By | October 17, 2017

Komunikasi Dalam Organisasi – Menjalin komunikasi dalam organisasi merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Tanpa adanya komunikasi dalam organisasi tidak mungkin suatu organisasi dapat menjalankan roda manajemennya.

Oleh karena itu pemahaman mengenai peran komunikasi dalam organisasi perlu diketahui oleh semua sumber daya manusia di dalamnya. Manajer wajib melakukan komunikasi yang baik dengan bawahannya begitu pula karyawan harus menjalin komunikasi yang baik dengan manajernya.

Pertanyaan tentang komunikasi dalam organisasi pastilah terus timbul khususnya bagaimana membangun komunikasi yang baik agar organisasi berjalan lancar. Di samping itu banyak kajian dan makalah komunikasi dalam organisasi yang disajikan di berbagai sumber.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian komunkasi dan turunannya, fungsi komunikasi dalam organisasi, dan hambatan komunikasi yang terbentuk.

 

Baca Juga : Penjelasan Kepemimpinan Dalam Organisasi

 

 

Pengertian Komunikasi

Komunikasi memiliki istilah dalam bahasa inggris yaitu communication yang artinya komunikasi memiliki banyak arti.

Bersal dari kata (etimologi), istilah komunikasi berasal dari bahasa latin , yaitu communis yang artinya sama atau “common” berasal dari kata communis yang berubah ubah menjadi “kommunicare” yang artinya menyebarkan atau menginformasikan informasi kepada pihak lain guna memperoleh pengertian yang sama.

Berdasarkan dari dasar informasi mengenai komunikasi di atas maka terdapat beberapa pengertian komunikasi yaitu :

  1. Komunikasi adalah distribusi informasi yang berasal dari komunikator yang ditujukan kepada komunikan supaya terjalin interaksi (Hasibuan, 2002).
  2. Komunikasi merupakan proses dalam mensinergikan gagasan-gagasan, pemikiran-pemikiran, kesamaan pengertian dan kesatuan kelompok.
  3. Komunikasi yaitu proses dalam menyalurkan informasi dari satu pihak ke pihak lainnya dengan maksud adanya persamaan dan pengertian yang sama.

Dari definisi komunikasi di atas maka dalam memperoleh pengertian makna yang sama dalam mengkomunikasikan suatu informasi yang harus di tetapkan terlebih dahulu dasar titik temu yang sama.

Pengertian Komunikasi Dalam Organisasi

Cakupan komunikasi sangatlah luas. Pembahasan mengenai komunikasi yang cukup penting untuk dikaji adalah mengenai komunikasi dalam organisasi. Hal ini dikarenakan organisasi adalah sarana yang sarat akan persebaran informasi.

Komunikasi Dalam Organisasi merupakan komunikasi yang dijalankan dan dibentuk pada tubuh organisasi. Khususnya struktur hirarki organisasi sangat mempengaurhi proses komunikasi yang terbentuk.

Komunikasi yang baik sangat fundamental bagi organisasi. Keberadaan komunikasi diperlukan karena tiap sumber daya manusia di dalam organisasi dapat saling bertukar ide dan gagasan untuk terus memajukan organisasi.

Oleh karenanya diperlukan ilmu dan strategi dalam membahas teori dan penerapan komunikasi dalam organisasi.

 

Proses Komunikasi Dalam Organisasi

Adapun beberapa tahapan tahapan mengenai model proses komunikasi dalam organisasi yaitu:

  1. Tahap penciptaan gagasan atau tahap ideasi, yaitu dapat dilakukan oleh pihak pengiriman informasi (komunikator=communicator)
  2. Tahap penyusunan gagasan dalam bentuk simbol atau tanda tanda sandi (tahap enconding) yaitu simbol atau tanda-tanda sandi yang berupa gambar gambar yang menunjukan mengandung arti.
  3. Tahap pengiriman, yaitu gagasaan yang sudah di susun dalam wujud simbol simbol atau tanda tanda sandi yang di sampaikan melewati saluran atau media komunikasi yang sudah di sediakan oleh organisasi yang ber tanggung jawab.
  4. Tahap penerimaan, yaitu informasi yang telah dikirim oleh komunikator lewat media komunikasi di terima oleh pihak penerima informasi.
  5. Tahap menginterprediksikan gagasan atau pesan yang di terima, yaitu tahap yang di sebut juga tahap decoding. Dalam tahap ini gagasan gagasan atau pesan pesan yang telah di terima di interprediksikan atau di artikan
  6. Tahap tanggapan, yang merupakan tahapan terakhir, sesudah pihak penerima berita melakukan interpretasi terhadap informasi yang telah di terima. Kemudian ada respon respon yang telah di tanggapi , respond umpan balik atau feedback diantaranya yaitu:
  • Respon langsung
  • Respon tidak langsung
  • Respond yang kurang dimengerti
  • Respond yang dapat dimengerti
  • Respond yang bersifat netral
  • Respond yang bersifat negatif

Supaya komunikan dapat memberikan respon yang di inginkan  oleh kominikator , komunikator dan komunikan harus memiliki jiwa pengalaman yang sama (common experience)

  Umpan balik atau feedback akan selalu tersambung melalui setiap tahap proses komunikasi, dengan ini pola atau model proses komunkasi bisa di gambarkan seperti pada gambar yang ada di buku rangkuman.

 

Baca Juga : Pengertian Budaya Organisasi, Fungsi, Teori, Karakteristik, dan Contoh

 

 

Unsur-unsur komunikasi

Menurut charles E. redfield dalam pemikirannya yang telah di bukukan olehnya yang mengenai unsur unsur komunikasi dalam bukunya yang berjudul “communication in management” yang mengatakan sebagai berikuta “dministrative communication can best regarded as aform of social or human comunication in which there are these five elemen : a communicator , transmits, messages, communicatee, response.

Kemudiaan setelah menjadi mengandung 5 unsur dapat di rangkum sebagai berikut :

  1. komunikator (communicator) yaitu memberitahu berita, yang dalam masalah ini yaitu orang orang yang bertingkah cara berbicarannya ,cara pengirimmannya berita, atau orang orang yang memberitakan
  2. menyampaikan berita yaitu yang dalam masalah ini memperoleh dengan cara mengatakan, memberi mengiriman atau yang menyiarkan suatu berita melalui media.
  3. berita berita yang di sampaikan yaitu yang memperoleh dengan cara kerja nya berupa perintah, laporan atau bisa juga dengan cara sarang menyarannkan.
  4. komunikan yaitu cara kerjanya dengan cara orang yang telah di tuju oleh pihak penanggung jawab atau bisa juga para pengunjung dengan kata lain orang yang mendapatkan berita
  5. tanggapan atau reaksi yaitu sebuah cara yang berupa bentuk dalam tata cara jawabannya atau reaksinya.

Komunikasi dalam organisasi

Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi

Terdapat empat fungsi komunikasi organisasi atau perusahaan yang perlu diketahui (Robbins, 2006). Keempat fungsi tersebut yaitu :

  1. Pengendalian

Fungsi pengendalian dalam komunikasi organisasi memiliki tujuan untuk mengendalikan tingkah laku anggota organisasi melalui berbagai cara. Pada tiap organisasi pasti memiliki kewenangan dan garis komando yang wajib ditaati oleh karyawan.

Apabila karyawan memiliki masalah pada departementnya maka permasalahan tersebut secara prioritas harus dikomunikasikan kepada atasan atau manajer departemenn yang bersangkutan. Komunikasi dalam kasus ini menjalankan fungsi pengendalian. Meski demikian adanya komunikasi informal juga sangat membantu dalam pengendalian tingkah laku.

  1. Motivasi

Dalam fungsi manajemen pengarahan maka motivasi diperlukan untuk mengarahkan karyawan/anggota. Dengan demikian pada proses motivasi perlu terjalinnya komunikasi yang baik.

Komunikasi organisasi yang terbentuk dalam kegiatan pemberian motivasi akan dapat meningkatkan semangat karyawan dalam menjalankan kinerjanya di organisasi.

  1. Pengungkapan Emosi

Peran komunikasi dalam organisasi yang juga perlu dipahami adalah sebagai pengungkapan emosi. Para anggota/karyawan maupun manajer dapat menunjukkan rasa puas maupun kecewa terhadap lawan bicaranya. Hal tersebut dapat menjadi signal supaya kinerja organisasi dapat lebih ditingkatkan atau dipertahankan apabila telah mencapai target.

Komunikasi pada kasus ini mencoba untuk menjembatani dalam pengungkapan perasaan emosional khususnya dalam interaksi sosial.

  1. Informasi

Secara fundamental komunikasi sejatinya sebagai proses persebaran informasi. Pada organisasi informasi yang didistribusikan pastinya merupakan info yang dibutuhkan oleh anggota/kelompok. Informasti tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan dalam bentuk data-data. Data-data tersebut kemudian diolah, dianalisis, dievaluasi sehingga menghasilkan berbagai pilihan alternatif.

 

Baca Juga : Tugas Tugas Manajer dan Tanggung Jawab Manajer Terlengkap

 

 

Hambatan Komunikasi Dalam Organisasi

Pada praktiknya, komunikasi yang terbentuk di dalam organisasi tidak selamanya berjalan lancar. Terdapat berbagai hambatan dalam keberjalanan komunikasi organisasi. Pada dasarnya dapat tiga hambatan utama komunikasi dalam organisasi yang dapat dikemukakan, diantaranya :

  1. Hambatan Teknis

Hambatan teknis merupakan hambatan dalam komunikasi yang timbul karena keterbatasan akan ketersediaan fasilitas komunikasi. Hambatan teknis yang sering ditemui adalah :

  1. Tidak ada prosedur/perencanaan yang jelas terkait keberjalanan organisasi
  2. Informasi yang rancu
  3. Kurangnya pemahaman anggota dalam menerjemahkan suatu informasi
  4. Pemilihan saluran komunikasi dalam organisasi yang kurang tepat. 
  1. Hambatan Semantik

Problematika semantik merupakan hambatan yang seringkali terjadi. Semantik atau bahasa merupakan dasar dari komunikasi. Perbedaan cara penyampaian atau pemilihan bahasa yang kurang tepat dapat mengakibatkan salah pengertian atau pengertian yang berbeda. Hal ini dapat berakibat fatal apabila perbedaan pemahaman terkait dengan keputusan yang fundamental.

Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut perlu adanya pelatihan komunikasi ataupun dilakukan training yang saling mempererat komunikasi antar elemen organisasi agar terjalinnya komunikasi yang baik dan slaing memahami antar sesama. 

  1. Hambatan Manusiawi

Kendala komunikasi yang timbul dari diri individu juga seringkali terjadi dan seharusnya dapat dihindari. Kendala komunikasi ini dapat terjadi akibat faktor emosional maupun presepsi pribadi. Hal lain dapat disebabkan oleh ketidakmampuan panca indra dalam menangkap informasi.

Hal yang sering menjadi penyebab timbulnya hambatan manusiawi dalam berkomunikasi organisasi yaitu :

  • Hambatan yang disebabkan oleh perbedaan sifat manusia

Komunikasi yang tidak berjalan dengan baik biasa disebabkan karena perbedaan aktor komunikasi dalam hal presepsi, kondisi emosional pribadi, perbedaan umur, pengalaman, jabatan, kemampuan menyerap informasi, dll.

  • Hambatan yang dipengaruhi suasana psikologis di dalam organisasi

Suasana kerja di dalam organisasi dapat mempengaruhi sikap anggota dalam berkomunikasi. Hal ini dapat pula menentukan keefektifan komunikasi dalam organisasi.

 

Pola Komunikasi Dalam Organisasi

Pentingnya komunikasi dalam organisasi maka perlu dikaji bagaimana pola komunikasi yang terbentuk. Adapun pola komunikasi dalam organisasi dibagi menjadi dua pola, yaitu :

  1. Komunikasi Formal

Komunikasi ini merupakan saluran komunikasi yang terbentuk dengan mengikuti struktur organisasi. Hirarki organisasi menjadi saluran utama terbentuknya komunikasi. Komunikasi formal ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi dan sangat kental dengan kerja di dalam organisasi.

Komunikasi formal dapat berupa komunikasi horizontal, vertikal maupun diagonal. 

  1. Komunikasi Informal

Berbeda dengan komunikasi secara formal.Komunikasi informal tidak mengharuskan atau terpacu pada hirarki organisasi. Komunikasi ini terbentuk secara insidental dan spontan yang timbul karena kesamaan rasa seperti tugas dan tanggung jawab yang sama.

Komunikasi informal tidak terpaku pada aturan waktu, ruang dan lokasi. Cara komunikasi kadangkala lebih berguna dan memiliki peranan yang sangat penting karena penyampaiannya dapat setiap saat khususnya demi tujuan organisasi. Meski demikian komunikasi ini memiliki kekurangan yaitu pendistribusiannya tidak sistematis dan tidak terarah.

Komunikasi dalam organisasi formal informal

Klasifikasi Komunikasi Dalam Organisasi

            Komunikasi dalam sebuah ke organisasian memperoleh perbedaan yang menjadi beberapa bentuk macam yang tergantung dari segi peninjauan nya.

  1. dari segi sifatnya, dapat di bedakan menjadi 4 yaitu:
  • Komunikasi lisan
  • Komunikasi tertulis
  • Komunikasi verbal, dan
  • Komunikasi non verbal
  1. menurut arah nya, dapat di bedakan menjadi 7 yaitu:
  • Komunikasi ke atas
  • Komunikasi ke bawah
  • Komunikasi diagonal ke atas
  • Komunikasi diagonal ke bawah
  • Komunikasi horizontal
  • Komunikasi satu arah, dan
  • Komunikasi 2 arah
  1. meurut lawannya, dapat di bedakan menjadi 4 yaitu:
  • Komunikasi satu lawan.
  • Komunikasi satu lawan banyak(kelompok).
  • Komunikasi Banyak (kelompok) lawan satu, dan
  • Komunikasi kelompok lawan kelompok.
  1. menurut ke resmiaannya, dapat di bedakan menjadi 2 yaitu:
  • Komunikasi formal, dan
  • Komunikasi informal

 

 

Baca Juga : Pengertian Manajemen Sebagai Ilmu, Seni, dan Profesi

 

 

Dari masing masing jenis komunikasi yang telah di sebutkan akan di bicarakan secara singkat di bawah ini:

  1. Komunikasi lisan 

Yang dimaksud komunikasi lisan adalah komunikasi yang cara penyampaiaannya melalui tata cara ucapnya dengan kata kata atau kalimat yang baik dan benar. Adapun pembedaan dari komunikasi lisan yang di antaranya:

  1. Komunikasi melalui lisan secara langsung
  2. Komunikasi dengan lisan secara tidak langsung
  3. Komunikasi non verbal

Yang dalam bentuk bahasa badan , yang menyatakan sikap dan perasaan seseorang misalnnya dengan cara sebagi berikut:

  1. Mimik yaitu tidak dengan cara berbicara sepatah kata, tidak dengan diam, akan tetapi menggunakan cara dengan gerak air muka,
  2. Panto mimik yaitu dengan cara menggerakan sebagian anggota badan contohnnya nggelengkan kepala.kemudian gerakan badan lainnya yang paling sering di gunakan yaitu dalam bahas inggris bisa di sebut juga steepling yang berarti menara yaitu dengan mengatup kedua belah tangan dengan jari dirapat kan menunjuk mengarah ke atas yang menunjukan bahwa pencahayaan pada diri sendiri atau sikap puas terhadap diri sendiri.
  3. Mimik dan panto mimik yaitu merupakan sebuah kolaborasi atau kombinasi yang kompatibel antara gerak air muka dan dengan gerakan anggota badan lainnya.
  1. Komunikasi tertulis

Komunikasi secara tertulis atau biasa disebut juga dengan komunikasi tercetak adalah komunikasi yang mempergunakannya dengan rangkaiaan kata kata atau kalimat ,kode kode yang mengandung arti yang tertulis atau tercetak yang mudah di mengerti oleh pihak lainnya, media tertulis di bedakan menjadi beberapa macam media dia antaranya:

  1. Media tertulis intern
  2. Media tertulis ekstern
  1. Komunikasi ke atas

Komunikasi ini ialah komunikasi yang cara bekerjannya secara berlangsung dari bawahan ke atasan atau dari suatu organisasi yang levelnya lebih rendah dengan satuan organisasi yang levelnya lebih tinggi. Dilihat dari cara kerja komunikasi ke atas dapat di simulkan bahawa komunikasi ke atas itu dapat di lihat dari dua sisi yaitu sisi personifikasi dan sisi ketatalembagaannya

  1. Komunikasi ke bawah

Istilah downward communication disebut juga komunikasi ke bawah yaitu berlangsung dari pimpinan kepada bawahaannya.

  1. Komunikasi diagonal kebawah

Komunikasi diagonal kebawah yaitu komunikasi yang berlangsung dari pimpinan jabatan yang di berikan kepada pimpinan yang lebih rendah.

  1. Komunikasi diaggonal ke atas

Yaitu  komunikasi yang berlangsung dari pimpinan jabatan yang rendah kepada pimpinan jabatan yang lebih tinggi

  1. Komunikasi horisontal

Yaitu komunikasi yang antara pimpinan setempat kepada organisasinya.

  1. Komunikasi satu arah

yaitu komunikasi yang tidak memperoleh respon dari pihak penerima informasi

  1. Komunikasi dua arah

Interaksi yang dapat secara timbal balik antara penerima dan pengirim

  1. Komunikasi satu lawan satu

Adanya komunikasi yang berlangsung secara pribadi

  1. Komunikasi satu lawan banyak

Hubungan antara seseorang dengan beberapa kelompok

  1. Komunikasi banyak lawan satu

yaitu komunikasi kelomok dengan seseorang yang di tuju

  1. Komunikasi kelompok lawan kelompok

Yaitu komunikasi dengan sekelompok pekerja dengan kelompok pekerja lainnya

  1. Kelompok formal

Yaitu komunikasi yang terjadi pada anggota anggota kelompok atau organisasi

  1. Kelompok non formal

Komunikasi yang terjadi pada suatu organisasi akan tetapi tidak berencana dan tidak di tentukan dalam tata kelembagaan organisasi.

Incoming search terms:

  • hambatan hambatan komunikasi dalam organisasi journal
  • kumpulan pertanyaan tentang komunikasi dalam organisasi
  • pengertian komunikasi dalam organisasi
  • pengertian meningkatkan komunikasi dalam organisasi dan contohnya
  • penjelasan rinci tentang komunikasi organisasi

4 Replies to “Komunikasi Dalam Organisasi Beserta Fungsi dan Hambatan”

  1. Pingback: Teori Kebutuhan Maslow Dan Contohnya Pada Perusahaan

  2. Pingback: Pengertian Koordinasi Dalam Manajemen Organisasi

  3. Pingback: Pengertian Sistem Informasi Manajemen Menurut Para Ahli,Fungsi,Tujuan

  4. Pingback: Penjelasan Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *