perawatan ikan nila sebenarnya bukan termasuk hal yang sulit. Hal yang perlu Anda lakukan adalah cukup dengan memberikan pakan secara konsisten dan juga teratur. Selain itu penggantian air secara berkala juga perlu dilakukan agar kebersihan dan kesehatan kolam dapat terjaga dengan baik. Perlu juga dilakukan penyortiran berdasarkan ukuran agar tidak terjadi kanibalisme pada ikan yang lebih kecil.

  1. Panen

Yang terakhir adalah proses panen. Pada ikan nila sendiri proses panen dapat dilakukan dalam waktu 4 sampai dengan 6 bulan pembesaran. Namun hal itu juga tergantung pada jenis ikan nila apa yang Anda budidayakan. Untuk memperoleh hasil maksimal Anda dapat melihat resensi budidaya ikan nila di kolam terpal yang ada di perpustakaan atau secara online.

Beberapa hal diatas merupakan analisa usaha budidaya ikan nila di kolam terpal. Untuk analisa lebih mendalam Anda dapat mencarinya pada perpustakaan ataupun langsung berguru kepada para pengusaha yang telah lebih dahulu memulai usahanya.

Analisa Budidaya Ikan Nila Merah

Analisa Budidaya Ikan Nila Merah
Budidaya Ikan Nila Merah | source : ig @musclegecko

Ikan nila memiliki berbagai macam variasi dan jenis. Salah satu jenis yang cukup populer adalah jenis ikan nila merah. Ikan nila merah ini merupakan salah satu jenis ikan nila yang paling digemari dan dicari oleh banyak orang. Dari mulai anak kecil sampai dengan orang tua menggemari ikan nila merah ini karena dikenal memiliki cita rasa yang nikmat dan rasa gurih.

Melihat potensi tersebut budidaya ikan nila merah ini tentu memiliki prospek bisnis yang bagus. Seperti jenis ikan nila lainnya, ikan nila merah ini sangat menguntungkan dan menjanjikan. Hal tersebut membuat banyak sekali orang yang memilih untuk berbisnis ikan ini. Berikut ini adalah analisa terhadap pembudidayaan ikan nila merah ini.

 

Baca Juga : Harga Ikan Nila Konsumsi Per Kilo

 

  1. Memulai Bisnis

Bisnis ini bisa dibilang bisnis yang tidak ada matinya. Seperti dengan jenis lainnya, dalam budidaya ikan nila merah ini juga memiliki berbagai kemudahan dalam perawatan dan pembudidayaannya. Selain itu modal yang dibutuhkan untuk memulainya juga tidak begitu besar. Anda bisa merintis usaha ini hanya bermodalkan lahan kecil atau beberapa petah tanah pekarangan rumah Anda.

  1. Pelaku Bisnis

Bisnis ini cocok dan sangat bisa dilakukan oleh berbagai kalangan masyarakat. Karena seperti yang dibilang sebelumnya bahwa usaha ini dapat dilakukan dengan modal yang tidak besar dan hanya membutuhkan lahan kecil untuk memulainya. Cukup berbekal dengan ketekunan dan semangat tinggi, bisnis ini sudah bisa dijalankan oleh siapa saja.

  1. Konsumen Bisnis

Dalam berbisnis salah satu elemen yang paling penting adalah konsumen. Konsumen ini adalah orang yang akan menggunakan barang dari kita dalam hal ini ikan nila merah. Untuk mencari konsumen atau pelanggan nila merah tidak terlalu sulit. Anda dapat menjual langsung ke tengkulak atau Anda juga bisa menjadi supplier untuk restoran ataupun rumah makan.

  1. Peralatan Bisnis

Untuk menjalankan bisnis ini terdapat beberapa alat yang harus dimiliki. Alat tersebut adalah pengadaan bibit, timba, jaring, terpal, wadah, jerigen, pompa air, kolam ikan, pembersih kolam, drum dan hal lain yang berkaitan dengan pembudidayaan. Dengan memiliki kelengkapan alat-alat tersebut akan membuat bisnis dan usaha Anda akan memperoleh hasil yang maksimal.

  1. Harga Jual

Dalam meraup untung dalam budidaya ini tentu sangat berkaitan dengan penetapan harga jual. Untuk nila merah ini memiliki harga di pasaran berada di kisaran 30 ribu rupiah sampai dengan 45 ribu rupiah per kilogramnya. Namun harga tersebut tentu berbeda-beda untuk tiap daerah di Indonesia mengingat bahwa tidak semua daerah terdapat pembudidaya ikan nila merah ini.

  1. Keuntungan Bisnis

Untuk hal keuntungan Anda sudah tidak perlu khawatir lagi. Hal tersebut karena memang nila jenis nila merah ini masih merupakan komoditi yang sering dan diminati pasar dan masyarakat. Hal tersebut membuat pemasaran dan penjualan ikan nila merah ini dapat dilakukan dengan cukup mudah sehingga Anda dapat memperoleh keuntungan yang cukup banyak.