Ayam Pakhoy : Ciri-Ciri, Jenis, Harga, dan Cara Merawatnya

4 min read

Ayam Pakhoy

Dalam dunia sabung ayam, ada beberapa nama jenis ayam petarung yang populer akan kemampuan dan kekuatannya dalam bertarung. Salah satunya ialah ayam pakhoy atau dikenal juga dengan nama ayam pama-khoy. Kehebatan ayam ini ketika menyerang dan bertahan tidak diragukan lagi. Ayam ini berasal dari Negeri Gajah Putih, Thailand.

Ayam Petarung Pakhoy merupakan hasil paduan dari beberapa jenis ayam aduan, yang akhirnya membuat karakter ayam aduan serba bisa. Khususnya dalam hal kecepatan menyerang dan kecepatan membaca gerakan lawannya di arena bertarung. Ayam pakhoy dijual dengan harga yang cukup tinggi di pasaran. Khususnya untuk tipe original.

Seperti apa keunikan ayam pakhoy yang disukai banyak orang ? Berikut ulasan Jurnal Manajemen terkait ayam pakhoy :

Artikel Terkait
Ayam Birma
Jenis Ayam Bangkok

Sejarah dan Kepopuleran Ayam Pakhoy

Mengapa ayam ini bisa masuk ke Indonesia dan mengapa dikenal sebagai ayam aduan berkemampuan luar biasa? Sama seperti jenis ayam aduan dari negara lainnya, ayam ini juga menyebar seiring waktu, seperti jenis serupanya dari negara sama, ayam bangkok. Ayam ini lebih dikenal ayam modern yang merupakan hasil terobosan gabungan empat macam darah ayam aduan.

Hasil gabungan dan paduan ini berupa ayam pakhoy asli, dihasilkan pertama oleh para peternak di Thailand. Pemberian nama pakhoy merupakan singkatan dari istilah dalam bahasa Thailand yang berupa pama-khoy dengan arti “Penumpas setan” atau “Pembunuh setan”.

Pemberian nama sekaligus julukan ini juga mengacu pada bagaimana ayam aduan pakhoy mampu melawan ayam aduan birma. Sehingga, “Penumpas setan” di sini maksudnya ialah kemampuan melawan ayam birma asal Myanmar yang memang dikenal memiliki keahlian hebat dalam bertarung.

Jenis dan tipe dari ayam petarung pakhoy sendiri dipatok dari usia dan keoriginalannya. Jenis dan tipe tersebut mempengaruhi harga jual serta ciri ayam pakhoy dari segi tampilan, juga karakternya ketika bertarung di arena. Ayam ini umumnya dapat ditarungkan dengan berbagai jenis ayam aduan lainnya yang dirasa memiliki ukuran serupa dan sebanding.

Ciri-Ciri Ayam Pakhoy

Seperti yang disebutkan di atas, ciri-ciri ayam ini bisa dilihat dari berbagai sisi, khususnya sesuai dengan jenis dan tipenya. Namun secara umum ciri-ciri paling umum ayam ini dilihat dari karakternya meliputi:

1. Teknik Pukulan Cepat

Ciri pertama ialah ayam ini cenderung bergerak lebih cepat untuk mendekati lawan, kemudian baru memberi pukulan yang tidak kalah cepat. Hal ini yang menjadi faktor pakhoy memiliki kemungkinan selalu menang. Mereka akan terlihat memiliki teknik pukulan yang tidak main-main. Mereka sudah bersiap melakukan perlawanan sekaligus pertahanan menggunakan badan dan kepala.

2. Mematuk ke Bagian Leher Lebih Dulu

Biasanya pakhoy lebih suka menyerang bagian leher lawannya dahulu dibanding bagian lain. Mereka tahu bagaimana cara membuat lawan kesulitan. Terkadang lawan mereka tidak bisa membaca langkah serangan awal dari ayam ini. Selain itu terkadang pakhoy sengaja bergerak ke berbagai arah lebih dulu untuk membuat lawan bingung, baru dengan cepat menyasar bagian leher.

3. Memberi Pukulan Berulang

Ketiga, ayam pakhoy super memiliki keahlian hebat dalam memberi serangan pukulan. Mereka cenderung sering memberi pukulan berulang, yang mana lawan mereka nantinya tidak memiliki peluang memberi pukulan balik dan fokus bertahan. Ini salah satu alasan mengapa ayam asal Thailand ini diberi nama pakhoy, menyerang tanpa memberi kesempatan.

4. Mampu Mengimbangi Teknik Lawan

Selanjutnya, ciri lain dari ayam petarung ini berupa kemampuan untuk bisa mengimbangi teknik lawan. Tampaknya ayam ini memang jago membaca gerakan lawan dan mudah beradaptasi terhadap situasi. Mereka bisa dengan cepat mengeluarkan perlawanan yang seimbangan serangan lawan. Bahkan bisa dikatakan “Sangat cepat”.

5. Sering Memberi Pukulan Badan

Ayam pakhoy asli juga senang memberi pukulan ke arah badan. Mereka memiliki kemampuan baik dalam mendeteksi kondisi lawan mereka. Makanya ayam ini mudah mengalahkan ayam bertulang tipis atau ayam berbadan kurang kokoh seperti birma. Karena mereka tahu lawannya tersebut memiliki kelemahan di bagian badan.

6. Dapat Mematuk Semua Bagian Tubuh Lawan

Ciri khas keenam ini menjadi point lebih dari pakhoy. Sebab mereka memiliki keahlian yang tidak banyak dimiliki jenis ayam lain, yaitu dapat mematuk semua bagian tubuh lawan ketika berhadapan suasana genting. Saat ayam ini merasa terancam oleh serangan lawan, secara otomatis mematuk ke berbagai bagian tubuh dari lawan tanpa henti. Hingga lawan tidak sanggup menyerang lagi.

7. Langkah Kaki Besar dan Lincah

Terakhir, ayam ini memiliki langkah kaki yang besar sekaligus lincah. Jadi sangat jago menyerang dan cepat mencapai tubuh lawan untuk memberi serangan. Saat menghindar pun akan lebih cepat dan tidak mudah tertangkap lawan.

Jenis Ayam Pakhoy

ayam bangkok pakhoy
gambar ayam bangkok pakhoy

Jenis ayam ini bisa dibedakan dari segi keoriginalannya atau pun dari usia tumbuh ayam tersebut. Bila dilihat dari original atau berdarah murni asli, jenis ayam ini terdiri dari:

1. Ayam Jenis Pakhoy Turunan Asli (Original)

Jenis ini merujuk pada pakhoy yang benar-benar hasil keturunan perkawinan dua pakhoy. Peternak ayam sabung di Indonesia banyak yang menawarkan jenis ini. Jika Anda ingin membelinya, jangan lupa bertanya lebih dulu mengenai induk pakhoy, apa saja jenis darah pakhoy yang mengalir di dalam pakhoy turunan asli itu.

2. Ayam Jenis Pakhoy Hasil Kawin Silang (Campuran)

Berikutnya ada jenis pakhoy dari hasil kawin silang antara pakhoy dengan jenis ayam tarung lainnya. Misalnya hasil kawin silang dengan ayam bangkok. Ini yang sering membuat tampilannya secara fisik jadi serupa dengan ayam bangkok.

3. Ayam Jenis Pakhoy Import

Ada juga jenis ayam tarung pakhoy impor yang sengaja didatangkan langsung dari negara asalnya. Sudah jelas bahwa ayam pakhoy import mempunyai kualitas sangat baik. Sebab hasil perawatan dan ternakan peternak asli sana. Namun tentu harganya pun tidak murah. Karakter gerakan menyerang dan fisiknya sangat khas. Tentu terlihat lebih gagah dan terkesan lebih lincah.

Bila dibedakan sesuai usianya, ayam ini sering dibagi menjadi beberapa macam. Di antaranya pakhoy anak, pakhoy induk betina, pakhoy dewasa, dan pakhoy peranakan.

Perawatan dan Pemberian Pakan untuk Ayam Pakhoy

Merawat Ayam Pakhoy
Merawat Ayam Pakhoy | sumber : Ig @tokocendolism_indonesia

Lalu bagaimana cara merawat ayam satu ini? Sebenarnya dalam langkah perawatan, hampir sama saja dengan merawat ayam aduan lainya. Dasar-dasar merawat ayam yang diternak untuk bertarung cukup sederhana, tetapi harus diikuti dengan cara yang tepat. Seperti memisahkan telur ayam dengan induknya ayam pakhoy betina di dalam box khusus.

Biasanya ayam akan menetas ketika telur mencapai usia 7 hari dengan suhu hangat. Bukan hanya karena menyelamatkan hidup anak ayam, metode memisahkan telur dengan induknya ini akan membuat indukan ayam lebih cepat untuk kembali bertelur. Selain itu, agar ketika pemberian asupan pakan akan sesuai dan benar-benar teratur.

Pemberian pakan pada ayam jenis pakhoy lebih baik yang mengandung vitamin dan protein berjumlah cukup setiap harinya. Beberapa pakan ternak ayam yang bisa diberikan di antaranya 511/512, 591/594, AD 1/ AD 2, Jagung, Bekatul, dan beras merah. Anda bisa memberi suplemen atau jamu alami yang umum diberikan pada ayam pakhoy juara dua sampai tiga kali dalam seminggu.

Untuk kandang, sesuaikan dengan ukuran pakhoy tersebut. Sebaiknya ukurannya pas, jangan terlalu besar dan kecil. Kandang juga wajib dibersihkan setiap hari agar pakhoy tidak mudah terserang penyakit yang mana akan mempengaruhi kondisi fisik ayam itu sendiri.

 

Baca Juga : Daftar Harga Ayam Bangkok Terkini (Super, Birma, Betina, Anakan, Dll)

 

Harga Ayam Pakhoy

Patokan harga jual untuk ayam jenis ini sangat beragam. Setiap daerah menjual dengan harga berbeda-beda dan disesuaikan kondisi, serta jenis dari pakhoy yang dijual. Daftar harga ayam aduan pakhoy sebagai berikut:

No

Berdasarkan Usia dan Jenis

Kisaran Harga Jual di Pasaran

1. Telur Pakhoy Rp 35.000 s/d Rp 150.000
2. Anakan Usia 1 – 2 Bulan Rp 150.000 s/d Rp 500.000
3. Anakan Usia 2 – 3 Bulan Rp 200.000 s/d Rp 1.000.000
4. Anakan Usia 4 – 5 Bulan Rp 300.000 s/d Rp 2.000.000
5. Ayam Pakhoy Ori Rp 10.000.000 s/d Rp 50.000.000
6. Usia Dewasa Jenis Import Rp 11.000.000 s/d Rp 100.000.000
7. Lancuran Rp 500.000 s/d Rp 5.000.000
8. Indukan Betina Rp 500.000 s/d Rp 15.000.000
9. Anakan Dewasa F1 Rp 5.000.000 s/d Rp 15.000.000
10. Peranakan (Hasil Kawin Silang) Rp 200.000 s/d Rp 1.000.000