By | July 8, 2018

Hal Dasar Dalam Perencanaan Keuangan Pribadi

Perencanaan keuangan merupakan aktivitas yang tidak hanya dilakukan oleh Manajemen perusahaan besar. Perencanaan keuangan pribadi juga menjadi hal yang sangat penting terlebih di era modern ini. Aktivitas perencanaan keuangan pribadi merupakan kegiatan yang berkaitan dengan tujuan akan kebebasan finansial. Kesuksesan finansial sangat dipengaruhi oleh perencanaan keuangan yang cermat.  Dapat dipastikan bahwa tanpa perencanaan keuangan pribadi yang tepat akan membawa kepada kesulitan finansial di kemudian hari.

Perencanaan keuangan pribadi merupakan strategi atau metode dalam mengatur keuangan dalam rangka meraih kesuksesan/kebebasan finansial. Dalam penyusunan perencanaan keuangan pribadi, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya :

  1. Anggaran yang akan dikeluarkan
  2. Penjelasan Setiap kebutuhan
  3. Skala Prioritas
  4. Tujuan dari setiap pengeluaran

Pada perencanaan keuangan pribadi juga harus diukur terkait dengan ketepatannya. Ketepatan dalam perencanaan keuangan pribadi meliputi ketepatan waktu, alokasi, evaluasi pemasukan dan pengeluaran. Selain itu penyikapan terhadap kendala yang terjadi ketika terjadi hambatan pada pemasukan juga diperlukan. Kemudian hal penting dalam perencanaan pribadi adalah target asset yang diharapkan beserta waktu pencapaian yang digunakan sebagai landasan dari penyusunan perencanaan keuangan pribadi.

 

 

Baca Juga : Pengertian Perencanaan Manajemen Dalam Organisasi

 

 

Langkah Dalam Perencanaan Keuangan Pribadi

Secara global tahapan perencanaan sesuai seperti yang dibahas pada artikel PERENCANAAN. Penerapan dalam perencanaan keuangan pribadi, kita tidak boleh hanya fokus pada keinginan dalam meraih tujuan keuangan. Namun harus mempertimbangkan berbagai hal yang terkait dengan cara/metode mencapai tujuan tersebut. Hal ini diperlukan untuk menjaga kestabilan keuangan.

Konsep pada Manajemen Keuangan Pribadi secara mendasar serupa dengan perencanaan keuangan perusahaan. Sebagai contoh pada kegiatan administrasi pemasukan dan pengeluaran, pencatatan bukti transaksi, perumusan anggaran pendapatan dan belanja, manajemen hutang, pembuatan laporan neraca kekayaan, dan laporan laba rugi pada akhir period.

Teknik yang tepat serta kebijaksanaan dalam mengatur keuangan pribadi merupakan metode untuk selangkah lebih maju untuk menciptakan kehidupan yang semakin baik. Melaui perencanaan keuangan pribadi, kita akan menjadi lebih bijak dalam mengelola dan mengendalikan sifat konsumtif.

Sebagai contoh dalam perencanaan keuangan pribadi kita dapat membagi alokasi anggaran pengeluaran sebagai berikut :

  1. Pendidikan dan Spiritualitas 20%
  2. Investasi 10%
  3. Tabungan 10%
  4. Asuransi 10%
  5. Kebutuhan Hidup 50%

Jika kita memiliki hutang maka alokasi anggaran untuk membayar hutang adalah 30%, kemudian untuk pendidikan dan spiritualitas 10%, kebutuhan hidup 45% sedangkan untuk bidang yang lain sebesar 5%.

langkah membuat perencanaan keuangan pribadi

Keterangan Dalam Alokasi Perencanaan Keuangan Pribadi

  1. Pendidikan dan Spiritualitas

Pendidikan

Pada alokasi perencanaan keuangan pribadi diatas, pendidikan dan spiritual  berada para urutan tertinggi diantara alokasi yang lainnya selain kebutuhan hidup. Hal ini dikarenakan pendidikan baik formal maupun formal merupakan investasi pengetahuan yang nantinya juga dapat memberikan feedback positif terhadap pengetahuan terkait pengelolaan atau perencanaan keuangan pribadi. Feedback positif yang diperoleh seperti pola pikir yang semakin berkembang dalam mengelola keuangan sehingga muncul berbagai ide dan gagasan dari alokasi yang digunakan untuk pendidikan. Alokasi dalam bidang pendidikan seperti membeli buku, akses internet, mengikuti seminar dan pelatihan.

Spiritual

Adapun alokasi yang dipergunakan untuk tujuan spiritual adalah alokasi sebagai pemenuhan kebuthan jiwa. Sebagai contoh mengalokasikan anggaran yang diperuntukkan bagi kaum duhafa atau anak yatim serta kegiatan sosial lainnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan pernah terlintas di benak kita bahwa mengeluarkan uang untuk membantu orang lain akan merugikan kita. Namun melalui cara inilah hidup kita akan menjadi lebih berkah dan berguna bagi orang lain.

Contoh perencanaan keuangan pribadi misalnya kita memiliki pendapatan sebesar Rp 3.000.000 setiap bulan. Maka 20% dari pendapatan kita diperuntukkan untuk pendidikan dan spiritualitas yang masing-masing sejumlah Rp 300.000.

  1. Investasi

Alokasi dalam perencanaan keuangan pribadi yang berikutnya adalah untuk investasi. Investasi memiliki tujuan untuk mempercepat langkah dalam penambahan aset keuangan. Terdapat berbagai pilihan dalam berinvestasi dan dalam hal ini memerlukan pengetahuan yang cukup untuk menjalankan investasi. Sebagai contoh kegiatan investasi pada instrumen keuangan adalah masuk pada bursa saham maupun reksadana. Kemudian contoh investasi pada sektor riil seperti menjalankan bisnis/usaha dan berinvestasi pada sektor properti.

Artikel TerkaitArtikel Terkait
Pengertian Manajemen Kas dan Penjelasannya LengkapPengertian Deviden, Jenis, dan Cara Menghitung
Pengertian Biaya Peluang dan Cara MenghitungnyaPenjelasan Hutang Jangka Panjang : Pengertian, Contoh, dan Jenis
  1. Tabungan

Menabung adalah salah satu aktivitas yang harus disusun dalam perencanaan keuangan pribadi. Menabung memiliki fungsi/kegunaan yang akan dirasakan di kemudian hari. Pada pembahasan mengenai menabung banyak orang yang memiliki kesalahpahaman dalam mengartikan aktivitas ini. Menabung sering dianggap sebagai peruntukan jangka panjang bahkan ada yang digunakan sebagai jaminan hari tua/pensiun. Sejatinya tabungan dipergunakan untuk kebutuhan jangka pendek sebagai antisipasi jika terjadi hal mendesak. Terdapat metode menabung di era modern ini seperti menggunakan jasa bank : untuk jangka pendek atau jangka panjang seperti deposito. Selain cara tersebut, bentuk tabungan dapat berupa emas. Cara ini digunakan untuk mengindari terjadinya inflasi.

 

Baca Juga : Belajar Trading Saham

 

  1. Asuransi

Pengalokasian berupa asuransi memiliki tujuan untuk mengantisipasi apabil sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Melalui prinsip “sedia payung sebelum hujan”, asuransi memiliki fungsi yang sama. Melalui pembayaran premi pada asurasi maka perusahaan asuransi akan menyediakan timbal balik apabila terjadi permasalahan yang masuk dalam persyaratan asuransi. Jenis asuransi ada bermacam-macam seperti asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, pendidikan, dan lainnya. Pada pemilihan jenis asuransi dan perusahaan asuransi, kita diharapkan mempunyai pengetahuan yang cukup agar kita dapat memilih jenis asuransi yang sesuai dan menetapkan perusahaan yang credibel dalam pelayanan asuransi.

  1. Kebutuhan Hidup

Alokasi terbesar dalam perencanaan keuangan pribadi adalah diperuntukkan bagi kebutuhan hidup. Pengeluran untuk kebutuhan hidup adalah sesuatu yang pasti dikeluarkan baik bulanan maupun harian. Pengeluaran akan semakin besar bila kita tidak mampu mengetahui perbedaan antara kebutuhan dengan keinginan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan dalam mengelola kebutuhan hidup adalah menyusun skala prioritas pada kebutuhan kita mana yang mendesak dan tidak mendesak untuk dipenuhi. Apabila hal ini sudah terlaksana maka selanjutnya penrencaan keuangan pribadi dapat disesuaikan dengan keadaan keuangan yang kita miliki.

 

Sumber

Buku : Think Wisely In Personal Finance

Penulis : Peter Garlans Sina

Penerbit : Real Books

 

Incoming search terms:

  • contoh perencanaan keuangan
  • contoh rencana keuangan administrasi tehnik
  • jurnal langkah langkah perencanaan keuangan
  • langkah langkah dasar pengelolaan administrasi keuangan
  • Materi manajemen keuangan pribadi
  • perencanaan keuangan apk

4 Replies to “Langkah Mudah Memulai Perencanaan Keuangan Pribadi”

  1. Pingback: Pengertian, Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen

  2. Pingback: Pengertian dan Proses Perencanaan Strategis Perusahaan

  3. Pingback: Mengetahui Bagaimana Cara Menghitung Pajak Penghasilan

  4. Pingback: Pengertian Akuntansi dan Jenis-Jenis Akuntansi Terlengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *