By | August 9, 2018

Pada beberapa kasus manajemen kita sering dihadapi pertanyaan seperti sebutkan dan jelaskan tingkatan manajemen dalam suatu organisasi ? Ada berapa tingkatan-tingkatan manajemen dalam organisasi ? dan jelaskan tingkatan manajemen dan contohnya ?

Pada dasarnya konsep manajemen memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama dan saling bekerja sama satu dengan lainnya sebelum melahrikan tingkatan manajemen dalam organisasi.

Proses manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengendalian harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi.

Lebih spesifik apabila dilihat dari sisi tingkatan dalam manajemen maka dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan-tingkatan manajemen sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

3 tingkatan manajemen dalam organisasi perusahaan

3 Tingkatan Manajemen dalam Organisasi dan contohnya

Tingkatan manajemen pada suatu organisasi dikelompokkan pada 3 tingkatan manajemen yang berbeda yaitu manajemen lini pertama, manajemen tingkat menengah, dan manajemen puncak.

  1. Manajemen Lini Pertama (first-line management)

Tingkatan manajemen lini pertama adalah tingkatan manajemen paling bawah pada sebuah organisasi.

Manajemen lini pertama memiliki tugas untuk memimpin dan mengkontrol pekerja non manajerial pada sebuah perusahaan atau organisasi. Tingkatan pada manajemen ini tidak membawahi tingkatan manajemen yang lainnya.

Beberapa contoh tingkatan manajemen lini pertama adalah penyelia (supervisor) atau pengawas, manajer lokasi, manajer perkantoran, manajer departemen, manajer shift, atau mandor.

Manajemen ini disebut juga manajemen operasional yang terlibat secara langsung pada proses produksi dan bertanggung jawab untuk menyelesaikan berbagai rencana yang telah ditentukan oleh tingkatan manajemen yang lebih tinggi.

Perlu diketahui tingkatan manajemen awal ini dipilih oleh manajemen level menengah. Diantara keahlian yang utama dibutuhkan adalah keahlian komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu dan teknikal.

Manajemen tingkat awal memiliki berbagai kegiatan yang harus dilakukan seperti :

  1. Memerlukan ketrampilan teknis (keahlian yang mencakup prosedur teknis, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus) dan kemampuan komunikasi yang baik.
  2. Menyusun perencanaan jangka pendek (harian, mingguan dan bulanan).
  3. Mengarahkan sejumlah karyawan yang berada di bawah komandonya.
  4. Memberikan informasi terkait keputusan yang diambil oleh manajemen kepada para karyawan dan memberikan informasi terkait kinerja, hambatan, kesulitan dan tuntutan dari para karyawan kepada manajemen yang lebih tinggi.
  5. Menjaga hubungan baik antara manajemen tingkat menengah dan para karyawan.
  6. Bertanggung jawab dan memberikan laporan secara langsung kepada manajemen level menengah.

 

  1. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)

Tingkatan pada manajemen level menengah  merupakan manajemen yang antara manajemen lini pertama dan manajemen puncak.

Tingkatan manajemen ini memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak.

Manajemen tingkat menengah mempunyai tanggung jawab pula terhadap segala kegiatan yang dilaksanakan oleh tingkatan manajemen di bawahnya bahkan terhadap beberapa karyawan operasional.

Contoh tingkatan manajemen tingkat menengah seperti kepala departemen (manajer pemasaran, manajer keuangan, dll) atau HOD, kepala bagian, pemimpin proyek, manajer cabang (cabang perusahaan atau unit lokal), manajer pabrik, Junior Executive (asisten manajer pembelian, asisten manajer pemasaran, dll) dan manajer divisi.

Manajemen level menengah ini ditunjuk oleh manajemen puncak. Kemampuan yang dibutuhkan di antaranya adalah keahlian konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen waktu dan juga teknikal.

Peran manajemen tingkat menengah pada suatu organisasi adalah sebagai berikut :

  1. Memerlukan ketrampilan manajerial serta kemampuan teknis.
  2. Menjadi perantara antara manajemen puncak dan manajemen lini pertama.
  3. Merencanakan rencana jangka menengah antara 1 – 5 tahun.
  4. Berkoordinasi dengan departemen yang ada atas semua kegiatan yang dilakukan.
  5. Menjalankan perintah, kebijakan, dan rencana yang ditetapkan oleh manajemen puncak.
  6. Bertanggung jawab secara langsung kepada manajemen puncak seperti Dewan Direksi dan CEO perusahaan.
  7. Memberi saran atau rekomendasi kepada manajemen puncak sesuai dengan kondisi yang ada.

 

Baca Juga : Pengertian Manajemen Sebagai Ilmu, Seni, dan Profesi

 

  1. Manajemen Puncak (Top Management)

Klasifikasi tertinggi ini terdiri dari sekelompok kecil eksekutif.

Manajemen puncak mempunyai tanggung jawab pada semua manajemen organisasi. Tingkatan manajemen puncak memiliki tugas membuat rencana aktivitas dan strategi perusahaan secara global dan mengarahkan jalannya perusahaan.

Beberapa contoh tingkatan manajemen puncak seperti dewan direksi, CEO (Chief Executive Officer), CIO (Shief Informatioan Officer), CFO (Chief Financial Officer), General Manajer atau dikenal dengan Presiden Direksi (Presdir).

Direksi adalah wakil para pemilik perusahaan atau pemilik saham. Mereka ditetapkan oleh para pemegang saham perusahaan dan CEO ditunjuk oleh dewan direksi perusahaan.

Untuk manajemen tingkat ini, keahlian utama yang diperlukan adalah keahlian dalam hal konseptual, komunikasi, pengambilan keputusan, manajemen global, dan manajemen waktu.

Peran yang paling utama pada manajemen puncak adalah :

  1. Dibutuhkan kemampuan konseptual dibandingkan kemampuan teknis.
  2. Mampu memobilisasi sumberdaya yang dimiliki perusahaan.
  3. Bertanggung Jawab penuh terhadap keberjalanan perusahaan kepada dewan direksi, pemerintah dan masyarakat umum.
  4. Menentukan perencanaan, tujuan dan kebijakan perusahaan atau organisasi.
  5. Mempersiapkan rencana jangka panjang perusahaan.
  6. Manajemen puncak bekerja melalui pemikiran, perencanaan kemudian memutuskan sehingga disebut juga dengan otak organisasi atau Administrator.

Skema Manajemen Menurut Tingkatannya

Melihat dari kegiatan yang dilaksanakan, skema manajemen dibagi menjadi :

  1. Manajer Fungsional

Memiliki tanggung jawab dalam aktivitas unit organisasi seperti produksi, marketing, financial, SDM dll.

  1. Manajer Umum

Mempunyai tanggung jawab atas segala/semua kegiatan di tiap unit.

Pada tahap operasional pelaksanaan tugas, manajer memiliki keahlian atau fungsi utama yang berbeda-beda seperti :

  1. Kemampuan Teknis (Technical Skill)

Kmampuan teknis mengenai bagaimana cara mengerjakan dan menciptakan sesuatu dengan efektif yang ditunjang dengan pengarahan (motivasi), supervisi, dan komunikasi.

  1. Kemampuan Manajerial (Managerial Skill)

Kemampuan manajerial terkait dengan konseptual seperti penetapan tujuan, perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia hingga pengawasan.

Keahlian yang harus Dimiliki Manajer

  1. Keahlian Konseptual

Kemampuan untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan segala macam kepentingan dan kegiatan organisasi untuk meraih tujuan organisasi.

  1. Keahlian Kemanusiaan

Kemampuan untuk membentuk teamwork dan saling bekerja sama serta saling memahami dengan memotivasi orang lain.

  1. Keahlian Administrasi

Kemampuan yang berhubungan dengan fungsi manajemen yang dilakukan.

  1. Keahlian Teknis

Ketrampilan dan kepiawaian dalam penggunaan alat-alat, melaksanakan prosedur, dan metode dari suatu bidang tertentu.

Ketrampilan Dasar Manajer

  1. Ketrampilan Teknis | Technical Skill

Ketrampilan teknis merupakan ketrampilan manajemen untuk menggunakan prosedur, dan teknik serta pengetahuan pada bidang khusus.

Sebagai contoh penggunaan komputer, membuat kursi, akuntansi dan lainya. Ketrampilan ini sangat diperlukan dan menjadi bekal bagi manajer lini pertama atau manajer yang berada pada tingkatan bawah.

Hal ini dikarenakan manajer ini seringkali terlibat secara langsung dengan para pekerja/karyawan yang melaksanakan atau mengoperasikan peralatan/mesin, salseman, programer yang membutuhkan arahan dalam penyelesaian tugas.

  1. Ketrampilan Interpersonal | Interpersonal Skill

Selain ketrampilan teknis, manajer memerlukan ketrampilan untuk berkomunikasi dan yang berkaitan dengan orang lain atau disebut juga dengan ketrampilan kemanusiaan.

Ketrampilan ini digunakan untuk berkerja bersama, memahami serta memberikan motivasi kepadayang lainnya baik secara individu maupun kelompok. Komunikasi persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang dipimpinnya.

Sebagai contoh memberi motivasi kerja kepada karyawan dan pekerja untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Selain itu manajer dan bawahan juga perlu berinteraksi di luar wilayah kerja mereka. Melalui komunikasi yang persuasif dan bersahabat akan membuat suasana yang lebih harmonis dan karyawan merasa lebih dihargai yang menimbulkan sikap terbuka terhadap atasan. Ketrampilan ini diperlukan di setiap tingkatan-tingkatan manajemen.

  1. Ketrampilan Konseptual | Conceptual Skill

Ketrampilan konseptual merupakan keahlian dalam mengkoordinir dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi dalam mewujudkan tujuan organisasi. Keahlian ini sangat penting bagi manajer tingkat atas (top manager) pada tingkatan manajemen puncak.

Manajer puncak harus memiliki ketrampilan berkaitan dengan menciptakan ide, gagasan, konsep demi kemajuan perusahaan. Konsep, Ide, dan Gagasan kemudian mampu diturunkan sebagai perencanaan tindakan demi terwujudnya tujuan dari gagasan yang ada.

Kemampuan konseptual ini dapat berbeda pada tiap lini manajemen tergantung pada kemampuan dalam memahami peran kerja departemen yang ditugaskannya dan peran kerja departemen lainnya.

 

Baca Juga : 10 Perencanaan Strategi Pemasaran Produk Baru

 

Ketrampilan Tambahan Seorang Manajer

  1. Ketrampilan Diagnosis

Manajer pada tiap tingkatan manajemen harus memiliki kemampuan analisis pada setiap permasalahan yang ada pada perusahaan kemudian menciptakan dan mengembangkan solusi dari permasalahan tersebut.

Apabila manajer tidak mampu menciptakan solusi maka manajer tersebut perlu jam terbang yang lebih tinggi dalam hal problem solving dan belum mampu untuk naik ke tingkatan manajemen yang lebih tinggi.

  1. Ketrampilan Manajemen Waktu

Selain ketrampilan diagnosis, manajer pada berbagai tingkatan manajemen dalam organisasi wajib menguasai ketrampilan manajemen waktu.

Ketrampilan ini merupakan kemampuan seorang manajer untuk memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien.

Manajer haru memiliki daftar prioritas pekerjaan sehingga pekerjan dapat diselesaikan dengan cepat. Waktu yang manajer miliki adalah aset berharga dan menyia-nyiakannya berarti menghabiskan uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.

  1. Ketrampilan Pengambilan Keputusan

Setelah melakukan diagnosa dan menganalisa sebuah permasalahan, manajer kemudian harus segera mengambil keputusan yang tepat dan efektif. Keputusan diambil dengan melakukan berbagai macam langkah.

Pertama, manajer mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada tubuh organisasi dan mencari alternatif solusi.

Kedua manajer disarankan untuk mengevaluasi dan memilih alternatif solusi yang terbaik.

Kemudian manajer harus menerapkannya dalam sebuah keputusan organisasi serta mengawasi dan terus mengevaluasinya.

Kemampuan mengambil keputusan adalah tugas utama bagi manajer khususnya manajer pada tingkatan dalam manajemen puncak. Tugas untuk mengambil keputusan dan mengembangkannya menjadi peluang yang sangat bermanfaat bagi organisasi/perusahaan.

 

Incoming search terms:

  • tingkatan manajemen dalam organisasi
  • tingkatan manajemen
  • contoh tingkatan manajemen dalam perusahaan
  • tingkatan manajer
  • tingkatan manajemen dan contohnya
  • Sebutkan tiga tingkatan manajer dalam organisasi
  • tingkat manajemen dalam organisasi
  • tingkatan dalam perusahaan
  • 3 tingkatan manajemen
  • tingkatan manajemen perusahaan

3 Replies to “3 Tingkatan Manajemen Dalam Organisasi Lengkap”

  1. Pingback: Pengertian Organisasi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

  2. Pingback: Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Teori, Karakteristik, dan Contoh

  3. Pingback: Teori Kebutuhan Maslow Dan Contohnya Pada Perusahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *