By | August 31, 2018

Pengertian Kompensasi – Pandangan umum terkait dengan kompensasi bagi masyarakat terlebih bagi karyawan adalah hal yang sangat penting. Pengertian kompensasi merupakan hal fundamental bagi mereka karena menurut para karyawan jumlah atau besaran kompensasi dapat merepresentasikan nilai dari suatu kinerja diantara mereka (karyawan) atau masyarakat.

Pada Manajemen Sumber Daya Manusia pengertian kompensasi bagi karyawan dilihat dari tingkatannya dapat menentukan pula tingkatan hidup mereka. Sedangkan secara umum tingkat kompensasi dapat mewakilkan status sosial, harga diri dan martabat.

Sehingga dengan pemahaman akan pengertian kompensasi di masyarakat akan membentuk pandangan bahwa apabila kompensasi tidak sesuai maka kinerja, motivasi dan kepuasan kerja dapat menurun secara signifikan.

Perusahaan juga wajib memahami arti atau pengertian kompensasi. Hal ini penting karena dapat menjadi usaha dari perusahaan untuk menjaga loyalitas karyawannya. Lebih lanjut kompensasi sering menjadi elemen biaya yang memiliki anggaran besar karena pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan merupakan hal yang sangat penting.

Apabila sistem kompensasi berupa pemberian gaji atau upah kepada karyawan tidak sesuai dengan standard administrasi  (tidak akuntable), perusahaan dapat menanggung resiko untuk kehilangan karyawannya. Parahnya perusahaan perlu menghabiskan biaya lebih besar untuk merekrut, menyeleski, mentraining, dan mengembangkan karyawan pengganti. Pada kondisi terbaikpun ketika karyawan tidak resign tetap akan menurunkan kinerja mereka.

Artikel ini akan membahas terkait pengertian kompensasi dan berbagai penjelasannya yang nantinya dapat menjadi refrensi dalam pembuatan makalah kompensasi ataupun artikel ilmiah lainnya.

 

Baca Juga : 12 Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan Perusahaan

 

 

Pengertian Kompensasi

Apa itu kompensasi ?

Hal ini yang sering menjadi pertanyaan mendasar terkait dengan kompensasi. Kompensasi yang diterapkan perusahaan tidaklah seperti kompensasi delay pesawat/kompensasi keterlambatan pesawat.

Komepensasi memiliki berbagai definisi yang dapat dijabarkan baik secara umum maupun menurut para ahli. Kompensasi juga dapat dilihat dari sisi terminologi. Berikut penjelasannya :

  1. Definisi Kompensasi Secara Umum

Secara umum Pengertian Kompensasi merupakan imbalan yang diperoleh karyawan sebagai balas jasa dari kinerjanya pada suatu organisasi atau perusahaan. Kompensasi dapat berwujud secara fisik ataupun non fisik. Kompensasi wajib dihitung dan diserahkan kepada karyawan berdasarkan pengorbanan yang disesuaikan dengan kinerja para karyawan terhadap perusahaan.

Penetapan kompensasi sebelumnya harus dilakukan perhitungan yang disesuaikan dengan kinerja karyawan. Oleh karena itu perlu pembuatan sistem penilaian kerja karyawan. Sistem tersebut secara garis besar harus mencakup penilaian seluruh karyawan seperti beban kerja yang diemban dan mampu diselesaikan, ketepatan dan kecepatan dalam menyelesaikan pekerjaan, interaksi dengan karyawan atau manajer, job knowledge dan indikator kompensasi lainnya.

Dalam hal ini karyawan perusahaan kebanyakan akan membandingkan antara kompensasi dengan pengorbanan yang telah diberikan kepada perusahaan. Jika karyawan merasakan ketidakpuasan atas jumlah kompensasi yang diberikan maka akan timbul niatan untuk keluar dari perusahaan tersebut dan mencari pekerjaan lainnya yang dianggap lebih baik dalam pemberian kompensasi.

Kondisi tersebut akan membahayakan perusahaan apabila karyawan tersebut keluar dan masuk ke perusahaan pesaing. Kemungkinan terburuk adalah karyawan tersebut akan memobocokan rahasia perusahan keapda perusahaan pesaing.

Hal ini memaksa perusahaan harus memahami pengertian kompensasi dan segala macam penjelasannya dan aplikasinya supaya karyawan yang dimilikinya tetap loyal kepada perusahaan.

pengertian kompensasi 1

 

  1. Pengertian Kompensasi Menurut Para Ahli

  • Malayu S.P Hasibuan

Menurut Hasibuan kompensasi adalah seluruh perolehan bagi karyawan yang berbentuk uang ataupun barang langsung atau tidak langsung sebagai imbalan akan jasa yang diberikan untuk perusahaan.

Kompensasi dengan bentuk uang berarti sejumlah gaji yang diberikan dengan uang kartal. Sedangkan kompensasi dengan bentuk barang berarti gaji tersebut diganti dan dibayarkan dengan barang. Sebagai contoh pada dunia pertanian upah diperoleh dari 5% dari hasil produksi padi.

  • Marihot

Arti kompensasi menurut Marihot adalah segala imbalan yang diperoleh oleh karyawan sebagai konsekuensi dari penyelesaian pekerjaan dalam perusahaan dalm bentuk yang ataupun bentuk lainnya. Imbalan tersebut diserahkan berupa gaji, , insentif, upah, dan tunjangan (hari raya, kesehatan, transportasi, makan, dan sebagainya).

Secara teknis pembayaran kompensasi dapat dikaitkan langsung dengan performa kerja dengan pemberian berupa gaji, bonus, komisi. Pada kondisi ini dapat dinamakan dengan kompensasi langsung. Namun ada pula yang tidak berkaitan secara langsung dengan kinerja karyawan dan diserahkan dalam bentuk tunjangan. Kompensasi tidak langsung bertujuan pula untuk menciptakan ketenangan dan kepuasan karyawan akan kondisi finansial jangka panjang jika tetap bekerja pada perusahaan tersebut.

  • Cardoso

Pengertian kompensasi menurut Cardoso yaitu segala sesuatu yang diperoleh karyawan sebagai imbalan atas kinerja mereka. Segala hal tentang kompensasi berkaitan dengan konsisten internal dan eksternal.

Konsisten internal berkaitan dengan sistem pemberian gaji relatif perusahaan. Sedangkan pada konsisten eksternal berkaitan dengan tingkat struktur sistem pemberian gaji di dalam perusahaan dengan yang dilakukan di luar perusahaan.

Keseimbangan diantara keduanya harus diatur sebagai indikator kompensasi supaya menjadi kepuasan kerja bagi karyawan dan meningkatkan produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Hal ini membuktikan adanya pengaruh kompensasi bagi kinerja karyawan.

  • Mangkuprawira

Kompensasi diartikan sebagai imbalan balas jasa atas kontribusi karyawan terhadap perusahaan. Oleh karenanya bentuk kompensasi tidak hanya berbentuk finansial ataupun secara tidak langsung. Namun dapat pula dalam bentuk non finansial seperti bentuk pekerjaan dan lingkungan pekerjaan.

Bentuk finansial dapat dikatakan seperti gaji, upah, insentif dsb. Bentuk tidak langsung diantaranya bantuan sosial, uang pensiun, asuransi dll. Sedangkan bentuk pekerjaan seperti perhatian, tanggung jawab, penghargaan, dan kesempatan. Adapu bentuk lingkungan kerja seperti kebijakan, status, kondisi kerja, dan pembagian kerja.

 

Baca Juga : Pengertian Biaya Peluang dan Cara Menghitungnya

 

 

  1. Arti Kompensasi Secara Istilah/Terminologi

Adapun pengertian kompensasi secara terminologi terkait dengan imbalan finansial yang diberikan kepada karyawan yang terhubung dengan perusahaan tertentu. Bentuk kompensasi secara finansial biasanya ditimbulkan karena pengeluaran moneter perusahaan.

Kompensasi ada yang diserahkan kepada karyawan secara langsung maupun secara tidak langsung. Karyawan dapat menerima kompensasi selain dalam bentuk moneter juga dapat dalam bentuk non moneter.

Berikut berbagai macam terminologi dalam kompensasi :

  • Upah/Gaji

Gaji ataupun upah (wages) secara umum berkaitan dengan tarif atas waktu kerja per jam dimana semakin lama bekerja akan semakin besar jumlah upah yang diperoleh. Upah biasa digunakan sebagai dasar pembayaran oleh karyawan atau pekerja yang bergerak di bidang produksi ataupun pemeliharaan. Adapun gaji biasa menggunakan waktu/periode mingguan, bulanan bahkan tahunan.

  • Insentif

Pengertian insentif adalah suatu pemberian tambahan berupa uang kartal di luar gaji/upah yang diberikan perusahaan. Pemberian insentif melalui berbagai program dilakukan dan disesuaikan dengan produktivitas, hasil penjualan, keuntungan ataupun dengan upaya  pemangkasan anggaran.

  • Tunjangan

Pemberian tunjangan dapat dilakukan dengan bermacam-macam bentuk. Sebagai contoh yaitu pemberian asuransi baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Selain itu adapula tunjangan berupa paket wisata ke suatu tempat dengan pembiayaan dari perusahaan. Adapula program tunjangan pensiun dan berbagai tunjangan lainnya.

  • Fasilitas

Pengertian kompensasi dari sisi fasilitas dapat berupa penggunaan fasilitas perusahaan secara khusus seperti mobil perusahaan, member club tertentu, dan berbagai fasilitas lain yang dapat diakses secara khusus (parkir, kolam renang, arena olah raga, dll)

 

Jenis-Jenis Kompensasi

Dalam hal ini kompensasi dibagi menjadi dua jenis yaitu kompensasi finansial dan kompensasi non finansial. Setiap jenis kompensasi tersebut dibagi kembali menjadi dua macam dimana kompensasi finansial ada yang secara langsung dan tidak langsung. Sedangkan untuk kompensasi non finansial menjadi bagian pekerjaan dan lingkungan kerja. Berikut penjelasannya :

  1. Kompensasi Finansial

Terdapat dua jenis kompensasi finansial yaitu kompensasi finansial secara langsung dan tidak langsung.

  • Secara Langsung

Kompensasi finansial secara langsung memiliki berbagai bentuk, diantaranya gaji pokok atau upah minimum, upah prestasi, insentif yang berupa bonus, bagi hasil, komisi dan opsi saham), dan pembayaran tertangguh (program tabungan dan anuitas embelian saham).

  • Tidak Langsung

Sedangkan kompensasi finansial tidak langsung meliputi program yang berkaitan dengan proteksi (asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan, simpanan pensiun), upah di luar waktu kerja (upah hari libur, hari raya, hari besar, cuti tahunandan cuti hami, serta berbagai fasilitas yang dapat diakses seperti kendaraan, ruangan, gedung, dan tempat parkir.

 

  1. Kompensasi Non Finansial

Pada kompensasi non finansial ada dua jenis yang dapat diketahui diantaranya :

  • Pekerjaan

Pada kompensasi yang berkaitan dengan pekerjaan biasanya berupa tugas-tugas yang menarik dan menantang, pemberian tanggung jawab, pujian dan apresiasi, pengakuan, serta pencapaian.

  • Lingkungan Kerja

Sedangkan dalam lingkungan kerja kompensasi berkaitan dengan berbagai kebijakan yang mendukung, manajer maupun bawahan  yang memiliki kompetensi, patner/rekan satu tim yang kooperatif, dan suasana nyaman pada lingkungan kerja.

 pengaruh kompensasi terhadap karyawan

Tujuan Pemberian Kompensasi Menurut Para Ahli

Kompensasi memiliki berbagai macam tujuan khususnya tujuan dari pemberian kompensasi tersebut kepada karyawan. Secara umum pemberian tersebut adalah sebagai balas jasa atas pengorbanan yang diberikan karyawan kepada perusahaan. Namun terdapat tujuan lain yang lebih spesifik. Tujuan tersebut dipaparkan oleh para ahli sebagai berikut :

  1. Hani Handoko

Handoko membagi tujuan pemberian kompensasi menjadi 6 tujuan. Berikut tujuan pemberian kompensasi menurut T. Hani Handoko :

  • Mendapatkan Karyawan yang Kompeten dan Qualified

Menetapkan jumlah atau besaran kompensasi yang sesuai akan menjadi penarik bagi calon karyawan yang akan melamar di perusahaan. Dalam hal ini antar perusahaan akan saling bersaing untuk menawarkan kompensasi yang tinggi agar terlihat menarik di mata pasar tenaga kerja. Penetapan tingkat gaji/upah yang tinggi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pendaftar.

  • Menjaga Loyalitas Karyawan yang Dimiliki

Penetapan kompensasi yang sesuai tidak hanya akan berpengaruh bagi kondisi eksternal perusahaan tetapi juga pada keadaan internal perusahaan khususnya karyawan. Kompensasi yang bersaing dengan perusahaan lain akan mencegah terjadinya kutu loncat atau karyawan yang keluar masuk perusahaan dikarenakan kurang puas terhadap kompensasi yang diberikan.

  • Menegakkan Keadilan

Keadilan disini adalah keseimbangan antara konsistensi internal dan konsistensi eksternal. Pertimbangan akan hal tersebut harus menjadi indikator kompensasi dan menjadi perhatian dalam menentukan kompensasi.

  • Menghargai Tingkah Laku Dan Kebiasaan Yang Dikehendaki Perusahaan

Kompensasi juga dapat menjadi sarana untuk menghargai tingkah laku dan kebiasaan yang diinginkan oleh perusahaan. Tanggung jawab, prestasi kerja, loyalitas dsb harus diapresiasi dengan kompensasi yang efktif supaya menjadi kebiasaan yang berkembang di dalam perusahaan.

  • Mengkontrol Biaya

Melalui kompensasi yang benar maka perusahaan akan dapat mempertahankan karyawannya khususnya untuk karyawan yang memiliki kompeten. Dengan mempertahankan karyawan kompeten dengan pemberian kompensasi maka perusahaan tidak perlu kehilangan karyawan tersebut dan melakukan perekrutan kembali, seleksi, dan pelatihan yang akan menghabiskan banyak biaya.

  • Menjalankan Peraturan Pemerintah

Pandangan manajemen sumber daya manusia, sebuah kompensasi memang harus dilakukan. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh peraturan yang dikeluarkan pemerintah tentang kompensasi. Sehingga apabila perusahaan mengatur dan memahami tentang pengertian manajemen kompensasi berarti telah menjalankan peraturan lega dari pemerintah.

  1. Notoatmojo

Secara singkat Notoatmojo merumuskan tujuan pemberian kompensasi menjadi :

  • Memberi penghargaan atas kinerja karyawan
  • Memberikan jaminan keadilan terkait penggajian karyawan
  • Menjaga/mempertahankan keberadaan karyawan atau mencegah adanya turnover karyawan
  • Mendapatkan karyawan yang memiliki kompetensi tinggi
  • Mengendalikan biaya
  • Menjalankan peraturan
  1. Cardoso Gomens

Cardoso Gomens membagi tujuan pemberian kompensasi menjadi 2 yaitu bagi para pejabat dan bagi para karyawan. Lebih jelasnya akan dijabarkan sebagai berikut :

  • Bagi Pejabat

Para manajer sangat penting dalam menentukan perencanaan anggaran perusahaan. Penetapan gaji diperlukan dalam menyusun proyeksi anggaran. Manajer sangat memerlukan sistem pemberian kompensasi yang teratur dan digunakan secara kontinyu untuk pencapaian tujuan penarikan karyawan baru ataupun untuk mepertahankan karyawan yang ada.

Pemberian kompensasi berupa gaji maupun tunjangan harus berdasarkan pada proyeksi yang telah disusun sesuai dengan manajemen anggaran. Anggaran pada kompensasi tersebut harus secara fleksibel memenuhi kebutuhan para karyawn yang produktif.

  • Untuk Karyawan

Para karyawan memerlukan informasi terkait pemberian kompensasi karena dengannya mereka dapat merencanakan keuangan mereka, membuat rencana liburan atau rencana pasca pensiun.

Pemberian kompensasi kepada karyawan yang adil dan transparan dapat menjadi pertimbangan karyawan untuk menjaga loyalitas kerja mereka.

Selain itu karyawan sangat ingin memaksimalkan perolehan gaji dan tunjangan mereka selama mereka bekerja. Oleh karena itu pemberian kompensasi bagi karyawan sangatlah diperlukan karena pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan sangatlah besar.

 

Artikel TerkaitArtikel Terkait
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para AhliTujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

 

Pengaruh Kompenasasi Terhadap Kinerja Karyawan

Setelah mengetahui berbagai pengertian kompensasi dan jenis-jenisnya maka hal penting lainnya adalah mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan.

Kompensasi memang bukan merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap performa kerja karyawan. Tetapi dapat dikatakan bahwa kompensasi berperan besar terhadap motivasi kerja karyawan. Apabila karyawan merasakan bahwa pengorbanan kerjanya diberi penghargaan dengan penerapan sistem kompensasi yang baik oleh perusahaan maka secara automatis karyawan akan memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan tanggung jawabnya.

Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan cukup signifikan dan tidak bisa diabaikan. Perusahaan harus mempertimbangkan standar kehidupan dan biaya hidup normal dalam penetapan kompensasi. Hal ini ditujukan agar karyawan bekerja dengan motivasi penuh. Motivasi tersebut akan datang seiring dengan terpenuhinya segala kebutuhan diri karyawan dan keluarganya. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi akan berdampak positif pada kontribusinya terhadap perusahaan.

Kompensasi akan memberikan dorongan berprestasi dan meminimalisir turnover karyawan. Kemudian kompensasi juga dapat mengurangi kurang bertanggung jawabnya karyawan akan tanggungjawabnya karena bekerja sambil mencari kesempatan kerja lain di luar. Selain itu kompensasi yang baik dapat digunakan untuk menarik para calon karyawan yang berkompeten.

Faktor yang Mempengaruhi Kompensasi

Suatu sistem dalam penentuan dan pemberian kompensasi oleh perusahaan kepada karyawannya dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Faktor inilah yang menjadi tantangan bagi setiap perusahaan dalam menetapkan segala kebijakan kompensasi.

Berikut faktor-faktor yang memberi pengaruh terhadap kompensasi :

  1. Produktivitas. Perusahaan memiliki tujuan untuk mendapatkan benefit berupa material maupun non-material.
  2. Kemampuan dalam membayar. Pembayaran kompensasi kepada karyawan harus berdasarkan kondisi keuangan perusahaan. Perusahaan tidak mungkin membayar kompensasi di luar kapasitas yang dimilikinya.
  3. Kesediaan dalam membayar. Kesediaan perusahaan dalam pemberian kompensasi tergantung dari kebijaksanaan pimpinan perusahaan dalam pemberian kompensasi keapda karyawannya.
  4. Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja. Jumlah tenaga kerja di bursa tenaga kerja akan mempengaruhi kebijakan kompensasi. Persaingan antar perusahaan dalam memikat calon karyawan berkompeten akan berdampak pada besaran kompensasi yang ditawarkan pada calon karyawan.
  5. Organisasi Karyawan. Saat ini perserikatan atau organisasi karyawan akan memberi dampak pada kebijakan penentuan kompensasi. Apabila dirasa jumlah atau bentuk yang diberikan jauh dari kepuasan karyawan maka akan menimbulkan gejolak pada organisasi karyawan dan hal ini akan berdampak negatif pada produktivitas perusahaan.
  6. Peraturan dan Perundang-undangan. Segala peraturan maupun perundang-undangan yang dicanangkan pemerintah terkait kompensasi pasti akan berdampak pada sistem pemberian kompensasi apda setiap perusahaan baik perusahaan milik pemerintah maupun milik swasta.

 

Kriteria Penentuan Kompensasi

Penentuan kompensasi tentunya memiliki beberapa kriteria yang diatur dalam kebijakan perusahaan. Menurut Notoatmodjo, beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemberian kompensasi diantaranya :

  1. Biaya Hidup. Kriteria ini menitikberatkan kepada segala pemenuhan kebutuhan para karyawan supaya menghasilkan kinerja yang maksimal.
  2. Produktivitas. Pemberian kompensasi harus bertujuan untuk meningkatkan produktivitas sehingga penetapan pemberian kompensasi harus bermuara pada produktivitas.
  3. Upah Minimum Regional. Apabila perusahaan dapat memenuhi kebutuhan karyawan sesuai dengan standard upah yang berlaku dimana perusahaan berdiri maka dengan memberikan kompensasi sesuai upah minimun regional atau diatasnya maka akan menjadi daya saing tersendiri bagi perusahaan tersebut.
  4. Kemampuan Membayar. Kriteria penentuan kompensasi juga harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan keuangan perusahaan. Tidak boleh melebihi kapasitas yang ada.
  5. Kompensasi yang menarik. Kompensasi yang diberikan harus dapat menarik calon karyawan sekaligus dapat meningkatkan loyalitas karyawan yang sudah berada di bawah naungan manajemen perusahaan.

arti kompensasi

Kriteria Keberhasilan Sistem Kompensasi

Irianto (2001) menyatakan dalam mengestimasi keberhasilan dari penerapan sistem kompensasi, ada 1 pertanyaan yang esensi dan harus dijawab yaitu “Apa yang organisasi/perusahaan peroleh dengan menetapkan sistem kompensasi tertentu ?

Pertanyan diatas kemudian menjadi landasan bagi perusahaan dalam mengukur keberhasilan pada sistem kompensasi. Adapun kriteria keberhasilan pada sistem kompensasi perusahaan adalah sebagai berikut :

  1. Mensupport peraihan segala tujuan organisasi/perusahaan
  2. Match dan mensupport strategi dan struktur organisasi/perusahaan
  3. Membuat tertarik dan mampu membangun loyalitas karyawan yang memiliki kompeten sesuai dengan standard kemampuan yang diterapkan
  4. Mencanangkan spektrum yang lebih besar kepada karakteristik tugas yang diinginkan oleh seluruh elemen organisasi/perusahaan.
  5. Merepresentasikan keadilan bagi seluruh elemen organisasi/perusahaan.
  6. Sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  7. Mampu merealisasikan seluruh kriteria dengan anggaran yang proporsional yang disesuaikan dengan kondisi keuangan organisasi/perusahaan.
  8. Dapat meraih seluruh kriteria dengan pembiayaan seefektif mungkin

 

DAFTAR PUSTAKA

Hasibuan, H. Malayu S.P, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi Kedua, Penerbit BPFE-UGM, Yogyakarta.

Noto Atmodjo, Soekidjo, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Cetakan Ke-2, Penerbit Reneka Cipta, Jakarta.

Irianto, Yusuf, Tema-Tema Pokok Manajemen Sumber Daya Alam, Penerbit Insan Cendikiawan, Surabaya.

 

Incoming search terms:

  • kompensasi
  • pengertian terminologi kompensasi
  • artikel kompensasi
  • kompensasi finansial dan non finansial
  • apa itu kompensasi
  • konpe
  • Indikator kompensasi manajer keuangan
  • definisi dampak kompensasi
  • dampak positif kompensasi terhadap masyarakat lingkungan perusahaan
  • apa yang dimaksud dengan kompensasi waktu

One Reply to “Pengertian Kompensasi, Jenis-Jenis, Tujuan, dan Pengaruhnya”

  1. Pingback: Pengertian Kepuasan Kerja dan Faktor Yang Mempengaruhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *