Cara Budidaya Ayam Joper (Jawa Super) Paling Menguntungkan !!!

7 min read

Budidaya ayam joper

Ayam kampung memang sudah mendapatkan segmen pasarnya tersendiri di Indonesia. Beberapa orang memilih untuk mengonsumsi ayam kampung, karena rasa dan tekstur dari daging ayam kampung yang lebih enak dibandingkan ayam broiler, walaupun dari segi harga, daging ayam kampung lebih mahal. Hal ini mendorong pertumbuhan bisnis budidaya ayam joper di Indonesia.

Seperti apa budidaya ayam joper yang dapat meraup keuntungan ? Berikut ulasan Jurnal Manajemen terkait Cara Beternak Ayam Joper :

Keunggulan Ayam Joper

Ternak ayam Joper
Ternak ayam Joper | sumber : agromedia.net

Ayam Joper atau Jawa Super bukanlah ayam lokal biasa. Ayam ini merupakan hasil persilangan antara ayam lokal jantan dengan ayam petelur betina, sehingga menghasilkan ayam dengan sifat unggul, seperti rasa yang menyerupai ayam lokal, ketahanan yang tinggi terhadap penyakit, dapat tumbuh dengan cepat, dan menghasilkan telur dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan ayam lokal biasa.

Keunggulan-keunggulan tersebut membuat harga ayam joper lebih tinggi, jika dibandingkan dengan ayam broiler biasa. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dengan lebih cepat, karena Budidaya Ayam Joper biasanya dapat berlangsung sampai ayam berusia 2 bulan.

Berbeda dengan ayam broiler, Harga Ayam Joper cenderung stabil dan lebih mahal. Hal itu terjadi karena budidaya joper masih sedikit dan berskala lebih kecil dibandingkan ayam broiler, sehingga jarang terjadi kelebihan produksi. Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan harga adalah kelebihan produksi, tentunya produk yang ada di pasar jauh lebih banyak dibandingkan permintaan dari konsumen.

Beberapa peternak ayam joper dalam analisa keuangannya menyatakan, bahwa keuntungan dari budidaya ini cukup menjanjikan. Dalam satu bulan, dengan ternak ayam joper Anda bisa memeroleh keuntungan mulai dari Rp 400.000–Rp 1.000.000 untuk bisnis berskala 100 ekor ayam joper. Keuntungan tersebut akan meningkat, seiring dengan peningkatan skala bisnis.

Cara Budidaya Ayam Joper/Cara Beternak Ayam Joper

Sebelum menjalankan bisnis ayam joper, Anda perlu mengetahui beberapa hal terkait cara beternak ayam. Pada dasarnya, budidaya ayam ini tidak berbeda jauh dengan budidaya ayam pedaging lainnya. Hal itu disebabkan, karena ayam joper dan ayam pedaging atau broiler memiliki jenis pakan yang sama, tempat hidup yang sama, dan tidak ada kriteria spesifik bagi ayam joper terkait kondisi lingkungan.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai bisnis ayam joper supaya Anda lebih memahami terkait Pakan Ayam Joper ini dan tentunya mengetahui hal-hal yang krusial dalam budidaya ayam.

1. Persiapan Kandang

Kandang merupakan komponen yang krusial, karena Anda harus menyesuaikan kondisi lingkungan, budget untuk membangun kandang, dan skala bisnis yang akan Anda jalankan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan kandang adalah sirkulasi udara, ketersediaan pakan, ukuran kandang, kemungkinan serangan predator, dan suhu udara.

Kandang Slat

Kandang Ayam Petelur postal
Gambar Kandang Slat | sumber : chickenfarm11.blogspot.com

Secara umum, ada dua jenis Kandang Ayam Joper yang bisa Anda terapkan, yaitu kandang slat dan litter. Kandang slat adalah kandang dengan bentuk seperti rumah panggung. Kandang ini memiliki ketinggian hingga dua meter dari atas permukaan tanah dan Anda akan memerlukan tangga untuk memasuki kandang.

Keunggulan dari kandang ini adalah sirkulasi udara yang lebih lancar, kandang dapat dengan mudah dibersihkan, meminimalkan penularan penyakit yang disebabkan kotoran ayam, dan mengoptimalkan pemanfaatan luas kandang. Kandang jenis ini dapat menjaga kebersihan ayam.

Pekerja hanya perlu untuk membersihkan bagian bawah kandang dan menyemprotkan cairan desinfektan untuk mengurangi potensi perkembangan patogen. Sedangkan kelemahan dari kandang slat adalah biaya yang diperlukan lebih besar dibandingkan kandang litter. Jenis kandang ini harus rutin dicek, untuk mengetahui apakah lantai kandang memerlukan perbaikan.

Kandang Litter

gambar kandang litter
gambar kandang litter | sumber : duniabinatang.net

Jenis kandang yang lainnya adalah kandang litter. Berbeda dengan kandang slat, kandang litter merupakan kandang yang langsung berada di permukaan tanah. Biasanya peternak akan menambahkan sekam padi sebagai alas tambahan, untuk membantu mengontrol gas amonia dan kotoran ayam.

Anda bisa langsung menebarkan sekam padi di permukaan tanah, atau melapisinya dengan cor terlebih dahulu. Kandang ini dapat dibuat dengan budget yang minim, karena tidak memerlukan banyak komponen seperti kandang slat.

Keunggulan lain dari kandang ini, adalah kandang lebih kuat dan tidak memerlukan banyak perbaikan, mencegah perkembangan predator tikus di dalam kandang, dan memberi tempat bagi ayam untuk mengais-ais tanah yang merupakan kebiasaan alami dari ayam.

Kekurangan dari kandang jenis ini, adalah keterbatasan jumlah ayam yang dapat ditampung dalam luasan tertentu. Hal ini disebabkan karena ayam akan lebih aktif bergerak, sehingga memerlukan area yang lebih luas. Selain itu, Anda juga harus mengawasi gas amonia dengan lebih ekstra, karena sirkulasi udara di kandang litter tidak terlalu lancar.

Untuk membersihkan kandang litter, Anda harus secara rutin membalikkan sekam padi setiap seminggu dua kali dan mengganti sekam apabila sudah banyak gumpalan pada sekam. Untuk membantu mengurangi kadar air dan kelembaban udara, Anda bisa menambahkan kapur pada sekam padi.

Kepadatan Populasi

Ukuran kandang harus Anda sesuaikan dengan populasi yang ada di dalam kandang tersebut. Hal ini bertujuan supaya kandang tidak terlalu padat dan dapat memberi ruang yang nyaman bagi ayam untuk bergerak.

Pada usia 0-2 minggu, usahakan hanya meletakkan maksimal 50 ekor setiap 1 m2. Semakin dewasa, maka kepadatan akan semakin berkurang. Saat berusia 2-4 minggu, maksimal 25 ekor setiap 1m2, saat berusia 4-8 minggu, maksimal 10 ekor tiap 1m2, dan pada saat berusia di atas delapan minggu, maksimal 5 ekor setiap 1m2.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan, selain ukuran kandang dan kepadatan populasi adalah peletakan tempat pakan, tempat minum, dan pemanas udara. Tempat pakan dan minum harus diletakkan menyebar dan dalam jumlah banyak. Tujuannya adalah untuk menghindari perebutan makanan.

Jika Anda sedang memelihara DOC ayam, maka Anda akan memerlukan penghangat udara, terlebih jika kandang yang Anda bangun tidak memiliki dinding lain selain dinding kandang. Penghangat udara juga harus disesuaikan dengan kondisi kandang, serta jumlah ayam yang ada di kandang tersebut.

2. Pemilihan Bibit Ayam Joper

gambar bibit ayam joper
gambar bibit ayam joper | sumber : Ig @ternakayamjoper

Hal lain yang tidak kalah penting, adalah bibit yang akan dibesarkan di kandang budidaya. Rata-rata peternak ayam membeli DOC ayam joper dalam jumlah tertentu, kemudian dibesarkan di kandang, lalu dijual pada saat ayam sudah mencapai usia tertentu.

Meskipun beberapa produsen bibit sudah mengatakan bahwa, bibit yang dijual adalah anakan yang sehat, tetapi tidak ada salahnya untuk mengetahui kriteria dari anakan yang unggul. Biasanya Bibit Ayam Joper yang sehat memiliki bulu yang bersih, tidak ada cacat secara fisik, pernafasan tidak tersumbat, dan mata bersih.

Sebagai salah satu komponen terpenting dalam menentukan keberhasilan budidaya, Anda perlu memerhatikan kualitas bibit ayam dengan baik, supaya ayam joper yang dihasilkan juga berkualitas tinggi. Anda bisa mengikuti kriteria dari SNI 01-4868.1-2005 tentang DOC ayam pedaging di antaranya adalah:

  1. Berat per ekor setidaknya harus di atas 37 gram
  2. Jaminan kematian DOC harus di bawah 2%
  3. Tidak ada kelainan secara fisik
  4. Warna bulu seragam
  5. Bergerak aktif dengan kaki yang normal

Melalui kriteria tersebut, Anda bisa membedakan bibit yang baik dan kurang baik. Namun, Anda tetap perlu merawat bibit ayam joper dengan tepat, supaya pertumbuhan ayam lebih optimal. Saat membeli bibit, Anda bisa meminta bantuan rekan sesama peternak yang lebih berpengalaman untuk membantu Anda dalam menentukan supplier bibit yang terpercaya dan memilih bibit yang unggul.

3. Pemberian Pakan dan Vitamin

Pakan Konsentrat
Pakan Konsentrat

Setelah Anda mendapatkan bibit joper yang unggul, Anda perlu menyediakan perawatan yang tepat bagi anak ayam tersebut supaya tumbuh optimal. Salah satu komponen penting dari perawatan ayam adalah pakan dan vitamin yang diberikan.

Pakan DOC ayam Joper

Sesaat setelah Anda mendapatkan DOC ayam joper, Anda perlu mengistirahatkan ayam terlebih dahulu dan memberi pakan berupa campuran air gula. Untuk ayam dengan usia kurang dari 3 minggu, Anda hanya perlu memberikan pakan konsentrat . Pakan jenis ini seperti BR atau AKA dengan ukuran yang halus.

Ayam Usia > 3 Minggu

Setelah ayam berusia lebih dari tiga minggu, pakan sudah bisa dicampurkan dengan pakan pelengkap, seperti tepung tulang, kedelai, dedak, bungkil jagung, hingga sayuran. Jika Anda tidak mempunyai banyak waktu untuk mencampurkan pakan utama dengan pakan pelengkap, maka pemberian pakan utama saja sudah cukup.

Dalam pencampuran pakan pelengkap, Anda harus memerhatikan takaran maksimalnya, karena beberapa jenis pakan pelengkap justru akan merugikan Anda secara finansial kalau pemberiannya terlalu banyak. Sebagai contoh adalah tepung ikan. Tepung jenis ini sangat bermanfaat sebagai sumber protein, tetapi maksimal hanya boleh diberikan sekitar 10% dari total pakan.

Pemberian pakan bisa dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore hari. Anda bisa membagi takaran pakan menjadi 50% pada pagi hari dan 50% pada sore hari, atau 75% pada pagi hari dan 25% pada sore hari.

Takaran Pakan Setiap Tingkat Usia

Saat memberi pakan, Anda juga harus memerhatikan kebutuhan pakan dalam skala tertentu. Kebutuhan pakan akan terus meningkat seiring dengan pertambahan usia ayam. Pada usia kurang dari satu minggu, 100 ekor ayam memerlukan 1 kg pakan setiap hari, jumlah tersebut akan terus meningkat hingga pada usia 12 minggu, akan memerlukan 7 kg pakan setiap hari untuk 100 ekor.

Vitamin Tambahan

Selain pakan, ayam juga memerlukan tambahan vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh, khususnya ayam yang berusia kurang dari 1 bulan. Pada saat Anda mendapatkan DOC ayam, Anda bisa memberikan vitamin vitachick yang dicampurkan air gula, tujuannya adalah untuk menjaga supaya anak ayam tidak mudah stres.

Saat berusia 1 minggu, Anda bisa memberikan vita stress untuk memacu pertumbuhan ayam, sehingga pertumbuhan menjadi lebih cepat dan optimal. Saat berusia satu bulan, vitamin yang perlu ditambahkan adalah fortevit yang juga berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan pertumbuhan.

Selain ketiga multivitamin tersebut, ada beberapa vitamin tambahan yang perlu ditambahkan untuk memaksimalkan pertumbuhan ayam, seperti vitamin A, B kompleks, C, D, E, dan K. Anda bisa mencari multivitamin campuran yang sudah mengandung vitamin tersebut.

Di samping multivitamin, Anda bisa memberikan pakan pelengkap dari bahan sayuran untuk mendapatkan manfaat yang sama dari multivitamin. Sayuran yang bisa Anda gunakan sebagai pakan di antaranya adalah daun pepaya, daun singkong, atau talas yang dicincang sampai halus.

4. Pemanenan Ayam

Jika ayam lokal biasa memerlukan waktu 70-80 hari untuk bisa dipanen, maka ayam joper hanya memerlukan 60 hari untuk bisa dipanen. Umumnya, pada saat berusia 60 hari, bobot ayam joper sudah mencapai 1 kg sehingga sudah layak untuk dipanen.

Jika Anda menggunakan DOC ayam sebagai bibit, maka Anda akan dapat memanen ayam dalam waktu yang bersamaan dan bobot yang seragam. Tetapi jika Anda menggunakan bibit sendiri dengan usia yang tidak seragam, maka akan sulit untuk memanen ayam dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang bersamaan.

Harga ayam joper juga jarang mengalami penurunan yang drastis. Hal ini dapat menjamin bahwa Anda bisa meraup keuntungan dari hasil panen ayam joper. Saat menjalankan bisnis ayam joper, Anda perlu mengetahui di mana Anda akan menjual hasil panen ini, sehingga saat panen sudah tiba, Anda tidak kebingungan untuk mencari konsumen.

5. Penyakit Ayam Joper

Ada beberapa penyakit yang mungkin dapat menyerang ayam yang Anda ternak. Hal ini tentu sangat merugikan apabila penyakit menyerang dengan cepat menyebar dalam satu kandang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan kandang dengan cara membersihkan kotoran ayam dan menyemprotkan cairan desinfektan secara rutin.

Meskipun daya tahan tubuh ayam joper lebih baik dibandingkan ayam lokal maupun ayam broiler, tetapi tidak menutup kemungkinan ayam akan tertular penyakit dari ayam yang telah terinfeksi. Biasanya, ayam yang sudah berusia lebih dari 50 hari sudah kebal terhadap penyakit, sehingga pada fase anakan, ayam harus diperhatikan dengan ekstra. Beberapa penyakit tersebut adalah:

a. Gumboro

gambar gumboro
gambar gumboro | sumber : hobiternak.com

Jenis penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ayam. Penyebaran penyakit ini juga sangat cepat sehingga Anda harus berhati-hati dan memerhatikan gejala yang ditimbulkan untuk mencegah penyebaran penyakit. Jika Anda menemukan ayam yang menunjukkan gejala, segera pisahkan ayam dari kandang supaya tidak menginfeksi ayam lain.

Gejala yang ditimbulkan adalah nafsu makan yang menurun, diare, iritasi pada area dubur, ayam tidak bergerak aktif, dan meletakkan paruh di lantai pada saat tidur. Penyakit ini dapat Anda cegah dengan melakukan vaksinasi nobilis atau bursavac. Apabila sudah terlanjur ada ayam yang terinfeksi, maka segera semprot kandang dengan desinfektan.

b. Tetelo

gambar tetelo
gambar tetelo | sumber : lampost.co

Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang cukup mematikan dan menyebar cepat di dalam satu populasi ayam. Oleh karena itu, Anda juga wajib mewaspadai timbulnya penyakit ini. Sama seperti gumboro, penyakit ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan, sehingga penanganannya adalah dengan memusnahkan ayam yang terinfeksi.

Ayam yang terinfeksi tetelo biasanya akan menunjukkan gejala berupa penurunan nafsu makan, gangguan pernafasan, batuk, dan kejang-kejang. Selain itu, jengger dan kepala ayam juga akan berwarna kebiruan dan tidak banyak bergerak.

Sebagai langkah pencegahan, Anda bisa memberikan vaksin setiap satu bulan sekali. Tetapi, selama Anda menjaga kebersihan kandang, sirkulasi udara yang lancar, dan memonitor kesehatan ayam secara rutin, penyakit ini tentu bisa dicegah.

c. Snot

gambar snot ayam
gambar snot ayam | sumber : okdogi.com

Snot sering dikenal dengan penyakit pilek ayam dan ayam ngorok. Sama seperti namanya, gejala yang ditimbulkan seperti manusia yang menderita pilek. Biasanya ayam akan mengeluarkan cairan seperti ingus kental, mendengkur saat tidur, lesu, dan bengkak di sekitar mata.

Hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan adalah dengan memberikan vaksin serta menjaga kebersihan kandang. Sama seperti penyakit lainnya, apabila ayam menunjukkan gejala penyakit ini, maka segera pisahkan ayam dari gerombolan supaya tidak menyebarkan penyakit.

Selain itu, Anda juga harus memerhatikan sirkulasi udara di kandang dan menjaga kepadatan populasi ayam di dalam kandang. Hal ini bermanfaat jika sewaktu-waktu ada ayam yang terinfeksi snot, maka tidak cepat menyebar karena populasi ayam yang tidak terlalu padat.