Informasi Mengenai Bibit Belut : Jenis, Ciri, Harga, Dll [Terlengkap]

3 min read

bibit belut

Bagi para pebisnis belut, bibit belut yang berkualitas sangat penting karena salah mempersiapkan bibit akan sangat berpengaruh pada kualitas belut saat akan dipanen. Jenis, ciri hingga tempat membeli jadi pertimbangan utama, ada yang berupaya mempersiapkan bibit sendiri tapi adapula yang bekerjasama dengan penyedia bibit dari ikan serupa ular ini.

Apa saja informasi atau hal yang berkaitan dengan bibit belut ? Berikut ulasan Jurnal Manajemen mengenai bibit belut : 

 

Baca Juga : Ikan Sidat : Budidaya, Manfaat, Jenis, Siklus Hidup, Dll [Terlengkap]

 

Jenis Bibit Belut

Ada beberapa jenis dari bibit ikan yang biasa hidup di sawah dan air tawar ini, diantaranya adalah bibit tangkapan dan bibit budidaya. Keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda, namun memang paling banyak dicari oleh para pebisnis belut.

1. Bibit Tangkapan

Jenis ini merupakan bibit yang ditangkap langsung dari habitatnya saat berumur cukup untuk dijadikan bibit. Biasanya pembudidaya belut melakukan pencarian pada kawasan sawah dan air tawar yang menjadi lokasi perkembangan belut. Cara mendapatkan bibit ini adalah dengan menggunakan kail yang diberi umpan atau menggunakan setrum listrik.

Penggunaan kail lebih disarankan karena tidak mengganggu metabolisme tubuh dari belut, sedangkan sentrum akan berakibat pada perkembangan belut itu sendiri. setelah bibit ditangkap, maka akan dipisahkan sesuai dengan besarnya, kemudian diisolasi pada kolan khusus selama seminggu sebelum dimasukkan ke dalam kolam utama.

Isolasi atau karantina dilakukan untuk membersihkan tubuh belut dari kemungkinan penyakit yang dibawanya dari habitat. Jika sudah dinyatakan sehat dan siap untuk dikembangkan, maka bibit belut akan mulai dibudidayakan hingga masa panen tiba.

2. Bibit Budidaya

Bibit jenis ini memang memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan bibit tangkapan. Karena pertumbuhannya jelas sejak baru lahir hingga usia bibit dengan perlakuan yang benar. Tak hanya itu, bibit ini terbilang lebih seragam ukuran dan bentuknya ketimbang jenis tangkapan, dan pastinya lebih terhindar dari penyakit.

Proses budidaya bibit dilakukan dengan mengambilnya dari kolam utama saat belum berproduksi, kemudian dipindahkan ke kolam khusus dan diberikan nutrisis sesuai dengan usianya. Setelah cukup usia, maka belut sudah dapat dijual sebagai bibit. Biasanya penjual bibit belut sudah mempersiapkan bibit beberapa waktu sebelum dibeli konsumen.

Artikel Terkait
Budidaya Belut
Pakan/Makanan Belut

Ciri Bibit Belut Berkualitas

ciri bibit belut berkualitas
ciri bibit belut berkualitas | sumber : gdmorganic.com

Untuk mendapatkan bibit berkualitas dari belut, Anda harus memperhatikan ciri-cirinya, mulai dari bentuk, tekstur, ukuran, kondisi fisik dan beberapa hal lainnya. jika tidak, maka pastinya akan sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya selama proses budidaya dilakukan.

Tekstur

Saat Anda pergi ke tempat jual Bibit Belut pastikan tekstur dari bibit ini licin dan kenyal padat, karena itu menandakan belut mendapatkan nutrisi yang cukup selama pertumbuhannya.

Ukuran

Pastikan juga ukuran dari bibit belut seragam, hal ini untuk mempermudah Anda untuk memeliharanya hingga masa panen. Selain itu keseragaman ukuran juga meminimalisir terjadinya kondisi saling memangsa diantara bibit atau kanibalisme yang sering terjadi ketika belut berukuran lebih besar disatukan dengan belut yang berukuran kecil.

Ukuran terbaik dari bibit berkualitas adalah berkisar 10 hingga 12 sentimeter, bibit ini akan membutuhkan waktu maksimal 4 bulan untuk masuk tahap panen atau konsumsi, namun untuk konsumen tertentu ada yang meminta pemeliharaan hingga enam bulan sehingga ukuran belut panen lebih besar dan rasanya lebih enak saat diolah.

Kondisi Fisik

Pastikan tidak ada cacat pada bagian tubuh bibit tersebut, seperti tidak adanya bekas luka yang menandakan bahwa belut merupakan tangkapan menggunakan setrum. Atau jamur yang biasanya berwarna putih pada bagian tubuh bibit, atau penyakit lain yang nantinya akan mengganggu proses pembibitan pada kolam khusus.

Gerakan

Pastikan juga belum memiliki gerakan yang aktif saat dipenangkaran, artinya belut itu dalam kondisi sehat, normal dan siap untuk dibudidayakan. Jangan memilih bibit dengan gerakan lambat bahkan cenderung loyo dan tidak mau bergerak.

Alat Kelamin

Pastikan bibit sudah memiliki alat kelamin ganda, karena hal ini membuktikan bahwa proses perkembangan belut masuk kategori normal.

Warna

Bibit yang berkualitas memiliki warna kuning kecoklatan, jika warnanya terlalu gelap sebaiknya jangan dipilih atau warna terlalu terang.


Harga Bibit Belut

Harga bibit dari ikan jenis belut ini bervariasi sesuai dengan berat dan ukuran yang diinginkan. Berikut ini daftar harga terbarunya yang bisa jadi referensi Anda sebelum membeli. Mulau dari harga bibit belut per kg hingga harga berdasarkan jumlah bibit sesuai kebutuhan Anda.

Jenis Bibit

Harga/kg

Bibit Tangkapan Rp. 200.000
Bibit Budidaya Rp.250.000
Bibit jumlah 150 ekor Rp.180.000
Bibit 200 ekor Rp.150.000
Bibit Super Usia 2 Bulan Rp.150.000

Bagaimana Tahap Membesarkan Bibit Belut?

Untuk memelihara bibit belut hingga layak konsumsi bisa dilakukan dengan dua cara. Masing-masing memiliki tahapan yang relatif mudah untuk Anda lakukan.

Cara Pertama

Adalah dengan mencari bibit belut dengan ukuran bibit yang siap untuk dibudidayakan yaitu antara 5-8 sentimeter. Target ukuran yang bisa dicapai adalah maksimal 16 sentimeter selama dua bulan budidaya. Dimulai dengan menyeleksi bibit berdasarkan ukurannya, lalu dipindahkan ke dalam kolam yang berbeda-beda sesuai ukuran.

Dilanjutkan dengan memastikan jumlah bibit yang masuk ke dalam sebuah kolam, jangan melebihi kapasitas kolam. Perbandingannya adalah 1 kg : 1 m2. Hal ini untuk mengantisipasi rebutan makanan dan tidak maksimalnya pertumbuhan bibit selama proses pemeliharaannya.

Untuk mulai proses pembibitan, Anda harus memastikan kolam sudah siap pakai, dimana sudah berisi air maksimal 15 sentimeter di atas media yang digunakan untuk pembibitan. Seperti lumpur, sekam, atau media lainnya, kemudian diamkan kolam tersebut selama dua hari. Selanjutnya masukkan bibit belut yang sudah dipindahkan ke dalam baskom dengan posisi baskom miring.

Miringnya baskom berfungsi agar belut tidak kaget karena terjadinya perpindahan lokasi hidupnya. Memang membutuhkan waktu agak lama, namun cara ini sangat efektif menghindari bibit menjadi stress dan mati karena terkejut.

Cara Kedua

Dimulai dengan proses seleksi bibit yang relatif sama dengan cara satu, belut dipisahkan berdasarkan ukuran dan bentuk pada kolam-kolam tertentu sebelum dibudidayakan. Hal ini memang sangat penting agar tidak ada masalah saling mangsa atau ketidakcukupan nutrisi yang diperoleh belut. Kondisi ini juga sangat mempengaruhi hasil belut saat dipanen nanti.

Jangan lupa untuk memastikan jumlah belut dalam sebuah kolam budidaya, biasanya maksimal 30 ekor belut untuk setiap satu meter persegi ukuran kolam. Perbandingan ini dinilai sangat tepat agar pertumbuhan dari belut benar-benar maksimal.

Langkah selanjutnya adalah proses persiapan kolam pembibitan, yang harus sudah siap pakai setelah diisi air dengan ketinggian air maksimal 15 sentimeter juga dari permukaan media pembibitan di dasar kolam. Sama dengan cara pertama, Anda harus memasukkan bibit ke dalam baskum atau ember, dan dipindahkan dengan cara memiringkan ember agar air pada ember dan kolam menyatu.

Informasi seputar bibit belut memang sangat dibutuhkan oleh pebisnis, yang ingin menggeluti pembudidayaan belut. Karena belut masih menjadi salah sati komoditi yang tingkat permintaannya tinggi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *