Basis Data : Pengertian, Komponen, Fungsi  dan Manfaat Basis Data (Database)

11 min read

basis data

Basis Data maupun database. Seringkali kita mendengar mengenai kata tersebut terlebih jika sudah membahas mengenai sistem informasi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan basis data ?

Pada kesempatan kali ini Jurnal Manajemen akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai segala keterangan mengenai basis data. Berikut ulasannya :

Apa Yang Dimaksud Basis Data Atau Database ?

Apa itu Basis Data ? Istilah basis data (database) pada awalnya bermula dari istilah ilmu komputer. Kemudian artinya semakin berkembang luas, dengan memasukkan hal-hal di luar ilmu komputer. Database siswa, pelanggan, nasabah, pasien adalah beberapa contoh basis data (database) yang sering kita dengar.

Secara umum, arti basis data adalah kumpulan  data yang menyimpan informasi yang terorganisir, sehingga  dapat dengan mudah diakses, dikelola, dan diperbarui. Dengan kata lain, basis data (database) digunakan oleh suatu organisasi sebagai metode untuk menyimpan, mengelola, dan mengambil informasi. Database modern dikelola menggunakan sistem manajemen basis data.

Dalam basis data (database), DATA disusun dalam baris, kolom, dan tabel, dan diindeks untuk memudahkan menemukan informasi yang relevan. Data diperbarui, diperluas, dan dihapus ketika informasi baru ditambahkan.  Sebagian besar database yang berisi beberapa tabel, masing-masing dapat mencakup beberapa bidang yang berbeda.

Pengertian Basis Data Menurut Para Ahli

Ada banyak pengertian basis data (database) menurut para ahli, antara lain :

  1. Shaku Atre (1983)

Menurut Shaku Atre, basis data (database) adalah sebuah koleksi data-data yang saling berinteraksi di dalam suatu organisasi atau enterprise, yang digunakan untuk berbagai macam kebutuhan.

  1. Gordon C. Everest (1986)

Gordon C. Everest mengatakan bahwa basis data (database) merupakan suatu koleksi atau kumpulan data yang bersifat mekanis, terbagi, terdefinisi secara formal dan terkontrol. Pengontrolan sistem database tersebut adalah terpusat pada suatu organisasi.

  1. Fabbri dan Schwab (1992)

Menurut Fabbri & Schwab, basis data (database) adalah sebuah sistem pemberkasan terpadu yang dirancang untuk meminimalkan pengulangan data.

  1. Tony Fabbri (1998)

Menurut Tony Fabbri, basis data (database) adalah suatu sistem file dan data yang terintegrasi dimana file dan data tersebut mempunyai sebuah primary key untuk melakukan proses pengulangan data.

  1. Linda Marlinda (2004)

Menurut Linda Marlinda, basis data (database) adalah suatu susunan atau kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan yang diorganisir/dikelola dan disimpan secara terintegrasi dengan metode tertentu menggunakan komputer, sehingga mampu menyediakan informasi optimal yang diperlukan pemakainya.

  1. Bambang Hariyanto (2004)

Menurut Bambang Hariyanto, basis data (database) adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang merefleksikan fakta-fakta dalam suatu organisasi. Basis data juga merupakan kumpulan data  yang berkaitan secara logik dalam merepresentasikan fakta atau fenomena secara terstruktur dalam bentuk domain tertentu untuk mendukung aplikasi pada suatu sistem.

  1. Edhy Sutanta (2004)

Menurut Edhy Sutanta, basis data adalah kumpulan data yang saling terhubung dengan cara-cara tertentu yang disimpan secara bersama-sama secara independen pada suatu media sehingga mudah untuk ditampilkan maupun digunakan kembali.

  1. Fathansyah (2007)

Menurut Fathansyah,  basis data terdiri atas 2 kata, yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat berkumpul atau bersarang. Sedangan data merupakan representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan, keadaan, peristiwa, konsep, dan sebagainya yang terekam dalam bentuk angka, huruf, gambar, simbol, teks, bunyi, atau kombinasi lainnya.

  1. Kusrini (2007)

Menurut Kusrini, basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi, di mana data merupakan fakta mengenai objek, orang dan lain-lain, yang dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau symbol).

Pengertian basis data dapat didefinisikan seperti berikut ini :

– Himpunan kelompok data yang saling berhubungan dan diorganisir sedemikian rupa sehingga suatu saat dapat dimanfaatkan dengan cepat dan mudah

– Kumpulan data yang saling terhubung dan disimpan secara bersama sedemikian rupa tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu, untuk memenuhi kebutuhan

– Kumpulan file/tabel/arsip yang saling terhubung dan disimpan dalam media penyimpan elektronis.

  1. C.J. Date (2010)

Menurut C.J. Date, basis data adalah koleksi data operasional yang sengaja disimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.

  1. Connolly dan Begg (2010)

Menurut Connolly dan Begg, basis data adalah kumpulan data dan deskripsi data yang terbagi dan terhubung secara logis yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi suatu organisasi.

  1. Indrajani (2011)

Menurut Indrajani, basis data adalah tempat penyimpanan data yang besar, di mana seluruh item basis data tidak lagi dimiliki oleh satu departemen melainkan menjadi sumber daya perusahaan yang dapat digunakan bersama-sama.

Fungsi Basis Data (Database)

Sebagian besar masyarakat mungkin masih menganggap database (basis data) hanya sebagai kumpulan data dan informasi saja. Padahal database memiliki beberapa fungsi lain yang dapat memudahkan pekerjaan seseorang.

Demikian juga dalam basis data (database) tersimpan informasi suatu objek yang di dalamnya terkandung kumpulan data. Jika informasi itu berupa profil orang, maka data yang tersimpan terdiri dari nama, alamat, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pekerjaan, dsb.

Berikut ini adalah 6 fungsi dari basis data (database) :

  1. Mengelompokkan data, sehingga lebih mudah diidentifikasi, mudah digunakan dan dipahami penggunanya. Sebagai contoh adalah peranannya bagi sebuah rumah sakit untuk mengelompokkan dan mengakses kembali data-data dari para pasiennya.
  2. Mencegah duplikasi dan inkonsistensi data. Pada dasarnya jika data yang diinput sudah ada dalam database maka komputer akan langsung menginformasikan kepada pengguna bahwa data tersebut sudah pernah diinput, sehingga menghindari duplikasi data.
  3. Mempermudah dalam akses, menyimpan, mengedit dan menghapus data.
  4. Menjaga kualitas data dan informasi, sehingga data tetap sama pada saat input maupun setelah input, data juga tidak rusak atau hilang selama penyimpanan di database.
  5. Solusi dalam penyimpanan data konvensional yang memakan banyak ruang. Penggunaan database jadi lebih praktis, karena memungkinkan sebuah file disimpan secara digital, sehingga mengurangi penggunaan kertas dalam jumlah banyak.
  6. Mendukung kinerja aplikasi yang membutuhkan ruang penyimpanan data sehingga bisa berfungsi secara optimal.

Manfaat Basis Data (Database)

Di era informasi sekarang ini, basis data (database) merupakan aset strategis bagi sebuah perusahaan yang harus  dijaga, karena bisa mempengaruhi masa depan bisnis perusahaan tersebut.

Database merupakan tulang punggung bisnis sebuah perusahan, seperti perusahaan ecommerce, perbankan,sekolah, penyedia tiket online, ojek dan taksi online dll.  Hampir semua perusahaan di dunia menggunakan database sebagai penunjuang aplikasi dalam sistim bisnis mereka.

Berikut ini adalah 7 manfaat dari basis data (database) :

  1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)

Dengan adanya pemanfaatan basis data, maka proses menyimpan, merubah, dan menampilkan kembali data tersebut dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Hal ini karena adanya konsep primary key, indexing, searching, sorting, dan fitur lainnya.

  1. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)

Efisiensi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan karena dalam basis data (database), redudansi data (duplikasi data) bisa diminimalkan bahkan bisa dihindari, baik dengan penerapan sejumlah pengkodean atau dengan membuat tabel-tabel yang saling berhubungan.

  1. Kebersamaan Penggunaan (Sharability)

Database yang baik harus dapat digunakan oleh beberapa pengguna secara bersamaan. Database dikelola oleh suatu sistem (aplikasi) yang mendukung multi user, akan tetapi harus dihindari terjadinya inkonsistensi data.

  1. Pemusatan Kontrol Data

Pemusatan kontrol data artinya maintenance data hanya dapat dilakukan oleh pengguna  yang ditunjuk sebagai penanggung jawab atas pengelolaan database di suatu sistem, disebut sebagai administrator database. Administrator database bertanggung jawab dalam membuat, mengedit, menghapus, mengelola pengguna dan berbagai maintenance database tanpa mengurangi terhadap performa network yang ada.

  1. Keakuratan (Accuraty)

Tingkat keakuratan lebih terjamin karena semua sumber informasi dan hasil olah data disimpan pada basis data yang sama, sehingga memudahkan dalam mengelola suatu data.

  1. Ketersediaan (Availability)

Dalam sebuah sistem database, semua informasi dan hasil olah data harus tersedia dan bisa diakses kapanpun dibutuhkan tanpa delay yang berarti.

  1. Kelengkapan (Completeness)

Lengkap atau tidaknya data yang dikelola dalam sebuah database bersifat relatif. Sudah lengkap bagi seorang pengguna belum tentu juga dianggap lengkap untuk pengguna yang lain. Penambahan record-record data dan penambahan struktur dalam basis data dikombinasikan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan akan data yang semakin berkembang

  1. Keamanan (Security)

Keamanan suatu data atau informasi dapat dijamin dengan adanya sistem database, sehingga dapat ditentukan siapa saja yang boleh menggunakan basis data dan jenis operasi apa saja yang boleh dilakukan, misalnya dengan menggunakan metode password, enkripsi, ataupun pembatasan hak akses pada data tersebut.

  1. Kemudahan dalam penyajian Laporan

Basis data memberikan kemudahan dalam menyajikan informasi hasil pengolahan basis data yang disimpan. Dengan adanya bantuan fitur view dan query, data bisa disajikan dalam berbagai bentuk dan jenis, mulai dari tabel tabular, laporan grafik, statistik, dan lain-lain.

Komponen Basis Data (Database)

Dalam sistem informasi, basis data merupakan aspek yang sangat penting, yaitu  gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Dengan basis data maka dapat mengorganisir data, menghindari duplikasi data, mengatur hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit.

Di dalam sistem basis data terdapat koleksi atau kumpulan data yang saling berhubungan dan berbagai program untuk mangakses data tersebut. Ada 6 komponen sistem basis data (database), yaitu :

  1. Data

Data adalah kumpulan dari sejumlah file atau tabel yang membentuk sebuah basis data, dan merupakan komponen yang sangat penting dari sistem basis data. Sebagian besar organisasi menghasilkan, menyimpan, dan memproses sejumlah besar data. Data bertindak menjembatani antara bagian-bagian perangkat keras, perangkat lunak dan pengguna yang secara langsung mengaksesnya atau mengaksesnya melalui beberapa program aplikasi.

Jenis-jenis data :

  • Data Pengguna – Ini terdiri dari tabel data yang disebut relasi di mana kolom disebut bidang atribut dan baris disebut catatan untuk tabel. Relasi harus terstruktur dengan benar.
  • Metadata – Deskripsi struktur database dikenal sebagai metadata. Ini pada dasarnya berarti “data tentang data”. Sistem tabel menyimpan metadata yang termasuk :

– Jumlah dan nama tabel

– Jumlah dan nama bidang

– Primary key

  • Metadata Aplikasi – Ia menyimpan struktur dan format pertanyaan, laporan, dan komponen aplikasi lainnya.
  1. Hardware

Hardware atau perangkat keras di sini berupa perangkat komputer standar, media penyimpan sekunder dan media komunikasi sistem jaringan. Berdasarkan data yang diolah, ada tiga jenis komputer, yakni:

  • Analog
  • Digital
  • Hybrid

Karena basis data dapat berkisar dari pengguna tunggal dengan komputer desktop hingga pengguna pada komputer mainframe dengan ribuan pengguna, maka harus dipilih perangkat keras yang sesuai dengan database yang diperlukan.

  1. Software sistem operasi (Operating System)

Merupakan perangkat lunak yang bertugas untuk memfungsikan, mengendalikan seluruh sumber daya, serta melakukan operasi dasar pada sistem komputer. Perlu diketahui bahwa software sistem operasi harus sesuai atau kompatibel dengan software pengelola basis data yang digunakan.

  1. Software pengelola basis data (Database Management System)

Software ini digunakan untuk mengelola basis data. DBMS (Database Management Sistem) akan menentukan bagaimana data tersebut dapat diorganisir, disimpan, diubah serta diambil kembali. Software/perangkat lunak ini juga menerapkan suatu mekanisme sebagai pengamanan data, konsistensi data secara bersamaan dan semacamnya.

  1. Pengguna (User)

Pengguna adalah orang-orang yang memerlukan informasi dari database dan memiliki otoritas untuk berinteraksi dengan sistem database. Berdasarkan pekerjaan dan persyaratan yang dibuat, mereka diberikan akses ke database sepenuhnya atau sebagian.

Berdasarkan jenisnya, pengguna yang dapat mengakses database dibagi menjadi :

  • Database Administrator (DBA) : adalah seseorang yang mempunyai otoritas sebagai pusat pengendali terhadap seluruh sistem database. Tugasnya juga mencakup kontrol terhadap keamanan dan integritas database.
  • Database Designer : adalah seseorang yang bertugas untuk mendesain database, meliputi merancang desain konseptual / logical database dan merancang desain database secara fisik.
  • End User : adalah pemakai database berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem, terdiri dari : programer aplikasi, user khusus (specialized user), user mahir (casual user), user umum (naive user)
  • Application Programmer (Programer Aplikasi ) : adalah seseorang yang bertugas untuk membuat program aplikasi untuk mengakses database dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu.
  1. Optional Software

Merupakan software pelengkap yang mendukung dan bersifat opsional.

sistem basis data
sistem basis data

Jenis-jenis Basis Data (Database) :

Ada banyak jenis database, diantaranya yang sering digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Operational Database

Database jenis ini mampu menyimpan data secara rinci untuk mendukung operasional suatu organisasi dan berisi informasi yang dapat diakses oleh seluruh bagian dari organisasi tersebut.

Operational Database juga biasa dikenal sebagai subject area database (SADB), database transaksi (transaction database), maupun database produksi (production database).

Sebagai contoh adalah database pelanggan, database inventaris dan database untuk keperluan akuntansi.

  1. Relational Database

Merupakan jenis database yang paling umum digunakan. Dalam relational database ini data disimpan dalam berbagai tabel data yang saling terhubung. Pengguna dapat mengakses dan mencari informasi secara bersamaan dengan menggunakan tabel yang berbeda.

Pada dasarnya, relational database terdiri dari satu set tabel yang dapat diakses dan direkonstruksi dalam berbagai cara yang berbeda, tanpa tabel-tabel itu harus disusun ulang dengan cara apa pun.

  1. Distributed Database

Database ini berfungsi menyebarkan informasi, membagikan atau mendistribusikan data secara menyeluruh, namun tetap berhubungan satu sama lain dan masih bisa diakses secara bersamaan. Biasa digunakan untuk perusahaan yang memiliki cabang.

  1. Eksternal Database

Database ini banyak digunakan untuk kepentingan komersial. Biasanya bersifat publik sehingga memungkinkan semua orang untuk mengaksesnya.

Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System)

Di atas sudah disinggung mengenai software yang digunakan untuk mengelola basis data, yaitu Database Management System (DBMS).

Sistem manajemen basis data (Database Management System) adalah suatu sistem atau software yang dirancang untuk mengelola suatu basis data, yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data dengan cara praktis dan efisien.

Database Management System (DBMS ) akan mengakomodasikan berbagai macam pengguna yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. Pada umumnya DBMS menyediakan fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, cepat dan aman.

Dibandingkan dengan penyimpanan dalam bentuk flat file atau spreadsheet, Database Management System (DBMS ) mempunyai banyak kelebihan dan manfaat, diantaranya :

  1. Performance

Performance data yang dihasilkan oleh Database Management System cukup besar, sangat  jauh berbeda dengan performance data yang disimpan dalam bentuk flat file. Selain memiliki kinerja yang lebih baik, juga efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori.

  1. Integritas

Integritas data lebih terjamin dengan penggunaan Database Management System karena bisa mengurangi redudansi sering terjadi. Redudansi mengakibatkan pemborosan media penyimpanan terjadi pengulangan data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database. Database Management System mengelola banyak file data beserta relasinya sehingga data selalu dalam keadaan valid dan konsisten.

  1. Independensi

Database Management System menjamin independensi antara data dan program. Data tidak bergantung pada program yang mengaksesnya, karena struktur data dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program. Begitu juga dengan  program yang tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.

Database Management System menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak harus merubah program.

  1. Sentralisasi

Data yang terpusat akan mempermudah dalam pengelolaan. Dengan sistem yang terpusat  maka kemudahan di dalam berbagi data dengan Database Management System dan juga konsistensi data yang diakses secara bersama-sama akan lebih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file yang tersebar.

  1. Sekurity

Database Management System memiliki sistem keamanan data yang lebih fleksibel yang akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

Meskipun demikian, Database Management System juga mempunyai kelemahan, antara lain :

  • Biayanya tinggi dan mahal untuk pengadaan perangkat lunak dan perangkat keras dalam Database Management System, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya manusia yang mengelola basis data tersebut.
  • Memerlukan skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen basis data agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal.
  • Butuh kapasitas memory, baik memory eksternal maupun internal, yang besar agar Database Management System dapat bekerja lebih cepat dan efisien.
  • Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan bentuk flat file, sehingga dapat terjadi kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
  • Tingkat kegagalan lebih tinggi jika DBMS gagal menjalankan misinya, karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.
  • Resiko data yang terpusat dapat beresiko kehilangan data selama proses aplikasi.
  • Butuh waktu yang lama untuk konversi sistem
  • Kadang-kadang kinerja DBMS low performance

Terdapat Salah satu tujuan basis data atau goal dari Database Management System. Tujuannya adalah untuk menyediakan sarana antar muka (interface) dalam mengakses data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau detail tentang cara data direkam dan dipelihara.

Struktur Basis Data (Database)

Hubungan antar berbagai elemen data yang disimpan dalam basis data didasarkan pada struktur atau model logis data. Software Database Management System didesain untuk menggunakan struktur data tertentu agar pengguna dapat mengakses  lebih cepat dan mudah ke informasi yang disimpan dalam basis data.

“Apa yang dimaksud struktur basis data ?”

Struktur basis data merupakan cara data dikelola agar pemrosesan data menjadi lebih efisien, kemudian diimplementasikan melalui suatu sistem manajemen basis data.

Macam-macam Struktur Basis Data

  1. Struktur Basis Data Hierarkis

Struktur  hierarkis mengatur data ke dalam suatu struktur mirip cabang-cabang pohon, di mana setiap catatan memiliki induk atau root tunggal. Catatan diurutkan dalam urutan tertentu. Untuk pindah dari satu catatan di suatu cabang ke satu catatan di cabang lain, sistem manajemen database harus kembali ketempat asal percabangan itu. Struktur hierarkis memanfaatkan sumber daya komputer secara efisien, khususnya saat sebagian besar catatan dalam database akan digunakan dalam aplikasi. Model ini baik untuk menggambarkan banyak hubungan dunia nyata.

  1. Struktur Basis Data Jaringan

Struktur basis data jaringan dibangun di atas model hierarkis dengan memungkinkan hubungan ke banyak catatan tertaut yang menyiratkan beberapa catatan induk. Elemen data dapat diakses dengan mengikuti salah satu dari beberapa jalur, karena elemen data atau catatan apapun dapat dihubungkan ke banyak elemen data lainnya.

Struktur jaringan memecahkan permasalahan keharusan untuk menarik kembali hingga ke cabang yang menyatukan basis data. Secara konseptual, setiap record dalam basis data dapat meloncat ke setiap cabang pada sebuah pohon. Akan tetapi, kemungkinan rentang koneksi yang begitu lebar ini merupakan kelemahan dari penerapan struktur jaringan pada masalah-masalah praktis. Mengizinkan setiap record menunjuk ke record-record yang lainnya bisa membuat kacau. Bahkan seorang profesional sistem informasi sekalipun akan kesulitan mengembangkah dan menggunakan basis data dengan menggunakan struktur jaringan.

  1. Struktur Basis Data Relasional

Struktur basis data relasional adalah model yang paling banyak digunakan oleh software DBMS mikrokomputer, dan juga sistem skala menengah dan mainframe. Dalam struktur ini, semua elemen data dalam database disimpan dan dipandang dalam bentuk tabel-tabel sederhana. Struktur relasional mengurutkan data ke dalam tabel, juga dikenal sebagai relasi, yang masing-masing terdiri dari baris dan kolom. Setiap kolom mencantumkan atribut entitas yang dimaksud. Secara bersama-sama, atribut dalam suatu relasi disebut domain. Atribut atau kombinasi atribut tertentu dipilih sebagai kunci utama yang dapat disebut dalam tabel lain.

Sekilas ini terlihat seperti sekumpulan tabel-tabel dalam spreadsheet. Jika struktur hierarkis dan struktur jaringan mengandalkan pada relasi fisik dalam bentuk alamat-alamat penyimpanan, sedangkan dalam  struktur relasional, relasi terbentuk secara implisit dengan mencocokkan nilai-nilai dalam field data yang sama, sehingga akan lebih mudah untuk digunakan dan dipahami. Struktur relasional adalah sebuah format yang lebih cepat dapat dipahami oleh manajer maupun staf profesional.

Basis Data Terpadu

Saat ini seluruh Program Perlindungan Sosial yang bersifat nasional sudah menggunakan Basis Data Terpadu (BDT).

Pengertian Basis Data Terpadu (BDT) untuk Program Perlindungan Sosial adalah sistem data elektronik yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan demografi rumah tangga dan individu, dari sekitar 24, 5 juta rumah tangga atau 96 juta individu dengan status kesejahteraan terendah di Indonesia.

Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) merupakan sistem yang dapat digunakan untuk perencanaan program dan mengidentifikasi nama dan alamat calon penerima bantuan sosial, baik rumah tangga maupun individu, berdasarkan kriteria-kriteria sosial ekonomi yang telah ditetapkan oleh pelaksana program.

Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial membantu perencanaan program, memperbaiki penggunaan anggaran, dan sumber daya program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dalam skala nasional maupun daerah

Jumlah dan sasaran penerima manfaat program dapat dianalisis sejak awal perencanaan program dengan menggunakan data dari Basis Data Terpadu. Hal ini akan membantu mereduksi  kesalahan dalam penetapan sasaran program perlindungan sosial. Penggunaan BDT juga dimaksudkan agar keluarga kurang mampu menerima manfaat berbagai program perlindungan sosial secara sekaligus. Saat ini Pemerintah menyalurkan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat kepada 15,5 juta keluarga yang termasuk dalam 25 persen penduduk dengan Status Sosial Ekonomi terendah.

Demikian materi basis data kali ini, semoga bermanfaat.