By | August 26, 2018

Motivasi Kerja Karyawan-Karyawan merupakan aset utama dalam perusahaan. Adanya motivasi kerja karyawan yang tinggi sangat mempengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Namun perlu diketahui bahwasanya motivasi kerja karyawan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dapat dikarenakan oleh latar belakang masing-masing dalam memilih pekerjaan.

Oleh karena itu manajemen perusahaan harus mampu menjawab pertanyaan tentang motivasi kerja karyawan khususnya para manajer. Para manajer perusahaan wajib mengetahui motivasi kerja apa yang dimiliki oleh bawahannya/karyawannya masing-masing.

Memahami motivasi kerja karyawan masing-masing akan mempermudah komunikasi. Mengetahui motivasi kerja dapat membantu dalam pengambilan keputusan dalam manajemen sumber daya manusia yang digawangi oleh Human Resource Departement (HRD).

Kebijakan yang tepat dalam pengaturan sumber daya manusia berdasarkan motivasi kerja karyawan akan memberikan dampak positif untuk perusahaan. Begitu pula sebaliknya, kebijakan yang menaungi motivasi kerja karyawan akan meningkatkan kinerja karyawan.

 

Definisi Motivasi Kerja Karyawan

Motivasi merupakan hal yang harus dimiliki setiap orang. Motivasi yaitu dorongan yang berasal dari internal individu maupun eksternal untuk melaksanakan suatu hal. Berbagai faktor yang dapat berpengaruh terhadap motivasi seseorang seperti faktor sosial, biologis, pendidikan/intelektual, dan emosional.

Sedangkan lebih khusus motivasi kerja memiliki pengertian diantaranya :

  1. Motivasi Kerja Karyawan merupakan dorongan kuat dari diri pribadi tiap karyawan dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan.
  2. Dorongan ke arah positif untuk karyawan supaya mereka memperoleh semangat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya adalah pengertian dari motivasi kerja karyawan
  3. Pengertian motivasi kerja karyawan yaitu alasan yang melatarbelakangi karyawan dalam melakukan pekerjaan di perusahaan.

 

 

Baca Juga : Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

 

 

5 Hal Dasar Yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan

Terdapat hal mendasar yang menjadi motivasi kerja para karyawan khususnya mengenai alasan memilih tempat kerja. Alasan-alasan tersebut sejatinya terangkum pada Hirarki Kebutuhan Maslow. Namun kali ini akan lebih disederhanakan dan diberi keterangan tambahan yang lebih sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Adapun 5 Alasan Mendasar yang mempengaruhi Motivasi Kerja Karyawan yaitu :

  1. Upah Minimum

Hal dasar yang membangkitkan motivasi calon karyawan dan karyawan dalam melaksanakan kerja perusahaan adalah adanya pengharapan akan upah minimum. Upah minimum ini dapat berupa gaji yang diterima setiap bulan.

Setiap karyawan memiliki ekspektasi yang berbeda-beda dengan upah minimum. Ada yang mengharap upah minimum regional (UMR) atau memiliki standar minimal masing-masing individu karyawan.

Tidak aneh apabila banyak perusahaan yang menawarkan gaji besar banyak diminati calon karyawan atau angkatan kerja. Hal ini dikarenakan upah minimum merupakan kebutuhan dasar setiap karyawan dalam melakukan kerja atau menjadi motivasi kerja karyawan.

Melihat alasan tersebut maka perusahaan perlu memenuhi kebutuhan dasar para karyawan ini dengan sebaik-baiknya apabila menginginkan motivasi kerja karyawan meningkat.

  1. Jenjang Karir

Motivasi kerja kedua bagi para karyawan adalah adanya jenjang karir yang diincarnya. Adanya tingkatan karir yang jelas membuat karyawan semakin termotivasi dalam melakukan pekerjaanya. Kondisi tersebut disebabkan karyawan merasa bahwa bekerja di perusahaan tersebut akan menjamin dirinya di masa datang.

Adanya jenjang karir sebagai motivasi kerja bagi karyawan juga akanmembuat mereka bekerja melampaui target yang ditetapkan. Karyawan akan berlomba-lomba memberikan yang terbaik sehingga dirinya dapat dipromosikan ke jenjang karir yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut sangat baik bagi perusahaan karena masing-masing karyawan akan meningkatkan produktivitas kerjanya. Semakin tinggi karir yang ingin dicapai semakin tinggi motivasi kerja karyawan.

  1. Pengalaman

Alasan lain bagi karyawan dalam melakukan pekerjaan di perusahaan adalah mencari pengalaman. Banyak lulusan baru (fresh graduate) masuk pada bursa kerja untuk belajar sehingga memperoleh pengalaman kerja.

Hal inilah yang menjadi motivasi kerja bagi sebagian karyawan dalam melaksanakan tugas. Harapannya bagi karyawan yang memiliki tujuan tersebut, semakin banyak pekerjaan yang dilakukan maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh.

Perusahaan dapat memanfaatkan potensi karyawan mudah yang memiliki motivasi tinggi dalam kerja. Salah satunya dengan memberikan pelatihan atau ditempatkan di sektor yang memerlukan tenaga muda, mobilitas tinggi, atau produktivitas tinggi.

Namun perlu digarisbawahi bahwa motivasi seperti ini bagi kinerja karyawan perlu diperhatikan. Bisa jadi setelah memperoleh pengalaman cukup karyawan tersebut akan resign dari perusahaan dan pindah ke perusahaan lain terlebih pesaing.

Maka dari itu perusahaan perlu menjaga kerahasiaan perusahaan bagi para karyawan yang belum tetap/karyawan baru. Selain itu melalui HRD melakukan pembinaan dan training untuk menumbuhkan loyalitas para karyawan baru.

  1. Keinginan Berprestasi

Keinginan atau motivasi kerja karyawan tertinggi adalah adanya kemauan dan kemampuan untuk berprestasi. Karyawan yang memiliki prinsip seperti ini beranggapan bahwa karyawan bukan buruh atau pekerja namun seseorang yang dapat meraih prestasi dengan mengandalkan keahliannya.

Model karyawan ini akan senantiasa memberikan kontribusi besar bagi perusahaan. Selain itu dari sisi karyawan, mereka akan memiliki motivasi kerja tinggi setiap kali mereka berprestasi.

  1. Ibadah

Diantara motivasi yang bersifat materil, terdapat motivasi kerja karyawan yang bersifat spiritual. Ada karyawan yang memiliki prinsip bahwa bekerja merupakan suatu bentuk ibadah kepada Allah swt. Dengan demikian di setiap program dan kewajiban perusahaan yang perlu dilaksanakan, karyawan akan menganggapnya sebagai bentuk dari ibadah.

Biasanya karyawan model seperti ini akan lebih tenang dalam menyikapi masalah. Selain itu motivasi kerja karyawan ini akan membuat karyawan memberikan yang terbaik dalam hasil kerja mereka.

Perusahaan dapat mendukung dan memupuk motivasi karyawan dengan motivasi kerja spiritual dengan membangun tempat ibadah seperti mushola di dekat tempat kerja. Sehingga karyawan merasa kebutuhannya terpenuhi.

 

4 Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

Setelah mengetahui hal mendasar yang menjadi motivasi kerja bagi karyawan dan memenuhinya maka perusahaan sudah membangun motivasi kerja dasar bagi karyawan.

Namun, seringkali meskipun hal mendasar tersebut telah terpenuhi masih terdapat karyawan yang dirasa memiliki motivasi kerja yang rendah. Hal ini ditunjukkan dengan produktivitas yang rendah, sulit koordinasi dengan berbagai alasan, tidak sesuai deadline, pulang lebih awal dan sebagainya.

Problematika tersebut harus segera dianalisa dan diatasi. Setelah itu menyusun rencana agar motivasi kerja para karyawan terus terjaga. Adapun langkah yang dapat dilakukan oleh manajer pada khususnya dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan diantaranya :

  1. Memberikan Reward & Punishment

Pada suatu penugasan atau tanggung jawab perlu diberikan penghargaan bagi yang memenuhi atau bahkan melampaui target. Penghargaan atau reward tersebut digunakan untuk memotivasi karyawan agar menunjukkan kinerja terbaiknya. Dalam hal ini reward sebagai pemancing para karyawan untuk memperolehnya. Reward dapat berupa bonus, insentif, promosi jabatan, dll.

Sebaliknya hukuman atau punishment diberlakukan apabila terdapat karyawan yang bekerja tidak memenuhi target. Aplikasi hukuman yang dapat diterapkan seperti pemangkasan gaji, penurunan jabatan, hingga pemecatan. Sama halnya dengan reward, punishment diterapkan untuk tetap memotivasi karyawan agar bekerja sesuai target.

  1. Menjalin Komunikasi yang Baik

Para manajer hendaknya menjalin komunikasi dengan baik bersama bawahannya. Selain itu komunikasi antar karyawan juga harus berjalan dnegan baik. Seringkali karyawan kurang termotivasi dalam pekerjaannya dikarenakan buruknya komunikasi yang terbentuk di tempat kerjanya.

Komunikasi yang baik tidak hanya terjalin secara formal namun juga dapat dilakukan secara informal. Tujuan dari hal ini adalah membentuk suasana nyaman dan kekeluargaan di tempat kerja. Semakin nyaman (namun tetap profesional) maka semakin loyal karyawan di tempat kerjanya.

Membangun komunikasi yang baik dapat dilakukan secara individu (personal behaviour) ataupun melalui kebijakan perusahaan.

  1. Mencoba Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Karyawan

Tugas manajer atau atasan adalah mengenali karakteristik bawahannya. Melalui hal ini potensi setiap karyawan akan dapat digali dan di explore. Karyawan yang merasa dirinya diperhatikan dan merasa potensinya berguna bagi perusahaan akan tersanjung dan memberikan yang terbaik.

Beda halnya dengan karyawan yang tidak pernah digali dan digunakan potensinya oleh perusahaan. Mereka akan merasa tidak terlalu diperlukan atau tidak sesuai di bekerja di perusahaan tersebut. Padahal setiap potensi karyawan akan berbeda-beda satu dengan lainnya.

  1. Mengadakan Up-Grading atau Training Bagi Karyawan

Jalur formal dan legal yang dapat memotivasi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya adalah dengan mengadakan up-grading atau training motivasi bagi karyawan. Acara ini biasa diadakan di awal maupun di tengah periode kepengurusan. Up-grading ataupun training motivasi biasanya dilakukan/diisi oleh profesional di bidang motivasi untuk meningkatkan pemahaman karyawan akan dunia kerja dan pencapaian target di perusahaan.

 

Baca Juga : Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli

3 Langkah Unik Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

Ada langkah-langkah unik atau di luar kebiasaan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Metode ini perlu dilakukan untuk lebih meningkatkan loyalitas karyawan dengan pendekatan aspek informal. Aspek informal inilah yang seringkali lebih efektif dalam menjalin komunikasi dengan para karyawan.

  1. Manajer yang Down To Earth

Down to Earth bagi para manajer adalah mencoba untuk berbaur dengan karyawan. Seringkali manajer terkesan sebagai atasan yang kaku dalam memimpin dan bersifat formal. Hal ini yang menyebabkan komunikasi tidak terjalin dengan baik.

Maka perlu bagi para manajer untuk sesekali berbaur dan berkomunikasi informal dengan karyawan. Lebih baik lagi apabila manajer melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan sebagai contoh atau teladan. Melalui langkah ini karyawan akan merasa dekat dengan manajer dan segan apabila tidak melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

  1. Menjalin Komunikasi di Luar Perusahaan

Komunikasi yang dapat dijalin dengan karyawan tidak hanya dilakukan di dalam perusahaan. Komunikasi efektif juga bisa dilakukan di luar perusahaan seperti berada di satu komunitas yang sama dengan para karyawan (RT, komunitas olah raga/seni, dll). Aktivitas ini akan membantu menjalin interaksi yang baik dengan para karyawan dan berdampak positif pada kinerja di dalam perusahaan.

  1. Menciptakan Kebijakan yang Membangun

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan apra karyawan. Kebijakan tersebut muncul karena adanya kesenjangan antar karyawan maupun karyawan dengan atasan.

Sebagai contoh motivasi kerja karyawan dapat ditingkatkan melalui kebijakan adalah menerapkan “sabtu ceria”, “family gathering”, Free shirt on Monday”, “lunch together”. Kebijakan-kebijakan tersebut memiliki tujuan untuk menyairkan suasana di dalam perusahaan agar tercipta komunikasi yang baik dan atmosphere kerja yang nyaman.

Incoming search terms:

  • contoh motivasi kerja karyawan
  • motivasi kerja karyawan
  • cara meningkatkan motivasi kerja menurut para ahli
  • contoh motivasi kerja dalam perusahaan
  • motivasi buat perusahaan
  • contoh motivasi dalam perusahaan
  • contoh motivasi dalam pekerjaan
  • motivasi pindah kerja
  • contoh motivasi krja perusahaan
  • contoh spandul utk motifasi target perusahaan

2 Replies to “12 Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan Perusahaan”

  1. Pingback: Pengertian Kompensasi, Jenis-Jenis, Tujuan, dan Pengaruhnya

  2. Pingback: Pengertian Kepuasan Kerja dan Faktor Yang Mempengaruhi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *