By | August 4, 2018
Sejarah Lengkap Perkembangan Ilmu Manajemen

            Seperti semua bidang studi lainnya, Perkembangan Ilmu Manajemen terjadi sangat pesat. Oleh karena itu, agar pembahasan dan pemahaman mengenai manajemen menjadi tepat sasaran, perlu diketahui terlebih dahulu proses perkembangan ilmu manajemen yang meliputi teori-teori, dan prinsip-prinsip manajemen yang akan memberikan landasan kuat bagi pemahaman perkembangan selanjutnya.

           Sampai saat ini dalam sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen belum ditemukan suatu teori atau sekumpulan hukum bagi manajemen yang dapat diterapkan untuk semua situasi. Manajer dalam proses manajemen akan menjumpai banyak pandangan dalam manajemen. Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai masalah yang berbeda-beda.

            Pada pembahasan mengenai perkembangan ilmu manajemen kali ini akan dibahas tiga aliran pemikiran manajemen yang ada yaitu :

  1. Manajemen Klasik
  2. Manajemen Hubungan Manusiawi
  3. Manajemen Modern

Selain membahas mengenai sejarah perkembangan ilmu manajemen juga sekilas akan dijelaskan mengenai teori manajemen kontemporer dengan perspektif sistem dan kontongensi. Teori ini mencoba untuk mengintegrasikan bermacam-macam teori dari perkembangan ilmu manajemen yang ada.

 

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Lengkap Manajemen Secara Umum dan Menurut Para Ahli

 

2 Pionir Dalam Perkembangan Ilmu Manajemen

Jauh sebelum zaman manajemen ilmiah yang dianggap sebagai catatan bagi perkembangan ilmu manajemen, pada abad ke-19 terjadi revolusi industri yang berakibat terciptanya peningkatan akan aktivitas manajemen yang lebih sistematis.

Para ahli sekaligus pencipta teori melakukan perkembangan ilmu manajemen. Pembahasan ini meliputi berbagai teori dan prinsip manajemen.

Manajemen dilihat dari sisi ilmu dirumuskan pada akhir abad 18 atau awal abad 19 Masehi. tokoh yang mengemukakan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen  (1771-1858)  dan  Charles Babage (1792-1871).

Owen, merupakan pembaharu dari Inggris yang bergerak di bidang industri. Dia adalah tokoh awal yang mengemukakan terkait SDM pada organisasi dan mengenai kesejahteraan pekerja.

Babbage, seorang ahli matematika dari Inggris merupakan tokoh awal yang mengemukakan betapa pentingnya efisiensi produksi. Babbage memiliki pandangan terkait diperlukannya pembagian pekerjaan dan kegunaan matematika dalam efisiensi pemakaian fasilitas dan bahan produksi.

Kelompok Pemikiran dalam Ilmu Manajemen

Manajemen Klasik

Tokoh-tokoh di bidang manajemen mulai muncul bersamaan dengan perkembangan dari revolusi industri dan aktivitas ekonomi antar negara.

Berbagai perspektif terkait perkembangan ilmu manajemen khususnya sebagai sarana untuk menjalankan bisnis pada suatu organisasipun turut lahir pada era yang sama.

Berbagai perspektif yang ada adalah kelompok pertama yang dikenal sebagai perspektif manajemen klasik. Terdapat dua pendekatan pada perspektif ini yaitu manajemen sebagai sebuah proses saintifik dan manajemen sebagai sebuah teori organisasi klasik.

  1. Manajemen Ilmiah atau Saintifik

Di awal abad 20, problematika terbesar bagi perusahaan adalah produktivitas. Pada saat itu, para manajer mencoba menghasilkan solusi untuk menyelesaikan masalah produktivitas kerja. Berbagai ide yang tercetus seperti peningkatan produktivitas tiap pekerja.

Pada aliran ini Frederick W. Taylor, Frank dan Lilian Gilbreth, Henry L. Gantt, dan Harrington emerson merupakan tokoh-tokoh dengan sumbangan ilmu yang luar biasa dan akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya.

  • Fredick W. Taylor (1856 – 1915)

Manajemen ilmiah pada awalnya dikembangkan oleh Fredick Winslow Taylor sekitar tahun 1900-an. oleh sebab itu, Taylor disebut sebagai “bapak manajemen ilmiah”.

Pada beberapa refrensi, manajemen ilmiah memiliki arti berbeda.  Pertama, manajemen ilmiah adalah aplikasi metoda ilmiah pada studi, proses analisis, dan problem solving pada problematika organisasi.

Arti berikutnya, manajemen ilmiah merupakan cara-cara untuk memperbaiki efisiensi kinerja pada suatu perusahaan.

Taylor mengemukakan gagasannya dalam 3 judul makalah yaitu Shop Management, The Principle of Scientific Management, dan  testimony Before the Special House Committe, yang di rangkum dalam sebuah buku berjudul  Scientific Management.

Taylor juga memberikan 4 prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah yaitu :

  • Pengembangan metoda ilmiah pada manajemen supaya dapat dijadikan patokan metode yang terbaik dalam penerapan akan pekerjaan.
  • Seleksi alami bagi para pekerja sehingga pekerja dapat diberi tanggung jawab akan tugas sesuai dengan keahlian.
  • Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
  • Kerjasama yang baik antara manjaemen dan tenaga kerja.

Time and Motion Studies merupakan sumbangsih Taylor mengenai aplikasi terkait standar kerja yang disesuaikan dengan perhitungan waktu.

Taylor mengemukakan bahwa untuk meraih tujuan sebuah perusahaan seperti peningkatan profit, maka perlu adanya peningkatan produktivitas. Peningkatan ini dapat diperoleh dari perbandingan tingkat ouput dan prestasi kerja.

  • Frank dan Lillian Gilbreth (1868) – 1924) dan (1878 – 1972)

Diantara sumbangsih yang Frank Gilbreth telah berikan adalah metode efisiensi dalam pekerjaan bidang konstruksi yang memperhatikan pengaturan material bangunan.

Metode yang mereka perkenalkan telah mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan konstruksi dan meningkatkan output sebesar 200%.

Berbeda dengan suaminya, Lillian Gilberth banyak memberikan sumbangsih pada bidang psikologi industri dan manajemen SDM, termasuk bagaimana perlunya bekerja dalam tim pada sebuah organisasi bisnis.

Pasangan suami istri tersebut telah menyumbangkan berbagai ide khususnya terkait dengan berbagai metode dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan.

  • Henry L. Gantt (1861 – -1919)

Henry L. Gantt mengemukakan 4 ide dalam meningkatan kegiatan manajemen yaitu :

  • Kerjasama untuk memberikan keuntungan diantara pekerja dan manajer.
  • Seleksi alami pekerja/karyawan.
  • Memberlakukan sistem intensif guna mendorong produktivitas pekerja dan organisasi
  • Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

Kontribusinya yang terbesar adalah penggunaan metoda grafik yang dikenal sebagai “began Gantt” (Gantt Chart), untuk perencanaan, koordinasi dan pengawsan produksi.Teknik-teknik scheduling modern dikembangkan atas dasar metoda scheduling produksi dari Gantt.

  • Harrington Emerson (1853 – 1931)

Emerson melihat bahwa pemborosan dan tidak efisien merupakan permasalahan industri. Oleh karenanya, dia mencoba untuk mencetuskan 12 prinsip efisiensi yaitu :

  • Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
  • Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
  • Adanya staf yang cakap.
  • Disiplin
  • Balas jasa yang adil.
  • Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg sistem inroformasi dan akuntansi
  • Pemberian perintah – perencanaan dan pengurutan kerja
  • Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu setiap kegiatan.
  • Kondisi yang distandarisasi.
  • Operasi yang distandarisasi.
  • Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar.
  • Balas jasa efisiensi-rencana insenrif.

 

2. Teori Organisasi Klasik

Teori organisasi klasik melihat bahwa perubahan produktivitas harus dilakukan secara menyeluruh dalam sebuah organisasi (tidak hanya produktivitas individu).

  • Henry Fayol (1841 – 1925)

Dalam teori administrasinya Fayol memerinci manajemen  (kegiatan Manajerial) menjadi 5 unsur (perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengoordinasian, serta pengawasan dan pengendalian). Fayol juga termasuk tokoh pertama yang memperkenalkan kegiatan-kegiatan operasional dari sebuah perusahaan yaitu :

  • Aktivitas teknis
  • Aktivitas Komersial
  • Aktivitas Keuangan
  • Aktivitas Keamanan
  • Aktivitas Akuntansi
  • Aktivitas Manjerial

 

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Fungsi Manajemen Menurut Henry Fayol

 

  • James D. Mooney

Mooney merupakan eksekutif General Motors yang membagi prinsip-prinsip dasar manajemen tertentu. Dia mengartikan organisasi sebagai sekumpulan dua orang atau lebih orang yang bekerjasama dalam mencapai tujuan tertentu. Mooney mengemukakan 4 kaidah dasar dalam perancangan organisasi, yaitu :

  • Koordinasi

Hal yang diperlukan dalam koordinasi seperti wewenang, pelayanan, doktrin  (perumusan tujuan) dan sikap disiplin.

  • Prinsip Skalar

Prinsip skalar memiliki prinsip dan influence yang ditunjukkan dari kepemimpinan, delegasi, dan fungsional.

  • Prinsip fungsional

Adanya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda.

  • Prinsip Staf

Kejelasan perbedaan antara staf dan lini.

 

  • Lyndall Urwick

Lyndall Urwick fokus pada fungsi-fungsi manajemen pada aktivitas organisasi. Setelah merampungkan karir sebagai kepala angkatan bersenjata Inggris, Urwick lebih dikenal sebagai ahli dan konsultan manajemen.

Dia melakukan integrasi atau penggabungan teori manajemen ilmiah sebagaimana dikelankan oleh Taylor dan pasangan Gilberth dengan apa yang telah dikenalkan oleh Fayol. Diantara kontribusinya adalah lahirnya semacam panduan bagi pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi.

 

  • Chaster I. Bernard (1886 – 1961)

Chaster Barnard adalah presiden perusahaan Bell Telephone di New Jersey yang menulis berbagai macam subyek manajemen pada buku yang berjudul The Functions of the Executive pada tahun 1938.

Chaster melihat organisasi sebagai sistem aktivitas yang fokus pada suatu tujuan. Menurut sudut pandangnya, fungsi utama manajemen merupakan perumusan tujuan dan mengupayaan sumber daya yang dibutuhkan dalam pencapaian tujuan.

Barnard menekankan pentingnya peralatan komunikasi untuk pencapaian tujuan kelompok.

Dia juga mengemukakan teori penerimaan pada wewenang. Menurut teorinya, bawahan akan menerima perintah hanya bila mereka memahami dan mampu serta berkeinginann untuk menuruti atasan.

Barnard adalah pelopor dalam penggunaan “pendekatan sistem” untuk pengelolaan organisasi.

 

3. Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Klasik

Kontribusi yang berharga adalah mengenai pekerjaan yang sperisifk, pembelajaran terkait masa dan beban kerja, serta metode ilmiah tentang aktivitas manajemen yang secara singkat terwakilkan melalui apa yang kita kenal sebagai fungsi-fungsi manajemen. Prosedur dan birokrasi juga kontirbusi berharga dari kelompok manajemen klasik ini.

Kelemahan : aspek kemanusiaan kurang diperhatikan (yg tidak hanya dari insentif) seperti kebutuhan,motif, tujuan dan perilaku yang berbeda-beda.

 

Manajemen Hubungan Manusiawi

Berbeda dengan perspektif manajemen klasik, perspektif manajemen hubungan manusiawi (neoklasik) atau yang dikenal juga aliran manajemen perilaku (behavioral management perspective) menekankan pada pentingnya manajemen memperhatikan perilaku dan kebiasaan individu manusia yang terdapat dalam sebuah organisasi dan pentingnya pula manajemen melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan manusia yang ada dalam organisasi agar organisasi dapat berjalan dengan baik.

  1. Hugo Munsterberg (1863 – 1916)

Munstberg dikenal sebagai Bapak Psikologi Industri.

Dia menyatakan bahwa para psikolog bisa memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam sebuah kegiatan bisnis atau industri dalam hal seleksi kerja dan hal yg berkaitan dg motivasi pekerja.

Sebagai tambahan, Munstberg mengingatkan adanya pengaruh faktor-faktor sosial dan budaya terhadap organisasi.

Munstberg mengatakan bahwa dalam pencapaian akan peningkatan produktifitas dapat dilakukan melalui 3 cara : 1) penemuan kemungkinan orang terbaik; 2) penciptaan kemungkinan pekerjaan terbaik, dan 3) penggunaan kemungkinan efek terbaik untuk memberikan motivasi karyawan.

  1. Elton Mayo (1880 – 1949)

Elton Mayo dan Percobaan-percobaan Hawthorne menyimpulkan bahwa ternayata pemberian insentif dan nyala lampu penerangan tidak menentukan produktivitas para pekerja, akan tetapi adanya perlakuan yang sama oleh manajer serta perhatian khusus lah yang akan menentukan produktivitas para pekerja.

Tentunya tidak berarti bahwa mereka tidak memerlukan insentif atau penerangan yang baik pada pekerjaan akan tetapi “perhatian dan penerimaan sosial” rupanya lebih menjadi faktor yang mempengaruhi tindakan mereka pada aktivitas kerja dalam organisasi dibanding faktor insentif dan faktor individu.

Saat ini, peningkatan peran manusia pada organisasi diwakilkan dalam teori perilaku organisasi (organizational behaviour) yang memandang organisasi dari perspektif yang lebih luas, seperti perspektif psikologi, sosiologi, ekonomi, antropologi, hingga medis.

Topik penting dalam teori ini diantaranya adalah bahwa kinerja organisasi sangat terkait dengan kepuasan kerja, stress, motivasi, kepemimpianan, dinamika kelompok, budaya kerja, politik dalam organisasi, konflik interpersonal, desain irganisasi dan sebagainya.

Kesimpulan mengenai Perspektif Manajemen Hubungan Manusiawi

Kebutuhan dalam perspektif ini menekankan pada kebutuhan sosial guna melengkapi pendekatan klasik dalam rangka peningkatan produktivitas kerja.

Aliran hubungan manusiawi mengemukakan bahwa memperhatikan pekerja akan membuahkan keuntungan.

Di sisi lain perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan peningkatan produktivitas yang dramatik seperti yg diharapkan dan lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas.

 

Manajemen Modern

Manajemen modern mengalami pengembangan melalui dua jalan yang berbeda. Pertama adalah perilaku organisasi yang dikembangkan dari aliran hubungan manusiawi. Kemudian aliran kuantitatif dikembangkan dari manajemen ilmiah sebagai dasar.

  1. Perilaku Organisasi

Perkembangan aliran perilaku organisasi ditandai dengan pandangan dan pendapat baru tentang perilaku manusia dan sistem sosial. Tokoh-tokoh aliran ini antara lain :

  • Abraham Maslow mengatakan adanya “hirarki kebutuhan” pada penjabarannya terkait perilaku manusia dan dinamika proses motivasi.
  • Douglas McGregor dengan teori X dan teori Y nya.
  • Frederick Herzberg mengemukakan teori motivasi higienis atau teori dua faktor
  • Robert Blake dan Jane Mouton membahas 5 gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid)
  • Rensis Likert telah melakukan identifikasi dan meneliti secara ekstensif tentang 4 sistem manajemen dari sistem 1 : exploitif-exploitif sampai sistem 4 : partisipatif kelompok.
  • Fred Fiedler menyarankan pendekatan contingency pada studi kepemimpinan.
  • Chris Argyris memandang organisasi sebagai sistem sosial atau sistem antar hubngan budaya.
  • Edgar Schein banyak meneliti dinamika kelompok dalam organisasi dan lain-lainnya.

 

  1. Manajemen Kuantitatif

Aliran kuantitatif ini ditandai dengan berkembangnya team-team riset operasi dalam pemecahan masalah industri yang didasarkan atas sukses team-team riset operasi Inggris pada PD ke-II.

Sejalan semakin kompelksnya komputer elektronik, transportasi, dan komunikasi dan sebagainya, teknik risetp operasi menjadi semakin penting sebagai dasar rasional untuk pembuatan keputusan.

  • Persektif Manajemen Sains

Manajemen sains fokus kepada penggunaan model matematika dalam mengatasi seluruh persoalan pada kegiatan manajemen dibandingkan manajamen santifik.

Perspektif ini mencoba mengemukakan lebih jelas tentang fakta pada aktivitas manajemen organisasi dengan menggunakan sebuah model.

Example : Bank of England menentukan jumlah teller yang diperlukan sesuai dengan transaksi yg dilakukan dan melalui peramalan atas Volume penjualan/transaksi di masa datang dengan menggunakan rumus matematika yang didasarkan pada data historis.

 

  • Persektif Manajemen Operasi

Manajemen operasi memfokuskan pada kegiatan tertentu dalam kegiatan manajemen secara operasional. Manajemen ini membantu manajemen agar dapat melakukan kegiatan produksi secara lebih efektif dan efisien. Di antara pendekatan yang biasanya dipergunakan misalnya queuing theory, breakeven analysis, dan simulasi.

 

Kesimpulan Manajemen Kuantitatif

Perspektif ini memberikan sumbangsih yang signifikan pada peningkatan produktivitas organisasi khususnya terkait dengan model pengambilan keputusan dan peningkatan efisiensi. Tetapi, sebagai  pendekatan model perspektif ini mempunyai kelemahan khususnya apabila dihubungkan pada realita bahwa perilaku pekerja dalam organisasi tidak mudah untuk dipahami dan dikuantifikasi.

 

Teori Manajemen Kontemporer

1. Pendekatan Sistem

Sistem diartikan sebagai satu kesatuan elemen-elemen pada organisasi yang memiliki fungsi masing-masing, terhubung antara satu dan lainnya secara menyeluruh dan melalui sebuah proses diarahkan untuk pencapaian suatu tujuan.

Sejarah Lengkap Perkembangan Ilmu Manajemen

 

 2. Pendekatan Kontingensi

Pendekatan ini memiliki pandangan, ketika karakter organisasi berbeda satu sama lain maka perlakuan manajemen secara otomatis harus diberikan secara berbeda.

 

Sumber :

Hani Handoko T. 1999. Manajemen edisi 2. Yogyakarta. BPFE.

 

 

 

 

Incoming search terms:

  • perkembangan ilmu manajemen
  • sejarah perkembangan ilmu manajemen
  • sejarah perkembangan manajemen
  • perkembangan ilmu managemen
  • jurnal sejarah perkembangan manajemen
  • sejerah perkembangan ilmu manajemen
  • Sejarah ilmu manajemen dan alirannya
  • urakain perkembangan ilmu manajemen
  • jelaskan sejarah perkembangan ilmu manajemen
  • hubungan manajemen dengan studi lain dalam perkembangan sejarahnya

One Reply to “Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen Terlengkap”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *