Pedoman Lengkap Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam

15 min read

Sebagai ikan populer yang tersebar di kawasan Asia Tenggara,  gurame juga merupakan salah satu ikan favorit di Indonesia. Selain manfaat ikan gurame yang baik bagi kesehatan, rasanya juga lebih enak dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Permintaan konsumen ikan gurame yang tinggi membuat segelintir orang menekuni budidaya gurame. 

Di beberapa pulau Indonesia khususnya Jawa, budidaya gurame banyak dikembangkan di daerah Bogor, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Purwokerto, Magelang dan Solo. Selain kota-kota tersebut, Anda sendiri juga bisa mengembangkan usaha budidaya gurami.

Berkut ini adalah ulasan Jurnal Manajemen mengenai hal-hal yang berkaitan dengan cara ternak ikan gurami sampai dengan pemasarannya.

ukuran ikan gurame
ukuran ikan gurame | source : alamikan.com

Budidaya Ikan Gurame

Sebelum membahas cara ternak ikan gurame, ada baiknya terlebih dahulu untuk Anda mengenal apa itu ikan gurame.

Gurame merupakan ikan yang banyak mengandung nutrisi. Selain kaya akan vitamin, gurame juga banyak mengandung protein. Kandungan protein pada ikan gurame jauh lebih tinggi daripada ikan jenis lain seperti ikan lele, ikan mas dan ikan nila. Kisaran kandungan protein pada ikan gurame adalah 19 %. Kandungan protein sendiri diketahui sangat bagus untuk pertumbuhan.

Melirik bisnis yang dapat dilakukan di rumah, ternak gurame merupakan salah satu opsi yang cukup baik. Selain karena caranya yang mudah, budidaya ternak ikan gurame juga sangat menguntungkan. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh beberapa peternak ikan gurame di Indonesia.

Contoh Pembudidaya Sukses Ikan Gurame

Sebagai contoh peternak ikan gurame sukses yang sempat diliput oleh beberapa media adalah AKP Mujiharto. Ajun Komisaris Polisi daerah Jawa Timur tersebut memiliki penghasilan tambahan sebagai peternak ikan gurame. Hebatnya lagi, penghasilan yang diperoleh dari budidaya gurame melebihi penghasilannya sebagai polisi.

Usaha budidaya ikan gurame AKP Mujiharto dimulai pada tahun 2003 dengan modal sebesar Rp. 10.000.000,00 saja. Ia memilih budidaya ikan gurame dengan menggunakan media kolam terpal. Ia membuat 4 kolam terpal dan sisa modal ia pergunakan untuk membeli bibit ikan gurame serta pakannya.

Pada masa itu, harga jual ikan gurame perkilonya mencapai Rp.15.000,00. Hasil penjualan panen ikan gurame tersebut ia pergunakan untuk menambah modal guna mengembangkan bisnis ikan gurame miliknya. Sekarang, ia telah memiliki 37 kolam ikan gurame dengan lahan tanah seluas 1 hektar.

Untuk melakukan budidaya gurame, sekarang ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Budidaya gurame banyak disebarluaskan melalui beragam media. Media-media tersebut antara lain Youtube, Instagram, Blog hingga makalah budidaya ikan gurame.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Harga Ikan Gurame Per Kilo di Pasaran Daftar Harga Bibit Ikan Gurame Per Ekor

Cara Budidaya Ikan Gurame

Secara garis besar budidaya ikan gurame atau beternak ikan gurame dapat dilakukan melalui tiga tahapan. Adapun tahapannya antara lain tahap pembibitan, tahap pendederan dan tahap pembesaran.

  1. Pembibitan

pembibitan ikan gurame
pembibitan ikan gurame | source : http://carabrink.blogspot.com

Tahap pertama dalam beternak ikan gurame adalah pembibitan. Pembibitan ikan itu sendiri merupakan penggandaan objek budidaya guna menciptakan bibit yang berkualitas baik.

Pembibitan ikan gurame dimulai dengan penyeleksian indukan gurame. Induk gurame yang akan dipijahkan merupakan gurame yang berusia 3-7 tahun. Lalu bagaimana cara membedakan indukan gurame jantan dan betina?

Indukan gurame jantan dan betina memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Perhatikan : Indukan gurame betina tidak memiliki tonjolan sedangkan indukan gurame jantan memiliki tonjolan atau cula. Indukan gurame betina memiliki warna yang lebih terang. Sementara itu indukan gurame jantan memiliki warna yang lebih gelap. Indukan gurame jantan juga ada yang berwarna pucat.

Perut indukan gurame betina nampak lebih membulat dan memiliki bentuk badan yang cukup panjang. Sementara itu indukan gurame jantan lebih bergerak lincah dan memiliki letak perut dekat anus.

  1. Pemijahan

pemijahan ikan gurame
pemijahan ikan gurame | source : hargabinatang.com

Hal yang perlu Anda lakukan untuk mengetahui apakah indukan gurame sudah siap dipijahkan atau belum yakni dengan melihat perutnya. Apabila perut gurame telah membesar kearah belakang, maka dapat dipastikan bahwa indukan gurame tersebut siap untuk dipijahkan.

Berikutnya, Anda perhatikan anus indukan gurame. Ketika anus terlihat berwarna putih kemerahan serta perut indukan terasa lebih lembek maka dipastikan bahwa indukan siap untuk dipijahkan.

Selain uraian tersebut, persiapan pemijahan indukan gurame dapat dilakukan dengan persiapan kolam pemijahan. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mengeringkan serta membersihkan dasar kolam sebelum Anda mengisinya dengan air. Jangan lupa untuk melakukan pemasangan sarang dan menyediakan bahan untuk pembuatan sarang.

Proses pemijahan indukan ikan gurame dilakukan dengan hati-hati. Pertama-tama masukkan indukan ikan gurame ke dalam kolam pemijahan. Pastikan perbandingan indukan ikan gurame jantan dan betina adalah 1:3. Indukan gurame jantan akan membuat sarang dalam kurun waktu 15 hari. Selanjutnya indukan gurame jantan akan mengajak indukan gurame betina untuk melakukan pemijahan.

Usai pemijahan, indukan gurame betina akan akan menutup lubang sarang tersebut. Indukan gurame betina bertanggung jawab untuk menjaga anak-anaknya dengan mengipaskan siripnya ke sarang. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan oksigen guna membantunya menetaskan telur-telurnya. Sementara itu indukan gurame jantan kembali membuat sarang untuk pemijahan berikutnya.

Telur ikan gurame yang berbaus amis dan terdapat minyak di atas sarang mendandakan bahwa telur tersebut siap untuk ditetaskan. Telur ikan gurame akan menetas di hari ke 2-3 usai proses pemijahan. Kondisi air untuk penetasan harus stabil pada kisaran 27-28o C.

  1. Pendederan

Tahap kedua atau tahap setelah pembibitan dalam budidaya gurame adalah tahap pendederan. Pendederan sebaiknya dilakukan saat bak pendederan siap. Adapun bak pendederan yang disarankan adalah bak dengan ukuran 2,5 m x 4,5 m. Ikan gurame tersebut tinggal dalam kolam pendederan selama 14 hari.

Di dalam kolam pendederan, jangan lupa untuk memberikan pakan ikan gurame. Anda disarankan untuk menggunakan Daphnia sebagai pakan alami.

Setelah 14 hari berlalu, Anda bisa melakukan pemindahan ikan. Anda diwajibkan untuk melakukan pemindahan ikan dari kolam pendederan ke kolam pada pagi hari. Pasalnya di waktu tersebut akan mampu mengurangi stress pada ikan.

Sebelum melakukan kegiatan pemindahan ikan tersebut, sebaiknya Anda mempersiapkan kolam ikan terlebih dahulu. Anda dapat melakukan persiapan dasar kolam serta memastikan kelancaran sirkulasi air kolam. Pengapuran kolam dengan kapur dolomit sebaiknya Anda lakukan guna menstabilkan pH air. Terakhir, Anda bisa menambahkan stimulan.

Pemindahan ikan gurame ke dalam kolam sebaiknya dilakukan pada pagi hari mulai pukul 07.00-09.00. Anda bisa menyiapkan wadah untuk proses pemindahan terlebih dahulu. Kemudian Anda dapat  mengeluarkan air dari dalam bak secara perlahan. Tangkap ikan menggunakan scoop net dan simpan ikan ke dalam wadah. Kemudian Anda bisa memindahkan ikan tersebut ke dalam kolam.

  1. Pembesaran

Tahap terakhir budidaya gurame adalah pembesaran. Pembesaran ikan gurame dilakukan pada kolam pemindahan. Ukuran kolam dengan kedalaman 1 meter dirasa optimum untuk digunakan hingga masa panen tiba. Suhu di kolam pembesaran berkisar mulai dari 24-30o C. Air kolam harus bersih dan tidak tercemar limbah apapun. Jangan lupa bahwa pakan/umpan ikan gurame berbeda takaran antara saat pembibitan dengan pembesaran.

Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal

cara budidaya ikan gurame di kolam terpal
cara budidaya ikan gurame di kolam terpal | source : ukmkreatif.com

Budidaya ikan gurame di kolam terpal memiliki tidak hanya satu keunggulan dibandingkan dengan budidaya ikan gurame lainnya.

Kebanyakan orang memilih budidaya ikan gurame dengan kolam terpal karena dirasa lebih praktis, tidak gampang bocor, relatif murah serta memiliki masa pakai hingga 5 tahun lamanya. Selain itu, hasil panen lebih digemari konsumen disebabkan karena ikan yang dihasilkan tidak berbau lumpur. Sehingga ikan gurame tidak terlalu berbau amis.

Terdapat dua macam budidaya ikan gurame dengan kolam terpal yakni kolam terpal dinding tanah dan kolam terpal kerangka besi.

Dalam pembuatan kolam terpal dinding tanah, Anda harus menyesuaikan ukuran kolam dengan jumlah bibit ikan yang akan ditebar. Jangan lupa untuk memberikan selisih untuk dinding dan ditimbun sebagai penahan berat.

Pembuatan kolam terpal dinding tanah dapat dilakukan dalam beberapa proses sebagai berikut.

  1. Pembuatan Kolam

Pertama, Anda dapat menggali tanah sebagai kolam budidaya ikan Anda denganluas sekitar 4×6 m. Tidak lupa Anda siapkan terpal dengan ukuran lebih besar daripada ukuran kolam, misalnya 6×8 m. Ukuran harus lebih besar daripada ukuran kolam.

Berikutnya, Anda bisa menimbun tanah hasil galian Anda untuk mengitari kolam sampai membentuk pematang (seperti halnya di sawah). Langkah selanjutnya adalah dengan memberikan lubang pada salah satu dasar kolam guna saluran pembuangan ketika kolam tersebut sudah diisi air.

Lalu Anda dapat menaburkan sekam padi pada dasar kolam. Di sarankan untuk menaburkan sekam padi setebal 15 cm. Kemudian, sambungkan pipa paralon pada lubang yang telah Anda buat sebagai saluran pembuangan kolam.

  1. Pemasangan Terpal

Selanjutnya, Anda bisa langsung memasang terpal dan merekatkan terpal dengan pipa paralon tersebut. Anda dapat menggunakan lem sebagai bahan perekat. Pastikan lem tersebut sangat kuat. Lalu Anda dapat memperkuat dengan cincin klem besi.

Setelah terpasang rapih, Anda dapat menimbun ujung terpal kolam Anda dengan tanah. Terakhir, Anda dapat mencuci kolam terpal Anda untuk menghapus aroma lem. Sebab, aroma lem dapat berdampak buruk pada benih ikan. Pembersihan kolam setidaknya memerlukan waktu hingga 3 hari untuk memastikan kolam benar-benar kering dan bersih.

  1. Pengisian Air Kolam

Usai kolam terpal Anda siap digunakan, proses selanjutnya Anda bisa melakukan pengisian air. Setidaknya Anda memerlukan air cukup banyak untuk mengisi kolam terpal hingga mencapai ketinggian 75 cm, sebagai antisipasi agar ikan tidak melompat keluar. Berikutnya, Anda bisa menambahkan suplemen ke dalam kolam. Terakhir, Anda bisa menebarkan bibit gurame Anda.

Pembuatan Kolam Terpal Kerangka Besi

budidaya ikan gurame kolam terpal
budidaya ikan gurame kolam terpal | source : lele.co.id

Dalam pembuatan kolam terpal kerangka besi, yang harus Anda lakukan antara lain sebagai berikut.

  1. Pembuatan Kolam

Anda dapat meratakan dan membersihkan tanah sebagai dasar kolam. Kemudian Anda dapat menyiapkan besi panjang dengan sisi siku berlubang yang difungsikan sebagai kerangka kolam. Rangkai besi membentuk persegi panjang.

Sebelum memasang rangkaian besi, Anda disarankan untuk menaburkan sekam padi dengan ketebalan hingga 15 cm pada tanah. Langkah berikutnya adalah dengan memasang terpal pada kerangka besi yang telah Anda buat secara rapih.

Pasang pipa paralon ke dalam dasar kolam sebagai pembuangan. Langkah tersebut hampir sama dengan pembuatan kolam terpal dinding tanah. Selanjutnya, Anda bisa memperkuat sambungan pipa paralon dan memperkuatnya dengan cincin klem besi. Cuci kolam Anda memakai sabun hingga bersih. Jangan tinggalkan aroma lem pada kolam.

  1. Penebaran Bibit

Keringkan kolam dengan kurun waktu kurang lebih 3 hari. Lalu Anda dapat melakukan pengisian kolam dengan air setinggi 100 cm. Selanjutnya Anda dapat menambahkan suplemen ke dalam kolam Anda. Terakhir, Anda dapat menebarkan bibit ikan gurame Anda ke dalam kolam terpal kerangka besi.

Budidaya ikan gurame dengan kolam terpal terbilang cukup banyak diminati. Baik itu budidaya kolam ikan gurame dengan dinding tanah maupun kerangka besi, masyarakat tetap cenderung untuk melakukan budidaya gurame dengan cara tersebut. Budidaya ikan gurame dengan kolam terpal dinilai relatif lebih murah daripada budidaya ikan gurame dengan cara lainnya.

Selain dengan harga yang relatif lebih murah, usaha budidaya gurame menggunakan terpal dinilai lebih banyak memberikan keuntungan. Pertama, ikan akan lebih gemuk. Ikan yang lebih gemuk akan memberikan harga jual yang cukup tinggi bagi peternak ikan gurame.

Hal lain yang disukai dari budidaya ikan gurame dengan kolam terpal adalah masa panen yang cenderung lebih cepat daripada masa panen biasanya. Dengan demikian, peternak ikan gurame akan bisa menghemat waktu serta tenaga.

Keunggulan kolam terpal lainnya adalah ketika melakukan penebaran bibit ikan gurame. Penebaran bibit ikan gurame menggunakan kolam terpal akan lebih banyak dan lebih tinggi. Banyaknya jumlah bibit yang disebar maka akan menghasilkan hasil panen yang tinggi.

Mempertahankan pH air merupakan hal penting dalam budidaya ikan gurame. Dengan menggunakan kolam terpal sebagai media budidaya ikan gurame, pH air kolam akan lebih stabil.

Seiring perkembangan zaman, tidak sedikit orang membisniskan kolam terpal mereka. Hal tersebut dilakukan guna memudahkan peternak ikan dalam melakukan budidayanya. Terutama bagi peternak ikan gurame pemula. Dengan demikian bagi Anda yang pemula dan ingin melakukan budidaya ikan gurame, tidak salahnya mencoba membeli kolam ikan terpal.

Budidaya Ikan Gurame di Kolam Tembok

budidaya ikan gurame di kolam tembok
budidaya ikan gurame di kolam tembok | source : mbledooz.blogspot.com

Selain menggunakan kolam terpal, budidaya ikan gurame dapat dilakukan dengan menggunakan kolam tembok. Pembudidayaan ikan gurame menggunakan kolam tembok patut Anda coba.

Langkah budidaya ikan gurame di kolam tembok hampir sama seperti langkah budidaya ikan gurame di kolam terpal. Perbedaannya ada pada tembok yang digunakan. Apabila Anda melakukan budidaya ikan gurame menggunakan terpal, maka hal tersebut hanya akan berlangsung selama 5 tahun saja. Sementara itu apabila menggunakan kolam tembok, maka akan bersifat permanen.

  1. Pembuatan Kolam

Dalam pembuatan kolam tembok, perlu diperhatikan kembali bahwa tidak semua lahan cocok dijadikan sebagai kolam tembok. Sebaiknya Anda memilih lahan yang relatif datar. Hindari juga lahan yang terjal. Tidak lupa pilihlah lahan yang luas. Hindari juga lahan yang berpotensi terkena banjir dan pencemaran. Juga lahan yang dekat dengan ladang tanaman.

Para petani ladang seringkali menggunakan zat kimia atau pestisida untuk produksi lahan mereka agar lebih baik lagi. Zat kimia atau pestisida tersebut akan menimbulkan pencemaran dan sangat berpengaruh pada budidaya ikan gurame Anda. Maka dari itu sebaiknya Anda menghindari ladang tanaman ketika melakukan budidaya ikan gurame.

  1. Penebaran Bibit

Pada tahap penebaran bibit ikan gurame sebaiknya Anda memilih bibit yang sehat dan lincah. Dalam pemberian pakan, Anda juga harus memperhatikan kualitas pakan Anda. Berikan pakan pada ikan gurame Anda beberapa kali dalam sehari. Anda juga harus menambahkan beberapa suplemen guna meningkatkan kualitas ikan gurame Anda.

  1. Perawatan

Dalam perawatan, baik kolam maupun ikan, Anda harus melakukan dengan sebaik mungkin. Seperti halnya dalam menguji kualitas air dan tanah kolam tembok Anda. Lakukan uji tersebut secara rutin dan teratur. PH air kolam sangat penting untuk diperhatikan. PH air kolam akan menentukan seberapa baik kualitas bibit ikan yang dihasilkan.

  1. Masa Panen

Ketika masa panen, sebaiknya Anda melakukannya pada pagi atau sore hari. Anda juga dapat melakukan panen ketika suhu rendah. Jangan lupa untuk segera memasarkan ikan. Maka dari itu, ketika awal pembuatan kolam sebaiknya Anda mempertimbangkan lokasi pembuatan kolam. Pilihlah lokasi yang mudah diakses oleh kendaraan.

Lokasi yang mudah diakses oleh kendaraan akan memudahkan Anda dalam pengiriman hasil panen. Ikan gurame yang sudah dipanen, harus segera dipindah tangankan. Sebab kualitas daging ikan pada saat itu sedang ada dalam kondisi bagus. Rasa daging akan lebih enak dan gurih ketika dikonsumsi.

Budidaya Ikan Gurame di Kolam Tanah

budidaya ikan gurame di kolam tanah
contoh budidaya ikan gurame di kolam tanah | source : gomancing.com

Budidaya ikan gurame juga dapat dilakukan  di kolam tanah. Mengesampingkan budidaya ikan gurame menggunakan kolam terpal dan tembok, budidaya ikan gurame di kolam tanah merupakan budidaya ikan gurame yang terbilang cukup konvensional. Namun, budidaya ikan gurame menggunakan media ini tetap banyak diminat banyak orang.

Budidaya ikan gurame di kolam tanah masih banyak diminati oleh masyarakat setempat, khususnya masayarakat pedesaan yang memilihi lahan cukup luas.

Kriteria suhu air budidaya ikan gurame di kolam tanah juga sama dengan budidaya ikan gurame pada umunya, yakni kisaran 24-30o C. Kualitas air juga harus diperhatikan. Pastikan kualitas air harus bersih atau tidak terlalu keruh dan bebas dari polusi atau limbah apapun. Kualitas air yang bagus akan berdampak pada kualitas ikan gurame yang dihasilkan.

Apabila Anda tertarik dengan budidaya ikan gurame dengan memanfaatkan kolam tanah, maka ada beberapa hal yang semestinya harus Anda perhatikan lebih jauh lagi.

  1. Tekstur Tanah

Pertama, Anda harus memperhatikan tekstur tanah selaku media Anda dalam melakukan budidaya ikan gurame. Tekstur tanah yang ingin Anda jadikan sebagai media budidaya, harus merupakan tanah liat atau lempung berpasir. Tanah liat tersebut tidak porous. Hal tersebut dimaksudkan dengan tujuan agar kolam dapat menahan massa air.

  1. Kemiringan Tanah

Kedua, Anda harus memperhatikan kemiringan tanah. Untuk memudahkan pengairan, sebaiknya Anda memilih tanah dengan kondisi kemiringan pada kisaran 3-5 %. Apabila air mengalir dengan baik maka pertumbuhan serta perkembangan fisik ikan gurame akan terjaga.

  1. Kedalaman Kolam

Ketiga, Anda harus memastikan kedalaman kolam tanah Anda. Pastikan kedalaman kolam ada pada kisaran 100-200 cm agar pengairan berjalan dengan baik.

Langkah pertama budidaya ikan gurame menggunakan kolam tanah yang dapat Anda lakukan adalah dengan mempersiapkan kolam tanah. Kemudian pastikan volume air kolam. Jangan lupa untuk memeriksa warna air, pH serta suhu air.

Terbilang konvensional atau menggunakan cara lama, budidaya ikan gurame juga dinilai memiliki risiko. Risiko yang sering ditimbulkan adalah adanya bau tanah dan amis pada ikan gurame ketika dipanen. Namun Anda dapat meninimamilisir hal tersebut dengan mencuci ikan secara bersih sebelum dijual kepada konsumen.

Budidaya Ikan Gurame di Kolam Beton

budidaya ikan gurame di kolam beton
budidaya ikan gurame di kolam beton | source : lapaknasa.com

Salah satu cara budidaya ikan gurame lainnya adalah dengan menggunakan kolam beton. Cara ini sedikit lebih elit diantara budidaya ikan gurame lainnya. Meski demikian tidak salahnya bagi Anda untuk mencoba budidaya ikan gurame di kolam beton ini.

Cara budidaya ikan gurame di kolam beton tidak sulit untuk dilakukan. Semua orang bisa melakukannya dengan mudah.

Kolam beton dibuat dengan menggunakan campuran bahan semen. Ukuran ideal budidaya ikan gurame menggunakan kolam beton adalah 5×10 m. Konstruksi beton yang kuat akan menjaga nutrisi ikan sehingga akan mempercepat pertumbuhan ikan dan lekas panen.

  1. Pembibitan

Anda dapat melakukan penggalian kolam dan memasang beton. Kemudian seperti halnya pembuatan kolam budidaya ikan gurame lainnya, jangan lupa untuk memasang saluran pada tengah kolam. Diamkan kolam hingga 3 hari untuk kemudian diisi dengan air setinggi 120 cm. Selanjutnya isi kolam dengan 50 % pupuk organik dan biarkan kolam selama 3 hari.

Air akan berwarna hijau dalam kurun waktu 1 minggu. Setelah itu barulah Anda dapat menebar bibit ikan gurame pada kolam Anda. Disarankan untuk bibit ikan yang akan ditebar, pilih dengan ukuran sekitar 5 atau 7 cm dengan bobot 15 gram. Penebaran bibit ikan gurame dianjurkan untuk dilakukan pada pagi atau sore hari. Jangan lupa untuk melakukan penambahan air secara berkala.

  1. Perawatan

Perawatan budidaya ikan gurame menggunakan kolam beton terbilang mudah dilakukan. Anda hanya perlu tekun dan telaten. Pastikan air kolam Anda selalu bersih dan bebas polusi. Pakan untuk ikan gurame Anda yang sedang ada dalam masa pertumbuhan, sebaiknya diberikan pelet. Mengapa demikian? Sebab pelet ikan kaya akan nutrisi dan gizi.

Selain pelet, Anda juga bisa menggunakan makan substitusi lainnya. Makanan-makanan tersebut antara lain kangkung, daun papaya, daun singkong, daun ubi jalar, daun talas, kecambah, tauge bibit padi serta kacang tanah. Ikan gurame juga bisa mengkonsumsi ampas tahu, jagung dan dedak. Hanya saja Anda harus terlebih dahulu melumat pakan tersebut kecil-kecil.

Pergantian air kolam budidaya ikan gurame Anda sebaiknya dilakukan secara rutin dan teratur. Adapun waktu yang disarankan untuk pergantian air kolam budidaya ikan gurame Anda adalah sekitar 1 hingga 2 minggu sekali. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh kadar kekeruhan air. Setidaknya Anda harus melakukan pergantian air sebanyak 30% rutin dari air yang ada di kolam budidaya ikan gurame Anda.

Sebagai peternak ikan gurame, Anda dianjurkan untuk lebih memperhatikan kebutuhan pasar. Anda dapat memutuskan untuk melakukan panen sebagian ataupu panen total. Selain itu, Anda juga harus bisa memilah ikan gurame yang besar dan yang masih harus tinggal lebih lama di kolam.

  1. Panen

Untuk memanen ikan gurame sendiri, dapat dipermudah dengan menggunakan jaring atau obat yang dapat mematikan ikan. Waktu pemanenan ikan gurame kurang lebih adalah 90 hingga 120 hari kalender. Bobot ikan gurame yang dapat Anda panen mencapai kisaran berat 200 hinggaa 300 gram per ekor. Pada bobot tersebut, ikan gurame akan terasa lebih gurih dan enak.

Budidaya Ikan Gurame di Kolam Kecil

Bagi Anda yang ingin membudidayakan ikan gurame untuk konsumsi pribadi, Anda bisa melakukan budidaya ikan gurame di kolam kecil. Adapun langkah-langkah yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Pembuatan Kolam

Persiapan lahan menjadi poin pertama dalam proses budidaya ikan gurame di kolam kecil. Anda bisa menggunakan terpal seperti halnya budidaya ikan gurame di kolam terpal. Namun ukuran budidaya ikan gurame di kolam kecil hanya memerlukan ukuran terpal yang juga tidak terlalu besar.

  1. Penebaran Bibit

Usai melakukan persiapan kolam, Anda dapat melakukan penebaran benih ikan gurame di kolam kecil Anda. Perhatikan ukuran ikan gurame yang ditaburkan ke dalam kolam kecil, disarankan sepanjang 5 cm. Prosedur pemindahan ikan gurame ke dalam kolam kecil sama seperti pemindahan ikan gurame ke dalam kolam pada umumnya.

  1. Perawatan

Usai penebaran bibit ikan gurame ke dalam kolam, Anda dianjurkan untuk melakukan perawatan ikan gurame. Anda dapat melakukan pergantian air rutin, agar ikan tidak mengalami keracunan. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan pakan ikan gurame Anda. Anda dapat menggunakan pakan alami seperti tanaman kangkung serta tanaman keladi.

Apabila Anda membudidayakan ikan gurame di kolam kecil sebagai konsumsi pribadi, Anda dapat melakukan proses pemanenan ikan gurame kapanpun Anda mau.

Cara Budidaya Ikan Gurame Agar Cepat Besar

Prospek budidaya ikan gurame yang menguntungkan membuat banyak orang ingin melakukan usaha tersebut. Namun seperti halnya dua mata koin yang berbeda, keuntungan budidaya ikan gurame tidak dibarengi dengan waktu pemrosesan budidaya. Pembudidayaan ikan gurame memerlukan waktu yang lumayan lama.

Seiring berjalannya waktu, kemunculan fenomena percepatan budidaya ikan gurame mulai dipublikasikan. Berikut ini merupakan kiat-kiat dalam membudidayakan ikan gurame agar cepat besar dan tentunya lekan panen.

  1. Lokasi

Salah satu faktor utama untuk percepatan budidaya gurame adalah dengan memperhatikan lokasi pembuatan kolam. Anda perlu memilih lokasi pembuatan kolam yang bagus guna mempercepat proses pertumbuhan ikan gurame. Adapun kriteria lokasi kolam ikan yang bagus yakni kolam harus langsung mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sebab, kisaran suhu kolam harus stabil sekitar 25-28o C.

  1. Pemilihan Bibit

Kiat berikutnya yang patut Anda coba adalah dengan memilih bibit ikan gurame yang berkualitas. Pilihlah bibit ikan gurame yang sehat dan lincah. Kategori bibit ikan gurame yang dikatakan sehat yaitu bibit ikan memiliki berat hingga 100 gram. Kriteria usia bibit ikan adalah 1 tahun.

Dengan memilih bibit ikan gurame dengan berat 100 gram, maka Anda tidak perlu menunggu lama untuk proses panen. Sebab, proses panen gurame adalah ketika gurame memiliki berat sekitar 500 gram.

Perlu diingat dalam pembelian bibit ikan gurame, Anda disarankan untuk mencari lokasi terdekat. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir risiko ikan gurame stress dan mengalami kematian.

  1. Pembersihan Kolam

Kiat ketiga dalam percepatan budidaya ikan gurame adalah dengan membersihkan dan mengeringkan kolam sebelum Anda memasukkan bibit ikan. Anda perlu melakukan hal tersebut agar bibit ikan gurame Anda terhindar dari ancaman penyakit ikan. Ancaman penyakit ikan yang kerap menyerang ikan gurame adalah jamur.

Anda dapat melakukan pengeringan kolam dalam kurun waktu 10-14 hari. Tidak lupa untuk menambahkan kapur pertanian sebanyak 200 gram per meter persegi. Kapur pertanian tersebut digunakan agar kolam ikan gurame terhindar dari bahaya jamur.

Apabila Anda menemukan ikan gurame yang tengah terserang penyakit, maka segerakanlah pisahkan ikan gurame tersebut. Masukkan ikan tersebut ke dalam larutan garam dapur (bisa dengan garam yodium) selama satu jam. Larutan garam dapur yang disarankan adalah sekitar 20 miligram.

  1. Pemberian Pakan

Kiat terakhir, pemberian pakan dengan banyak kandungan protein. Kriteria pakan yang bagus untuk budidaya ikan gurame adalah dengan melihat kandungan protein di dalamnya. Pakan yang bagus akan banyak mengandung tidak hanya protein nabati, tetapi juga protein hewani.

Gurame memerlukan sekitar 25% protein hewani untuk percepatan pertumbuhannya. Sementara itu untuk protein nabati, Anda bisa memberikannya dengan daun-daunan. Contoh daun-daunan yang banyak mengandung protein nabati dan sangat bagus untuk ikan gurame adalah daun kangkung, daun singkong, daunt alas serta selada air.

Untuk percepatan budidaya ikan gurame, Anda juga bisa memberikan enzim komplek kurang lebih sebanyak 2% dari pakan pabrik.

Pemasaran Ikan Gurame

pemasaran ikan gurame
pemasaran ikan gurame | source : jitunews.com

Usai melakukan budidaya ikan gurame, petani akan melakukan masa panen. Namun tidak sedikit peternak ikan gurame yang mempermasalahkan proses pemasaran ikan gurame.

Betul?

Tidak jarang peternak gurame yang ahli dalam proses budidaya ikan gurame. Namun dalam segi pemasaran, masih ada yang mengalami kendala. Mereka masih mengalami kesulitan dalam melakukan pemasaran ikan gurame hasil panen mereka.

Dalam hal bisnis ikan gurame, pemasaran atau proses marketing memiliki peran penting bagi kelangsungan bisnis iikan gurame yang Anda jalani. Bukan melulu mengenai permasalahan pada tahap budidaya, kesuksesan peternak ikan gurame dapat dilihat berdasarkan cara Anda melakukan pemasaran hasil panen.

Oleh karena itu Anda perlu mempelajari kiat-kiat berikut guna memudahkan pemasaran ikan gurame.

  1. Lakukan Kontrak Kerja dengan Pihak Rumah Makan

Pertama, Anda harus melakukan kontrak kerja dengan restoran atau rumah makan yang menjual menu gurame. Kontrak kerja tersebut dianjurkan agar pemasaran hasil panen ikan gurame Anda tidak mengalami kesulitan. Ketika Anda sudah menjalin kontrak dengan restoran atau rumah makan peneydia menu ikan gurame, maka setelah panen Anda cukup mengantarkannya kesana saja.

  1. Kembangkan Ide Makanan dengan Sajian Gurame

Kedua, Anda dapat mengembangkan ide makanan saji menggunakan menu gurame hasil panen. Apabila Anda tidak dapat memasak atau membuat menu gurame, Anda bisa menggandeng rekan Anda yang mahir dalam memasak untuk mengembangkan ide makanan saji menggunakan bahan ikan gurame. Keuntungan lainnya adalah Anda dapat membuka peluang usaha baru bagi orang lain.

Semakin banyak Anda merekrut tenaga kerja, berarti Anda akan turut serta dalam memajukan perekonomian lingkungan Anda. Tidak lupa untuk menciptakan iklim produktivitas dan persaingan bisnis yang sehat.

Ketika Anda membuka kedai makanan menggunakan menu gurame milik Anda sendiri, maka Anda tidak dapat menekan biaya modal dalam pembukaan kedai makanan tersebut. Anda dapat memulai dengan menu sederhana seperti gurame asam manis, gurame gulai serta gurame goreng.

  1. Jual Eceran di Pasar

Ketiga, Anda dapat menjualnya secara eceran di Pasar. Sebab, tidak semua orang akan membeli ikan gurame dalam sistem borongan. Beberapa orang akan membeli ikan gurame sebagai menu makan mereka saja. Mereka hanya membeli sesuai kebutuhan saat itu.

Menjual ikan gurame secara eceran tidak akan menyebabkan kerugian pada usaha Anda. Malahan, menjual ikan gurame secara eceran akan lebih menguntungkan bagi usaha Anda.

  1. Lakukan Kerjasama dengan Supermarket

Keempat, Anda dapat menjual ikan gurame dalam partai pasar dengan menjalin kerja sama dengan supermarket. Meski supermarket cenderung lebih banyak aturan dalam pemilihan ikan gurame yang akan dijual, tidak menutup kemungkinan bahwa hasil panen Anda akan diambil pihak supermarket.

Apabila Anda berhasil menjalin kerjasama dengan supermarket, maka Anda akan memperoleh keuntungan yang berlipat. Bahkan Anda dapat menjalin kerjasama dengan supermarket lain. Dengan demikian, omset penjualan ikan gurame Anda akan lebih tinggi.

  1. Lakukan Kerjasama dengan Pengepul

Kelima, Anda juga juga bisa melirik pengepul sebagai target pemasaran ikan gurame Anda. Namun, Anda harus hati-hati ketika menjalin kerjasama dengan pengepul.

Kenapa demikian?

Tidak semua pengepul mau memberikan harga terbaik untuk hasil panen budidaya ikan gurame Anda. Ada saja pengepul yang nakal dan maunya untung saja. Usahakan untuk mencari pengepul terpercaya yang dapat Anda ajak kerjasama. Cari referensi pengepul melalui teman atau keluarga. Bisa juga Anda menemukan referensi melalui pasar.