Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya Terlengkap

3 min read

Akuntansi biaya

Akuntansi biaya merupakan sautu proses untuk mencatat keuangan. Di dalamnya ada penggolongan serta peringkasan tentang penjualan produk, biaya produksi, maupun jasa. Pencatatan ini menggunakan cara tertentu pula. Akuntansi biaya ini dibutuhkan sebagai pertanggungjawaban dari pihak perusahaan seperti kreditur atau investor kepada pihak manajemen perusahaan tersebut. Hal ini sangat diperlukan untuk tipa perusahaan karena data-data seputar pengeluaran pun akan diberikan dalam catatan keunagan. Tentu saja hal ini sangat penting karena Manajemen akan bertindak atau membuat keputusan soal perusahaan di waktu berikutnya.

Pengertian Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah ilmu di bidang akuntasi yang mempunyai fokus untuk mempelajari apapun tentang melaporkan, mengukur, hingga mencatat dengan menggunakan metode atau cara tentang suatu informasi mengenai biaya apapun yang dikeluarkan untuk proses produksi. Proses mencatat, melacak, melaporkan, dan mengalokasi pun juga dilakukan. Begitu pula dengan diberikannya analisis terhadap semua biaya yang dikeluarkan untuk produksi dalam suatu perusahaan yang menghasilkan baik barang maupun jasa.

Tujuan Akuntansi Biaya

Menentukan Harga Pokok

Tujuan dari akuntasi biaya adalah untuk menentukan harga pokok dari suatu produk atau jasa yang mereka hasilkan. Jadi, jangan sampai harga yang mereka tawarkan terlalu tinggi atau terlaluu rendah. Dengan cara menggolongkan, mencatat, meringkas, dan memonitor seluruh hal yang berkaitan dengan semua biaya untuk proses produksi akan dijadikan sebagai acuan bagi pihak manajemen sehingga mereka bisa menentukan harga pokok dari barang atau jasa yang mereka hasilkan.

Merencanakan Dan Mengendalikan Biaya

Data histori dan juga berbagai faktor lain dapat mempengaruhi biaya produksi. Karena itulah dalam merencanakan dan mengendalikan biaya, maka pihak manajemen juga ikut memonitor apakah ada penyimpangan seperti selisih biaya. Jika terjadi, maka pihak manajemen pun akan meneliti apa penyebab terjadi selisih dengan akuntasi biaya.

Klasifikasi Biaya dalam Akuntansi Biaya

Klasifikasi biaya adalah proses untuk mengelompokan biaya berdasarkan tujuannya. Informasi biaya pun digunakan untukklasifikasi biaya. Dengan klasifikasi inilah maka pihak manajemen bisa mencatat biaya dan juga menyusun laporan keuangan. Pihak manajemen pun juga memberikan gambaran yang akurat. Beberapa klasifikasi tersebut yaitu:

  1. Biaya Produksi

Semua biaya yang berhubungan dengan biaya produksi akan dimasukan ke dalam kelompok ini Biaya apapun yang tujuannya untuk menghasilakn produk atau jasa seperti biaya tenaga kerja, biaya baku, biaya pabrik, biaya operasional barang, dan lain-lain akan masuk ke kelompok biaya produksi.

  1. Biaya Administrasi

Biaya administrasi antara lain biaya gaji karyawan, biaya pemasanran, biata overhead kantor, dan lain-lain. Kelompok biaya ini digunakan untuk koordinasi antara produksi barang atau jasa dan pemasaran barnag atau jasa tersebut.

  1. Biaya Pemasaran

Biaya ini adalah biaya iklan atau biaya promosi yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk memastikan bahwa barang atau jasa tersebut akan dibeli dengan jumlah yang tinggi oleh konsumen.

  1. Biaya Variable

Biaya yang satu ini akan berubah-ubah tergantung dari produksinya. Semakin besar jumlah produksinya, maka biaya yang dikeluarkan pun juga semakin banyak. Contoh soal akuntansi biaya misalnya jika Anda membuat tas dengan bahnnya adalah Rp. 5.000 per barang dan biaya untuk karyawan adalah Rp. 1.000 per tas, maka untuk biaya produksi bagi 1 buah tas adalah Rp. 6.000. Jika satu hari menghasilakam 10 sepatu, maka 10 sepatu dikali 6.000 yaitu 60.000. Karena itulah biaya ini disebut biaya variable yaitu biaya tidak tetap.

  1. Biaya Tetap

Biaya yang satu ini tdak akan terpengaruh meskipun jumlah produksi meningkat. Biaya tetap ini tidak berubah dan juga tidak dipengrauhi oleh aktivitas apapun. Jika volumenya meningkat, maka biaya tetapnya masih rendah. Contohnya adalah gaji karawayan pembuat tas adalah Rp. 1.000.000 perbulannya. Jika pabrik tas tersebut menghasilkan 10 atau 20 tas tiap bulannya, gaji karyawan tersebut tetap sama yaitu Rp. 1.000.000.

 

Baca Juga : Pengertian Akuntansi Dan Jenis-Jenis Akuntansi Terlengkap

 

Sistem Akuntasi Biaya

Untuk sistem yang satu ini adalah suatu jaringan prosedur yang digunakan oleh pihak manajemen untuk menyajikan dan mengumpulkan biaya produksi, biaya administrasi, dan juga biaya pemasaaran. Sistem ini diterapkan agar pihak manajemen bisa mengawasi pelaksanaan proses produksi dan juga menjamin adanya koordinasi antara perusahan dan penjualan, perusahaan dan penyedia bahan baku, perusahaan dan penyediaan tenaga kerja, serta perusahaan dan fasilitas pabrik.

Jurnal Akuntansi Biaya

Sering disebut sebagai Jurnal Umum. Jurnal ini adalah jurnal yang digunakan oleh pihak manajemen untuk mencatatkan semua hal yang berhubungan dengan transaksi keuangan. Jadi, semua jenis transaksi keuangan yang ada pada suatu perusahaan pada suatu periode tertentu akan dicatat di jurnal umum ini. Biasanya, jurnal akuntasi akan digunakan untuk perusahaan jasa pada pihak akuntasinya karena jurnal ini mempunyai prinsip bahwa semua jenis transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan jasa pun juga bisa dicatat dengan runtut. Untuk perusahaan yang membuat produk, maka ada jurnal khusus untuk perusahaan tersebut. Membat jurnal akuntansi ini sangat penting untuk melakukan penilaian, identifikasi, dan pencatatan pada dampak ekonomi dari suatu transaksi yang ada pada perusahaan. Dengan adanya jurnal akuntansi pula maka perusahaan pun akan lebih mudah lagi untuk memproses perpindahan dari dampak transaksi yang ada pada suatu akun setelah transaksi dilakukan.

Artikel Terkait Artikel Terkait
Pengertian, Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen Mengenal Manajemen Perusahaan : Pengertian, Fungsi, dan Strategi
12 Prospek Kerja Manajemen Terlengkap dan Terbaru Pengertian Deviden, Jenis, dan Cara Menghitung

 Siklus Akuntansi Biaya

Siklus ini dalam akuntansi biaya sangat dipengaruhi pula oleh siklus dari perusahaan tersebut. Jadi, untuk perusahaan dagang akan mempunyai siklus kegiatan dari pembelian barang perusahaan tersebut lalu tidak melewati pengolahan yang lebih lanjut dan siklus pun akan diakhiri dengan menjual kembali barang perusahaan tersebut. Untuk perusahaan dagang memang siklusnya dimulai dengan mencatat harga pokok dari barang dagangan yang mereka beli lalu diakhiri dengan mencatat harga pokok dari barang dagangan yang mereka jual. Sedangkan untuk perusahaan jasa, maka siklusnya akan dimulai dari mempersiapkan penyerahan jasa dan diakhirir dengan menyerahkan jasa kepada konsumen. Biaya yang ada pada siklus perusahaan jasa adalah denga mencatat biaya persiapan untuk menyerahkan jasa dan juga diakhiri dengan harga pokok dari jasa yang mereka serahkan. Akuntansi biaya untuk perusahana jasa memang mempunyai tujuan untuk menghadirkan berbagai informasi tentang harga pokok dari satuan jasa yang diserahkan kepada konsumen.

Perbedaan Akuntansi Biaya dan Akuntansi Keuangan

Untuk materi akuntansi biaya yang satu ini memang berbeda dengan akuntansi keuangan. Akuntasi biaya adalah biaya apapun yang termasuk ke dalam segala hal yang berhubungan dengan aktivitas dari suatu perusahaan yang menghasilkan barang ataupun jasa. Sedangkan untuk biaya keuangan adalah bagian dari akuntasi yang melaporkan laporan keuangan di luar perusahaan. Contoh biaya yang dilaporkan di biaya keuangan adalah pemasok, kreditor, pemegang saham, dan juga pemerintah. Prinsip dari akuntansi keuangan adakah persamaan akuntansi. Itu dia beberapa hal seputar akuntansi biaya. Jika Anda ingin materi akuntansi biaya lengkap, maka bisa dapatkan di sini.