Budidaya Belut Bagi Pemula di Berbagai Kolam (Terpal, Beton, Fiber, Dll)

7 min read

Budidaya Belut

Belut merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki kandungan gizi tinggi, pantas saja permintaan akan ikan berbentuk ular ini terus meningkat. Hal ini pula yang membuat semakin  banyak orang berbisnis budidaya belut. Apalagi untuk mengembang biakkannya tak membutuhkan cara yang sulit, dan masa panennya juga terbilang cepat.

Belut yang juga dikenal dengan nama swamp eel ini memiliki habitat di sawah dan air tawar. Biasanya diolah untuk makanan rumahan, restoran dan lainnya. Ekstrak belut juga sering digunakan untuk membuat obat tertentu. Bahkan saat ini Indonesia tercatat sebagai salah satu negara pengekspor belut di berbagai negara.

Melihat keuntungan ini tentunya banyak yang bertanya bagaimana cara membudidayakannya ? Oleh karena itu pada artikel Jurnal Manajemen kali ini akan membahas seputar Cara Budidaya Belut untuk Pemula di berbagai Kolam. Berikut ulasannya :

 

Baca Juga : Ikan Sidat : Budidaya, Manfaat, Jenis, Siklus Hidup, Dll [Terlengkap]

 

Cara Budidaya Belut

Untuk menghasilkan belut dengan ukuran dan berat ideal yang layak jual, tentunya harus dibudidayakan dengan cara yang tepat. Baik itu belut hasil tangkapan dari habitatnya di alam, maupun belut yang sejak lahir sudah dibudidayakan oleh peternak belut.  Keberhasilan dari pembiakan belut ini sangat tergantung pada proses dari awal pemilihan bibit hingga proses panennya.

Berhubung jenis belut ada dua yaitu belut sawah dan belut air tawar, cara membudidayakan belut pada habitat sawah dan air tawar cukup berbeda. Namun biasanya untuk benih yang dibudidayakan memiliki ciri yang relatif mirip. Baik dari segi ukuran, berat, dan kondisi fisiknya. Lama proses budidaya juga sama yaitu berkisar maksimal delapan bulan.

Cara Budidaya Belut Air Bersih

Budidaya Belut air jernih
Budidaya Belut air jernih | sumber : lapaknasa.com

Sebagai binatang yang hidup di air tawar, membudidayakan belum dalam air bersih memang cocok dilakukan, selama proses budidaya yang diterapkan sesuai dengan prinsip hidup belut itu sendiri. beberapa langkah yang harus dilakukan untuk beternak belut adalah persiapan tempat, ketersediaan air, pemilihan bibit, cara menebar bibit, memberi makanan, merawat, dan cara memanen yang benar.

1. Persiapan Tempat dan Ketersediaan Air

Hal yang perlu dipersiapkan adalah kolam untuk budidaya. Ukurannya disesuaikan dengan ukuran dan berat bibit yang akan digunakan. Perbandingan yang biasa dipakai adalah 1,5 kg bibit untuk setiap meter persegi ukuran kolam. Kemudian pastikan juga kolamnya berdinding tembok, dan pada bagian dasarnya diberi alas bisa berupa jaring yang dijadikan tempat belut menggali.

Kemudian cara budidaya belut selanjutnya adalah dengan memastikan sirkulasi dari air dari dank e dalam kolam sangat lancar. Begitu juga dengan pH dari air di dalam kolam yang harus dijaga antara 7-8. Dan yang paling penting adalah air yang dipakai adalah air bersih dari sungai atau sumber air lainnya yang bebas dari bahan kimia.

2. Pilih Bibit

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih bibit sebelum menentukan  cara betrnak belut yang tepat adalah:

  1. Pastikan bibit tidak memiliki luka di tubuhnya
  2. Pergerakannya di dalam air lincah dan aktif
  3. Pilih bibit dari pembudidayaan, bukan dari tangkapan untuk menghindari penyebaran penyakit dan jamur
  4. Pilih bibit dengan ukuran dan berat yang relatif saja, untuk menghindari saling mangsa di dalam kolam budidaya.
  5. Pastikan warna dari bibit cerah dan tidak berwarna pucat
  6. Sebaiknya pilih yang memiliki ukuran antara 10 sentimeter hingga 12 sentimeter.

3. Sebar Bibit

Proses penebaran bibit pada budidaya belut tanpa lumpur dilakukan dengan cara memasukkannya terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air, lalu ember tersebut dimiringkan sehingga air kolam dan air di dalam ember menyatu. Selanjutnya biarkan bibit berpindah alami. Hal ini dilakukan agar belut tidak kaget dengan perpindahan tempat.

4. Memberi Makan

Ada beberapa jenis makanan yang bisa diberikan untuk mencukupi nutrisi belut. Seperti  bahan alami dari daging keong, bekicot, kecebong, cacing tanah. Selain itu dapat juga diberikan pellet ikan yang dicampur dengan bahan alami. Lakukan pemberian makan secukupnya pada sore hari, kalau berlebihan akan membuat air kolam menjadi keruh.

5. Perawatan

Hal berkaitan dengan perawatan yang harus dilakukan pada budidaya belut air bersih adalah terkait kesehatan belut, bisa dilihat dari keaktifannya bergerak, dan sering muncul di permukaan air atau menyerang sesama belut lainnya. lihat juga secara berkala kondisi kulit belut apakah terdapat bercah putih yang menandakan jamur atau tidak, jika ada maka segeralah obati dan karantina belut tersebut hingga sembuh.

Perawatan lainnya adalah dengan memastikan pH air terjaga, caranya dengan rajin mengganti air, karena belut menghasilkan lender yang bersifat basa sehingga akan mempengaruhi kondisi keasaman air. Sebaiknya kolam juga dilengkapi dengan sistem sirkulasi air yang bagus, agar kebutuhan oksigen belut terpenuhi.

6. Cara Panen

Ada dua cara memanen belut pertama adalah dengan menjaringnya menggunakan alat khusus, atau dengan cara mengeringkan kolam tempat budidaya belut tersebut. Kemudian lanjutkan dengan memisahkan belut berdasarkan ukurannya, dan timbang beratnya sebelum masuk pada proses penjualan.


Cara Budidaya Belut Dengan Terpal

Cara Budidaya Belut Dengan terpal
Cara Budidaya Belut Dengan terpal | sumber : ternakduit.net

Sesuai dengan bahan utamanya, budidaya belut ini menggunakan  terpal sebagai bahan utamanya. Cara membuatnya adalah dengan membuat rangka kolam terlebih dahulu sesuai kebutuhan, bisa dengan katu atau besi. Kemudian bagi menjadi lima kolam sesuai fungsinya yaitu kolam untuk pemisahan, untuk benih 1-2 sentimeter, untuk belut remaja 3-5 sentimeter.

Selanjutnya kolam untuk belut berukuran 5-8 sentimeter dan terakhir kolam untuk belut berukuran 15-20 sentimeter. Setelah itu baru lapisi kolan dengan terpal dan beri air sesudahnya. Terpal yang dipilih haruslah yang tebal untuk menghindari kebocoran saat diisi air. Sedangkan untuk proses lainnya sesuai dengan cara budidaya dengan cara lain.


Cara Budidaya Belut Di Kolam Tembok

Cara Budidaya Belut di Kolam Tembok
Cara Budidaya Belut di Kolam Tembok | sumber : ilmubudidaya.com

Sebelum membuat kolam dari tembok untuk membiakkan belut, Anda harus memenuhi kriteria diantaranya adalah memastikan lokasi pembuatan kolam dekat dengan sumber air, kemudian pastikan juga iklim di daerah tersebut cocok untuk mengembang biakkan belut. Dan yang terakhir adalah kolam sebaiknya terjaga dari panas dan hujan. Bagaimana cara budidaya lengkapnya?

  1. Buatlah kolam yang terbuat dari semen dengan ukuran beragam dari yang terkecil 2×1 meter dan dalamnya berkisar 0,6 – 1 meter. Sama halnya dengan membuat tembok rumah, pastikan campuran semen, pasir, dan air benar-benar tepat.
  2. Siapkan lumpur, pelepah pisang, pupuk kandang, jerami, parang, cangkul dan mambu untuk proses pembuatan selanjutnya.
  3. Kolam yang cocok untuk budidaya belut harus dibuat beberapa lapis yang posisinya miring, sehingga bagian yang tertutup air bisa dijadikan lokasi bertelur belut. Lapisan yang harus disediakan yaitu: a) pertama adalah lumpur dengan tebal maksimal 10 sentimeter; b) Lapisan kedua adalah jerami lapuk dengan ketebalan maksimal 10 sentimeter; c) Lapisan ketiga adalah pelepah pisang layu yang dipotong secukupnya dengan tinggi maksimal 10 sentimeter; d) Lapisan keempat adalah pupuk kandang dengan tinggi 10 sentimeter; e) Lapisan kelima adalah tanah subur setinggi 5 sentimeter.
  4. Beri air secukupnya dengan kondisi selalu mengalir dan tidak tergenang. Sebaiknya gunakan air tawar untuk mengisi kolam.
  5. Selanjutnya masukkan belut dengan perbandungan 50-100 ekor bibit untuk setiap meter persegi kolam.
  6. Jangan lupa untuk membuat sistem buangan air yang bagis di sisi kolam, agar air yang ada di dalam kolam selalu berisi air bersih dan tidak mengganggu tumbuh kembang dari belut itu sendiri.
  7. Untuk perawatannya mirip dengan cara budidaya lainnya, hanya saja Anda harus ekstra keras mencari belut yang pastinya bersembunyi diantara tumpukan lapisan di dalam kolam.
  8. Untuk memanennya Anda bisa menggunakan jaring atau mengosongkan air di dalam kolam, kemudian memisahkan belut sesuai dengan ukurannya.

Budidaya Belut Dalam Drum

 Cara Budidaya Belut Dalam Drum
Cara Budidaya Belut Dalam Drum | sumber : centrausaha.com

Kalau Anda mau pembudidayaan dari belut yang lebih simple dan tidak terlalu susah, bisa menggunakan drum bekas. Cukup mempersiapkan beberapa drum dengan ukuran yang sama, lalu gergaji besi atau pemotong plastik, kemudian kayu penyangga. Hal yang harus dilakukan adalah :

  1. Membersihkan bagian dalam drum hingga benar-benar steril, bisa menggunakan sabun, kemudian bilas, lalu beri antiseptik dan keringkan, agar terbebas dari bakteri dan zat-zat negatif yang bisa saja masih menempel pada drum. Drum yang digunakan bisa berbahan besi atau plastik.
  2. Buat lubang berbentuk persegi pada salah satu sisi drum dengan menggunakan gergaji besi jika drum terbuat dari besi, atau menggunakan pemotong plastik jika drum terbuat dari plastik.
  3. Kemudian letakkan penyangga di sisi kiri dan kanan drum sehingga posisinya menjadi datar, dengan lubang persegi berada pada bagian atas. jangan lupa untuk membuat saluran buangan pada bagian bawah tong, sebagai sirkulasi air dan bahan di dalam drum secara kontinu.
  4. Hal terakhir yang harus dilakukan adalah membuat sistem pelindung drum dari sinar matahari langsung, bisa dibuar dari jaring, atau terpal plastik di bagian atas drum.

Fase Pengembangbiakan

Setelah drum siap untuk digunakan, langkah selanjutnya adalah mengisi drum dengan media perkembang biakan belut yaitu:

  1. Pada dasar drum diletakkan lapisan jerami setinggi 50 sentimeter, kemudian beri mikroorganisme jenis starter untuk memaksimalkan fungsi jerami. Untuk komposisinya adalah 1 liter mikroorganisme pada satu drum.
  2. Lapisan selanjutnya adalah pupuk jenis kompos, tanah jenis humus, atau pupuk kandang yang diletakkan setinggi 5 sentimeter.
  3. Terakhir Anda bisa meletakkan lumpur yang sudah dikeringkan pada bagian atas yang sebelumnya sudah dicampur dengan pupuk jenis TSP sebanyak 5 kilogram. Usahakan lapisan lumpur memiliki tinggi 25 sentimeter.
  4. Setelah semua lapisan selesai dibuat, saatnya untuk mengisi drum dengan air bersih, ingat!air bersih dari sumber air murni. Ukur tinggi air hingga mencapai 15 sentimekter, lalu biarkan drum selama sekitar dua minggu, agar drum benar-benar siap untuk dijadikan tempat budidaya bibit belut.

Tahapan selanjutnya adalah memasukkan bibit belut ke dalam drum, lakukan dengan terlebih dahulu memisahkan bibit sesuai dengan ukuran dan beratnya. Pastikan juga fisik belut tidak mengalami luka atau terdapat penyakit, agar selama budidaya belut tidak berpengaruh pada kesehatan belut lainnya. sedangkan untuk panen, sama dengan pembiakan dengan media lain yaitu maksimal delapan bulan.


Cara Budidaya Belut Menggunakan Bak Fiber

Budidaya Belut di bak fiber
Budidaya Belut di bak fiber | sumber : hardfiberglass.com

Cara lain yang bisa dipakai untuk membudidayakan belut adalah pada media bak yang terbuat dari fiber atau serat. Tapi memang untuk membuatnya dibutuhkan biaya yang cenderung lebih mahal dari cara budidaya belut dalam drum atau cara lainnya, karena bak fiber harganya memang mahal. Belum lagi perlakuan pada bak yang juga harus dilakukan secara khusus.

Proses persiapannya sama dengan media lain yaitu membersihkan bak, kemudian menempatkan lapisan-lapisan yang disesuaikan dengan ukuran dari bak fiber. Kemudian diamkan selama beberapa minggu hingga bisa dipakai sebagai media budidaya ikan yang berbentuk ular berlendir tersebut.

Penggunaan bak fiber juga bisa disiapkan beberapa buah, tergantung kebutuhan Anda. Biasanya terdiri dari lima bak berdasarkan usia bibit, tempat belut kawin dan berkembang biak, dan bak untuk belut yang siap panen. 

Artikel Terkait
Makanan Belut
Bibit Belut

Hal Yang Perlu Diperhatikan Selama Budidaya Belut

Agar berhasil dalam membudidayakan belut, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum, saat budidaya dan saat panen. Hal ini untuk memastikan kualitas dari belut yang dihasilkan, semakin tepat perlakuan pada masing-masing tahapan tersebut akan semakin berkualitas belut yang dihasilkan.

1. Sebelum Budidaya

Pertama adalah mempersiapkan modal untuk budidaya. Modal bukan saja untuk membeli bibit, tapi tentunya untuk mempersiapkan lokasi pembibitan, makanan, perawatan, dan perlakuan saat panen. Perhitungkan dengan matang, bila perlu bertanyalah pada peternak belut yang sudah berhasil, agar persiapan Anda lebih maksimal.

Kedua adalah pengetahuan yang luas tentang budidaya belut, selain bertanya pada orang yang lebih paham, Anda bisa mencari informasi melalui internet dan media lainnya. semakin banyak pengetahuan tentang budidaya ikan jenis ini maka akan semakin siap Anda beternak belut dan kemungkinan berhasil juga akan semakin tinggi.

Ketiga adalah persiapan waktu untuk beternak belut, jangan jadikan budidaya ini sebagai pekerjaan sampingan jika Anda tak memiliki orang lain yang bisa membantu Anda. karena untuk menghasilkan belut berkualitas dibutuhkan waktu dan perlakuan yang tepat setiap harinya. Salah sedikit saja akan berdampak pada kondisi belut.

2. Saat Budidaya

Pertama adalah memastikan jenis bibit yang dipakai adalah yang terbaik, bibit belut budidaya lebih disarankan ketimbang bibit tangkapan dari alam. Alasannya karena ukurannya lebih seragam, dan kemungkinan terserang penyakit sangat kecil.

Kedua pastikan cara budidaya belut sawah atau belut air tawar yang akan dipakai, apakah menggunakan lumpur, tanpa lumpur, menggunakan drum, atau menggunakan terpal. Masing-masing cara memiliki tahapan yang hampir sama, perbedaan terletak pada kondisi media, dan lamanya proses budidaya.

Ketiga adalah memastikan makanan yang diberikan kepada belut benar-benar bernilai gizi tinggi. Anda bisa menggunakan bahan organik seperti daging bekicot, keong, cacing, tanah, ikan kecil, dan ayam. Bisa juga dengan campuran bahan organik, pelet dan zat gizi lain yang dibutuhkan selama budidaya.

3. Saat Panen

Pertama yaitu memastikan belut memiliki bobot yang siap untuk dipanen, menurut sejumlah peternak belut adalah berkisar 400 gram setiap ekornya. Tapi ada juga beberapa pihak konsumen yang menginginkan bobot lebih besar, dan Anda sebaiknya mempersiapkannya dengan cara yang tepat.

Kedua adalah memastikan kondisi fisik belut yang sehat sebelum dijual atau dikonsumsi. Kesehatan bisa terlihat dari kelincahan belut, warnanya yang cerah dan tidak pucat, serta permukaan kulit yang berlendir tanpa bercak putih atau merah. Karena kondisi buruk bisa masuk dalam kategori gagal panen.

Sekarang Anda sudah mengetahui semua hal terkait budidaya belut, tinggal mempraktekkannya. Selama Anda melakukan setiap tahapan dengan benar, maka budidaya belut akan berhasil maksimal dan keuntungan bisa diraih sesuai dengan target yang sudah Anda tentukan. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *