Cara Budidaya Ikan Bawal di Berbagai Kolam (Terpal, Beton, Tanah)

7 min read

3. Budidaya Ikan Bawal

Ikan bawal merupakan salah satu jenis ikan yang begitu populer di Jndonesia. Hal tersebut karena bawal memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari kebanyakan jenis ikan lainnya. Banyaknya permintaan terhadap jenis ikan tersebut membuat sejumlah orang mulai membudidayakannya. Budidaya Ikan Bawal terbilang dapat dengan mudah dilakukan oleh siapa saja termasuk Anda.

Asalkan Anda memiliki niat dan mau berusaha untuk membudidayakan sejenis ikan Bramidae ini, maka Anda bisa sukses dengan mudah. Anda bisa mulai membudidayakan ikan tersebut melalui berbagai macam jenis kolam seperti kolam terpal maupun kolam tembok. Biasanya hal tersebut juga kerap dimuat dalam berbagai artikel tentang budidaya ikan bawal.

Melihat besarnya peluang dari budidaya bawal ini maka Jurnal Manajemen telah merangkum mengenai cara budidaya ikan bawal yang sesuai dengan berbagai cara. Berikut ulasannya :

 

Baca Juga : Daftar Harga Ikan Bawal Terlengkap & Terbaru (Semua Jenis per Kg)

 

Ciri-Ciri Ikan Bawal

ciri ikan bawal
ciri ikan bawal | sumber : carabudidaya.co.id

Sebelum memulai ternak ikan bawal, ada baiknya Anda mengenal karakteristik ikan tersebut. Dengan demikian, Anda akan lebih bisa memahami ikan yang kaya akan kandungan nutrisi tersebut. Bawal atau yang memiliki nama latin Collosoma macropomum merupakan jenis ikan yang berasal dari negara Brazil. Ikan ini memiliki wujud menyerupai piranha. Tidak jarang orang-orang salah sangka terhadapnya.

Meskipun sama-sama hidup secara bergerombol, akan tetapi bawal dan piranha adalah dua jenis ikan yang berbeda. Untuk memahami perbedaan tersebut, ada baiknya Anda mengetahui karakteristik dari ikan yang termasuk ke dalam famili Characidae tersebut.

Karakteristik Ikan Bawal

Karakteristik ikan tersebut di antaranya ialah sebagai berikut :

  1. Apabila dilihat dari sisi samping, maka tubuh bawal akan tampak oval atau bulat.
  2. Jika Anda melihat secara vertikal, maka tubuh bawal akan nampak pipih.
  3. Mempunyai ukuran panjang dan tinggi bisa mencapai lebih dari dua sentimeter.
  4. Memiliki warna tubuh kecokelatan pada bagian atas dan warna tubuh agak putih pada bagian bawah.
  5. Bagian luar dilapisi dengan sisik kecil.
  6. Memiliki sirip dengan ukuran panjang yakni mencapai tiga sentimeter.
  7. Pada bagian tepi sisi perut, sirip anus serta ekor mempunyai warna merah kekuningan cenderung oranye.
  8. Memiliki lima bagian sirip yakni sirip punggung, dada, perut, sirip anus dan ekor.
  9. Sirip punggung mempunyai jari-jari cukup keras, akan tetapi tidak terlalu tajam.
  10. Jari-jari sirip selain pada bagian punggung terbilang lemah.
  11. Sirip bagian belakang berbentuk cagak.
  12. Ukuran kepala bawal cenderung lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.
  13. Mulut bawal terletak pada bagian ujung kepala dan lebih condong ke arah atas.
  14. Memiliki gigi seri yang tajam dengan rahang pendek tetapi kuat.
  15. Mata bawal jelas serta menonjol dan berbentuk layaknya cincin.
  16. Mempunyai daging tebal dan berwarna merah.
  17. Tidak terlalu berbau amis serta berserabut cukup halus.
  18. Berkembang biak dengan cara bertelur dan bisa menghasilkan telur hingga lebih dari sepuluh ribu tiap bertelur.
  19. Mempunyai habitat asli di sungai, danau dan perairan tenang lainnya.
  20. Termasuk ke dalam kategori hewan omnivora.
  21. Bawal jantan terlihat lebih kecil jika dibandingkan dengan betina.
Artikel Terkait
Manfaat Ikan Bawal
Umpan Ikan Bawal

Budidaya Ikan Bawal di Kolam Terpal

Budidaya Ikan Bawal kolam terpal
Budidaya Ikan Bawal kolam terpal | sumber : semuaikan.com

Pada mulanya, budidaya atau ternak bawal dilakukan dengan menggunakan media kolam permanen, kolam tanah maupun kolam tambak. Akan tetapi, seiring perkembangan waktu budidaya ikan tersebut dapat dengan mudah dilakukan menggunakan media kolam terpal. Terlebih lagi jika Anda ingin melakukan budidaya ikan bawal bintang.

Budidaya ikan bawal menggunakan kolam terpal dinilai lebih banyak memberi keuntungan khususnya bagi pemula. Keuntungan tersebut yaitu modal yang digunakan terbilang ramah kantung. Di samping itu, budidaya menggunakan kolam terpal juga tidak banyak membutuhkan air. Adapun budidaya ikan bawal kolam terpal di antaranya seperti berikut.

1. Persiapan

  • Siapkan terpal karet berukuran 4 m x 5 m x 0,7 m.
  • Persiapkan lahan pembuatan kolam dengan menggali lahan lebih besar daripada ukuran terpal yang diinginkan.
  • Buat kerangka kolam terpal dengan menggunakan bahan dari besi atau kayu.
  • Tutup kerangka tersebut dengan menggunakan terpal.
  • Isi kolam dengan air.
  • Kondisikan air kolam dengan mengganti air tersebut. Hal ini dilakukan guna menghilangkan kotoran maupun virus lain yang menempel pada terpal tersebut. Anda bisa mengisi kembali air kolam setinggi 50 sentimeter.
  • Tutup kolam dan biarkan sampai 3 hari. Ini dimaksudkan untuk menjaga strerilitas kolam.

2. Pembenihan

  • Cara budidaya ikan bawal di kolam terpal berikutnya adalah pada tahap pembenihan. Anda bisa membeli bibit bawal baik di pasar ikan, pembudidaya bawal maupun secara online. Beli bibit bawal sesuai kapasitas kolam budidaya.
  • Biarkan bibit bawal beradaptasi terlebih dahulu selama 1 jam.
  • Pindahkan bibit bawal ke kolam terpal yang telah disiapkan. Penebaran bibit bawal dihitung sebanyak 150 ekor per meter persegi dengan kedalaman 40 sentimeter.

3. Pemeliharaan

  • Pada minggu pertama Anda bisa memberikan pakan pelet yang telah dihaluskan menjadi tepung dengan takaran 750 gram untuk 100.000 bibit bawal.
  • Pada minggu kedua dan seterusnya Anda bisa memberikan makanan serupa sebanyak 1000 gram untuk 100.000 bibit bawal.
  • Berikan pakan tersebut secara rutin sebanyak 3 kali sehari agar bawal cepat tumbuh besar.
  • Berikan juga vitamin seperti liposakarida yang dicampurkan dengan pakan bawal.
  • Jagalah kebersihan kolam terpal setidaknya selama 20 hari sekali (ganti air).

4. Pemanenan

  • Panen budidaya ikan bawal air tawar di kolam terpal saat ikan tersebut berumur 5 bulan. Jika belum berusia 5 bulan namun berat ikan sudah mencapai 500 gram, maka sebaiknya ikan tetap dipanen.
  • Anda bisa mulai memanen dengan menyisakan sedikit air di dalam kolam.
  • Gunakan jaring dengan diameter yang cukup besar dalam menangkap bawal.

Cara Budidaya Ikan Bawal Air Tawar Kolam Tanah

Budidaya Ikan Bawal kolam tanah
Budidaya Ikan Bawal kolam tanah | sumber : infoagribisnis.com

Budidaya ikan bawal air tawar menggunakan media kolam tanah adalah salah satu cara yang paling sering dijumpai. Anda bisa menggunakan media kolam tanah sebagai tempat ternak bawal yang paling mudah dilakukan. Dengan menggunakan media kolam tanah, Anda hanya perlu menyiapkan modal sekitar Rp.2000.000,00 saja.

Modal tersebut sudah termasuk ke dalam biaya akuisisi lahan kolam, pembuatannya, pembelian bibit serta pengadaan perlengkapan budidaya ikan tersebut. Jika Anda tertarik untuk melakukan budidaya atau ternak bawal menggunakan media kolam tanah, maka sebaiknya mulai menyimak cara budidaya ikan bawal berikut. Cara berikut juga bisa Anda jumpai pada makalah budidaya ikan bawal.

1. Pemilihan induk bawal

Sebelum memulai budidaya ikan bawal tawar, Anda perlu memilih indukan terlebih dahulu. Pilihlah indukan yang lincah dan tidak cacat tubuh. Indukan yang lincah menandakan dalam kondisi sehat. Indukan yang cocok adalah indukan yang memasuki kriteria usia 3 tahun untuk jantan dan 4 tahun untuk betina. Usahakan berat badan bakal indukan adalah 2 kilogram.

2. Persiapan pembuatan kolam

Dalam melakukan pembuatan kolam tanah untuk budidaya bawal, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut. Hal ini demi keberlangsungan hidup ikan budidaya Anda nantinya.

  • Pastikan dasar kolam telah benar-benar kering. Anda bisa melihatnya apakah sudah muncul retakan atau belum. Jika sudah retak, maka kolam tersebut benar-benar kering.
  • Baluri dasar kolam dengan kapur tohor berdosis 25 kilogram. Pembaluran ini memiliki tujuan guna meningkatkan pH yang terkandung dalam tanah. Selain itu, pemberian kapur tohor juga dimaksudkan untuk membersihkan kolam baik dari ikan maupun endapan lainnya yang ada pada celah-celah tanah.
  • Tambahkan pupuk kandang yang sudah matang menggunakan takaran sebanyak 25 sampai 50 kilogram bagi kolam dengan luas sebesar 100 meter persegi.
  • Isikan kolam dengan air setinggi 3 sentimeter.
  • Isikan air secara bertahap setelah 3 hari dengan kedalaman mencapai 60 hingg 120 sentimeter. Ketinggian air juga menyesuaikan dengan banyaknya jumlah ikan di dalam kolam.

3. Pemilihan bibit bawal berkualitas

Setelah kolam tanah siap, maka selanjutnya Anda perlu memilih bibit bawal yang berkualitas. Hal tersebut tentu digunakan untuk menunjang pertumbuhan ikan. Bibit bawal berkualitas adalah bibi yang memiliki panjang tubuh 5 hingga 8 sentimeter.

Selanjutnya, tidak terdapat cacat fisik sedikit pun dari tubuh bibit ikan tersebut. Bibit ikan yang berkualitas mempunyai warna yang serupa. Di samping itu, bibit tersebut juga senantiasa aktif dalam bergerak atau lincah.

4. Penebaran bibit

Sebelum Anda melakukan penebaran bibit, Anda harus terlebih dahulu melakukan proses adaptasi terhadap bibit tersebut. Caranya adalah dengan memindahkan bibit ikan ke kolam dengan kondisi masih terbungkus plastik. Kisaran waktunya adalah 2 sampai 3 hari. Hal ini dimaksudkan agar bawal tidak akan mengalami stres atau kaget dengan konsisi kolam sehingga bisa memicu kematian dini.

Apabila bungkusan plastik telah nampak mengembun, maka secara perlahan Anda bisa mulai untuk melepaskan bibit-bibit tersebut ke dalam kolam.

5. Pemberikan pakan

Dalam memberikan pakan pada bibit bawal, Anda tidak boleh sembarangan. Pastika pakan bibit tersebut mengandung protein serta vitamin guna menunjang tumbuh kembang bawal. Lakukan pemberian pakan dengan manajemen waktu yang tepat yakni setiap hari dengan bobot 3 sampai 5% serta bergantung pada berat tubuh ikan tersebut.

Anda dapat memberikan pakan ikan berupa pelet sebanyak 3 kali sehari secara menyebar ke permukaan kolam. Berikan vitamin tambahan yang bisa Anda campurkan dengan pakan tersebut. Misalnya, lipopolisakarida. Vitamin tambahan penting agar tubuh bibit lebih cepat besar.

6. Proses panen

Bawal sudah bisa dipanen ketika memasuki usia 6 bulan setelah masa penebaran bibit. Jika Anda ingin menjual ikan tersebut ke pasar, maka bobot ikan tersebut harus mencapai ½ kilogram per ekornya. Anda bisa mulai melakukan pemanenan terhadap ikan budidaya tersebut dengan cara menguras air di dalam kolam secara perlahan hingga menyisakan sedikit (1/3 dari volume air).

Gunakan jaring berdiameter cukup besar untuk menangkap ikan. Selanjutnya, pindahkan ikan hasil panen ke dalam wadah besar yang berisikan air bersih. Jika ingin langsung dijual, maka Anda bisa memasukkannya ke dalam kantung plastik. Jangan lupa untuk memberikan tambahan oksigen agar ikan tersebut dapat hidup lebih lama.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Budidaya Ikan Nila Budidaya Ikan Gurame
Budidaya Ikan Lele Budidaya Ikan Patin
Budidaya Ikan Mujair Budidaya Ikan Bandeng

Budidaya Ikan Bawal di Kolam Beton

Budidaya Ikan Bawal kolam beton
Budidaya Ikan Bawal kolam beton | sumber : bibitikan.net

Sama seperti budidaya ikan air tawar pada umumnya, budidaya atau ternak bawal juga bisa menggunakan media kolam permanen atau kolam beton. Budidaya ikan menggunakan kolam permanen terbilang lebih menguntungkan dibandingkan dengan media kolam lainnya. Salah satunya adalah efisiensi ukuran kolam yang tepat.

Ternak bawal dengan kolam beton juga terbilang lebih kokoh dan kuat. Keamanan ikan yang menggunakan media budidaya dari beton juga lebih terjaga. Ikan akan lebih aman dari risiko serangan predator alami lainnya. Bagi Anda yang ingin coba untuk melakukan budidaya ikan bawal dengan menggunakan media kolam beton, maka bisa menyimak informasi berikut ini.

1. Persiapan media kolam budidaya

Dalam mempersiapkan media budidaya ikan bawal di kolam tembok , Anda perlu melakukan analisa budidaya ikan bawal. Anda perlu mempertimbangkan beberapa poin berikut demi keberhasilan budidaya ikan tersebut. Poin-poin yang perlu Anda pertimbangkan tersebut di antaranya ialah sebagai berikut.

  • Bersihkan kolam terlebih dahulu dari lumpur. Anda bisa menggunakan alat pendorong lumpur dan membilasnya dengan air bersih agar kondisi kolam steril.
  • Lakukan pengeringan kolam dengan waktu maksimal dua hari.
  • Isi kolam dengan air yang dialirkan dari tandon filtrasi. Pastikan tinggi air kolam tersebut berkisar antara 60 sampai 70 sentimeter.
  • Lakukan pemupukan kolam dengan menggunakan pupuk kandang. Hal ini sebetulnya opsional karena bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami dari dasar kolam nantinya.

2. Penebaran bibit

Pilihlah bibit budidaya ikan bawal yang berkualitas baik. Bibit yang berkualitas tentu akan sangat mempengaruhi keberhasilan dari kegiatan pembenihan. Layaknya penebaran bibit bawal pada media kolam lainnya, penebaran bibit bawal pada media kolam beton juga dilakukan dengan cara adaptasi terlebih dahulu.

Anda bisa menyiapkan kantung plastik bening yang dibiarkan mengapung pada permukaan kolam. Masukkan bibit bawal secara perlahan ke dalam kantung plastik tersebut. Pastikan jangan terlalu padat untuk mengisi bibit ikan ke dalam kantung plastik. Biarkan bibit bawal dalam kondisi tersebut selama 2 hingga 3 hari.

Penebaran bibit bawal di dalam kantung plastik tersebut berguna untuk menghindari risiko stres atau kaget ketika nantinya memasuki kolam yang sebenarnya. Hal tersebut juga sangat bermanfaat untuk menghindari risiko kematian dini.

Barulah ketika kantung plastik berisikan bibit bawal mengembun, maka Anda bisa melepaskan bibit-bibit tersebut ke dalam kolam beton. Jangan lupa untuk melakukan pemindahan bibit secara perlahan.

3. Pemberian pakan

Pemberian pakan pada bibit bawal harus dilakukan dengan manajemen yang baik. Pastikan pakan ikan berbobot 2 sampai 3% dari total bobot bawal yang ada pada kolam tersebut. Lakukan pemberian pakan pada frekuensi yang baik dan rutin yaitu pagi, siang dan sore pada jam 08.00, 13.00 dan 16.00. Tebarkan pakan pada permukaan kolam secara merata.

Anda bisa menggunakan pelet terapung sebagai makanan rutin bibit ikan tersebut. Jangan lupa untuk memberikan tambahan vitamin agar ikan tersebut cepat tumbuh besar dan kuat terhadap berbagai ancaman penyakit ikan lainnya.

Adapun penyakit yang biasanya menyerang bawal berjenis jamur seperti saprolegnia sp dan streptococcus sp. Kedua jamur tersebut menyerang ikan pada luka yang disebabkan karena adanya gesekan antara tubuh ikan satu dengan lainnya dalam perburuan makanan.

Untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut, Anda juga harus rutin dalam melakukan pergantian air kolam. Pastikan kontrol kualitas air dilakukan dengan baik. Setidaknya selama 20 hari sekali Anda perlu melakukan penggantian air.

Apabila tubuh ikan semakin besar, Anda bisa mengurangi frekuensi pemberian pakan. Anda bisa memberikannya makan dengan frekuensi dua kali sehari yaitu waktu pagi dan sore hari pada pukul 08.00 dan 15.00.

4. Proses pemanenan

Pemanenan budidaya ikan bawal bisa Anda lakukan saat ikan tersebut telah berusia lebih dari 6 bulan dari masa penebaran bibit. Selain berpatokan pada usia, Anda juga bisa menggunakan berat tubuh ikan sebagai acuan pemanenan ikan. Jika ikan tersebut sudah mencapai bobot 500 gram, maka Anda sudah bisa memanennya.

Cara pemanenan ikan ini sama dengan cara pemanenan ikan air tawar lainnya. Anda bisa menggunakan metode pemanenan seleksi atau pemanenan total. Pemanenan seleksi adalah pemanenan yang pada ikan yang telah memasuki cukup usia atau berat tubuh saja. Sementara itu, pemanenan total adalah pemanenan seluruh ikan tanpa terkecuali.

Untuk memulai pemanenan ikan, Anda bisa mengurangi volume air kolan hingga menyisakan sepertiganya. Gunakan jaring dengan diamater besar untuk menangkap ikan panenan. Usai ikan terambil, Anda bisa langsung meletakkannya ke dalam wadah yang berisi air bersih.