By | August 28, 2018

Background Info Mengenai Teori Kebutuhan Maslow

Teori Maslow merupakan pembahasan cabang dari bagian teori organisasi dan teori kepemimpinan. Teori kebutuhan maslow merupakan teori yang dikemukakan oleh seorang ahli bernama lengkap Abraham Maslow. Teori kebutuhan maslow mengemukakan mengenai berbagai kebutuhan dasar manusia yang wajib dipenuhi lebih dulu kemudian dilanjutkan dengan kebutuhan selanjutnya.

Kebutuhan dasar manusia yang akan dijabarkan pada teori kebutuhan maslow digambarkan dengan skema piramida. Skema piramida pada teori kebutuhan maslow terdiri dari tingkatan kebutuhan manusia yang harus terpenuhi. Teori hirarki kebutuhan maslow menjelaskan bahwa terdapat lima kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi.

Lima level kebutuhan yang dapat terlihat perbedaan masing-masing khususnya dari segi kesejahteraan.  Teori kebutuhan maslow merupakan teori yang telah diakui dalam dunia Manajemen maupun psikologi. Pada dunia psikologi digunakan untuk melihat kebutuhan manusia secara umum. Sedangkan pada dunia manajemen digunakan untuk melihat kebutuhan dasar karyawan di perusahaan.

Secara ringkas kebutuhan yang dikemukakan pada teori hierarki kebutuhan maslow tersusun bertingkat-tingkat. Tingkatan dimulai dari kebutuhan mendasar dan mendesak kemudian setelah kebutuhan paling dasar terpenuhi maka dilanjutkan kebutuhan lainnya.

Pada artikel ini akan dibahas secara jelas mengenai teori kebutuhan menurut Abraham Maslow.

 

Baca Juga : 3 Tingkatan Manajemen Dalam Organisasi Lengkap

 

Profil Singkat Abraham Maslow

Sebelum membahas mengenai teori kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow, mari kita bahas profil singkat dari Abraham Maslow. Dengan mengetahui sejarah dan Latar Belakang Abraham Maslow diharapkan kita mampu mendalami tentang teori hierarki kebutuhan menurut Abraham Maslow.

Nama lengkap Maslow adalah Abraham Harold Maslow. Lahir pada tahun 1908 dan meninggal pada tahun 1970. Maslow merupakan orang amerika yang berprofesi sebagai psikolog. Abraham maslow juga lebih dikenal sebagai profesor di beberapa universitas seperti Columbia University, Brandies University, New School for Social Research, Alliant International University. Berprofesi sebagai profesor dan psikolog, maslow menitikberatkan pada signifikansi dan urgensi fokus pada kualitas yang positif dari seseorang.

Abraham Maslow sejak masih belia meyakini bahwa bagi pria atau laki-laki dewasa, fisik merupakan kekuatan yang dapat dilatih dan dioptimalkan. Latihan fisik dan angkat beban merupakan sarana bagi maslow untuk terlihat lebih berotot dan gagah. Kenyataan tidak sejalan dengan keinginannya, maslow lebih mendalami buku pengetahuan sehingga tidak mampu meraih keinginannya.

Saat tumbuh dewasa Abraham Maslow mulai berpikir mengenai kebutuhan dasar dan aktualisasi diri. Pertanyaan seperti “kenapa hanya sedikit manusia yang mencapai aktualisasi dirinya meski kebutuhan dasar mereka telah terpenuhi?” Di sisi lain sebagai Psikolog Humanistik beranggapan bahwa setiap manusia mempunyai dorongan kuat untuk mengembangkan potensi hingga ke tingkatan “aktualisasi diri”.

Maslow diberitakan meninggal dunia pada tahun 1970 saat jogging. Serangan jantung dikabarkan menjadi penyebab utamanya. Sejak saat itu Abraham Maslow dikenal sebagai pioner di bidang psikologi yang berperan atau berpengaruh langsung pada dunia secara luas termasuk dunia manajemen.

Konsep Teori Kebutuhan Maslow

Awal perkembangan Teori Kebutuhan Abraham Maslow adalah saat Maslow mengamati perilaku kera. Hasil pengamatan maslow disimpulkan bahwa ditemukan sebagian kebutuhan yang diprioritaskan dari kebutuhan lain.

Sebagai contoh adalah kebutuhan akan air bagi setiap makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup akan cepat mati dibandingkan apabila kekurangan makanan.

Hasil pengamatan maslow tersebutlah yang disimpulkan sebagai kebutuhan dasar. Selanjutnya maslow menyusunnya menjadi tingkatan-tingkatan kebutuhan. Abraham Maslow pada kahirnya mengembangkan bahwa kebutuhan dasar harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tingkat kebutuhan selanjutnya.

Berdasarkan apa yang dikemukakan Abraham Maslow khususnya pada teori hirarki kebutuhan maslow. Pemenuhan kebutuhan didorong oleh motivasi. Motivasi dalam hal ini adalah motivasi kekurangan (deficiency growth) dan perkembangan (motivation growth).

Motivasi kekurangan dalam teori hirarki kebutuhan maslow merupakan usaha yang dijalankan oleh seseorang dalam rangka mengatasi kekurangan yang diderita. Disamping itu motivasi perkembangan yaitu dorongan dari dalam diri seseorang untuk meraih tujuan diri sesuai dengan kemampuannya dalam perkembangannya. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang dan latar belakangnya.

 

Penejelasan Teori Kebutuhan Abraham Maslow

Teori kebutuhan maslow mengemukakan bahwa manusia mempunyai tingkatan kebutuhan hidup untuk dipenuhi. Seumur hidupnya manusia akan berusaha untuk tetap mengatasi kebutuhannya dari yang paling mendasar.

Tingkatan kebutuhan dalam teori maslow membedakan seseorang dilihat dari kesejahteraan hidupnya. Teori yang dikenal di berbagai dunia/bidang ini menjabarkan tingkatan kebutuhan dengan skema piramida. Kebutuhan pada teori maslow disusun dari yang paling mendasar atau mendesak. Kemudian dilanjutkan dengan kebutuhan dasar lainnya dan seterusnya.

Kebutuhan dasar lanjutan yang diutarakan dalam teori maslow tidak dapat terpenuhi apabila kebutuhan dasar sebelumnya terpenuhi. Setiap manusia pasti merasakan tingkatan kebutuhan tersebut dan harus berusaha keras dalam memenuhinya. Meski demikian hanya sedikit yang mencapai puncak dari tingkatan kebutuhan menurutt Abraham Maslow.

Terdapat 5 tingkatan kebutuhan yang dikemukakan oleh teori kebutuhan maslow diantaranya kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Kelima kebutuhan tersebut disusun  pada teori kebutuhan maslow secara bertingkat dari yang paling mendasar (fisiologis/fisik) hingga yang tertinggi (aktualisasi diri).

  1. Fisiologis/Fisik

Secara Umum

Kebutuhan dasar pada teori maslow yaitu kebutuhan fisik/fisiologi. Pada kehidupan secara umum kebutuhan fisik dapat dicontohkan seperti kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tidur, aktivitas seksual, tempat tinggal, dan oksigen. Kebutuhan tersebut adalah suatu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sebelum kebutuhan lainnya. Sebagai permisalan, seseorang akan mencari makanan/minuman terlebih dahulu ketika merasa dirinya kelaparan/kehausan dan cenderung menahan diri untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Akan berbeda cerita apabila seseorang sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, minuman, dll. Dia akan cenderung mencari kepuasan lain seperti citarasa makanan dan minuman. Lain halnya dengan yang belum terpenuhi kebutuhan fisiologisnya. Mereka tidak akan memperdulikan citarasa, tekstur ataupun sejenisnya.

Contoh Dalam Manajemen Perusahaan

Pada teori hirarki kebutuhan maslow juga membahas dari sisi manajemen dalam organisasi/perusahaan. Kebutuhan fisik/fisiologis yang harus dipenuhi karyawan di suatu perusahaan adalah upah minimum/standar gaji minimum.

Karyawan mencari pekerjaan pada sebuah perusahaan pastilah gaji/upah yang akan menjadi alasan utama. Sebelum kebutuhan dasar ini terpenuhi maka karyawan akan sulit untuk berkembang apalagi memberikan prestasi dan kontribusi besar pada perusahaan. Oleh karena menurut teori hierarki kebutuhan maslow maka perusahaan harus mampu memenuhi kebutuhan dasar dari para karyawannya. Hal ini juga dapat menjadi motivasi awal bagi karyawan untuk bekerja lebih giat dan memperbaiki citra perusahaan di mata angakatan kerja.

Informasi Tambahan

Pandangan manusia akan kebutuhan fisiologi/fisik sangat berbeda dengan kebutuhan lain sepert yang dikemukakan oleh teori maslow.

Pertama, kebutuhan fisiologi/fisik sangatlah mendasar dan wajib dipenuhi. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dikatakan tanpa kompromi baik itu kebutuhan akan makanan minuman atau upah minimum.

Kedua, kebutuhan fisiologis/fisik merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan berulang. Apabila manusia merasa kelaparan maka dia akan makan, begitu seterusnya saat rasa lapar muncul kembali. Seperti halnya, setiap bulan atau periode tertetnu karyawan akan selalu menagih hak gajinya. Hal ini yang membedakan dengan kebutuhan lainnya di teori maslow.

 

  1. Rasa Aman

Pandangan Secara Umum

Tingkatan kebutuhan kedua pdaa teori maslow adalah kebutuhan akan keamanan. Kebutuhan rasa aman yang dirasakan seperti kestabilan hidup, kesehatan fisik, adanya tempat bergantung, ada perlindungan, serta merasakan kebebasan dan aman dari bermacam-macam ancaman (pembunuhan, bencana alam, wabah penyakit, hutang, dll).

Maka dari itu setelah manusia terpenuhi kebutuhan dasar fisiologinya maka kemudian mereka memerlukan kebutuhan akan rasa aman.

Menurut teori kebutuhan abraham maslow, perilaku seseorang yang merasa dirinya terancam akan berbeda. Tindak tanduk mereka lebih sering ketakutan dan gelisah. Bahkan adayang merasa frustasi hingga ingin bunuh diri. Oleh karenanya manusia yang merasa tidak aman akan mencari rasa aman dengan tujuan kestabilan hidup yang dijalaninya.

Contohnya Pada Aplikasi Manajemen Perusahaan

Pada tingkat manajemen perusahaan, teori hirarki kebutuhan maslow yang kedua ini juga merepresentasikan rasa aman. Rasa aman bagi karyawan seperti lingkungan kerja yang aman, bersih, dan lebih jauh lagi terdapat jaminan pasca pensiun sehingga merasa aman secara finansial.

Karyawan akan bertahan pada suatu perusahaan lebih lama atau bahkan hingga masa pensiunnya apabila kebutuhan rasa amannya terpenuhi. Karyawan yang merasa aman secara lingkungan ditambah dengan adanya perencanaan setelah pensiun cenderung akan bertahan lama dan loyal pada perusahaan.

 

  1. Sosial dan Kasih Sayang

Sudut Pandang Umum

Selanjutnya kebutuhan yang perlu dipenuhi setelah kebutuhan dasar fisiologi dan rasa aman yaitu kebutuhan akan interaksi sosial dan kasih sayang. Pada teori hirarki kebutuhan abraham maslow, manusia sebagai makhluk sosial akan cenderung membutuhkan orang lain.

Sebagai makhluk sosial manusia akan menjalin persahabatan, menikah, memiliki keturunan dan interaksi dengan keluarga. Lebih jauh manusia juga merasa ingin disayang dan menyayangi. Saling mencintai antar sesama merupakan kebutuhan yang juga penting dalam kehidupan.

Manusia yang merasakan kasih sayang maka akan terlihat lebih stabil karena dirinya merasa diterima oleh lingkungan/orang sekitar. Teori kebutuhan maslow menjelaskan bahwasanya kebutuhan akan kasih sayang dan cinta dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan menyayangi/mencintai dan menolak untuk dicintai. Sehingga pada kebutuhan ini kita memerlukan seni dalam penerapannya.

Aplikasi Pada Manajemen Perusahaan

Karyawan pada perusahaan sejatinya juga memerlukan kebutuhan interaksi sosial dan kasih sayang. Teori kebutuhan maslow pada kasus ini menyatakan bahwa karyawan memenuhi kebutuhan ini dengan menjalin persahabatan dengan rekan sekerja, satu tim dan interaksi antara atasan dan bawahan. Adanya hubungan dan komunikasi yang baik di dalam perusahaan akan membuat perusahaan lebih mudah bersinergi demi mencapai tujuannya.

 

  1. Kebutuhan akan Penghargaan

Contoh Secara Umum

Selanjutnya dalam teori kebutuhan abraham maslow yaitu kebutuhan akan penghargaan. Penghargaan dalam teori maslow ini seperti status sosial, prestasi, penghormatan dari orang lain, nama baik/reputasi, ketenaran, perhatian, dan lain-lain.

Berdasarkan teori hirarki kebutuhan abraham maslow kebutuhan ini dibagi menjadi dua level yaitu level tinggi dan rendah.

Level yang rendah dicontohkan seperti kebutuhan untuk memperoleh penghormatan dan menghormati orang lain, keinginan memiliki status yang lebih tinggi, popularitas, pujian. Sedangkan kebutuhan penghargaan pada level yang lebih tinggi yaitu kebutuhan akan harga diri. Harga diri seseorang biasanya diekspresikan dari keyakinan, penguasaan/dominasi, perasaan, kontribusi, kebebasan dan kemandirian.

Abraham Maslow memiliki pendapat bahwa jika harga diri telah terpenuhi maka manusia akan berkeinginan untuk meraih tingkatan kebutuhan yang lebih tinggi yaitu aktualisasi diri.

Pada Manajemen Perusahaan

Kondisi karyawan pada pemenuhan kebutuhan penghargaan ini adalah terkait dengan jabatan yang lebih tinggi. Posisi tertentu akan membuat karyawan merasa dirinya dihargai, disegani dan dihormati. Sehingga karyawan yang telah terpenuhi kebutuhan dasar sebelumnya akan bekerja lebih giat untuk melampui target demi memperoleh promosi jabatan.

Banyak dari para manajer yang mengikuti teori kebutuhan maslow ini untuk mempromosikan bawahannya ke posisi yang lebih tinggi. Tentu dengan syarat tertentu. Hal ini akan menjadikan bawahannya tersebut merasa dihargai atas kerjanya ditambah dengan promosi yang membuat kebutuhan akan harga dirinya terpenuhi.

  1. Aktualisasi Diri

Pada Kondisi Umum

Level atau tingkatan kebutuhan yang paling tinggi sekaligus yang terakhir menurut teori kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow adalah “aktualisasi diri”. Kebutuhan akan aktualisasi merupakan dorongan keinginan yang timbul secara terus menerus. Dorongan ini akhirnya berubah menjadi potensi yang sangat dahsyat.

Maslow mengatakan bahwa kebutuhan ini ada di dalam diri seseorang dengan cara mendorong diri sendiri untuk bertindak sesuai dengan yang dikehendaki. Tindakan tersebut didasarkan pada kemampuan yang dimiliki. Hasrat yang ingin dicapai juga disesuaikan keinginan yang telah ada dalam waktu yang cukup lama.

Penerapan Pada Manajemen Perusahaan

Pekerjaan menantang yang dipilih oleh karyawan atau sumber daya manusia lainnya di dalam perusahaan merupakan kebutuhan aktualisasi diri. Melalui pemilihan pekerjaan yang dianggap sebuah tantangan maka kemampuan karyawan akan meningkat. Kreatifitas dan ketrampilan akan selalu dilatih serta terus berkembang. Perkembangan itu akan membawanya kepada karir yang lebih gemilang.

Dalam hal ini pimpinan puncak atau top manager dapat mendelegasikan bawahannya untuk melakukan pekerjaan yang menantang. Biasanya karyawan yang merasa dipercaya akan merasa senang dan adrenalinnya meningkat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Tentu saja kebutuhan ini dikhususkan bagi seseorang yang telah tercukupi dan terpuaskan dengan keempat kebutuhan lainnya yaitu kebutuhan fisiologi, rasa aman, sosial dan kasih sayang, dan penghargaan.’

Tambahan Informasi

Abraham Maslow mendefinisikan aktualisasi diri menjadi :

  • Acceptance and Realism

Memiliki pandangan yang sesuai fakta terhadap diri sendiri, orang lain dan kondisi sekitar.

  • Problem-Centering

Peka terhadap permasalahan orang/lingkungan sekitar termasuk membantu dan menemukan solusinya. Perasaan tersebut berasal dari motivasi diri sendiri dan tanggung jawab yang kuat.

  • Spontanity

Bertingkah laku secara spontan khususnya secara pemikiran dan tindakan. Memiliki penyesuaian diri yang tinggi terhadap norma dan aturan sosial. Orang yang mengejar aktualisasi diri akan cenderung memiliki komunikasi yang baik dan terbuka dan lebih fleksibel.

  • Autonomy and Solitude

Memiliki kebutuhan akan kebebasan yang tinggi. Di sisi lain kebutuhan terhadap privasi juga semakin tinggi.

  • Continued Freshness of Appreciation

Memiliki sudut pandang yang positif terhadap setiap kejadian. Dapat mengambil hikmah dan inspirasi dari setiap pengalaman. Selain itu mampu menghargai setiap proses yang dijalani.

  • Peak Experiences

Seseorang yang meraih aktualisasi dirinya akan merasakan pengalaman puncak maslow atau dengan kata lain adalah sukacita. Melalui kejadian inilah mereka akan memperoleh inspirasi dan memiliki keinginan yang semakin kuat yang diperbarui dan ditransformasikan dalam pemikiran serta tindakan.

 

Artikel TerkaitArtikel Terkait
Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Teori, Karakteristik, dan ContohPenjelasan Kepemimpinan Dalam Organisasi
Tugas Tugas Manajer dan Tanggung Jawab Manajer TerlengkapPenjelasan Lengkap Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol

KESIMPULAN

Teori Maslow atau Teori Kebutuhan Maslow merupakan teori yang dicetuskan oleh Abraham Harold Maslow (1908-1970). Maslow mengemukakan bahwa terdapat lima tingkatan kebutuhan dasar manusia. Kelima kebutuhan itu tersusun secara hirarkis. Semua harus terpenuhi dari kebutuhan dasar kemudian naik setingkat pada kebutuhan berikutnya hingga tercapai kebutuhan tertinggi. Kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi tidak akan menarik orang maupun karyawan yang kebutuhan dasarnya belum terpenuhi.

Kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat menggambarkan kesejahteraan manusia/karyawan. Kelima kebutuhan menurut teori maslow yaitu kebutuhan fisik/fisiologi, rasa aman, interaksi sosial dan kasing sayang, penghargaan, dan aktualisasi diri.

Incoming search terms:

  • teori maslow
  • teori pemenuhan kebutuhan
  • kebutuhan maslow
  • contoh teori maslow dalam kehidupan sehari-hari
  • teori kebutuhan maslow beserta contohnya
  • contoh aktualisasi diri dalam dunia kerja
  • hierarki maslow pada security bank
  • piramida KDM Maslow
  • teori kebutuhan
  • masalah aktualisasi dalam suatu perusahaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *