By | April 25, 2018

Pengertian Koordinasi – Pada era modern, keberjalanan manajemen organisasi baik di pemerintahan maupun perusahaan membagi berbagai tugas sesuai dengan kemampuan atau keahlian yang dimiliki oleh setiap sumber daya manusia. Pembagian menjadi berbagai departemen maupun divisi membuat penugasan lebih mudah namun membuat komunikasi menjadi lebih sulit.

Oleh karena itu organisasi baik pemerintahan ataupun perusahaan harus mampu memahami pengertian koordinasi dalam manajemen untuk mengelola sumber daya yang berada di dalamnya. Melalui pemahaman akan pengertian koordinasi dalam organisasi membuat spesialisasi tugas di setiap departemen maupun divisi akan terkait dan berjalan sinergi demi mencapai tujuan organisasi.

Hal tersebut melatarbelakangi setiap organisasi baik pemerintah ataupun perusahaan (khususnya dengan struktur organisasi yang kompleks) untuk lebih mengerti arti koordinasi dan penerapannya. Pemahaman akan koordinasi tidak hanya sebatas seperti pengertian koordinasi dalam olahraga yang hanya just in time saat pertandingan. Oleh karena itu perlu pemahaman lebih mengenai pengertian koordinasi dan penjelasan lebih lanjut.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian koordinasi dalam manajemen organisasi beserta tujuan, manfaat, ruang lingkup, jenis, dan contohnya.

 

Baca Juga : Komunikasi Dalam Organisasi Beserta Fungsi dan Hambatan

 

 

Definisi Koordinasi

Apa itu koordinasi ?

Pertanyaan tersebut menjadi dasar untuk lebih menjabarkan mengenai pengertian koordinasi dalam manajemen organisasi. Terdapat berbagai Pengertian Koordinasi baik secara umum dan khusus serta pengertian koordinasi menurut para ahli. Berikut beberapa arti koordinasi yang dapat dijelaskan :

  1. Arti Koordinasi Secara Umum dan Khusus

  • Koordinasi adalah proses menyelaraskan secara teratur maupun proses menyusun berbagai aktivitas yang saling berkaitan dari tiap personal dalam rangka pencapaian tujuan bersama.
  • Secara umum pengertian koordinasi adalah proses mensinergikan dan menyeimbangkan segala aktivitas dalam pekerjaan antara satu pihak dengan pihak lainnya untuk meraih tujuan tiap-tiap pihak sekaligus tujuan bersama.
  • Sebuah koordinasi sangat memerlukan komunikasi yang baik khususnya pada hal yang berkaitan dengan waktu. Hal ini dikarenakan supaya tidak menghambat kerja dan tanggung jawab masing-masing. Komunikasi harus terjalin saat melakukan koordinasi baik dalam satu ruang lingkup maupun ruang lingkup yang lebih luas. Komunikasi dalam koordinasi bertujuan untuk saling memberi informasi antar individu/departemen supaya tercipta sinegisitas dan tetap berpegang pada tujuan organisasi. Oleh karena itu organisasi harus memahami pengertian koordinasi dalam manajemen supaya lebih mudah dalam pencapaian tujuan.
  • Secara Khusus pengertian koordinasi adalah keahlian untuk saling bekerjasama yang dilaksanakan oleh sebuah organisasi untuk meraih tujuan. Tujuan dari kerajsama dalam koordinasi juga memiliki tujuan tersendiri yaitu untuk meraih keefektifitasan dalam keberjalanan manajemen organisasi secara optimal. Keefektifitasan optimal dalam koordinasi sebuah organisasi yaitu sebuah kesuksesan dalam pencapaian semua tujuan dengan tepat dan benar. Selain itu koordinasi bertujuan untuk mensinergikan pihak internal dan eksternal supaya berjalan selaras. Koordinasi merupakan kunci utama untuk meraih tujuan bersama dalam organisasi dengan menyeimbangkan efisiensi dan efektifitas.
  1. Pengertian Koordinasi Menurut Para Ahli

Menurut para ahli pengertian koordinasi disampaikan dengan berbagai macam penyampaian. Meskipun demikian arti koordinasi yang satu dan lainnya memiliki makna yang sama. Berikut pengertian koordinasi menurut para ahli :

  • R Terry

Arti koordinasi adalah upaya teratur dan sinkron dalam penyedian jumlah dan waktu yang sesuai dan pengarahan kegiatan dalam rangka menciptakan suatu tindakan yang selaras dan harmonis tentang tujuan yang telah ditetapkan.

  • James G March dan Herben A Simon

Definisi koordinasi adalah proses dalam meraih keseragaman tindakan diantara aktivitas yang saling berkaitan.

  • David R. Hampton

Hampton menurutkan terkait koordinasi dengan statement “supaya dalam pelaksanaan penugasan berhasil maka organisasi perlu menyatukan sumbangan yang berasal dari tiap unit khusus untuk meraih tujuan bersama. Inilah yang disebut koordinasi.”

  • Sondang P. Siagian, M.P.A Ph.D (buku peranan staf dalam manajemen, 1978)

Siagian menjelaskan bahwa definisi koordinasi adalah pengaturan keterkaitan pada usaha bersama dalam rangka mencapai keseragaman tindakan untuk meraih tujuan bersama. Pengertian koordinasi lainnya yaitu suatu proses pengaturan supaya pembagian tugas setiap individu maupun grup mampu terbentuk sebagai kebutuhan yang terintegrasi dengan efisien.

  • Mc Farland

Suatu proses saat pimpinan melakukan perkembangan terhadap pola usaha pada suatu kelompok dengan teratur serta menjamin keseragaman aktivitas pada pencapaian tujuan bersama.

  • Ricky W. Griffin

Griffin menyatakan arti koordinasi sebagai proses yang mengkoneksikan aktivitas-aktivitas yang berasal dari berbagai macam bagian dalam organisasi.

  • F.L Brech

Penjelasan koordinasi adalah melakukan penyeimbangan dan menggerakkan tim kerja melalui pemberian tempat untuk melakukan aktivitas kerja yang sesuai dengan kemampuan tiap individu serta mempertahankan supaya aktivitas tersebut dijalankan selaras di antara pada anggota tim.

  • James A.F Stoner dan Charles Wankel (buku manajemen-edisi ketiga, 1986)

Koordinasi menurut Stoner dan Charles merupakan suatu proses untuk mengintegrasikan berbagai tujuan dan aktivitas dalam satuan yang berbeda (departemen maupun divisi fungsional) pada organisasi guna meraih tujuan organisasi seefisien mungkin.

  • Ateng Syafrudin, S.H (buku pengaturan koordinasi pemerintah di daerah, 1976)

Adapun menurut Dr. Ateng dalam bukunya koordinasi adalah proses rangkaian aktivitas menghubungi yang memiliki tujuan menyelaraskan setiap tindakan dan aktivitas organisasi supaya memncapai gerak cepat dalam rangka peraihan tujuan yang telah ditentukan.

 pengertian koordinasi dalam manajemen

Tujuan Koordinasi

Setelah mengetahui pengertian koordinasi menurut para ahli dan secara umum maupun khusus maka hal yang perlu diketahui selanjutnya adalah tujuan koordinasi. Berikut tujuan koordinasi :

  1. Meraih dan menjaga keefektifitasan organisasi seoptimal mungkin dengan sinkronisasi, kebersamaan, keselarasan dan keseimbangan diantara aktivitas yang saling bergantung/berkaitan.
  2. Melakukan pencegahan terhadap timbulnya konflik serta menciptakan efisiensi yang optimal pada berbagai aktivitas yang interdependen melalui kesepakatan yang mengakomodir seluruh elemen yang berkaitan.
  3. Koordinasi berusaha untuk menciptakan dan menjaga agar suasana dan tingkah laku yang ada saling merespon dan mengantisipasi di setiap unit kerja baik yang berkaitan maupun tidak. Hal ini supaya kesuksesan setiap unit tidak mengganggu atau diganggu oleh unit lainnya. Oleh karena itu diperlukan koordinasi dengan jaringan komunikasi dan informasi yang efektif.

 

Manfaat Koordinasi

Terdapat berbagai manfaat dari koordinasi yang diperoleh berdasarkan tujuan dari koordinasi yang berhasil dicapai. Sedikitnya ada 10 manfaat koordinasi yang tercipta apabila keberhasilan koordinasi tercapai. Berikut manfaat-manfaat yang dihasilkan dari koordinasi yang efektif :

  1. Mencapai KISS (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Simplifikasi) supaya pencapaian tujuan organisasi diraih seefektif dan seefisien mungkin.
  2. Menjadi problem solver pada setiap masalah dan konflik berbagai pihak.
  3. Membantu pimpinan dalam mensinergikan dan mengintegrasikan keberjalanan tugas-tugas yang dimiliki dengan pihak yang berkaitan. Saat keterkaitan dengan berbagai unit/divisi semakin besar maka semakin tinggi kebutuhan akan koordinasi.
  4. Mendukung pimpinan untuk mensinergikan dan mengatur perkembangan antara satu unit dengan unit lainnya.
  5. Supaya pimpinan dapat mensinkronkan aktivitas fungsional dengan berbagai tujuan setiap unit yang berbeda demi tercapainya tujuan bersama seefektif dan seefisien mungkin dengan keterbatasan sumberdaya yang ada.
  6. Membagi pekerjaan kepada setiap unit agar tidak terjadi overlaping. Semakin besar skala pekerjaan yang diperoleh maka semakin tinggi kebutuhan akan koordinasi. Hal ini bertujuan supaya tidak ada pekerjaan yang sama yang dilakukan oleh divisi yang berbeda karena akan mengakibatkan pemborosan anggaran.
  7. Mengembangkan dan Menjaga keharmonisan antar aktivitas yang dilakukan baik fisik maupun non fisik dan juga dengan stakeholders.
  8. Melakukan pencegahan akan timbulnya konflik internal dan eksternal.
  9. Mencegah adanya pekerjaan kosong pada unit.
  10. Menghindari persaingan yang buruk.

 

 

Baca Juga : Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Teori, Karakteristik, dan Contoh

 

Ruang Lingkup Koordinasi

Buku Principles of Management (1964) karya George R. Terry memaparkan mengenai ruang lingkup koordinasi. Koordinasi memiliki ruang lingkup yang ditinjau dari berbagai sudut pandang diantaranya :

  1. “Koordinasi dalam Individu”

Apabila dilihat dari sisi manajemen organisasi, koordinasi individu mungkin termasuk urusan dari tiap individu dan tidak berkaitan langsung dengan manajemen organisasi/perusahaan. Namun keahlian setiap individu dalam mengatur dan menyelesaikan suatu tanggung jawab dari organisasi akan berdampak pada keberhasilannya dalam pencapaiannya akan tujuan pribadi

  1. Koordinasi antara Individu-Individu dari Suatu Kelompok

Penerapan koordinasi jenis ini dapat dilihat pada kerja sama tim pada sebuah organisasi maupun pada permainan olah raga. Tanpa adanya koordinasi yang baik akan mustahil suatu tim akan mencapai tujuannya. Koordinasi antar individu pada suatu kelompok diterapkan dengan adanya pembagian tugas dan saling komunikasi untuk membentuk sinergisitas. Melalui koordinasi tersebut maka tidak akan terjadi missleading dalam pencapaian tujuan.

  1. ‘Koordinasi antara Kelompok-Kelompok pada Suatu Perusahaan’

Pada suatu organisasi atau perusahaan seringkali terjadi koordinasi antara kelompok-kelompok yang diartikan sebagai divisi/unit/departemen. Antar divisi harus saling melakukan koordinasi supaya tidak terjadi tumpang tindih kegiatan atau program yang akan dilaksanakan. Koordinasi antar unit juga untuk menyelaraskan langkah dalam pencapaian tujuan.

Sebagai contoh saat melakukan perekrutan karyawan dimana perusahaan memerlukan karyawan baru di bagian produksi dan pemasaran. Maka diperlukan koordinasi dari departemen sumber daya manusia/kepegawaian dengan departemen produksi dan pemasaran terkait kriteria yang dipelrukan masing-masing departemen. Setelah perekrutan juga diperlukan data tentang kemampuan apa saja yang harus dimiliki karyawan tiap departemen tersebut guna mengatur jenis pelatihan apa yang sesuai dengan tiap-tiapp karyawan.

  1. `Koordinasi antara perusahan-perusahaan dan berbagai macam peristiwa dunia

Tidak hanya menjalankan koordinasi di internal organisasi/perusahaan. Koordinasi dengan pihak luar/eksternal juga diperlukan dalam menjalankan manajemen perusahaan. Aktivitas yang dilakukan organisasi secara keseluruhan dimungkinkan harus sesuai dengan lingkungan eksternal. Lingkungan eksternal yang dimaksud seperti perusahaan lain termasuk pesaing, peraturan legal pemerintah, kondisi ekonomi dan politik, serta berbagai peristiwa yang terjadi di dunia.

Perusahaan pada khususnya tidak akan mampu berjalan sendiri tanpa adanya koordinasi dan dukungan dari lingkungan eksternal. Suatu organisasi/perusahaan akan saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Oleh karena itu perlunya suatu organisasi/perusahaan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak di luar organisasi/perusahaan.

 

Prinsip Koordinasi

Berdasarkan pengertian koordinasi dalam manajemen dan ruang lingkup yang dipaparkan dimana adanya pembagian tugas dan tanggung jawab maka diperlukan arahan untuk meraih tujuan yang ingin dicapai.

Arahan tersebut bertransofrmasi menjadi beberapa prinsip koordinasi yang harus dipahami. Berikut prinsip-prinsip koordinasi :

  1. Kesatuan arah dan tujuan.
  2. Kesepakatan terkait aktivitas yang seharusnya dijalankan di setiap pihak.
  3. Taat dan Loyal.
  4. Saling berbagi informasi terkait dengan aktivitas, masalah yang dihadapi dan hasil yang telah diraih.
  5. Saling menghormati, membantu dan mempercayai satu dengan yang lain.
  6. Profesionalitas
  7. Tepat guna (alat koordinasi)
  8. Efisiensi
  9. Terdapat koordinator dalam menjalankan dan mengawasi segala aktivitas kerjasama dalam organisasi serta memahami setiap masalah dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
Artikel TerkaitArtikel Terkait
Penjelasan Kepemimpinan Dalam OrganisasiTugas Tugas Manajer dan Tanggung Jawab Manajer Terlengkap
12 Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan PerusahaanPengertian Kompensasi, Jenis-Jenis, Tujuan, dan Pengaruhnya

Jenis-Jenis Koordinasi

Banyak jenis-jenis koordinasi yang harus dipahami karena adanya jalur koordinasi yang semakin kompleks pada struktur organisasi modern. Berikut berbagai jenis-jenis koordinasi :

  1. Menurut Drs. Soewarno Handayaningrat (1991)

  • Koordinasi Intern

‘Pada Koordinasi Vertikal atau koordinasi struktural terjadi karena adanya keterkaitan hirarki organisasi. Koordinasi ini timbul karena adanya garis komando dalam organisasi sesuai struktur organisasi yang ada. Sebagai contoh adalah seorang Rektor yang berkoordinasi dengan wakil rektor pada sebuah universitas.

`Koordinasi Horisontal atau koordinasi fungsional terjadi antara pihak dengan posisi yang setingkat/selevel. Secara tanggung jawabnya kedua pihak yang melakukan koordinasi saling berkaitan. Contohnya koordinasi antara departemen pemasaran dengan departemen kepegawaian saat akan ada kegiatan perekrutan karyawna baru di departemen pemasaran.

“Koordinasi Diagonal dikatakan juga koordinasi fungsional. Koordinasi ini terjadi antara pihak yang memiliki tingkat posisi yang berbeda namun tidak berada pada garis komando. Misalnya koordinasi langsung yang terjadi antara Kepala departemen Produksi dengan staff pemasaran untuk mengetahui kondisi pasar yang nantinya berkaitan dengan proses produksi.

  • Koordinasi Ekstern

Horisontal. Koordinasi ekstern secara horisontal contohnya seperti koordinasi yang dijalankan oleh CEO perusahaan x dengan CEO perusahan y terkait akuisisi produk/brand/yang lainnya.

Diagonal. Koordinasi ekstern diagonal seperti yang dilaksanakan oleh kepala badan administrasi kepegawaian dengan para kepala biro kepegawaian di setiap divisi.

  1. Peraturan Pemerintah Nomer 6 Tahun 1988

  • Fungsional. Koordinasi yang dilakukan oleh dua instansi atau lebih yang memiliki program yang saling berkaitan.
  • Instansional. Koordinasi yang dilaksanakan beberapa instansi yang menangani suatu project yang berhubungan erat.
  • Territorial. Koordinasi antara dua wilayah atau lebih terkait suatu program.

 

Incoming search terms:

  • apa yang dimaksud dengan koordinasi dalam menjalankan kegiatan organisasi
  • koordinasi dalam organisasi
  • contoh koordinasi
  • apa yg dimaksud dengan koordinasi dalam menjalankan kegiatan organisasi
  • koordinasi manajemen
  • prinsip koordinasi dalam struktur organisasi
  • prinsip-prinsip koordinasi oraganisasi
  • konsep koordinasi dalam organisasi
  • apa yang di maksud alat pengkoordinasian kerja
  • yang dimaksud dengan koordinasi dallam menjalankan kegiatan organisasi

6 Replies to “Pengertian Koordinasi Dalam Manajemen Organisasi”

  1. Pingback: Pengertian Evaluasi dalam Manajemen : Apa arti Evaluasi ?

  2. Pingback: Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli,Fungsi,Tujuan

  3. Pingback: Penjelasan Lengkap Organisasi Formal Beserta Contohnya

  4. Pingback: Berbagai Pendekatan Kepemimpinan dalam Organisasi

  5. Pingback: Pengertian Pengawasan Dalam Manajemen Beserta Fungsi dan Tujuan

  6. Pingback: Mengenal Manajemen Perusahaan : Pengertian, Fungsi, dan Strategi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *