By | September 19, 2018

Setelah mempelajari mengenai teori organisasi yang ada pada artikel Pengertian Organisasi Secara Umum dan Menurut Para Ahli, maka diketahui terdapat beberapa jenis organisasi yaitu organisasi formal, organisasi informal, dan organisasi non-formal. Pada artikel ini akan dibahas secara terperinci mengenai salah satu jenis organisasi tersebut yaitu organisasi formal.

Mengapa pembahasan mengenai organisasi formal sangat penting ? Hal ini dikarenakan secara resmi pada lembaga pemerintahan maupun perusahaan negeri maupun swasta, sebagian besar atau hampir seluruh jenis lembaga tersebut adalah organisasi formal. Oleh karena itu perlunya memahami secara mendetail mengenai Teori Manajemen mengenai organisasi formal.

Hal yang perlu diketahui pada organisasi formal adalah pengertian organisasi formal, sifat khusus dan ciri-ciri organisasi formal, Struktur organisasi formal, faktor yang mempengaruhi penyusunan struktur organisasi formal, dan perluasan ke organisasi an.

 

Baca Juga :Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Teori, Karakteristik, dan Contoh

 

Pengertian Organisasi Formal

Organisasi formal memiliki definisi yaitu sebagai organisasi yang terdiri dari struktur yang jelas dengan pembagian kerja yang jelas serta adanya tujuan dan sasaran yang disusun dengan jelas. Pengertian lain menyatakan bahwa organisasi formal merupakan organisasi yang tersusun dari struktur dengan bagan yang mendeskripsikan keterkaitan kerja antar unit, kekuasaan, wewenang, dan tanggung jawab antar elemen di dalam organisasi. Perencanaan di dalam organisasi formal disusun secara sengaja yang meliputi struktur dan tujuan. Penentuan tujuan inilah sebagai salah satu alasan mengapa organisasi formal dibuat.

Struktur organisasi formal sendiri memiliki arti sebagai sistem formal yang mana organisasi diatur sedemikian rupa. Struktur organisasi formal menggambarkan rangkaian pola hubungan diantara fungsi-fungsi, unit-unit, kedudukan-kedudukan maupun posisi setiap orang yang menunjukkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing-masing. Pada struktur organisasi formal ini tergambarkan spesialisasi/spesifikasi setiap pekerjaan yang diamanahkan pada tiap individu ataupun tiap departemen/bagian.

Organisasi memiliki unsur dan dasar yang melekat pada keberjalanan organisasi. Berikut unsur di dalam organisasi formal :

  1. Sistem yang saling terintegrasi dan terkoordinasi.
  2. Adanya kelompok orang.
  3. Kejasama dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi

Dasar pada teori organisasi formal :

  1. Pembagian tugas/kerja/tanggung jawab di antara individu maupun unit/departemen.
  2. Adanya hirarki organisasi dan fungsional
  3. Terdapat struktur organisasi perusahaan.
  4. Rentang kendali

 definisi organisasi formal

Sifat Sifat Khusus Organisasi Formal

Bentuk Organisasi formal memperlihatkan sifat sifatnya khusus tertentu. Meskipun sifat tersebut dapat di wajibkan yang mana agak berubah ubah dari yang lain ke lainnya , dilihat dari kebiasaannya sifat wajib iniberada pada beberapa tingkatan dalam organisasi formal pada umumnnya.

Ciri-Ciri Organisasi Formal

Selain sifat khusus yang dimiliki oleh organisasi formal. Organisasi formal memiliki ciri-ciri yang melekat di dalamnya. Berikut ciri-ciri organisasi formal yang dapat diketahui :

  1. Organisasi formal meliputi keterkaitan antara posisi-posisi yang telah ditetapkan. Dasar dari organisasi formal adalah posisi atau jabatan tersebut.
  2. Tujuan besar yang ditentukan dalam perencanaan organisasi dibagi menjadi beban kerja yang lebih mudah ditangani tiap departemen dan individu ke dalam tugas-tugas, kewajiban, dan tanggung jawab. Penugasan didistribusikan sesuai dengan spesialisasi dari tiap departemen atau individu.
  3. Pada organisasi formal, kewenangan seseorang dalam organisasi melekat pada kekuasaan atau kedudukan sah yang diperolehnya. Dengan kata lain kewenangan dalam organisasi formal selalu beriringan dengan tanggung jawab yang diemban oleh seseorang.
  4. Hirarki pada organisasi formal mengatur garis komando/kewenangan. Tatanan hirarki pada organisasi formal biasanya berbentuk piramida yang menggambarkan setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap atasannya atas tindakan dan keputusan yang dilakukan oleh bawahannya dan diri sendiri.
  5. Terdapat prosedur, aturan, dan kebijakan yang tegas yang mengatur segala aktivitas dan fungsi setiap jabatan di dalam organisasi.
  6. Peraturan dan prosedur yang diterapkan di dalam organisasi bersifat formal dan personal yaitu berlaku pada setiap individu. Oleh karenanya pada organisasi diharapkan setiap elemen di organisasi formal memiliki keterkaitan personal antar unit, individu baik di dalam maupun luar organisasi.
  7. Penerapan sistem disiplin pada setiap peraturan, prosedur, dan kebijakan merupakan bagian daroi organisasi.
  8. Setiap anggota organisasi tidak diperkenankan mencampurkan urusan pribadi dengan tanggung jawab organisasi.
  9. Proses perekrutan dan seleksi karyawan di organisasi formal berdasarkan kualifikasi yang dimiliki dibandingkan adanya hubungan politik, keluarga maupun koneksi lainnya.
  10. Walaupun tanggung jawab dan penugasan dalam birokrasi berkaitan dengan keahlian teknis namun promosi jabatan biasanya diterapkan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.

 

Struktur Penegasan Kegiatan Yang Jelas Pada Organisasi Formal

Struktur organisasi yang bisa dibilang jelas dan mudah di mengerti ini menegaskan bahwa yang berada di setiap jalannya dikendalikan oleh manajer dan harus di bantu oleh beberapa stafnya agar organisasi itu bisa berjalan dengan baik dan harus salig komunikasi antara manajer dan stafnya di supayakan organisasi itu dapat berjalan dengan semestinya dan masih berada dalam sebuah peraturan yang telah di tetapkan oleh suatu organisasi dari kebijakan kebijakan yang telah di di buat sejak awal berdirinya organisasi. Yang bisa di contohkan seperti adam memegang sebuah angkutan senior yang harus bisa mengawasi setiap pekerjannya dan saling berkomunikasi dengan staf stafnya.

Organisasi formal secara khusus dapat di gambarkan hubungan yang formal dengan struktur ke organisasiannya yang sudah di tetapkan dari atasannya atau struktur organisasinya secara terperinci dan gambaran posisinya. Rencana dan strukturnya telah di buat untuk menjadikan sebuah organisasi yang dapat mewujudkan  kerjasama antar jaringan yang bisa berkewenangan dalam bertindak dan hubungan yang bisa di pertanggung jawabkan. Struktur ini juga bisa di gambarkan dengan jalur atau arus komunikasi yang bisa mempercepat pekerjaannya menjadi lebih mudah dalam dan lebih formal. Ruang lingkup dan tema tema yang baik pada struktur organisasinya juga bisa di gambarkan seperti keorganisasian yang hidup atau bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya yang memiliki sebuah tujuan untuk menjadikan organisasi itu menjadi yang terbaik dari organisasi lainnya. Struktur ini menceritakan tentang sebuah pola dalam beroganisasi laporan kepada siapannya.

Contoh Struktur Organisasi Formal

Dari tabel tersebut adalah salah satu struktur organisasi formal, gambaran struktur organisasi tersebut biasanya di gunakan di perusahaan aagar mempermudahkan suatu perusahaan dalam bekerja dan mempercepat penjualan barang ke konsumenbagai mana pun juga struktur itu meliputi sekitar kewajiban kewajibannya dalam bertugas yang aktual dari suatu posisi, pengawas tanggung jawab terhadap pekerjaan.

Kemampuan dan kepentingan dari struktur organisasi yang di banyak membutuhkan untuk melaksanakan pekerjaaannya dan posisi lainnya yang dengan mana para pemegang tugas harus mengadakan kontak kontak untuk melaksanakan pekerjaan itu untuk kedepannya lebih bagus lagi.

Adapun contoh organisasi formal adalah perseroan terbata, lembaga milik negaran, lembaga pendidikan (struktur organisasi sekolah), dan sebagainya. Berikut salah satu contoh stuktur organisasi formal pada PT. POS INDONESIA (PERSERO) :

organisasi formal

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Organisasi Formal

            Penyusunan dan penetapan organisasi formal dirumuskan berdasarkan beberapa faktor. Faktor-faktor inilah yang mempengaruhi pembentukan stuktur organisasi pada organisasi formal. Adapun faktror-faktor yang mempengaruhi organisasi formal adalah sebagai berikut :

  1. Metode dalam pencapaian tujuan organisasi
  2. Kondisi lingkungan organisasi
  3. Teknologi
  4. Kompleksitas dan Ukuran Organisasi
  5. Anggota yang terlibat di dalam organisasi

 

Kepermanenan Organisasi Formal

Organisasi formal ini cenderung menjadi permanen dikarenakan organisasi ini akan bejaka panjang dalam menjalankan setiap tugas tugasnnya ya meskipun organisasi formal ini bisa berganti ganti dari struktur ke organisasiannya , ke anggotaannya, dan bahakan sampai tujuannya juga berubah atau di ganti dengan yang lebih baik lagi dari sebelumnnya, alkan tetpai perkembangannya dapat berlangsungtidak semua organisasi tersebut dapat bertahan terus meneruh dan adakalanya organisasi tersebut dapat terpuruk jika para ke anggotaannya tidak bekerja secara optimal atau tidak bekerja sama sekali maka organisasi tersebut akan hancur dan lemah di bandingkan dengan organisasi yang ke anggotaannya giat dalam menjalankan tugasnnya. Ada juga yang harus bisa menyesuaikan dengan lingkungannya supaya organisasi tersebut bisa bejalan dengan baik dan bisa menyesuaikan dengan lingkungan di sekitarnya . organisasi juga harus bisa menjadikan lindkungan sebagai tempat dimana organisasi itu akan lebih baik lagi jikalau tidak makan organisasi tersebut tidak bisa di terima di kalangan masyarakat dan kemungkinan besar organisasi tersebut akan hancur atau bubar, karena tidak bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitarnya.

Perluasan ke organisasian

Asumsikan bahwasannya organisasi itu berhasil penuh dalam sebuah ke tugasannnya yang menjadikan organisasi membawakan nama baik dari lingkungan tersebut, organisasi tidak dapat bertahan terus. Akn tetapi cenderung untuk memperluaskan perkembangannya yang sebagaimana di inginkan suatu organisasi dimasa yang akan datang lebih baik dari sebelumnnya. Organisasi formal tumbuh dan menjadikan lebih kompleks di karnenakan peningkatan fungsi spesialisasinya dan adanya penambahan kegiatan baru seperti kegiatan di dalam suatu lingkungan sekitar organisasi itu berdiri. sebagai contoh perusahaan make it rite yang berdiri di sebuah lokasi yang telah di tentukan , ketika perusahaan tersebuh telah memulai operasinya yang di duduki oleh staf staf dan direktur sebagai pemilik perusahaan tersebut , di perusahaan tersebut terdapat direktur lain nya yaitu direktur pemasaran, direktur produksi, dan seorang pengawas kegiatan.

Dampak Perluasan Organisasi

Ketika pesanan produksi menigkat perusahaan tersebut juga memiliki masalah masalah yang baru juga, hal ini harus di selesaikan dan harus menemukan titik terang agar permasalahan yang baru itu bisa di atasi dan di selesaikan dengan baik. Pengendalian kualitas adalah salah satu manufaktor utama yang harus paling di perhatikan. Para penjual memasuki wilayah wilayah yang baru  yang menjadikan tugas tugas manajer pengawasan juga harus berfikir lebih kompleks. Dan muncul lah sebuah pemikiran untuk memperluas pabrik dan  suatu kebutuhan yang mengiringi untuk penambahan dana pembiayaan nya. Produksi lebih banyak untuk melayani fasilitas fasilitas yang baru.

Langkah Antisipasi Dampak Perluasan Organisasi

Dengan timbulnya hal tersebut dan beberapa problema yang baru, kemudian direktur menyimpulkan bahwa perlu suatu peningkatan bagi personal personal pemimpinnya, sehubungan dengan itu ia membentuk kedudukan manajer personalia, manajer industri, manajer pemasaran dan manajer pengawasan. Di beritahukan kepada kepada setiap manajernya yang memiliki pekerjaan khusus untuk membimbing bawahannya agar bekerja secara optimal dan bekerja sevcara profesianal agar dapat menghasilkan produksi yang brkualitas dan dapet bermanfaat bagi konsumen. Dan tugas manajer menjadi lebih banyak, misalnya manajer pemasaran mempunyai 3 manajer pemasaran di wilayah yang berbeda , masing masing menguasai suatu wilayah pemasaran , pada setiap dari keempatan besar daerah daerah di tambahkan beberapa orang ahli untuk ke efektifan organisasi, sementara pada waktu yang sama mereka itu meningkatakan kmpleksitasnya.

Perusahaan itupun timbul dengan produk yang baru yang harus sebisa mungkin ber inovasi dan menjadikan sebuah produk yang bisa di terima oleh konsumen dan bisa memberikan efek baik bagi konsumennya. Bagi setiap produk yang di ciptakan harus secara besar besaran. Sejak di adakan penambahan ke organisasian, dorongan untuk meningkatakan karyawan harus pula dilaksanakan. Kemungkinan akan di angkat pula para sekretaris dan pegawai pegawai lainnya. Yang juga menciptakan sebuah cabang cabang dan membutuhkan banyak karyawan baru bermunculan juga.

Demikian penjelasan mengenai organisasi formal. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share artikel ini untuk menambah kebermanfaatannya^^

Sumber :

Buku Organisasi, Teori Dan Tingkah Laku. Penulis herbert g. hicks, dan g ray gullet

Incoming search terms:

  • contoh organisasi formal
  • organisasi formal
  • pengertian organisasi formal
  • struktur organisasi formal
  • cobalah buat cintoh bagan struktur organisasi pada perusahaan swasta dan instansi pemerintahan! beri penjelasan aliran kerja delegasi wewenang sistem kontrol dan arus kerja didalam bagan struktur organisasi tersebut!
  • organisasi formal beserta gambar contohnya
  • Berikan contoh minimal 3 serta penjelasannya tentang organisasi suatu wilayah
  • ciri ciri organisasi formal dan informal
  • Syarat di katakannya organisasi formal
  • alur cara membuat organisasi yang bersifat formal dan non formal

One Reply to “Penjelasan Lengkap Organisasi Formal Beserta Contohnya”

  1. Pingback: Berbagai Pendekatan Kepemimpinan dalam Organisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *